
"Baiklah, murid ku...."
"Inti pertama dari Jurus Bayangan ini adalah, kau harus bisa menyatu dengan alam...." Ujar Master.
"Bagaimana maksudnya, Master???"
"Menyatu dengan alam??" Tanya sang Murid.
Leluhur Naga Khayangan pun mulai melepaskan pakaian nya, ia saat ini hanya mengenakan sebuah celana pendek.
"Lihat lah aku, murid ku....." Ucap Master.
Don Juan itu pun kebingungan melihat tingkah laku sang Master.
"Apa konsep menyatu dengan alam adalah berenang???" Gumam Arung yang mengira jika Master nya akan berenang.
Perkiraan Arung ternyata salah, sang Master pun mulai terbang kemudian mulai bersemedi di atas laut.
Tiba-tiba saja aura elemen bayangan pun mulai berkumpul di sekitar sang Master.
Ia pun mulai membuka mata nya, sang Master pun menatap tajam ke arah Arung.
"Menyatu dengan alam berarti kau dapat mengetahui sesuatu di belakang mu, saat kau ingin menggunakan Jurus Bayangan..."
"Alirkan lah seluruh elemen bayangan itu ke seluruh nadi mu, dan ingat interval waktu Jurus Bayangan hanya 5 menit...."
"Kau paham..???" Tanya sang Guru.
"Sedikit, Master....." Ucap Arung.
"Baiklah, kau dapat mempelajari Jurus ini nanti, sekarang kau kultivasikan saja dulu Pil Elemen Naga maks....." Ucap sang Master kemudian mulai mengayunkan lengan nya.
"Tapii.............." Ucap Arung.
Jiwa Arung pun kembali ke Dunia Nyata, elemen api sembilan warna pun mulai meluap-luap di sekitar nya yang menandakan Pil Elemen Naga Maks sedang dalam proses kultivasi.
"Syukurlah....."
"Kau berhasil, Calon Suami...." Gumam Putri Akasia Naga dengan ekspresi wajah yang haru.
"Bagaimana bisa dia ngalahin Leluhur Naga, sepertinya dia akan jadi Tuan Majikan kita...." Ujar Udin.
"Putri....."
"Akhirnya....."
"Kau punya calon pendamping juga..." Ucap Van Dewr Doyok yang juga ikut haru dengan momen tersebut.
Putri pun kemudian duduk di sebuah kursi di samping ranjang medis dengan perasaan yang lega.
"Fiuh........." Helaan nafas Putri Akasia.
Sementara itu di luar Mongkikay masih terus mencari Arung dan yang lain nya.
Ia pun masih mengendus-endus bau Putri Akasia.
"Kok bisa, bau nya hilang begitu saja???"
"Aku yakin mereka pasti bersembunyi di dalam benda itu lagi???" Gumam Mongkikay.
Hujan pun mulai berhenti, Mongkikay pun terbang turun menuju hutan.
"Dup.........." Suara saat tapak kaki Mongkikay mendarat di atas salah satu dahan pohon.
"Kemana dia pergi....."
"Aku yakin pasti dia bersembunyi di dalam Bola itu, sebaik nya aku memanggil Siluman Tikus Teng kemari...." Gumam Mongkikay.
__ADS_1
"Fiwwwitttt........." Suara siulan sang Raja Kera Pulau Penjara Kuno.
Siulan itu pun bergema di sekitar hutan tersebut, beberapa saat kemudian Seekor manusia tikus pun muncul dari dalam tanah.
Di ikuti beberapa manusia tikus lain nya.
"Raja Kera, ada apa kau memanggilku???" Tanya Siluman Tikus Teng.
"Tikus Tengik, kau harus membantu ku saat ini..." Jawab Mongkikay.
Tikus Teng pun melesat ke atas dahan pohon dan hendak bernegosiasi.
"Apa imbalan nya, Raja Kera???" Tanya Siluman Tikus.
"Dasar tikus rakus...." Gumam Mongkikay.
"Aku akan memberikan mu voucher menginap gratis di rumah pelacuran bawah tanah milik ku..." Ucap Raja Kera.
"Oooohhhhh......"
"Seperti nya, kau dalam masalah yang berat,"
"Baiklah, apa yang harus kulakukan...???" Tanya Siluman Tikus.
Mongkikay pun mulai menceritakan perihal Bola Ruang tersebut dan meminta bantuan kepada para Siluman Tikus untuk mencari nya.
Setelah mendengar penjelasan dari Mongkikay para Siluman Tikus pun mulai kembali masuk kedalam tanah guna mencari bola ruang tersebut.
Kembali ke dalam bola ruang, sudah dua hari dua malam Arung bersemedi.
Pendekar Don Juan itu pun mulai membuka kedua belah mata nya.
"Hufttt............" Suara helaan nafas panjang Arung.
"Aku merasakan kekuatan elemen ku semakin menguat....." Ujar Arung.
Arung pun melihat ranjang medis dan beberapa lemari di sekitar nya.
"Sepertinya Putri Akasia telah mempersiapkan segala sesuatu nya..."
"Dia sangat baik...." Gumam Arung lalu bangun dari semedi nya.
Putri Akasia pun berjalan ke arah Arung dan tanpa sengaja tersandung oleh sebuah batu.
Tubuh sang Putri pun mulai oleng dan jatuh ke arah sang Don Juan.
Arung pun menangkap tubuh sang Putri dan kini mata mereka pun saling beradu.
"Tampan nya...." Gumam Putri Akasia lalu mulai mendekatkan bibir nya ke arah bibir Arung karena terbawa perasaan.
"Dia cantik sekali...." Gumam Arung.
Mereka pun mulai berci*man dengan panas nya di tepi danau tersebut hingga Udin dan Doyok tiba.
"Putri, lakukan di dalam kamar..."
"Jangan di tempat terbuka seperti ini...." Ujar Jedrudin.
"Ugh......."
"Dasar Naga gak sabaran....." Gumam Doyok.
Putri Akasia Naga dan juga Arung pun berhenti bercium*n, tampak wajah mereka berdua memerah.
"Apa yang telah kulakukan....???" Gumam Putri Akasia Naga lalu langsung berbalik dan lari menuju mansion.
"Tap........."
__ADS_1
"Tap........."
"Tap........" Suara tapak kaki Arung saat berlari.
"Apa aku tadi terlalu kasar???" Gumam Arung yang mengira jika dia terlalu kasar pada Putri Akasia.
"Hah......"
"Kok Putri Kabur....." Ucap Udin si Ayam Cemani lalu berbalik dan ikut lari mengejar Putri Akasia.
"Tuan Naga, sebaik nya kau membersihkan diri dulu....."
"Hari sudah malam, aku dan yang lain nya akan menunggu mu di mansion...." Ucap Doyok.
"Baik lah, Yok...." Ucap Arung lalu mulai melepas pakaian nya dan hanya mengenakan celana saja.
Doyok pun kembali menuju Mansion, sementara itu Arung berniat membersihkan dirinya di dalam danau tersebut.
"Apa yang di maksud oleh Master dengan menyatu dengan alam???" Gumam Arung lalu mulai menceburkan diri nya ke dalam permukaan danau.
Arung pun mulai menyelam di dalam danau tersebut, pipi nya pun memerah saat mengingat cium*n panas Putri Akasia Naga.
Sementara itu Putri Akasia Naga sedang berada di dalam ruang bumbu dan obat-obatan di lantai tiga.
"Kenapa aku main nyosor aja tadi...."
"Aku kan Putri seorang raja, walaupun dia udah lulus jadi calon suami ku tapi ...."
"Aku harus melangsungkan pernikahan dulu dengan nya, aku harus menahan nya...." Gumam Putri Akasia Naga sambil mengumpulkan beberapa botol bumbu masakan.
Setelah mengumpulkan beberapa botol bumbu masakan Putri Akasia pun berniat kembali ke dapur.
"Kraaakkkk........." Suara saat pintu ruangan di buka.
Tampak Doyok dan Udin sedang duduk di sofa sambil menatap tajam ke arah majikan nya.
"Putri, ingat anda adalah seorang bangsawan....???" Ujar Doyok.
"Oughhh....."
"Kenak kali....." Gumam Putri Akasia lalu langsung beranjak ke dapur.
"Putri, jangan dengarkan Doyok...."
"Itu hal yang wajar, ingat anda juga seorang Pendekar Biasa yang butuh hal-hal panas kayak tadi.."
"Kalau perlu malam ini anda dan Tuan Naga ngecor aja...." Ujar Udin.
"Uhuk......."
"Uhuk......."
"Uhuk........" Suara batuk Putri Akasia Naga saat mendengarkan celotehan Udin.
Doyok pun langsung mengetok kepala Udin.
"Dasar Bego......" Ucap Doyok.
"Ngecor...."
"Ughhhh......." Gumam Putri Akasia Naga.
"Dasar Biawak, apa salah nya mereka ngecor???" Ucap Udin.
"Dasar Begok kuadrat...." Ucap Biawak sambil mengetok kepala Udin sekali lagi.
"Aduhhhh......" Ucap Udin kesakitan.
__ADS_1