Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Goa Yin Yang Vampir Emas Bagian Ke Dua.


__ADS_3

-[Beberapa Hari Kemudian]-


Hari ini Arung sedang berlatih Jurus Avatar Elemen Kayu Bagian Kedua, ia pun saat ini sedang duduk meditasi di tepian Telaga sambil berkonsentrasi penuh, aura hijau yang pekat mulai membungkus sekujur tubuh nya tersebut.


"Hem...... "


"Aura kultivasi di sini benar-benar besar, tempat ini memang sangat cocok untuk berlatih seni bela diri." Gumam Arung yang sedang duduk sambil bermeditasi itu.


Beberapa buah akar pun mulai membentuk dua buah avatar diri nya di kedua sisi nya, tak lama berselang akar-akar tersebut pun mulai menyerupai Arung.


"Baiklah aku tinggal terus menerus menstransfer tenaga dalam ku ke dalam ke dua buah Avatar ini agar mereka tetap bertahan dalam wujud seperti itu." Gumam Arung lalu mulai bangun dari meditasi nya itu.


Arung dan kedua Avatar tersebut pun mulai bertarung menggunakan tangan kosong di tepian Telaga tersebut.


"Dap........ "


"Dup........ "


"Dap........ "


"Dup........ "


"Dap........ " Suara saat tangan dan kaki mereka mulai saling beradu.


"Aku harus membiasakan bertarung sambil terus menerus menyalurkan tenaga dalam ku kepada ke dua Avatar ini." Gumam Arung sambil terus berlatih bertarung tangan kosong dengan ke dua Avatar milik nya tersebut.


"Dap........ "


"Dup........ "


"Dap........ "


"Dup........ "


"Dap........ " Suara saat tangan dan kaki mereka kembali saling beradu.


Dhieng Vampir yang saat ini sedang duduk di sebuah kursi giok dan sedang mengamati Suami nya berlatih Jurus Avatar Elemen Kayu itu pun kaget melihat jurus penduplikatan diri tersebut.


"Apa..... "


"Jurus itu bukan ilusi, itu adalah Avatar yang sesungguhnya,"


"Dari mana Suami ku bisa mempelajari jurus aneh seperti itu?"


"Aku sebaik nya meminta nya mengajari ku jurus itu juga." Gumam Dhieng Vampir dari kejauhan.


Arung pun terus berlatih dengan kedua Avatar nya tersebut di Tepian Telaga tersebut.


-[Tepian Telaga lain nya]-


Tampak Raya Poison Snake saat ini sedang berlatih dengan Pedang Racun milik nya, gerakan yang indah dan gemulai pun terlihat dari ayunan-ayunan Pedang yang begitu berat dan cepat tersebut aura berwarna-warni pun mulai keluar dari sekujur tubuh Gadis Beracun tersebut.


"Slassh.......... "


"Slashh.......... "


"Slashh.......... " Suara ayunan-ayunan Pedang milik Ratu Racun tersebut.


"Ugh....... "


"Malam ini aku harus mengajak si Bodoh itu ke dalam goa milik ku, tubuhku pegal banget,"


"Aku butuh Suami ku untuk merilekskan urat-urat nadi ku yang telah tegang ini, entah kenapa selama berada di dalam Goa Yin Yang Vampir ini hatiku selalu berdebar-debar saat melihat Arung,"


"Apakah ini yang di namakan cinta?" Gumam Ratu Racun lalu kembali berlatih Pedang seorang diri di tepian Telaga tersebut.


Sang Ratu Racun akhirnya mulai perlahan menyadari rasa cintanya kepada Pendekar Setengah Naga tersebut.

__ADS_1


-[Goa Ratu Adrienne]-


Tampak sang Ratu saat ini masih terus berkultivasi seorang diri, tanpa ia sadari Kekuatan Jiwa Vampir Kegelapan Murni di dalam dantian nya mulai bangkit dan sang kesadaran sang Ratu mulai perlahan-lahan tersedot ke dalam dunia di dalam dantian nya tersebut.


-[Dunia Di Dalam Dantian Ratu Adrienne]-


"Byurrrrr........... " Suara hujan deras.


Dunia Vampir Hitam tersebut adalah sebuah tempat yang terus menerus di naungi oleh awan hitam.


Lembah-lembah hitam di bawah nya pun sedikit berkabut dan terus-menerus di guyur oleh hujan yang sangat lebat, sesekali beberapa halilintar hitam pun mulai menyambar dari kejauhan.


"Jderrrrr........ "


"Jderrrrr........ "


"Jderrrrr........ " Suara sambaran halilintar hitam dari kejauhan.


Tidak ada satu makhluk hidup pun di dalam dunia dantian milik sang Ratu Vampir tersebut, beberapa saat kemudian Ratu Adrienne pun mulai muncul di atas lembah hitam yang sedikit berkabut tersebut.


"Dup......... " Suara saat tapak kaki Ratu Vampir mendarat dengan mulus nya di dalam Dunia Vampir Kegelapan Murni tersebut.


"Dimana aku saat ini?" Gumam Ratu Adrienne sambil mengamati ke sekeliling tempat tersebut yang saat ini sedang di guyur oleh hujan yang begitu deras nya.


Ia pun mulai memasang perisai hujan di atas kepalanya, lalu mulai berjalan berkeliling dan mulai mengamati lembah-lembah hitam di sekeliling nya tersebut.


"Bukankah sebelum nya aku berada di dalam Goa Yin Yang Vampir, kenapa aku bisa muncul di tempat ini secara tiba-tiba?"


"Apakah ini adalah Dunia Mimpi?" Tanya Ratu Adrienne di dalam hati nya.


Beberapa saat kemudian sebuah tornado awan hitam berpetir mulai muncul dari atas langit.


"Dziiitttt...... "


"Dziiitttt...... "


Beberapa tornado awan hitam pun mulai bermunculan dan membentuk sesosok Bayangan Hitam berbetuk Vampir Raksasa yang begitu menyeramkan.


"Aurghhhhh............ " Suara Raungan Vampir Hitam tersebut.


Raut wajah Ratu Adrienne pun mulai berubah pucat saat melihat sesosok Beast dengan ranah alam dewa tingkat awal di hadapan nya tersebut.


"Ugh....... "


"****** aku?"


"Kenapa aku bisa terjebak di dunia ini bersama Vampir Hitam Raksasa tersebut?" Gumam Ratu Adrienne.


Sosok Bayangan Hitam itu pun mulai menjelma ke bentuk Manusia Beast nya kemudian menjadi seorang Gadis Cantik yang mengenakan jubah perang berwarna hitam, rupa Gadis Vampir tersebut persis menyerupai rupa Ratu Adrienne.


Gadis Vampir itu pun mulai melesat terbang ke arah Ratu Adrienne yang sedang berdiri tersebut.


"Whusss......... " Suara hempasan angin saat Gadis Vampir itu mulai melesat terbang ke arah sang Ratu Vampir tersebut.


"Dup.......... " Suara saat tapak kaki Gadis Vampir itu mulai mendarat di hadapan Ratu Vampir itu.


"Siapa kau?"


"Kenapa wajah mu begitu mirip dengan ku?" Tanya Ratu Adrienne.


"Aku adalah Jiwa Vampir milik mu yang baru saja bangkit, Ratu,"


"Aku akan membunuh mu pelan-pelan lalu mulai menguasai tubuh mu, Ratu." Ucap Gadis Vampir tersebut.


"Aku tidak mengerti apa yang di ucapkan oleh nya, jiwa vampir ku,"


"Apa itu?" Gumam Ratu Adrienne yang sedang bingung tersebut.

__ADS_1


Gadis Vampir itu pun mulai menyerang Ratu Vampir tersebut dengan sebelah tangan nya, dengan bersusah payah Ratu Adrienne pun berusaha menangkis dan menepis serangan-serangan yang begitu berat milik Gadis Vampir tersebut.


"Dap........ "


"Dup........ "


"Dap........ "


"Dup........."


"Dap......... " Suara saat sebelah tangan Gadis Vampir tersebut mulai saling beradu dengan tangan dan kaki Ratu Vampir itu.


"Serangan tangan kanan nya begitu kuat, perbedaan kekuatan antara diriku dengan dirinya begitu besar." Gumam Ratu Adrienne sambil menahan serangan-serangan berat tersebut.


"Dap........ "


"Dup........ "


"Dap........ "


"Dup........."


"Dap......... " Suara saat sebelah tangan Gadis Vampir itu kembali beradu dengan tangan dan kaki milik Ratu Vampir.


"Duak....... "


"Duak....... "


"Duak....... " Suara saat telapak tangan milik Gadis Vampir tersebut berhasil mengenai dada Ratu Adrienne beberapa kali.


"Akhhh...... " Teriak Ratu Adrienne lalu terpental sejauh beberapa kilo meter.


"Uhuk........ "


"Uhuk........ "


"Uhuk........." Suara batuk darah Ratu Adrienne.


"Aku sebaik nya kabur, dia bukan lah lawan ku." Gumam Ratu Adrienne kemudian mulai melompat turun ke dalam lembah tersebut.


"Hag...... "


"Hag...... "


"Hag...... " Tawa Gadis Vampir tersebut.


"Ratu yang begitu agung nya lari dari pertempuran, baiklah aku akan bersenang-senang dengan mu,"


"Aku akan membunuh mu secara perlahan-lahan." Ucap Gadis Vampir Psikopat tersebut sambil berjalan lalu mulai melompat menuruni lembah hitam tersebut.


Saat ini Ratu Vampir telah bersembunyi di dalam tanah menggunakan Jurus Dewa Bumi milik nya.


"Uhuk....... "


"Uhuk....... "


"Uhuk....... " Suara batuk Ratu Adrienne lalu kembali mengeluarkan darah dari dalam mulut nya tersebut.


Cedera yang di alami oleh Ratu Vampir tersebut sangat lah parah setelah terkena tiga serangan telapak tangan yang begitu kuat milik Gadis Vampir Psikopat tersebut sebelum nya.


"Aku harus menghilangkan hawa keberadaan ku sementara, andai saja kultivasi ku tidak musnah saat melawan Hantu-Hantu Goa tersebut aku tidak akan pernah melarikan diri dari pertarungan,"


"Sungguh sangat memalukan, akan kuingat kau Pengkhianat." Gumam Ratu Adrienne kemudian mulai bermeditasi.


___________________________________


"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.

__ADS_1


__ADS_2