Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Rayla Poison Snake Bagian Ke Dua.


__ADS_3

-[Flash Back Saat Shayla masih berumur Dua Tahun]-


Malam Hari, di Goa Arung dan Dhieng.


"Rayla, aku titip Shayla dulu ya, aku ingin mengambil beberapa ranting pohon untuk memasak." Ucap Dhieng Vampir kemudian memberikan putri kecil yang sedang di gendong nya tersebut kepada Istri Pertama Suami nya tersebut yaitu Rayla Posion Snake.


"Tapi..... "


"Tapi...... "


"Dhieng....... " Ucap Rayla merasa keberatan.


"Aku pergi dulu ya, aku tidak akan lama kok... " Ucap Dhieng Vampir kemudian mulai mengeluarkan Pedang Iblis Hitam milik nya sambil berjalan keluar dari tempat tersebut.


"Ugh....... "


"Bayi kecil jangan menangis ya." Gumam Rayla sambil menggendong Bayi Vampir mungil tersebut.


Beberapa saat kemudian Shayla kecil pun mulai menangis.


"Oek......... "


"Oek......... "


"Oek......... " Tangis bayi kecil tersebut.


"Ugh......"


"Mulai deh.... " Gumam Rayla kemudian mulai menimang-nimang Shayla Kecil berharap agar bayi tersebut kembali tidur.


"Apa yang harus kulakukan?" Gumam Rayla kebingungan.


Ratu Racun pun mulai mengingat cara Dhieng Vampir mendiamkan Shayla kecil saat menangis dengan cara menyusui nya.


"Aha....... "


"Iya benar susu... " Gumam Rayla lalu duduk di ranjang tersebut dan mulai menyusui Shayla Kecil.


Ratu Racun tidak tahu jika air susu hanya bisa keluar jika seorang wanita telah memiliki anak, ia tidak begitu paham masalah tersebut yang ia paham masalah wanita hanyalah masalah datang bulan saja.


"Ugh..... "


"Kok nangis nya makin keras?" Gumam Rayla lalu menoleh kearah wajah Shayla Kecil.


"Oh my good.... "


"Waduh....... "


"Kacau, aku lupa jika tubuh ku ini di penuhi oleh racun." Gumam Rayla Poison Snake lalu mulai meletakkan tubuh Shayla kecil di atas ranjang tersebut.


Bibir Shayla Kecil pun tampak menghijau setelah terkena racun dari tubuh Shayla tersebut.


Rayla pun mulai mengambil beberapa cairan anti bodi dan anti racun lalu mulai meminumkan nya kepada Shayla Kecil.


"Fiuh...... "


"Sepertinya berhasil... " Gumam Rayla kecil kemudian kembali menyimpan botol obat tersebut.


Tampak Shayla kecil langsung tertidur setelah nya.


"Apa obat nya tidak bekerja?" Gumam Rayla khawatir kemudian mulai mendekatkan telinga nya ke dada bayi imut tersebut.


Terdengar suara degup jantung yang sedikit melemah dari dada bayi kecil tersebut.


"Ugh....... "


"Dhieng, maafkan aku,"


"Aku tidak bermaksud meracuninya." Gumam Rayla yang merasa bersalah karena telah menyusui Shayla Kecil sebelum nya.

__ADS_1


Rayla pun mulai mondar-mandir di depan ranjang tersebut dengan panik, sementara itu Pendekar Setengah Naga tersebut masih sama seperti di hari-hari sebelumnya saat ini ia masih saja tertidur dalam meditasi nya di goa tersebut.


Beberapa saat kemudian Dhieng Vampir pun kembali ke tempat tersebut, tampak raut wajah Rayla menjadi bertambah pucat.


"Oh..... "


"Dhieng, kebetulan sekali bayi imut mu sudah tertidur,"


"Aku lelah sekali seharian ini berlatih, aku akan kembali ke goa ku sekarang juga untuk beristirahat." Ucap Rayla Poison Snake.


"Bagaimana dengan makan malam nya, Rayla?" Tanya Dhieng sambil meletakkan ranting-ranting yang telah di potong nya tersebut.


"Tidak apa-apa Dhieng, lain kali aja." Gumam Rayla kemudian mulai meninggal kan Goa tersebut.


"Hah...... "


"Dia pasti sedang tidak fit, biasanya dia tidak pernah menolak ajakan makan malam tersebut." Gumam Dhieng lalu mulai menoleh kevarah bayi kecil nya.


"Wah....... "


"Jagoan mama udah tidur ternyata, Mama Rayla benar-benar hebat dalam mengasuh mu,"


"Baru beberapa menit Mama pergi kau sudah tertidur pulas seperti ini." Ucap Dhieng Vampir yang tidak sadar jika putri kecilnya tersebut telah tertidur karena efek samping cairan anti bodi dan anti racun milik Rayla sebelum nya.


-[Di Luar Goa]-


"Ugh........ "


"Shayla, maafkan Mama,"


"Mama tidak sengaja, semoga kau tenang di alam sana ya Nak." Gumam Rayla yang merasa jika hidup Shayla tidak akan lama lagi karena racun dan anti bodi tersebut.


-[Tiga Hari Kemudian, Malam Hari]-


Yang menandakan siang dan malam hari di dalam Goa Yin Yang Vampir Emas tersebut adalah cahaya yang berasal dari langit-langit Goa, jika cahaya mulai meredup sedikit pertanda hari sudah malam, dan jika cahaya mulai terang benderang lagi berarti hari sudah pagi atau siang atau pun sore.


Di Depan Goa Arung dan Dhieng, tampak Ratu Racun sangat penasaran dengan ke adaan Putri Asuh nya tersebut.


"Ugh....... "


"Aku tidak tahan lagi, aku akan memastikan nya sendiri." Gumam Rayla lalu mulai memasuki Goa tersebut.


Tampak Dhieng saat ini sedang menghidangkan makan malam di atas meja tersebut.


"Ugh...... "


"Bocah itu masih hidup, keberuntungan nya sungguh tinggi,"


"Namun sepertinya Shayla tidak akan bertahan lebih lama lagi, maafkan aku Dhieng." Gumam Rayla sambil melihat ke arah bayi kecil yang sedang tertidur tersebut.


"Wah....... "


"Rayla, kebetulan sekali ayo kita makan malam bersama." Ucap Dhieng.


"Sepertinya gadis ini benar-benar polos, dia tidak curiga sedikit pun dengan ku." Gumam Rayla.


"Baik Dhieng..... " Ucap Rayla.


Mereka pun mulai duduk dan mulai makan malam bersama sambil berbincang dengan ringan.


"Rayla, ini aneh,"


"Shayla sudah tiga harian ini belum bangun-bangun, mungkinkah dia mengikuti jejak ayahnya,"


"Dan bermeditasi sambil tidur?" Tanya Dhieng sambil menyantap hidangan nya.


"Ugh....... "


"Bisa berabe jika Dhieng mengetahui kejadian yang sebenarnya." Gumam Rayla sambil menyantap makanan nya.

__ADS_1


"Iya...... "


"Iya, namanya juga anak pastilah ikut bapak nya." Ucap Rayla.


Padahal mereka berdua mengetahui jika Arung bukan lah bapak biologis dari Shayla Tiger.


"Ya sudah kalau begitu kita tunggu saja kapan dia akan bangun Rayla." Ucap Dhieng sambil menyantap hidangan nya.


"Ya...... "


"Ya....... "


"Aku setuju......... "


"Oh.... "


"Iya Dhieng, perutku tiba-tiba sakit aku pergi dulu ya... " Ucap Rayla lalu mulai beranjak keluar dari tempat tersebut.


"Tunggu dulu....... "


"Rayla, makanan mu kan belum habis...... "


"Yah........ "


"Dia sudah pergi..... " Ucap Dhieng Vampir.


-[Di luar Goa]-


"Aku gak tega menipu Dhieng, lebih baik aku tidur dan memikirkan nya esok hari." Gumam Rayla.


-[Keesokan Harinya]-


Sore Hari.


"Kasian Dhieng, sebaiknya aku menyiapkan pemakaman buat Shayla." Gumam Rayla lalu mulai menggali sebuah Liang lahat kecil di tepian danau tersebut.


Beberapa saat kemudian.


"Fiuh.......... "


"Selesai juga...... *


"Aku tinggal menunggu kabar buruk saja dari Dhieng." Gumam nya lalu mulai naik kembali ke permukaan.


Beberapa saat kemudian kembali terdengar suara tangis bayi di dalam Goa tersebut.


"Oek......... "


"Oek.......... "


"Oek........... " Tangis Shayla kecil yang begitu keras.


"Huft............ "


"Sepertinya bocah itu tidak jadi mati, dasar membuat jantungku mau copot saja." Gumam Rayla.


Beberapa saat kemudian Dhieng pun kembali menghampiri Rayla yang sedang berada di Tepian Danau tersebut berniat meminta tolong menjaga kan Shayla Kecil lagi.


"Rayla, tolong jaga Shayla aku berniat mengambil daun di pohon itu untuk membuat pepes ikan." Ucap Dhieng.


"Oh..... "


"Biar aku saja yang mengambil kan nya Dhieng, kau jaga saja bocah itu." Ucap Rayla kemudian mulai melesat ke atas permukaan danau dan memanjat pohon raksasa yang berada di tengah-tengah tempat tersebut.


"Fiuh........ "


"Sudah cukup jantungku mau copot selama empat hari ini." Gumam Rayla yang tidak ingin menjaga Shayla kecil lagi.


___________________________________

__ADS_1


"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.


__ADS_2