
Tiba-tiba saja tanah di bawah mereka mulai bergetar seperti sedang gempa, belum sempat Arung menjelaskan perihal Dunia Jiwa tersebut kepada Jendral Dracule dan yang lain nya seekor Cacing dengan gigi-gigi tajam berdiameter tiga meteran pun mulai muncul dari dalam pasir putih tersebut.
Cacing-cacing itu langsung mengarahkan terkaman nya ke arah Prajurit-prajurit yang sedang lengah di dekat nya.
"Semuanya mundur....... " Perintah Jendral Dracule.
"Mundur..... "
"Mundur..... "
"Ada monster..... " Teriak beberapa Prajurit saat menyaksikan kemunculan cacing-cacing raksasa tersebut.
Cacing-cacing kanibal itu pun berhasil memakan beberapa Prajurit hidup-hidup kemudian kembali masuk kedalam pasir.
"Groaghhhh......... "
"Groaghhhh......... "
"Groaghhhh.......... " Saat cacing-cacing itu kembali masuk ke dalam pasir.
Arung pun mulai mengeluarkan Pedang Sihir besar nya, begitu juga dengan Zephyr yang mengeluarkan Belati Hitam Jiwa nya.
"Zephyr, bantu aku menangani cacing-cacing ini.... " Perintah Arung.
"Baik Tuan Naga..... " Jawab Zephyr lalu bersiap melawan cacing-cacing tersebut.
Perdana Menteri Max pun menganalisa keadaan medan tempur saat ini dan mendapatkan sebuah kesimpulan jika cacing-cacing itu hanya menyerang makhluk-makhluk hidup yang ada di atas pasir.
"Komandan Zhafira, perintahkan para Prajurit-prajurit untuk segera mundur dari tepian pantai ini,"
"Sepertinya makhluk-makhluk itu hidup di bawah pasir ini.... " Perintah Perdana Menteri Max sambil menunjuk ke arah tepian hutan dengan Sabit Bulan Hitam nya.
"Siap Perdana Menteri.... " Ujar Komandan Zhafira lalu mulai memerintahkan para Prajurit menjauhi pantai.
"Semuanya,.... "
"Segera menuju ke hutan..... " Perintah Komandan Zhafira dengan jurus auman Petir nya.
Sementara itu Jendral Naga, Jendral Dracule, Perdana Menteri Max, Zephyr, dan juga ke empat Komandan lain nya tetap di tepian pantai untuk menghadapi cacing-cacing tersebut.
"Kita harus menghabisi cacing-cacing ini, jika tidak makhluk-makhluk ini akan menjadi ancaman bagi kita..... " Ujar Jendral Dracule.
Tepat seperti dugaan Jendral Dracule cacing-cacing raksasa itu pun kembali muncul dari dalam pasir lalu mulai menyerang Jendral Naga dan yang lain nya.
"Dunia Jiwa ini aneh, pasti ada dalang yang membuat kami semua terhisap ke dalam dunia jiwa ini,"
"Tapi bagaimana caranya dia membuat segerombolan besar pasukan ikut masuk terhisap ke dalam Dunia Jiwa....???" Gumam Arung sambil melesatkan jurus tapak black Hole yang membunuh seekor cacing yang hendak menerkam Komandan Garo dari belakang nya.
"Hampir saja, untung saja Jendral Naga menolongku..... " Gumam Komandan Garo.
"Serang......... " Teriak Jendral Dracule sambil menerjang ke arah cacing raksasa tersebut dan membelah nya menjadi dua bagian dengan Sabit Bulan Hitam milik nya.
"Slassshhhh.......... " Suara tebasan Sabit Bulan Hitam tersebut.
Cacing-cacing raksasa lain nya juga menyerang ke arah Jendral Naga dan yang lain nya.
__ADS_1
"Heyaaaatttttt........ " Teriak Komandan Afar dengan penuh semangat.
"Busettttt...... "
"Si Afar kok semangat kali, apa semalam dia minum doping atau minum elixir penambah energi lain nya???" Gumam Komandan Indah yang ikut juga menerjang ke arah cacing-cacing pasir tersebut.
Dengan tenang Jendral Naga pun berteleport ke atas kepala salah satu makhluk raksasa tersebut kemudian mulai menebas nya.
"Blitzzzzz......... " Suara jurus teleportasi milik Arung.
"Swinggg........... " Suara tebasan Pedang Sihir saat memenggal kepala Cacing Raksasa tersebut.
"Brukkk........... "
"Brukkkk.......... " Suara saat tubuh dan kepala makhluk raksasa itu jatuh ke atas pasir.
Dua cacing lain nya pun kembali menyerang ke arah Jendral Naga dengan mulut menganga.
Jendral Naga pun menembakkan jurus tapak black Hole nya yang berhasil melubangi kepala cacing raksasa di sebelah kiri nya.
Dari ujung pedang besar yang di pegang nya di sebelah kanan nya, Jendral Naga pun kembali menembakkan pedang berelemen petir Sihir ke arah cacing yang sedang menerjang nya dari arah kanan.
"Jlebbbbb............. " Suara saat Pedang Berelemen Petir Sihir menembus kepala Cacing Raksasa tersebut.
"Brukkkkk.......... " Suara saat tubuh cacing raksasa itu jatuh ke atas pasir.
Cacing-cacing lain nya pun mulai muncul, kali ini ada ratusan cacing yang muncul di tepian pantai tersebut.
Di pinggiran hutan di pinggiran pantai tersebut, Komandan Zhafira yang melihat kemunculan ratusan cacing-cacing tersebut pun mulai memerintahkan kepada seluruh pasukan untuk menembakkan jurus-jurus andalan mereka ke arah cacing-cacing raksasa tersebut.
Berbagai macam serangan-serangan pun melesat dari arah tepian hutan tersebut.
"Whusss......... "
"Whusss.........."
"Whusss......... " Suara hempasan bola-bola berelemen kegelapan murni saat melesat ke arah kumpulan cacing-cacing raksasa tersebut.
"Bagus..... " Gumam Perdana Menteri Max sambil berdiri di atas tubuh salah satu cacing yang di bunuh nya dengan Sabit Bulan Hitam beberapa saat lalu.
Bola-bola berelemen kegelapan murni pun menghantam puluhan cacing-cacing tersebut dan membakar nya.
"Duarghhhh.......... "
"Duarghhhh.......... "
"Duarghhhh.......... " Suara ledakan akibat hantaman bola-bola berelemen kegelapan murni tersebut.
Dari arah lautan, muncul lah ratusan manusia hiu setinggi dua meteran yang sedang berenang ke arah pantai.
Makhluk-makhluk berkepala hiu itu pun keluar dari dalam lautan lalu mulai menembakkan bola-bola api hitam dari dalam mulut nya.
"Whussss......... "
"Whussss.......... "
__ADS_1
"Whussss........... " Suara hempasan angin saat bola-bola api hitam tersebut melesat.
"Makhluk apa lagi itu????" Ujar Komandan Garo.
Puluhan bola-bola api pun melesat ke arah tepian pantai, Arung pun melihat serangan-serangan tersebut lalu terbang ke atas permukaan laut.
"Muncul satu masalah lagi..... " Gumam Arung.
"Serahkan makhluk-makhluk itu kepada ku.... "
"Kalian urus saja cacing-cacing itu.... " Ucap Arung dengan Jurus Auman Petir nya.
Arung pun mulai mengumpulkan tenaga dalam berelemen air nya, seketika air di sekitar nya mulai menjelma menjadi seekor naga air raksasa.
"Aurghhhh........... " Raungan Naga Air tersebut.
Dengan satu kali ayunan tangan Pendekar Setengah Naga itu, Naga Air itu pun langsunv melesat ke arah bola-bola api hitam tersebut.
Dengan mulut menga-nga Naga Air pun menahan serangan-serangan bola-bola api hitam tersebut.
"Duarghhhh........ "
"Duarghhhh........ "
"Duarghhhh........ " Suara ledakan saat Naga Air dan puluhan bola-bola api hitam saling beradu di atas langit.
Arung pun kembali mengumpulkan tenaga dalam berelemen air nya kemudian kembali mengayunkan tangan nya.
Sesosok Naga Air kembali muncul lalu melesat ke arah ratusan manusia hiu tersebut, setelah itu Jendral Naga pun melesatkan Petir Sihir dari ujung Pedang Hitam nya.
"Jadi lah hiu panggang....." Teriak Arung.
"Jderrrrrr.............. " Suara sambaran Petir yang begitu dahsyat yang menghanguskan makhluk-makhluk tersebut sekaligus.
"Drrrrtttttttttttt......... " Suara saat Petir Sihir membuat makhluk-makhluk berkepala hiu itu tersengat listrik tegangan tinggi.
Mayat manusia-manusia hiu itu pun terapung-apung di atas permukaan laut tersebut, Arung pun tampak kehabisan tenaga setelah nya.
"Hah........... "
"Hah........... "
"Hah............ " Suara nafas terengah-engah Arung.
"Jurus Naga Air ini begitu menguras tenaga dalam ku...... " Ujar Arung sambil mengusap keringat di dahi nya.
Jendral Dracule dan yang lain nya pun tampak kaget menyaksikan keganasan Jurus Naga Air tersebut.
"Jendral Naga...... "
"Kali ini aku sangat yakin jika Jendral Naga akan mampu membunuh Ratu Sanbon.... " Gumam Jendral Dracule sambil menembakkan beberapa bola berelemen kegelapan murni ke arah cacing-cacing yang hendak menyerang nya tersebut.
To be Continued.......
Mohon Like dan Vote nya
__ADS_1