Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Kelompok Bos Gen Bagian Awal.


__ADS_3

Arung pun mulai membagikan pil-pil gingseng seratus tahun tersebut kepada para tawanan di dalam kereta tersebut.


"Kalian pulihkan diri kalian terlebih dahulu, lalu tunggu isyarat dari ku,"


"Kita akan bantai bandit-bandit itu." Ucap Arung dengan nada suara pelan.


"Baik Tuan Pendekar." Sahut beberapa Tawanan-Tawanan tersebut yang juga kesal dan dendam terhadap Bandit-Bandit tersebut.


Arung pun kembali melesat ke dalam tanah dengan Jurus Dewa Bumi milik nya, para Tawanan-Tawanan tersebut pun mulai mengkultivasikan pil gingseng seratus tahun tersebut secara diam-diam di dalam kereta Tawanan tersebut.


Arung pun mulai menarik satu persatu Bandit-Bandit tersebut ke dalam tanah lalu mulai menggorok leher nya dengan Belati Naga Air Iblis nya, tampak Bandit-bandit itu mulai menghilang satu persatu.


"Oh...... "


"Jadi ini rencana yang di maksudkan oleh Arung, sungguh Jurus Pembunuh yang mengerikan,"


"Silent Killer." Gumam Sonia dari kejauhan yang menyaksikan Bandit-Bandit tersebut menghilang satu persatu.


Beberapa menit kemudian para Bandit-bandit pun mulai menyadari jika beberapa teman nya telah menghilang.


"Hah....... "


"Mana yang lain nya...... " Ucap Pires Vampir sambil mengamati ke sekeliling nya.


Jumlah mereka yang pada awalnya berjumlah sekitar 50 Vampir tersebut, setelah di culik oleh Arung satu persatu sisa Bandit-Bandit tersebut tinggal setengah nya saja.


"Iya kemana mereka?" Ucap Bandit-Bandit lain nya yang juga kebingungan dengan hilang nya teman-teman mereka tersebut.


Gerombolan Bos Gen pun mulai berhenti, sang pemimpin kelompok pun mulai turun dari Kereta Kencana nya tersebut, beberapa Bandit pun mulai mengikat tali kekang kuda Kereta Tawanan dan juga Kereta yang di tumpangi oleh Bos Gen ke salah satu pohon di dalam hutan tersebut.


"Semua nya bersiap, ada yang tidak beres di sini." Ucap Bos Gen sambil mengeluarkan Golok Vampir nya dan mata nya mulai mengawasi ke sekitar nya.


"Tidak ada Beast maupun Narapidana yang berkeliaran di sekitar sini, kenapa anak buah ku bisa menghilang satu persatu?"


"Apakah ada makhluk halus di sekitar sini,"


"Ih....... "


"Serem...... "


"Ini aneh sekali." Gumam Bos Gen kebingungan dengan peristiwa menghilang nya teman nya satu-persatu tersebut.


"Bos, sepertinya ada yang menculik teman-teman kita." Ucap Pires Vampir.


"Bersiap lah, Pires." Ucap Bos Gen.


Para Bandit-Bandit pun mulai mengeluarkan Golok-Golok Vampir nya dan mulai bersiap untuk segala situasi yang bakalan terjadi selanjutnya.


-[Di Dalam Tanah]-


"Sepertinya Bandit-Bandit itu sudah menyadari nya, baiklah aku akan membalas mu." Gumam Arung lalu mulai mengeluarkan Golok Kematian milik nya.


-[Di Hutan]-


Arung pun melesat ke luar dari dalam tanah tersebut dan berdiri tepat di hadapan rombongan Bandit-Bandit tersebut dengan gagah nya. Bos Gen dan seluruh Bandit-bandit tersebut pun terkejut kemudian mulai menatap ke arah Pemuda Berambut Putih tersebut dengan niat membunuh yang begitu besar pula.


"B*ngsat itu kenapa dia masih hidup?" Ucap Salah Satu Bandit tersebut.


"Ini pasti ulah nya.... " Ucap Bandit lain nya.


"B*jingan...... "


"Akan ku mutilasi tubuh mu.... " Ucap Bandit lain nya.


Niat membunuh yang sangat besar pun kembali terpancar dari Bandit-Bandit tersebut.


"Duak........ " Suara saat atap Kereta Tawanan tersebut jebol akibat tinju berelemen kegelapan murni dari salah satu Tawanan tersebut.


Beberapa saat kemudian para Tawanan-Tawanan tersebut pun mulai melesat keluar dari atap kereta yang jebol tersebut dan mulai mendarat tepat di belakang Arung.


"Dup.......... "


"Dup......... "


"Dup......... " Suara tapak kaki Tawanan-Tawanan tersebut saat mendarat di belakang Arung.

__ADS_1


"Apa........... "


"Bagaimana Tawanan-Tawanan itu bisa lepas?" Gumam Pires Vampir terkejut melihat Upeti-Upeti nya lepas.


"Aku akan memenggal kepala kalian semua hari ini." Ucap Arung sambil mengacungkan Golok Kematian nya ke arah Bos Gen dengan sorot matanya yang penuh dendam.


Beberapa saat kemudian Sonia pun mendarat di sebelah Arung dari atas sebuah pohon.


"Dup........... " Suara saat tapak kaki Sonia mendarat dengan mulus di atas tanah tersebut.


Raut wajah Bandit Kelamin tersebut pun berubah ceria saat melihat sosok Laba-Laba Cantik tersebut.


"Ha....... "


"Ha....... "


"Ha........" Tawa Bos Gen.


"Gadis Cantik, syukurlah kau masih hidup,"


"Kekasih mu benar-benar tolol, setelah selamat dia seharus nya pergi melarikan diri bersama mu,"


"Bukan nya mencari mati dengan menantang ku seperti ini." Ucap Bos Gen sambil tersenyum tipik.


"Huh...... "


"Dasar Jelek.. " Ucap Sonia dengan ketus.


"Tuan Pendekar, kami akan melawan para bawahan nya tersebut,"


"Kami serahkan Bos Gen padamu." Bisik Salah Satu Tawanan tersebut.


Arung pun hanya mengangguk-angguk sebanyak beberapa kali yang mengisyaratkan jika dia setuju dengan usul salah satu dari Tawanan tersebut.


"Pires, kau urus Gadis Cantik itu,"


"Biar aku yang mencincang-cincang tubuh Naga sombong ini." Perintah Bos Gen.


"Baik Bos.... " Ucap Pires Vampir.


"HYATTTTT....... " Teriak Kompak Bandit-Bandit lain nya.


Bentrokan pun mulai terjadi di dalam Hutan Tengkorak Kera Hitam Bagian Utara tersebut.


"MAJU....... " Teriak Arung lalu mulai melesat ke arah Bos Gen begitu pula dengan Sonia dan kesepuluh Tawanan lain nya.


"SERBU.......... " Teriak Pemimpin dari Tawanan-Tawanan itu.


"Duarghh........ "


"Duarghh........ "


"Duarghh........ " Suara ledakan saat Bola-Bola Berelemen Kegelapan Murni mulai saling beradu.


"Tring............ "


"Tring............ "


"Tring............ " Suara saat Golok Vampir dan Golok Kematian tersebut saling beradu.


"Naga, seharusnya kau pergi bersama dengan Kekasih mu itu dan terus bersembunyi,"


"Kenapa kau malah memilih kembali dan mengantarkan nyawa mu kepada ku." Ucap Bos Gen sambil mengayunkan Golok Vampir nya dan sesekali melesatkan Bola Berelemen Petir ke arah Arung.


Arung pun menangkis tiap sabetan Golok Vampir tersebut dan menghindari tembakan bola petir tersebut menggunakan Jurus Langkah Petir Sempurna milik nya.


"Jangan banyak kali bacot, hirup lah udara di hutan ini sebanyak-banyaknya,"


"Hari ini aku akan memenggal kepala mu, B*ngsat." Ucap Arung dengan penuh dendam.


"Tring.......... "


"Tring.......... "


"Tring.........." Suara saat Golok Vampir kembali beradu dengan Golok Kematian.

__ADS_1


Tampak percikan-percikan elemen kegelapan murni keluar saat kedua Golok tersebut saling beradu.


"Br*ngsek..... "


"Kau begitu angkuh.... " Ucap Bos Gen lalu mulai mengayunkan Golok Vampir nya semakin kuat dan berat.


"Tring.......... "


"Tring........... "


"Tring..........." Suara saat Golok Vampir dan Golok Kematian kembali saling beradu dan saling menekan.


Tampak percikan-percikan elemen kegelapan murni kembali keluar dari kedua Golok yang saling beradu tersebut.


-[Pertarungan Ratu Laba-Laba Emas dan Pires Vampir]-


"Tring............. "


"Tring.............. "


Tring............... " Suara saat Pedang Kembar Laba-Laba Emas tersebut saling beradu dengan Golok Vampir.


"Cantik, sebaik nya kau menyerah saja sebelum aku bertindak agak kasar dengan mu." Ucap Pires Vampir sambil menebaskan Golok Vampir nya.


"Huh........ "


"Aku tidak sudi menyerah dengan Bandit-bandit seperti kalian." Ucap Sonia sambil menahan ayunan-ayunan berat dari Golok Vampir tersebut.


"Sombong nya.... " Ucap Pires Vampir kemudian mulai melesatkan beberapa sambaran petir ke arah Sonia dari telapak tangan nya tersebut.


"Duarghh........... "


"Duarghh........... "


"Duarghh........... " Suara ledakan saat sambaran-sambaran petir tersebut berhasil mengenai tanah di sekitar hutan dan menciptakan beberapa kawah kecil.


Setelah berhasil menghindari serangan sambaran-sambaran petir tersebut Sonia pun kembali menerjang ke arah Pires Vampir.


"Serangan yang berbahaya, tubuh ku bisa saja hangus seketika jika terkena sambaran petir tersebut." Gumam Sonia.


Sonia pun mulai melesatkan beberapa Jaring-Jaring Emas ke arah Pires Vampir.


"Jaring Laba-Laba Emas, ternyata Gadis ini bukanlah Laba-Laba biasa?" Gumam Pires Vampir yang mengetahui seberapa berbahaya nya jaring tersebut.


"Slasshhh........ "


"Slashhhh........ "


"Slasshhh........ " Suara saat Golok Vampir tersebut berhasil membelah Jaring-Jaring Emas tersebut.


"Ternyata kau berasal dari Klan Laba-Laba Emas, pantas saja kecantikan mu setara dengan Ratu Adrienne." Ucap Pires Vampir.


Klan Laba-Laba Emas terkenal karena kecantikan dan ketampanan yang di miliki oleh keturunan-keturunan nya di seluruh Planet Kegelapan tersebut. Namun Klan ini sudah lama sekali menghilang dan tidak pernah terlihat lagi.


"Klan Laba-Laba Emas?" Gumam Sonia.


"Jangan banyak omong, ayo kita lanjutkan." Ucap Sonia lalu kembali menerjang ke arah Pires Vampir.


"Wah...... "


"Wah...... "


"Wanita yang begitu energik, Goyangan mu di ranjang pasti begitu hebat." Ucap Pires Vampir kemudian mulai melesat dan menerjang ke arah Sonia.


"Tring...... "


"Tring...... "


"Tring...... " Suara saat Golok Vampir dan kedua Pedang Laba-Laba Emas tersebut kembali saling beradu.


Tampak para Tawanan-Tawanan tersebut pun sedang menghadapi Bandit-bandit tersebut, pohon-pohon di sekitar mereka pun banyak yang bertumbangan dan terbakar akibat bentrokan tersebut.


Tampak beberapa mayat-mayat bergelimpangan di atas tanah tersebut. Kobaran api pun terlihat di mana-mana begitu pula dengan suara jeritan dari Bandit-Bandit maupun Tawanan-Tawanan tersebut yang tertebas Golok maupun terkena serangan Bola Berelemen Kegelapan Murni di dalam hutan tersebut.


___________________________________

__ADS_1


"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.


__ADS_2