Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Dewa Pencuri Part Akhir.


__ADS_3

Sesosok Naga Kristal pun muncul melingkari sinar ungu yang melesat ke angkasa tersebut.


"Aurghhhhhhh............ " Raungan Naga dengan sisik kristal berwarna ungu kemerahan tersebut.


Di waktu yang bersamaan Naga Alam pun muncul dan meliuk-liuk di sekeliling Sinar Berwarna Kehijauan tersebut.


Naga Api dan juga Naga Halilintar pun muncul dari dua sinar cahaya lain nya, ke empat Naga pun mulai menatap tajam ke arah Dewa Pencuri yang berada di tengah-tengah makhluk-makhluk tersebut.


"Mereka begitu bernafsu, mereka langsung menggunakan mode terkuat nya...." Gumam Dewa Pencuri.


Di kejauhan, tampak Arung dan juga Putri Laura sedang duduk menyaksikan pertarungan tersebut.


"Makan lah Laura, jangan begitu tegang.... "


"Anggap saja kita sedang menonton sebuah acara.... " Ujar Arung sambil menawarkan pop corn kepada Putri Salju.


Tampak Pendekar Setengah Naga itu begitu tenang, kelakuan Arung saat ini baginya tidak lah normal.


"Arung, ini pertarungan hidup dan mati,"


"Dewa Pencuri itu sangat bar-bar..... " Ucap Putri Laura yang sedang menatap ke arah Arung yang sedang memakan pop corn nya dengan begitu tenang.


"Kraakkk....... "


"Kruukkk........ "


"Kraakkk......... " Suara saat Arung mengunyah pop corn tersebut.


"Tenang lah.... " Ucap Arung sekali lagi.


Keempat Naga pun mulai menerjang ke arah Dewa Pencuri dengan ritme yang berbeda namun sama-sama membuka mulut nya berusaha menerkam nya.


Dewa Pencuri pun dengan tenang menghindari terkaman-terkaman para Naga tersebut menggunakan jurus teleportasi yang sama dengan Arung.


"Jurus itu.....???"


"Bagaimana dia bisa menguasai nya???" Gumam Arung yang sangat terkejut saat melihat seorang Pendekar yang menguasai jurus yang sama dengan nya tersebut.


Dewa Pencuri pun kembali mengerahkan elemen Besi Dewa nya, tinju besi seukuran kepala Naga itu pun menghantam kepala Naga-Naga tersebut secara bergantian.


"Duakkk............. " Suara hantaman tinju besi pada kepala Naga Kristal yang membuat nya terhempas sekali lagi ke hutan.


Ke tiga Naga lain nya pun ikut merasakan tinju besi yang sama dan terhempas jatuh ke hutan.


Daerah di sekitar jatuh nya para Naga itu pun luluh lantah, pohon-pohon raksasa pun bertumbangan.


Beberapa potongan-potongan pohon raksasa pun melesat ke arah Arung dan Putri Laura.

__ADS_1


Dengan cepat Arung pun memasang perisai kultivasi Laba-laba emas di sekitar nya.


"Duakkk............. " Suara saat potongan-potongan pohon itu menghantam perisai berwarna keemasan tersebut.


"Sudah ku bilang, sebaik nya kita pergi dari sini..... " Ujar Putri Laura.


"Laura..... "


"Jarang-jarang kita mendapatkan tontonan menarik seperti ini.. " Ucap Arung.


Dari arah jatuhnya Naga Kristal, beberapa bongkahan kristal berwarna ungu pun melesat ke arah Dewa Pencuri.


"Whussss........ "


"Whussss......... " Suara hempasan angin saat bongkahan-bongkahan kristal ungu padat tersebut melesat ke arah Dewa Pencuri.


Dewa Pencuri pun mengayunkan Pedang Magma nya, beberapa Pedang Raksasa yang di penuhi oleh elemen magma pun melesat dan memotong-motong bongkahan kristal ungu tersebut.


Potongan-potongan kristal ungu pun melesat jatuh ke arah lain nya di sekitar Dewa Pencuri.


"Duarghhhh.......... "


"Duarghhhh..........." Suara-Suara ledakan saat bongkahan-bongkahan kristal ungu menghantam hutan di sekitar nya.


Keempat Naga pun kembali menerjang ke arah Dewa Pencuri dari bawah.


Para Naga pun menerjang dengan buas nya sambil menembakkan serangan-serangan andalan nya dari dalam mulut nya, namun semua serangan-serangan itu dapat di tepis dan di hindari dengan mudah oleh Dewa Pencuri.


Dewa Pencuri pun berteleport ke belakang Naga Alam, lalu memenggal kepala Naga tersebut menggunakan Pedang Magma.


"Slassshhhhh............. " Suara saat Pedang Magma memenggal kepala Naga Alam tersebut.


Tubuh raksasa Naga Alam itu pun jatuh bersamaan dengan kepala nya, hal itu pun membuat ketiga Naga lain nya dan Juga Jendral Mata Elang terpaku.


"Jendral Kalijaga..... " Ucap Jendral Mata Elang sambil menahan serangan-serangan tangan kosong Ghost Dragon.


"Bos...... "


"Dia memang ganas.... " Gumam Ghost Dragon sambil terus melayangkan serangan-serangan tangan kosong ke arah Jendral Mata Elang.


Ke tiga Naga pun marah melihat kejadian tersebut, makhluk-makhluk super besar itu pun melesatkan serangan-serangan andalan nya dengan kekuatan penuh ke arah Dewa Pencuri.


"Mereka seperti nya marah..... "


"Melihat kawan nya terbunuh.... " Ucap Arung dari kejauhan.


Tembakan halilintar pun melesat dari dalam mulut Naga Halilintar di tengah Hujan Air dan Hujan Kepiting tersebut ke arah Dewa Pencuri.

__ADS_1


"Mereka mengamuk..... " Ujar Dewa Pencuri lalu memutar tubuh nya.


Tembakan bola api beracun pun melesat dari dalam mulut Naga Api Beracun ke arah Dewa Pencuri di saat yang bersamaan.


Sebuah tornado magma pun tercipta, dari dalam tornado tersebut pun melesat ratusan pedang magma dengan kekuatan dahsyat ke segala penjuru.


Tembakan bongkahan kristal ungu pun melesat dari dalam mulut Naga Kristal pada waktu yang bersamaan juga ke arah Dewa Pencuri.


"Duarrrggggg....... "


"Duarghhhhh......... "


"Duarghhhhh.......... " Suara ledakan yang dahsyat saat Pedang-Pedang Magma menghancurkan serangan-serangan milik para Naga.


Ratusan Pedang Magma lain nya pun berhasil melukai Ke tiga Naga.


Sementara itu Jendral Mata Elang dan juga Ghost Dragon pun terpaksa menghentikan pertarungan nya dan terbang menjauh untuk menghindari serangan milik Dewa Pencuri yang membabi buta tersebut.


Naga Api Beracun dan Halilintar pun tewas seketika saat tubuh nya tercabik-cabik oleh Pedang-Pedang magma tersebut.


Sama seperti Naga Api Beracun dan Naga Halilintar, Naga Kristal pun terluka berat dan dalam kondisi kritis saat ini.


Sementara itu Arung pun memegang tangan Putri Laura dan berteleport menghindari serangan-serangan membabi buta milik Dewa Pencuri tersebut.


Ratusan Pedang-Pedang Magma itu pun meratakan hampir sebagian hutan di pinggiran Kota Drake tersebut.


Kobaran api dan juga kawan-kawan bekas ledakan terlihat sangat banyak dan hampir merata di semua tempat di sekitar Dewa Pencuri tersebut.


"Blitzzzz............ " Suara jurus teleportasi Arung.


Mereka berdua pun berteleport di dekat tubuh Naga Kristal yang telah roboh.


"Serangan yang menakutkan..."


"Aku gak yakin mampu menahan serangan sekuat itu.... " Gumam Arung.


"Arung...... "


"Dia menyelamatkan ku... " Gumam Putri Laura dengan pipi yang merona merah tersebut.


Melihat kekalahan teman-teman nya, Jendral Mata Elang pun langsung kabur dari tempat tersebut dan hendak memberitahu Raja akan apa yang terjadi.


"Bahkan ke tiga Naga itu tidak dapat menahan nya, sebaik nya aku beritahu Raja..... " Gumam Jendral Mata Elang sambil melesat terbang dengan kekuatan penuh nya meninggalkan tempat tersebut.


"Whussss.............. " Suara hempasan angin saat Jendral Mata Elang melesat.


To Be Continued.......

__ADS_1


Mohon Like dan Vote nya


__ADS_2