
Pangeran Drake pun menangkis lontaran jarum-jarum besi yang mengarah kepada nya dengan rantai nebula tersebut.
Tiba-tiba saja Kera Sihir muncul di hadapan nya dengan jurus langkah kera.
"Sejak kapan dia ada di sini???" Gumam Pangeran Drake.
Kera Sihir pun memukul dada Pangeran drake hingga ia terpental dan jatuh pingsan.
"Hah......... "
"Ilmu hanya segini ingin menjaga ku... " Gumam Misa lalu mengeluarkan Pedang Naga Es nya.
Dengan jurus langkah petir Misa pun memotong leher Kera Sihir tersebut.
"Slasshhhh........ " Suara Tebasan halus Misa.
"Brukkkk........ " Suara saat kepala Kera itu jatuh ke lantai mansion.
"Hah...... "
"Aku sebaik nya membantu yang lain nya, sibodoh ini lebih aman tidur di sini sampai kondisi menjadi aman.... " Gumam Misa lalu mengayunkan lengan nya sebuah perisai kultivasi es pun melindungi tubuh Pangeran Drake.
"Whussss........ " Suara hempasan angin saat Misa terbang meninggalkan lantai tiga mansion yang telah porak-poranda tersebut.
Gadis Naga itu pun menjelma ke wujud Beast nya setelah nya dan ikut bertarung melawan Kera-kera Sihir tersebut.
Keadaan di Kota Es Utara itu pun kacau sekali saat itu, jerit warga dan dentuman-dentuman ledakan terdengar di mana-mana.
-[Pertarungan Naga Magnet Kuno]-
Tampak Naga Magnet sedang melawan sekumpulan Kera-kera Sihir, lontaran bola-bola petir berdiameter tiga meteran pun mengarah ke arah Delayla Jangbaek.
"Aurghhhhhh........... " Raungan Naga Magnet Kuno tersebut lalu membalas serangan Kera-Kera Sihir tersebut dengan melontarkan puluhan bola magnet berdiameteran sama.
"Duargh......... "
"Duargh......... "
"Duargh......... " Suara rentetan ledakan akibat kedua serangan saling beradu.
Beberapa Kera-Kera Sihir pun ikut meledak terkena serangan tersebut dan beberapa lain nya berhasil menghindar.
"Mereka banyak sekali..... "
"Mereka pun lumayan kuat-kuat.... "
"Bahkan beberapa Naga Es Kuno telah tumbang." Gumam Naga Magnet Kuno.
Tampak beberapa mayat Naga Es Kuno bergelimpangan di dalam Kota.
Naga Magnet Kuno pun kembali menembakkan bola-bola magnet ke arah Kera-Kera tersebut, beberapa kera ada yang berhasil menghindar dan beberapa lain nya pun tewas seketika saat terkena serangan tersebut.
"Duargh......... "
"Duargh......... "
"Duargh......... " Suara ledakan saat serangan-serangan Naga Magnet Kuno mengenai sasaran.
Tampak Delayla Jangbaek dalam wujud beast nya kembali menyerang Kera-Kera Sihir lain nya yang bertebaran di atas langit Kota Es Utara.
__ADS_1
"Kickkk..... "
"Kickkkk..... "
"Kickkkk...... " Tawa Kera-Kera Sihir tersebut.
Kera-Kera itu pun menerjang ke arah Delayla Jangbaek dalam wujud beast nya.
-[Kembali Ke Arung]-
Tampak Arung tengah menghabisi Kera-Kera Sihir tersebut menggunakan Palu Emas Hitam Surgawi nya.
"Duak....... "
"Duak....... "
"Duak....... " Suara saat Palu tersebut menghabisi beberapa Kera-Kera Sihir.
"Banyak banget.... " Ucap Arung.
Kera-Kera lain nya pun kembali menyerang Arung bersamaan, Pendekar Setengah Naga itu pun menghindari nya dengan berteleport kemudian kembali meremukkan kepala makhluk-makhluk tersebut dengan Palu Emas Hitam Surgawi nya.
"Duak........ "
"Duak........ "
"Duak......... " Suara saat Palu Emas Hitam Surgawi kembali meremukkan kepala dari Kera-Kera Sihir tersebut.
Dentuman besar pun terdengar dari atas langit, dentuman itu berasal dari jurus tapak salju.
"Apa itu..... " Gumam Arung lalu kembali ke ukuran tubuh nya semula.
"Whussss.......... " Suara hempasan angin saat Arung melesat terbang ke atas.
"Aku yakin sumber masalah nya pasti di atas sana.... " Gumam Arung sambil melesat terbang.
Bak meteor yang melesat kencang di tengah badai pertempuran di langit, beberapa menit kemudian Arung pun tiba di Pulau Es.
Wajah nya tampak tercengang dan ia mengingat Pulau Melayang yang ada di Kota Awan Hitam, hanya saja iklim di pulau tersebut beriklim es.
"Pulau melayang.... " Gumam Arung lalu melihat pertarungan Leluhur Naga Es Kuno dan juga Black Hole Mongkeys.
"Nona Naga, aku sudah bosan bermain-main dengan mu,"
"Kita sudahi permainan kita, aku akan mulai menjarah kota manusia di bawah.... " Ucap Sun Kaykong lalu mulai memutar-mutar tongkat penyangga laut barat nya.
"Bagus Sun Kaykong, aku masih memiliki urusan membalas dendam suami ku,"
"Avatar-Avatar Es ini kuat juga... " Gumam Nyonya Galapagos Lang.
Dari tongkat yang berputar tersebut sebuah tornado api disertai listrik pun melesat ke arah Leluhur Naga dengan bentuk kepala kera yang hendak memakan mangsanya.
"Gawat....... " Gumam Leluhur Naga lalu berusaha menahan serangan tersebut dengan memasang perisai kultivasi es.
Perisai kultivasi es pun mulai retak dan beberapa menit kemudian berhasil di tembus oleh serangan tersebut.
"Bagaimana ini???" Gumam Leluhur Naga.
Beberapa menit sebelum tornado api di sertai dengan petir itu hampir mengenai Leluhur Naga sang Pendekar Setengah Naga pun mengeluarkan jurus tapak api ungu sekuat tenaga nya.
__ADS_1
Sebuah telapak api ungu raksasa berkekuatan penuh pun menahan imbang serangan tornado api di sertai petir tersebut.
"Duarghhhh........... " Suara ledakan dahsyat pun terdengar saat kedua serangan beradu.
Arung dan Leluhur Naga pun terpental hingga ke kaki gunung es, hempasan angin akibat serangan itu pun menghempaskan tanaman dan yang lainnya.
"Wah...... "
"Wah...... "
"Naga junior itu mampu menahan serangan ku... " Ucap Sun Kaykong.
"Siapa pemuda itu???" Gumam Nyonya Galapagos Lang sambil melawan Avatar-Avatar Es.
-[Di Kaki Gunung Es]-
Tampak kedua Naga itu kembali berdiri dengan bersusah payah.
"Hah...... "
"Hah...... "
"Hah...... " Suara nafas terengah-engah Arung.
"Dia kuat sekali, aku harus mengerahkan seluruh tenaga ku hanya untuk menahan serangan nya... " Ucap Arung.
Darah tampak mengalir dari mulut nya Pendekar Setengah Naga tersebut.
"Terima kasih khisanat... " Ucap Leluhur Naga sambil memberi hormat ala Pendekar.
Tiba-tiba saja sang Kera Dewa melesat dengan cepat ke hadapan mereka berdua menggunakan Jurus Langkah Kera nya.
"Kalian pasangan yang serasi, kau sungguh beruntung aku akan memakan kalian sekarang.... " Ucap Sun Kaykong lalu menghisap Arung dan juga Leluhur Naga masuk kedalam mulutnya.
Mereka berdua pun terhisap masuk ke dalam mulut sang Kera Dewa.
"Nyammmy........ "
"Dalam waktu tiga jam mereka akan di cerna oleh lambung Dewa ku ini, sebaiknya aku menolong Galapagos.... " Ucap Sun Kaykong lalu melesat ke arah Assasin berambut hijau tersebut.
Sesampai nya di tempat Nyonya Galapagos Lang, sang Kera Dewa pun membantai Avatar-Avatar Es tersebut dengan Tongkat Penyangga Laut Barat nya.
"Hah...... "
"Hah....... "
"Hah....... " Suara nafas terengah-engah Nyonya Galapagos Lang.
"Dia benar-benar kuat, dia memang pantas menjadi Raja Kera di Gunung Huakong di Planet Jupiter... " Ucap Nyonya Galapagos Lang.
"Duak......... "
"Duak........ "
"Duak........ " Suara Tongkat Penyangga Laut Barat saat menghancurkan Avatar-Avatar Es tersebut.
To Be Continued.......
Mohon Like dan Vote nya
__ADS_1