Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Alam Mimpi Shilla Tiger Part Ke Dua.


__ADS_3

Di bagian timur Pulau Penjara Kuno, tampak sebuah batu giok hitam besar yang sedang menggelinding.


"Grrrrttttt.........."


"Grrrtttttt.......... " Suara saat bola giok raksasa itu menggelinding di antara pepohonan.


Bola Giok pun berhenti, tampak sebuah kepala keluar dari permukaan nya, sosok kakek-kakek dengan tanduk emas hitam pun terlihat sedang mengendus-endus bau sesuatu.


"Hmmm......."


"Hmmmm......."


"Sepertinya........"


"Ada Naga Betina di sini...."


"Kebetulan sekali, sudah puluhan ribu tahun aku terkurung di sini..."


"Sepertinya aku bisa meminta tolong pada Naga Betina itu.... " Gumam Kakek Tua itu dengan penuh semangat.


Kakek tua pun bersiap untuk meraung, kemudian ia pun mulai meraung dan raungan nya pun terdengar hingga keseluruh Pulau.


"Aurgghhhhhhh............" Suara raungan Naga tua tersebut.


Sesosok kera putih pun muncul dari balik hutan lalu mulai memberi hormat pada Naga Tua tersebut.


"Hormat, Guru..." Ucap Kera tersebut.


"Mongkikay, murid ku...."


"Ada sebuah tugas untuk mu...." Ucap Naga Tua yang ternyata adalah guru dari Mongkikay.


"Siap, laksanakan Guru...." Ucap Mongkikay.


"Kukira dia minta di carikan makanan.." Gumam Mongkikay.


"Ada seekor Naga Betina di dalam Pulau ini..."


"Aku ingin kau membawa nya kesini dengan segala cara, tapi jangan sampai membunuh nya..." Ucap Naga Tua.


Sang Kera pun terdiam untuk beberapa saat dan mulai berfikir yang aneh-aneh.


"Mungkin kah Guru ingin menormalisasi saluran sempit milik Naga Betina itu..."


"Itu sudah pasti......"


"Itu pasti, dia sudah pasti puluhan ribu tahun terkurung di sini dan menahan konak nya, baik lah murid mu ini tidak akan mengecewakan mu....."


"Akan kutangkap Naga Betina itu agar kau bisa meng ehem-ehem kan nya..." Gumam Mongkikay.


"Baik guru, aku usahakan tidak akan membuat tubuh nya lecet sedikit pun...."


"Aku akan pergi segera....."


"Setelah menangkap Naga Betina itu aku akan segera kembali....." Ucap Mongkikay lalu langsung memberi penghormatan ala Pendekar kepada Naga Tua itu.


"Pergilah murid ku...." Ucap Naga Tua.


Karena suatu segel, Naga Tua tidak dapat pergi jauh dari tempat tersebut.


Mongkikay pun langsung berbalik dan memulai misi nya mencari Naga Betina tersebut.


Sementara itu sang tokoh utama masih tertidur di tengah-tengah hutan, tampak beberapa akar tumbuhan telah menutupi tubuh nya.


"Zzzzzzttttt.........." Suara tidur sang Pendekar Setengah Naga tersebut.


Kembali ke goa tempat Putri Akasia Naga dan kedua Beast Peliharaan nya berteduh pada saat ini.


"Byurrrrrr..........." Suara rintik-rintik hujan yang mengguyur dengan deras nya.


Sesekali petir pun menyambar di kejauhan di iringi dengan hembusan angin laut yang kencang.


"Euukkkkk........" Suara kekenyangan Udin si Ayam Cemani.

__ADS_1


"Dasar ayam kanibal...." Gumam Putri Akasia Naga saat melihat sang Beast Peliharaan yang baru saja selesai melahap beberapa potong daging ayam panggang.


"Putri, apa yang harus kita lakuin???" Tanya Doyok si Biawak Emas.


"Tetap tenang, Yok...."


"Kita tetap pada rencana awal untuk menyusuri hutan ini..."


"Setelah kita selesai menelusuri jengkal demi jengkal pulau ini baru kita pikir kan langkah berikut nya......" Jawab Sang Putri berambut emas itu.


"Benar, Yok......."


"Lagian di sini ada banyak makanan enak...."


"Nikmati aja hidup, Yok....." Ucap Udin si Ayam Cemani.


"Dasar ayam....."


"Isi kepala mu hanya ada makan - makan saja, kau tidak paham situasi kita pada saat ini....." Ujar Biawak Emas.


"Sudah......."


"Sudah......."


"Jangan bertengkar, aku mau semedi dulu...." Ujar Putri Akasia Naga.


"Siap....."


"Bos Put....." Jawab Udin si Ayam Cemani.


Putri Akasia Naga pun mulai duduk dan bersemedi, tampak aura petir mulai keluar dari dalam tubuh nya.


"Dzzziiitttt......."


"Dzzzziiiiittt......."


"Dzzziiittttt........." Suara percikan petir di sekitar Putri Akasia Naga.


"Dash..........."


"Dash..........."


"Dash.........." Suara lesatan Mongkikay.


"Pasti Naga Betina itu sedang berteduh di tengah hujan yang deras seperti ini...."


"Tapi dari mana asal Naga itu, sedangkan pulau ini tidak bisa di masuki dan tidak bisa keluar...???"


"Aku penasaran, aku akan menanyakan nya nanti..."


"Setelah aku bertemu dengan Naga Betina itu...." Gumam Mongkikay.


Mongkikay tidak tahu jika Perisai Kultivasi itu dapat di masuki dari luar, namun siapa pun yang ada di dalam tidak akan bisa keluar.


Kembali ke alam mimpi Shilla Tiger, setelah berpelukan dengan erat sepasang kekasih itu pun keluar dari balik panggung.


Mereka pun mulai keluar dari balik pintu belakang, tampak wajah Shilla Tiger memerah.


"Shilla......"


"Kita mau kemana....???" Tanya Arung.


"Tentu saja kita pulang, Arung...."


"Bentar lagi udah mau malam....." Ujar Shilla Tiger kemudian mulai mengeluarkan sebuah sepeda motor besar dari dalam cincin ruang milik nya.


"Pulang......"


"Maksud mu kita balik ke Kota Awan Hitam atau Kota Obat....???" Tanya Arung.


Shilla pun mulai menaiki sepeda motor tersebut.


"Kita balik ke Kediaman Tiger, apa kau sudah lupa tempat tinggal mu....???"

__ADS_1


"Ayo naik....." Ujar Shilla.


"Aku kamu bonceng...???" Tanya Arung.


"Ya......"


"Naik lah, Arung...." Ucap Shilla.


"Waduh........"


"Aku kok di bonceng...." Gumam Arung.


Arung pun mulai naik di belakang Shilla dengan sedikit canggung.


"Kita harus buru-buru tiba sebelum malam, Arung..."


"Berpegangan lah...." Ucap Shilla.


Pipi Pendekar Setengah Naga itu pun semakin memerah.


"Emang gak apa, Shilla...??" Tanya Arung.


"Jangan pura-pura bego, dulu aja kita pernah tanding bola bertiga sama Gisel...."


"Kau tanpa canggung meng gol kan bola ke gawang kami secara bergantian....."


"Apa kau lupa, karena kebanyakan cewek???" Tanya Shilla lalu mulai memegang tangan Arung kemudian mengarahkan nya ke pinggang nya.


"Ups........"


"Sebaik nya aku lebih baik diam dulu...."


"Seperti nya dia sangat kesal kepada ku..."


"Bagaimana jika dia sampai tahu kalo aku udah nambah binik lagi di Planet Kegelapan...???"


"Bukan satu lagi...."


"Runyam jadi nya...." Gumam Arung.


Sepeda motor pun langsung di gas oleh Shilla, sepasang kekasih itu pun berangkat menuju Desa Tiger di alam mimpi.


"Pelan-pelan Shilla...."


"Nanti kita gak nyampai ke kediaman Tiger malah masuk kuburan....."


"Santai Shilla....." Ucap Arung di telinga Shilla.


"Ini udah santai banget, Arung..."


"Walau ada sedikit tonjolan di bawah...." Ucap Shilla.


"Upssss........" Gumam Arung yang tidak bisa berkata apa-apa lagi.


Tampak Arung duduk di belakang Shilla sambil memeluk pinggul ramping milik Alchemist wanita tersebut, beberapa saat kemudian mereka berdua pun mulai memasuki area hutan kematian.


"Sabar, Arung....."


"Sesampai nya kita di kediaman Tiger, aku akan mengendurkan urat-urat mu yang tegang..." Ucap Shilla.


Arung hanya diam sambil mengamati kesekeliling nya.


Tampak hari sudah mulai gelap, beberapa raungan-raungan Beast liar pun mulai terdengar dari balik hutan kematian.


"Aku baru inget......"


"Hutan ini sangat berbahaya di malam hari...."


"Terakhir kali aku lewat sini bersama Xiao Mei Mei..."


"Berjumpa dengan Ular Bertanduk Sembilan yang sangat beracun......."


"Sebaik nya kita cepet sampai di puncak Gunung..." Gumam Arung yang teringat peristiwa saat dia dan diri nya melarikan diri saat di kejar Ular Bertanduk Sembilan.

__ADS_1


__ADS_2