
Naga Khayangan pun mengusap air mata di pipi nya tersebut.
"Naga Muda, apa kau telah memasuki Dungeon Api ku yang berada di bawah Padang Tandus Naga???" Tanya Naga Khayangan.
"Dungeon Api???" Gumam Arung lalu kembali teringat saat ia tanpa sengaja menemukan Goa yang di penuhi dengan Pohon Raja Api di bawah Padang Tandus Naga tersebut.
"Ohhh...... "
"Jadi Mansion berlantai tiga itu milik mu???" Tanya Arung.
"Benar Naga Muda, apa kau menemukan telur di dalam kawah gunung berapi???" Tanya Naga Khayangan.
"Maksudmu telur yang melayang di tengah kawah itu, telur itu sudah menetas dan menjadi Gadis Kecil yang sedang di rawat oleh pacar ku Clara... " Ucap Arung.
"Syuriah,..... " Gumam Naga Khayangan lalu terbang ke arah Arung dan memeluk nya.
"Terima kasih Naga Muda, kau telah menetaskan telur milik kami... "
"Anggap saja Pil Elemen Maks Naga ini adalah hadiah dari ku, karena kau telah menetaskan telur kami... " Ucap Naga Khayangan lalu melepaskan pelukan nya.
Ia pun berbalik, kemudian memalingkan wajah nya ke arah Arung sambil tersenyum tipis.
"Selamat tinggal Naga Muda, semoga kita bertemu kembali... " Ucap Naga Khayangan lalu mulai berubah menjadi serpihan debu dan menghilang dari hadapan Arung.
"Tunggu dulu..... " Ucap Arung.
Arung pun kembali ke tubuh nya dan ternyata hari sudah menjelang pagi.
"Hoammmm......... " Suara menguap Putri Laura.
"Ternyata dia tidak mati, bagaimana bisa dia menang melawan Pecahan Jiwa Milik Leluhur Naga Khayangan,"
"Dugaanku memang tepat, dia sangat kuat.... " Gumam Putri Laura.
"Naga Khayangan, apa aku bermimpi tadi,"
"Tapi mimpi itu terlihat sangat nyata... " Gumam Arung.
"Baiklah Arung, saat nya kita kabur dari sini... " Ucap Putri Laura.
Putri Laura pun mulai bersiul.
"Untuk apa dia bersiul???" Gumam Arung.
Beberapa saat kemudian seekor ular perak muncul dari jeruji besi tersebut. Putri Laura pun memanggil ular tersebut dengan bahasa tubuh nya lalu mengarahkan tanganya ke arah rantai hitam yang melilit pergelangan kaki nya.
"Lepaskan aku Kiki... " Ucap Putri Laura.
Ular perak itu pun mengeluarkan sinar laser berwarna merah dari mata nya yang mulai melelehkan rantai hitam tersebut hingga akhirnya putus.
"Elemen laser,.... "
"Aku baru pertama kali melihat nya... " Ucap Arung.
Putri Laura pun menyuruh Ular Perak tersebut untuk melepaskan rantai yang mengekang pergelangan kaki Arung dengan bahasa tubuh.
__ADS_1
Ular Perak pun kembali mengeluarkan laser dari mata nya yang melelehkan rantai yang mengekang pergelangan kaki Pendekar Setengah Naga tersebut.
"Akhirnya kultivasi ku kembali.... " Ucap Arung.
"Ayo kita segera bertarung dengan para Bajak Laut itu... " Ucap Putri Laura.
"Para Bajak Laut itu sangat kuat, lebih baik kita kabur secara diam-diam dari sini... " Ucap Arung.
"Tidak mungkin kita bisa kabur dengan cara diam-diam, para Bajak Laut itu berjaga dengan ketat di setiap sudut Kapal ini, Arung." Ucap Putri Laura.
"Tenang saja, sekarang perintahkan Ular itu untuk melepaskan seluruh tawanan di tempat ini,"
"Kita akan membuat keributan sebelum kabur dari sini.... " Ucap Arung.
"Dia pasti memiliki sebuah rencana, pecahan jiwa Naga Khayangan saja mampu di kalahkan nya,"
"Aku harus percaya pada nya.... " Gumam Putri Laura kemudian mulai memerintahkan Ular Perak nya untuk melepaskan seluruh tawanan-tawanan tersebut.
"Bagus...... "
"Anggap ini hadiah dari ku Bajak Laut Janggut Merah..... " Ucap Arung saat mengintip dari balik jeruji sel nya.
Arung pun menggenggam pergelangan tangan Putri Laura, kemudian mulai memasang jurus teleportasi.
"Dia memegang pergelangan tangan ku???"
"Ugh......... "
"Malunya.... " Gumam Putri Salju dengan pipi yang merona merah sambil melirik malu ke arah Arung.
"Laura, ayo kita pergi meninggalkan kapal ini... " Ucap Arung lalu melesatkan jurus teleportasi nya.
Mereka berdua pun berteleport meninggalkan tempat tersebut, sementara itu para tawanan-tawanan yang lepas tersebut mulai mengamuk di dalam Kapal Bajak Laut Janggut Merah.
"Sial........ "
"Bagaimana bisa para tawanan-tawanan ini lepas???" Ujar Shanaz sambil bertarung dengan beberapa tawanan di atas dek kapal.
"Shanaz, kau aman kan di sini, aku akan mengecek keberadaan Putri Salju itu dulu.... " Ucap Sena lalu pergi meninggalkan dek kapal tersebut dengan Jurus Langkah Petir nya.
"Dash.............. "
"Dash.............. "
"Dash............... " Suara saat Sena melesat di antara para tawanan-tawanan yang sedang bertarung dengan kru kapal menggunakan jurus langkah Petir.
"Ayah pasti akan mengamuk jika tahu kejadian ini.... " Gumam Shanaz sambil bertarung.
Ternyata saat ini Bajak Laut Janggut Merah sedang memancing seorang diri menggunakan sekoci kecil.
Shanaz dan Sena beserta Kru Kapal lain nya tampak sedang bertarung dengan gigih melawan para tawanan-tawanan tersebut.
-[Di tengah lautan]-
Arung pun berteleport ke tengah-tengah lautan dan tercebur kedalam nya.
__ADS_1
"Jburrrr.......... "
"Jburrrr........... " Suara saat tubuh mereka berdua tercebur di lautan tersebut.
"Wah...... "
"Jurus apa tadi, kenapa kita bisa berada di tengah-tengah lautan sekarang???" Tanya Putri Laura sambil berenang-renang kecil di tengah Samudra Laut Naga Utara tersebut.
"Itu tadi jurus andalan ku, Laura,"
"Sekarang aku akan mencoba bertelepati dengan Kru Kapal ku..... " Ucap Arung.
"Telepati, mungkinkah dia bertelepati dengan istrinya???"
"Hanya bangsa Naga yang sudah menikah saja yang bisa bertelepati antara sesama nya, tapi tidak mungkin dia tadi menyebutkan akan bertelepati dengan kru nya.... " Gumam Putri Naga yang telah mulai terpengaruh dengan kemampuan Dragon Love nya Arung.
-[Kapal Layar Naga, Ruang Nakhoda Kapal]-
Tampak Delayla telah tertidur di atas sofa di dalam ruangan tersebut, raut wajah nya terlihat kelelahan.
"Delayla....... "
"Delayla........ "
"Kalian dimana sekarang???" Tanya Arung menggunakan jurus telepati nya.
Karena kecapekan semalam tidak tidur memikirkan keadaan Suami nya, Delayla pun tidak sadar telepati dari Arung tersebut.
"Zzzzttttt.......... " Suara tidur Delayla.
-[Kembali Ke Tengah Lautan]-
"Dia tidak menjawab, sebenarnya kita sedang ada dimana saat ini, Laura???" Tanya Arung.
"Lho........ "
"Saat ini kita sedang berada di Samudra Laut Naga Utara, memang nya kamu berasal dari mana???" Tanya Laura.
"Laut Utara???"
"Ternyata aku berada di Benua Naga, portal di dalam goa melayang itu membawa kami ke dunia lain nya... "
"Sebaik nya aku berbohong kepada nya dan mengatakan jika aku berasal dari Benua Naga Selatan." Gumam Arung.
"Aku berasal dari Kota Nadi Naga di Benua Naga Selatan, Laura." Ucap Arung berbohong ia pun mulai terbang melayang setelah nya.
"Sepertinya Pemuda ini tidak tahu jika aku adalah Putri dari Kerajaan Naga Benua Utara, dia pasti penyendiri... "
"Tidak ada Naga yang tidak mengenalku di keempat Benua Naga ini... " Gumam Putri Laura lalu terbang melayang ke sebelah Arung.
Arung pun mengeluarkan elemen angin nya untuk mengeringkan pakaian mereka berdua, angin berhembus pelan di tengah-tengah Samudra tersebut.
Arung pun mengeluarkan Pedang Emas milik nya, Pedang Emas pun mulai melayang.
"Laura, sebaik nya kita pergi menggunakan Pedang Emas ini.... " Ucap Arung lalu terbang ke atas Pedang Emas tersebut dan berdiri di ujung pedang yang tengah melayang tersebut.
__ADS_1
To Be Continued.......
Mohon Like dan Vote nya