Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Jurus Api Naga Berelemen Maks.


__ADS_3

Tampak Putri Akasia Naga masih duduk bersemedi di mulut Goa, sementara itu Udin si Ayam Cemani sedang mengamati sesuatu di luar.


Hujan pun masih mengguyur dengan deras nya di luar, terlihat seekor Biawak Emas kecil sedang berjalan.


"Yok......."


"Ada sate, Yok......"


"Kalau kita jadikan sate, pasti kriuk...."


"Kriuk......"


"Rasanya......." Ujar Ayam Cemani.


Doyok yang penasaran pun beranjak ke dekat udin si Ayam Cemani.


"Mana Yok....."


"Kebetulan aku lagi pengen sate...." Ujar Biawak Emas.


Sementara itu Putri Akasia Naga masih bersemedi namun dia dapat mendengar dengan jelas percakapan kedua Beast peliharaan nya tersebut.


"Itu Yok..."


"Binatang imut kecil berwarna emas itu...." Ucap Udin Si Ayam Cemani.


Biawak Emas pun diam membisu seribu bahasa ketika melihat binatang kecil tersebut yang di maksud oleh Udin itu termasuk dalam klan nya.


"Dasar beast gak punya kode etik...."


"Mungkin jika di sini sudah tidak ada makanan lagi, kau pun pasti akan memakan ku..."


"Mana mungkin aku makan biawak...." Ujar Doyok dengan kesal.


"Lho....."


"Tapi kulihat kau selow aja waktu makan ayam, tempo lalu...???" Ucap Udin.


"Ayam itu kan memang makanan universal...."


"Dasar goblok......." Ucap Doyok si Biawak Emas.


"Ya udah....."


"Bagus kalau begitu aku mau nyate dulu, lumayan kan porsi nya jadi lebih banyak...." Ucap Ayam Cemani lalu beranjak keluar.


"Dasar kaniballlllll........." Teriak Doyok dengan kesal.


Udin pun langsung melompat ke arah Biawak Kecil kemudian mencengkram nya.


Biawak kecil pun tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa meringkik kesakitan.


"Yok......"


"Beneran gak mau....."


"Daging nya kriuk ...."


"Kriuk...."


"Lho........" Ujar Ayam Cemani dengan nada meledek.


"Dasar gak ada adabbbbb......" Teriak Doyok si Biawak Emas sekali lagi.


Sementara itu Mongkikay masih melesat di antara satu dahan ke dahan lain nya.


"Huft........." Suara helaan nafas panjang Mongkikay.

__ADS_1


"Cuaca makin dingin aja...." Gumam Mongkikay.


Mongkikay pun mengerahkan jurus manusia api nya, tubuh nya pun mulai di selimuti oleh api berwarna merah.


"Nah......."


"Kayak gini kan lebih anget...."


"Dingin-dingin begini enak nya makan yang panas-panas...."


"Aku akan suruh masakin nanti sama binik ku, Sup Otak Kambing...."


"Ah......"


"Abis tu, bercocok tanam...." Gumam Kera tersebut dengan pipi yang memerah.


Tiba-tiba saja sesosok Gajah dengan gading emas hitam muncul di hadapan Mongkikay.


Raut wajah gajah itu sangat marah, Mongkikay pun menghentikan langkah nya.


"Gajah......."


"Mau apa dia.....???" Gumam Mongkikay.


"Mongkikay, aku tau kau adalah raja beast di pulau ini, tapi kenapa kau membunuh istri ku...."


"Sejak dulu kala bangsa kera dan bangsa gajah hidup dengan damai di pulau ini, kenapa....???" Tanya Gajah berkulit emas itu.


Mongkikay pun teringat dengan gajah betina yang di bunuh nya beberapa bulan yang lalu.


"Waduh........"


"Kukira Gajah Betina itu adalah gajah biasa, ternyata dia adalah Ratu gajah..." Gumam Mongkikay.


"Raja Gajah....."


"Aku tidak sengaja membunuh nya untuk di jadikan makanan..." Ucap Mongkikay.


"Jangan banyak alasan.."


"Hutang nyawa harus di bayar nyawa...." Ucap Raja Gajah lalu menembakkan semporatan air berpetir dari dalam belalai nya.


Semburan air berpetir pun menyembur mengikuti pergerakan Mongkikay, dengan gesit sang Raja Kera pun berhasil menghindari nya.


"Heattttt......." Teriak Raja Gajah kemudian sskujur tubuh nya langsung di selimuti oleh petir.


Dengan secepat kilat Raja Gajah pun melesat ke arah Mongkikay.


"Dash........."


"Dash........."


"Dash........." Suara saat Mongkikay menghindari serangan raja gajah.


Makhluk dengan dua gading hitam itu pun pantang menyerah dengan bermodalkan dendam Raja Gajah pun terus melesat ke arah Mongkikay hingga pada akhirnya Mongkikay melesat ke atas langit.


"Kau terjebak....." Ucap Raja Gajah kemudian mulai melesat ke arah Mongkikay.


"Aku terpaksa membunuh mu Raja Gajah......" Ucap Raja Kera Pulau Penjara Kuno sambil mengerahkan telapak tangan nya ke arah Raja Gajah.


Gajah Petir pun melesat dengan kecepatan suara, sang Kera pun melesatkan serangan api berwujud naga ke arah nya.


Api naga berelemen maks itu pun sontak saja menghanguskan Raja Gajah dalam sekejap mata.


"Akhhhhhh............" Teriak Raja Gajah ketika tubuh nya terbakar habis.


Tubuh Raja Gajah pun sirna menjadi debu, Mongkikay pun terbang ke arah salah satu pohon.

__ADS_1


"Dasar Gajah bodoh....."


"Dia sudah tahu jika aku bukan lah lawan nya tapi masih saja berani memprovokasi ku...." Ucap Raja Kera kemudian mulai melanjutkan perjalanan nya.


Kembali ke alam mimpi, tampak dua sejoli itu masih berkendara di jalanan Hutan Kematian.


"Sabar Arung, kok tonjolan makin besar aja...." Ucap Shilla.


"Masa Sih....."


"Sepertinya kita gak bakalan nyampe ke puncak, sebentar lagi hari keburu malam..."


"Bagaimana jika malam ini kita menginap saja di bola ruang, Shilla...." Ucap Arung.


Shilla pun memberhentikan sepeda motor nya.


"Kau benar-benar gak sabaran...."


"Baik lah...." Ucap Shilla lalu mereka berdua pun turun dari sepeda motor tersebut.


Shilla pun kemudian menyimpan kembali sepeda motor nya kedalam cincin ruang milik nya.


Arung pun mengeluarkan bola ruang lalu meletakkan nya di bawah salah satu pohon besar.


"Ayo Shilla....." Ucap Arung sambil menggenggam mesra pergelangan tangan Gadis Cantik tersebut.


"Clara........" Ucap Arung dan dalam sekejap mata mereka berdua pun tersedot masuk ke dalam bola ruang tersebut.


Di dalam bola ruang.


"Dup........." Suara saat tapak kaki mereka berdua mendarat di atas tanah di depan gerbang Mansion.


Tiba-tiba Shilla pun memeluk erat Arung kemudian mencumb* nya dengan begitu ganas.


"Shilla......." Gumam Arung kemudian membalas cumbu*n kekasih nya itu.


Adegan pun beralih ke goa tempat Putri Akasia Naga semedi saat ini.


Udin si Ayam Cemani pun telah selesai menyate biawak kecil yang di tangkap nya di depan perapian.


Aroma sedap pun tercium dari sate tersebut yang membuat Putri Akasia membuka mata nya.


"Enak banget bau nya....."


"Siapa yang masak ni...." Ucap Putri Akasia Naga.


"Bos Put....."


"Pas kali bos bangun, ini adalah sate biawak..."


"Ayo Bos, kita cicipin...." Ucap Udin Si Ayam Cemani.


"Bos Put mana mau makanan kelas rendahan seperti itu, dia kan seorang Putri Bangsawan..." Gumam Biawak Emas.


"Sate Biawak......" Gumam Putri Akasia Naga.


"Aduh......"


"Perutku tiba-tiba saja sakit, kalian berdua lanjut aja...."


"Aku mau ke kamar kecil dulu..." Ucap Putri Akasia Naga lalu mulai mengeluarkan bola ruang milik nya lalu masuk kedalam nya.


Di dalam bola ruang milik Putri Akasia Naga.


"Dup.........." Suara saat tapak kaki Putri Akasia Naga mendarat di atas tanah.


"Si udin itu bener-bener gak ada akhlak masak nyate biawak di depan biawak....."

__ADS_1


"Kok bisa aku memelihara dia ya...." Gumam Putri Akasia Naga lalu mulai berjalan menuju mansion nya.


__ADS_2