Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Masa Lalu Selir Nora Part Akhir.


__ADS_3

Kota Baiden, Ruang Komandan Angkatan Laut.


Tampak tamu yang di katakan oleh Supardi pada saat ini sedang duduk di sofa bersama dengan Komandan dan istrinya.


Sang penjual ****** murah itu pun tampak sangat-sangatlah misterius, ia mengenakan sebuah masker hitam dan sebuah topi bundar dan jubah panjang serba hitam.


"Pardi, buatkan tamu kita ini kopi pahit...." Perintah Komandan James yang menduga jika Pria Misterius itu pasti suka dengan kopi hitam karena setelan pakaian yang di kenakan nya serba hitam.


"Siap, Komandan....." Seru Pardi.


Supardi pun mulai keluar dari dalam ruangan tersebut dan kini hanya tersisa mereka bertiga di dalam ruangan tersebut.


"Firasatku aneh.....???"


"Kenapa dia malah menawarkan ****** ke tempat ku, bukan nya ke Kedai-kedai Prostitusi???"


"Apa dia salah mengira jika aku adalah seorang Germo???" Gumam Komandan James.


"Tuan......."


"Kelihatan nya capek banget, perjalanan Tuan pasti melelahkan,"


"Bagaimana kalau malam ini menginap saja di tempat kami...." Ujar Selir Nora yang berusaha mendekati Penjual ****** Premium itu.


"Malah di ajak nya nginap, kalau dia perampok bagaimana.....???"


"Waduh......."


"Nora, dia Perempuan yang begitu polos....."


"Apa dia gak liat tampang pemuda ini begitu misterius....???" Gumam Komandan James.


"Bagaimana, James....."


"Kau pasti setuju kan....." Ucap Nora sambil memalingkan wajah nya ke arah Suaminya tersebut dengan mata sedikit melotot.


Seolah-olah Komandan James dapat mendengar isi hati dari istri nya tersebut.


"Kalau aku bilang gak, nanti malam dia pasti gak akan kasih jatah..." Gumam Komandan James sambil teringat gocekan indah Nora.


"Bisa......" Ucap James dengan berat hati.


"Bagus James, kalau kau bilang tidak nanti malam kau tidur di teras....." Gumam Selir Nora sambil tersenyum jahat.


Pemuda misterius itu pun mulai mengeluarkan pipa hisap giok merah milik nya.


Ia pun mulai menuangkan tembakau dan langsung membakar nya dengan api sembilan warna.


"Elemen api sembilan warna, dia pasti bukan Pendekar Sembarangan ........." Gumam Komandan James.


"Whusssss.........." Suara hembusan asap rokok Pemuda Misterius tersebut.


"Maaf, Nyonya......"


"Aku masih ada jadwal lain nya, aku berencana ke Pulau Naga Langit untuk menangkap Dewa Naga,"


"1 peti batu roh elemen White hole, apa kau punya.....???" Tanya Pemuda Misterius itu.


"1 Peti White Hole.....???"


"Kebetulan sekali aku punya benda itu, sebentar aku akan mengambil nya dulu....." Ujar Selir Nora.


"1 buah peti batu White hole, untuk apa dia batu aneh itu???" Gumam Komandan James.


Selir Nora pun mulai mengambil satu peti berisi White hole dari dalam cincin ruang milik nya lalu meletakkan nya di atas meja tersebut.


"Deal ya, Tuan...."

__ADS_1


"Tuan apa yach???" Tanya Selir Nora.


Sejak tadi Selir Nora dan juga Suaminya tidak tahu nama Pemuda Misterius itu.


"Panggil aja Tuan Teach......" Ucap Pemuda Misterius itu sambil menjulurkan tangan nya.


"Perkenalkan nama ku, Nora dan ini James suami ku....." Ucap Selir Nora.


"Waduh........." Gumam James saat melihat kedua nya saling bersalaman.


"Kalau begitu, aku permisi dulu...."


"Aku akan berangkat sore ini, kau dapat menyuruh para pekerja mu untuk mengambil muatan ****** itu di dalam kapal..." Ucap Tuan Teach sambil bangun dari tempat dimana ia duduk.


"Senang berbisnis dengan mu, Tuan Teach....." Ucap Selir Nora.


"Whussss..........." Hembusan asap tembakau milik Tuan Teach.


"Sebaik nya kalian berlibur setelah berhasil menjual ******-****** itu, Nyonya Nora, Tuan James....." Seru Tuan Teach lalu mulai membuka pintu ruangan tersebut.


Pemuda Misterius itu pun mulai keluar dari dalam ruangan tersebut.


"Apa maksud perkataan nya tadi???" Gumam Tuan James.


"Kyaaaa........"


"Kita kaya, James......" Ucap Selir Nora sambil memeluk suami nya itu.


"Dasar materialis, di otak mu hanya ada duit aja...."


"Kau tidak curiga sama sekali, bahkan memberikan satu peti batu aneh itu dengan mudah kepada nya....." Ucap Komandan James.


"Sudahlah, James......"


"Kalau begitu aku akan kembali ke Klinik dulu, aku akan membuat strategi bisnis untuk pemasaran benda premium itu???" Ucap Selir Nora kemudian mulai menciu*m pipi suami nya.


"Kaya....."


"Kaya......"


"Yihaaaa......"


"Aku bakal kaya......" Gumam Selir Nora ketika hendak membuka pintu.


"Huft.............." Helaan nafas panjang Komandan James Vampire saat melihat Nora meninggalkan ruangan tersebut.


"Dia memang aneh, dia bahkan tidak mengecek dulu kondisi barang yang telah di beli nya itu???"


"Dasar mata duitan......." Gumam Komandan James.


Beberapa saat kemudian Supardi pun masuk sambil membawa tiga gelas kopi pahit.


"Lho......."


"Pada kemana???" Gumam Supardi saat melihat di ruangan itu hanya tinggal Komandan James saja.


"Pardi......."


"Perintahkan beberapa prajurit untuk menurunkan kargo berisi ****** premium itu ke kediaman ku...." Perintah Komandan James.


"Kopi nya gimana Ndan...???" Tanya Pardi.


"Sudah, ambil buat mu aja.." Perintah Komandan James.


"Siap Ndan......." Jawab Pardi lalu berbalik dan meninggalkan ruangan tersebut sambil berniat mengajak beberapa teman nya untuk membawa kargo berisi barang premium itu ke kediaman nya Komandan James di pusat Kota Baiden.


"Waduh........."

__ADS_1


"Aku sebaiknya ajak yang lain nya ngopi, baru abis itu ambil barang milik nya Komandan...." Gumam Supardi saat berjalan di koridor kantor.


Seminggu kemudian, Klinik Bidan Nora.


Tampak ada banyak pengunjung yang antri di ruang tunggu praktek Bidan Nora tersebut dari berbagai kalangan.


Sang Kultivator Bidan itu pun saat ini sudah berhasil menjual banyak sekali barang-barang premium tersebut.


Tampak para perawat-perawat sibuk melayani para pelanggan yang ingin membeli ******-****** premium tersebut.


"Wah.........."


"Dalam satu minggu ini aku udah meraup untung yang banyak sekali......"


"Sebaik nya aku mengajak James liburan selama setahun di Pulau Hawaian....." Gumam Wanita Cantik tersebut saat melihat kerumunan Pendekar dari berbagai latar belakang yang sedang membeli ****** premium tersebut.


"Kata teman ku, kalau pakek ****** ini rasanya seperti gak pakek pengaman...." Ujar Salah Satu Pendekar yang sedang antri.


"Wahhh......"


"Barang premium memang beda, aku harus mendapatkan nya hari ini.." Ujar Pendekar Wanita lain nya.


Kebanyakan dari pembeli barang-barang premium itu adalah Prajurit-Prajurit Wanita Kerajaan Darah Biru, karena di tempat ini juga berdiri Akademi Prajurit Wanita Kerajaan Darah Biru.


Sehingga ada banyak sekali Calon Prajurit Wanita maupun Prajurit Wanita di Kota Baiden.


Di luar Klinik tampak ada antrean panjang para Pendekar-Pendekar yang hendak membeli barang premium itu dengan harga murah.


"Lama banget......."


"Mana panas nih...???" Seru salah seorang Calon Prajurit yang sedang antri di luar Klinik.


Tiga bulan kemudian seluruh ******-****** premium itu pun terjual habis dan pada saat ini James dan juga Selir Nora sedang berlibur di Pulau Hawaian.


Tampak James dan juga Nora sedang duduk bersantai di pinggiran pantai sambil menikmati cuaca terik di Pantai Hawaian tersebut.


Di sekeliling mereka ada juga banyak wisatawan yang juga sedang menikmati waktu liburan mereka.


"Gimana James, keputusan ku tepat kan.....???"


"Membeli barang premium itu???" Tanya Selir Nora.


"Ya sayang, ...." Jawab Komandan James.


Saat ini sepasang suami istri itu sedang mengenakan pakaian pantai.


"Tapi kenapa firasatku gak enak ya???" Gumam Komandan James.


"Kalau Tuan Teach itu datang dan berdagang lagi dengan ku, aku pasti akan memberi nya banyak hadiah....." Ucap Selir Nora yang teringat dengan Pemuda dengan topi bundar tersebut.


"Dasar mata duitan....." Gumam Komandan James.


Tanpa di sadari oleh mereka berdua pada saat ini di Kota Baiden sedang terjadi peristiwa besar.


Banyak Pendekar-Pendekar Wanita dari berbagai kalangan dengan perut buncit sedang mendatangi Klinik milik Selir Nora dengan membawa spanduk-spanduk atau pun koran.


"Dasar Penipu, keluar........" Ucap Seorang Pendekar yang memimpin demo tersebut dengan Jurus auman petir nya.


Para perawat pun keluar dari Klinik tersebut mereka pun tampak terkejut melihat kerumunan Pendekar-Pendekar dengan perut buncit tersebut.


"Waduhhh......."


"Kenapa ada banyak Pendekar Hamil di sini....???"


"Apa mereka mau meriksa kehamilan, tapi kan Bu Bidan nya lagi liburan???" Gumam Salah Seorang Kultivator Perawat di tempat tersebut.


Situasi pun mulai tegang di tempat tersebut, para pemilik toko-toko di sekitar Klinik pun mulai menutup tempat usaha nya mereka karena takut akan terkena dampak dari demo ibu-ibu Hamil tersebut.

__ADS_1


__ADS_2