Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Terdampar Ke Masa Lalu Bagian Ke Tiga Belas.


__ADS_3

-[Tribun Khusus Perwira Tinggi]-


"Sepertinya kau kalah Jendral Es, berikanlah selendang emas milik mu itu." Ucap Menteri Perang dari Kekaisaran Hitam tersebut.


Dengan berat hati Jendral Es pun memberikan Selendang emas nya tersebut.


"Ugh....... "


"Aku kalah... " Gumam Jendral Es dengan raut wajah yang sedikit sedih.


-[Arena]-


Jendral Hitam yang sombong itu pun kembali mengolok-olok seluruh Kultivator-Kultivator yang ada di Tribun tersebut.


"SIAPA LAGI YANG BERANI MENANTANG KU, AYO SINI,"


"APA SEMUA KULTIVATOR YANG ADA DI BENUA ES API INI PENGECUT." Ucap Jendral Hitam dengan angkuhnya menggunakan Jurus Auman Petir.


Kultivator-Kultivator yang ada di Tribun Penonton maupun Pendekar-Pendekar yang ada di sekitaran Stadium pun tidak ada seorang pun yang berani menjawab tantangan dari Jendral Sombong tersebut karena memang Jendral Hitam tersebut begitu kuat nya.


"Sombongnya." Gumam beberapa penonton di Tribun Penonton tersebut.


-[Tribun Khusus Perwira Tinggi]-


Jendral Es sebenarnya ingin maju ke arena pertandingan tersebut namun dia tidak bisa karena saat ini sedang bertindak sebagai perwakilan sah dari Kekaisaran Dewi Es tersebut.


"Semoga saja ada seorang Pendekar yang menyelamatkan nama baik Kekaisaran Dewi Es ini, jika dia wanita aku akan mengangkat nya menjadi saudaraku dan jika dia pria aku akan menikahi nya setelah ini." Gumam Jendral Es dengan raut wajah yang begitu putus asa.


-[Aula Istana Kekaisaran Dewi Es]-


Tampak raut wajah Kaisar Ye begitu marah saat Kekaisaran Dewi Es nya di olok-olok oleh Jendral tersebut, beberapa Menteri-Menteri dan juga Pembesar-Pembesar yang ada di tempat tersebut pun merasa marah.


"Ugh........ "


"Kenapa tidak ada satu Pendekar pun yang berani menjawab tantangan Jendral Br*ngsek itu,"


"Masalah menang dan kalah itu lain, yang penting adalah semangat membela tanah air dari hinaan B*jingan seperti itu." Ucap Kaisar Ye dengan nada suara yang keras.


Tampak para Menteri-Menteri dan yang lain nya pun hanya diam saja dan tidak ada yang berani berkomentar apa pun saat Kaisar Ye tersebut marah.


-[Kediaman Keluarga Tiger]-


Pendekar Setengah Naga pun menjadi sangat marah saat mendengar tanah air kedua nya tersebut di hina, ia pun mulai bangun kemudian mulai bersiap-siap berteleport ke atas arena yang berada di Stadium Kota Awan Hitam tersebut.


"Tuan Naga..... " Gumam kelima Tetua tersebut saat melihat pujaan hatinya tersebut bangun.


"Mau kemana, Pa?" Tanya Shayla Tiger.


"Papa mau memberi pelajaran kepada Jendral Hitam itu, Shayla." Ucap Arung kemudian mulai berteleport ke atas arena tersebut.


"Blitzzzz............ " Suara jurus teleportasi milik Arung.


Dalam satu kali kedipan mata Arung pun berpindah tempat ke atas arena di Stadium Awan Hitam tersebut, tampak Vinic Muda dan yang lain nya terkejut dengan kejadian tersebut begitu pula dengan Shayla Tiger.


"Bukankah tadi Tuan Naga berada di sini, kenapa bisa dia berada di arena?" Ucap Tetua Ayana bingung.


"Dia memang benar-benar Calon Suami Idaman, Tuan Naga Saranghae...... " Ucap Tetua Shiyu.

__ADS_1


"Papa...... "


"Jurus apa itu, aku tidak tahu Papa memiliki jurus seperti itu?" Gumam Shayla Tiger.


Saat di Goa Yin Yang Vampir Emas Arung tidak pernah sekalipun memperlihatkan jurus tersebut dan tidak pernah menjelaskan secara detail perihal jurus tersebut kepada Shayla Tiger maupun yang lain nya.


"Apa......... " Gumam Vinic Muda yang tersentak saat menyaksikan Jurus Teleportasi tersebut.


-[Arena Stadium Kota Awan Hitam]-


Arung pun tiba di atas arena tersebut dengan kemunculan yang begitu spektakuler dan tiba-tiba tersebut di saat-saat genting tersebut.


Para Penonton-Penonton dan Pemirsa yang sedang menyaksikan acara tersebut di rumah nya masing-masing menganggap Arung saat itu sebagai Pahlawan yang telah menyelamatkan reputasi Kekaisaran Dewi Es tersebut.


"Dup........... " Suara saat tapak kaki Arung mendarat di tempat tersebut.


Suara tepuk tangan pun mulai terdengar dari sisi Tribun Penonton sebelah kiri.


"Plok........ "


"Plok........ "


"Plok........ " Suara tepuk tangan Penonton-Penonton tersebut.


Wakil Komandan Luna pun melesat ke atas arena dan mulai menghampiri laki-laki tampan berambut putih tersebut.


"Luna, sepertinya dia tidak mengenaliku saat ini." Gumam Arung.


"Wajah laki-laki ini sangat mirip sekali dengan Pendekar Naga tapi warna rambut dan bola mata nya begitu berbeda dan tingkat kultivasi nya pun begitu tinggi." Gumam Wakil Komandan Luna.


Ia pun mulai membungkuk dan memberi salam penghormatan kepada Pendekar Asing tersebut.


"Agar pertandingan ini dapat segera di lanjutkan." Ucap Wakil Komandan Luna dengan sopan.


Sementara itu beberapa Kultivator Medis pun mulai menandu tubuh Irene Galgadoth yang sudah tak sadarkan diri tersebut.


"Jika aku memakai nama Pendekar Naga dia pasti akan curiga, baiklah aku akan pakai nama panggilan PENDEKAR SETENGAH NAGA saja." Gumam Arung.


"Panggil aku PENDEKAR SETENGAH NAGA, Nona." Ucap Arung kemudian mulai mengeluarkan Pedang Kehidupan dari cincin ruang penyimpanan milik nya tersebut.


Saat Arung mengeluarkan Pedang Kehidupan tersebut yang mana senjata suci itu merupakan rival dari Golok Kematian para Penonton-Penonton pun kembali bertepuk tangan dengan semangat nya.


"Plok.......... "


"Plok.......... "


"Plok.......... " Suara tepuk tangan Penonton-Penonton di Tribun sebelah kiri tersebut.


"Pedang Kehidupan." Gumam Luna.


"Baik Pendekar Setengah Naga." Ucap Wakil Komandan Luna.


-[Tribun Khusus Perwira Tinggi]-


"Sepertinya Pemuda itu kuat, akan ku pertaruhkan semuanya pada pertandingan terakhir ini." Gumam Jendral Es.


"Menteri Perang, bagaimana jika kita bertaruh lagi, aku akan mempertaruhkan cincin es ku dan segala isi yang ada di dalam nya,"

__ADS_1


"Dan kau mempertaruhkan Selendang Emas itu dan juga cincin hitam mu itu, apa kau berani." Tantang Jendral Es.


"Konon katanya laki-laki di Benua Es Api ini lemah semuanya, aku tidak pernah mendengar nama nya di dunia persilatan mana pun,"


"Aku tidak mungkin menolak tantangan Jendral Es itu sama saja mencoreng muka Kaisar Hitam." Gumam Menteri Perang dari Kekaisaran Hitam tersebut.


"Baiklah, Deal..... "


"Jendral Es." Ucap Menteri Perang kemudian mulai berjabat tangan dengan Jendral Es.


"Kalau mau main basah-basahan jangan nanggung-nanggung,"


"Tanggung jika basah sedikit lebih baik mandi terus dan pantang mundur." Gumam Jendral Es yang mempertaruhkan seluruh harta yang ada di dalam cincin tersebut.


"Kenapa Nona mempertaruhkan segalanya pada Pendekar yang tidak di kenal itu?" Gumam Kompak Nando dan Mutia yang berjaga di belakang Jendral Es.


-[Kembali Ke Arena]-


"BAIKLAH PERTANDINGAN ANTARA PENDEKAR SETENGAH NAGA DAN JENDRAL HITAM, DIMULAI." Ucap Wakil Komandan Luna dengan Jurus Auman Petir nya tersebut.


"Dia sangat mirip dengan Pendekar Naga apakah dia saudaranya?" Gumam Wakil Komandan Luna sambil melesat pergi meninggalkan arena tersebut.


"Pedang Kehidupan ya?" Gumam Jendral Hitam.


"Katanya laki-laki di Benua Es Api konyol-konyol, sepertinya kau adalah salah satu laki-laki konyol itu yach." Ucap Jendral Hitam berusaha memprovokasi Arung.


Sambil tersenyum kecil ke arah Jendral Hitam Arung pun membalas ejekan Jendral Sombong tersebut.


"Laki-laki yang konyol itu adalah laki-laki yang banyak omong selagi pertarungan." Ucap Arung dengan tenang nya.


"B*ngsat kau berani menghinaku." Ucap Jendral Hitam kemudian mulai melesat terbang menerjang ke arah Arung.


Dengan emosian Jendral Hitam tersebut pun mulai menyerang Arung dengan membabi buta, dengan Jurus Langkah Petir sempurna milik nya Arung pun bisa menghindari setiap tebasan Golok Kematian tersebut.


Mereka pun mulai saling beradu senjata suci sambil terbang melesat ke atas.


"Tring........ "


"Tring........ "


"Tring........." Suara saat kedua senjata suci tersebut saling beradu.


"Mana kesombongan mu sebelum nya Hitam." Ucap Arung.


Jendral Hitam pun mulai melesatkan beberapa tembakan bola petir ke arah Arung.


"B*jingan..... " Teriak Jendral Hitam.


"Duarghhh...... "


"Duarghhh...... "


"Duarghhh....... " Suara ledakan saat serangan bola-bola petir tersebut mengenai lantai arena.


Asap pun mulai mengepul di bawah arena tersebut.


___________________________________

__ADS_1


"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.


__ADS_2