Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Pertaruhan Istri Part Ke Tiga.


__ADS_3

"Menang atau kalah, aku tetap akan memberikan mu Token rumah makan dan rumah bordil.... "


"Naiklah, setidak nya walaupun kalah beri Tuan Muda yang sombong itu satu atau dua pukulan." Ucap Athena.


Arung hanya tersenyum tipis kepada wanita yang meremehkan nya tersebut, ia pun langsung berteleport ke atas arena.


"Blitzzzzzz.............. " Suara jurus teleportasi Arung.


Dalam sekejap mata Arung pun berada di atas arena.


"Dup........ " Suara saat tapak kaki Kiyoshi mendarat di atas arena.


"Cepat sekali, padahal aku sudah menggunakan jurus langkah petir, siapa Pemuda ini sebenernya???" Gumam Kiyoshi.


"Tuan, siapa nama Tuan,"


"Aku akan memulai pertandingan nya sekarang???" Tanya Pemuda dari Klan Naga tersebut.


"Aku Arung.... " Ucap Pendekar Setengah Naga tersebut.


"Baiklah....... "


"Tuan Muda Arung telah berada di atas arena, di mohonkan kepada Tuan Muda Kai untuk segera ke atas arena,"


"Pertarungan ini akan segera kita mulai.... " Ucap Kiyoshi dengan jurus auman petir nya.


Tepuk tangan dan sorak-sorai penonton pun menggema di sekitar lapangan tersebut, beberapa saat kemudian Tuan Muda Kai pun tiba di atas arena.


"Dup........... " Suara saat tapak kaki Tuan Muda Kai mendarat di atas arena tersebut.


"Kukira kau bakalan kabur dari tempat ini, ternyata kau berani juga datang ya..... "


"Bagaimana dengan semalam, apakah kau sudah bersenang-senang dengan Wanita Bersyal hitam tersebut??" Tanya Tuan Muda Kailong.


"Aku balik tanya pada mu, apa kau sudah bersenang-senang dengan istri mu???" Tanya Arung.


"B*ngsat berani sekali kau berkata seperti itu.... " Ucap Tuan Muda Kailong.


"Tenang Tuan muda, sebentar lagi pertarungan nya akan di mulai,"


"Bersabarlah...... " Ucap Kiyoshi.


Tuan Muda Kailong pun kembali tenang, namun aura membunuh yang sangat besar terasa dari dalam dirinya.


"Baiklah, aku akan memberitahu syarat dari pertandingan kali ini, menyerah berarti kalah, keluar dari arena berarti kalah,"


"Terakhir tewas dalam pertandingan berarti kalah..... " Ucap Kiyoshi dengan jurus auman petir nya.


Lapangan kota drake pun kembali bergema, tepuk tangan dan sorak sorai penonton pun kembali terdengar di sekitar arena tersebut.


"Baiklah dengan ini aku umumkan pertandingan di mulai...... " Ucap Kiyoshi dengan jurus auman petir nya lalu terbang keluar dari arena.


Tatapan tajam Tuan Muda Kailong dan Arung saling beradu.


Athena pun mengayunkan lengan nya, sebuah perisai di alam dewa berelemen Blue Storm Dragon pun menutupi arena.


Perisai yang sebelum nya berwarna biru itu pun berubah menjadi bening.


"Kau akan mati, Naga.... " Ucap Tuan Muda Kailong lalu mengeluarkan Kipas Dewa Angin dari dalam mulut nya.

__ADS_1


"Senjata itu mirip dengan Kipas Dewa Taifun milik ku???" Gumam Arung lalu mencabut Golok Naga Kristal di punggung nya.


Keadaan pun menjadi hening di lapangan tersebut, Tuan Muda Kailong pun mulai mengayunkan Kipas Dewa Angin milik nya.


"Whusssss........... "


"Whusssss........... "


"Whusssss........... " Suara saat beberapa pedang berelemen angin panas melesat.


Arung pun berteleport kebalik punggung Tuan Muda Kailong, kemudian menebasnya.


"Slaaashhhh....... " Suara tebasan kosong Golok Naga Kristal.


Pedang-pedang angin panas pun menghantam perisai kultivasi milik Athena dan meledak.


"Angin..... "


"Aku yakin telah menebasnya tadi..... " Gumam Arung.


"Hei Naga bodoh, ternyata kau cepat juga yah..... "


"Aku di sini.... " Ucap Tuan Muda Kai dari atas.


Ternyata yang di tebas oleh Arung adalah avatar Dewa angin milik Tuan Muda Kailong, Tuan muda Kailong yang asli saat ini melayang di atas nya.


Arung pun menengadahkan kepala nya ke atas, ia pun menggunakan mata lima elemen nya yaitu mata petir.


"Dia cepat banget..... "


"Kali ini akan kulihat pergerakan nya menggunakan mata petir ini... " Gumam Arung.


"Jangan kira kalau kau cepat aku tidak bisa melukai mu Kailong.... " Ujar Arung.


Tampak Athena sedang duduk menonton pertandingan tersebut, di kiri dan kanan nya terdapat beberapa pengawal.


"Mata lima elemen....???"


"Dimana dia mendapatkan pusaka milik leluhur Naga itu???"


"Pantas dia berani menantang Kailong.... " Ujar Athena.


"Suara nya pun sangat merdu saat menyanyi Ketua... "


"Sekali-kali Ketua harus mendengarkan nya naik panggung.... " Ucap Pak Manajer.


"Ia, itu pun kalau dia masih hidup malam ini.... " Ujar Athena.


-[Kembali Ke Atas Arena]-


Tuan Muda Kailong pun kali ini meniupkan beberapa bola berelemen angin panas dari dalam mulut nya ke arah Arung.


"Whusssss............. "


"Whusssss.............. "


"Whusssss.............. " Suara saat lima bola angin panas melesat.


Di waktu yang sama Tuan Muda Kailong pun melesat ke sebelah Arung dengan jurus langkah Dewa angin nya.

__ADS_1


"Dia cepat sekali bahkan mata petir ku susah menangkap pergerakan nya.... " Gumam Arung lalu mulai mengayunkan Golok Naga Kristal nya.


"Whussssss............... "


"Whussssss............... "


"Whussssss................ " Suara saat lima golok kristal melesat.


"Duarghhhh................ "


"Duarghhhh................ "


"Duarghhhh................. " Suara saat golok kristal dan bola-bola berelemen angin panas saling beradu.


Di sisi lain nya Tuan Muda Kai pun kembali mengayunkan Kipas Dewa Angin nya.


Sebuah tornado angin panas yang dahsyat pun melesat ke arah Arung.


"Pantas saja dia sombong.... "


"Dia lumayan kuat.... " Gumam Arung lalu melesatkan Jurus Tapak Black Hole dari telapak tangan kiri nya.


Sinar hitam berelemen black Hole pun menepis tornado angin yang panas tersebut.


"Duarghhh......... " Suara ledakan saat Tapak Black Hole dan Tornado angin saling beradu.


Dengan langkah Dewa angin nya, Tuan Muda Kai pun kembali melesat ke arah sudut mati Arung.


"Dia bergerak lagi.... " Gumam Arung yang bersusah payah mengikuti gerakan Tuan Muda Kai.


Sebuah Tapak berelemen angin panas pun mengarah ke Arung dari sudut mati nya.


"Ugh...... " Ucap Arung lalu berbalik.


"Duarghhhh.......... " Suara saat kedua telapak tangan saling beradu.


Arung pun terhempas kebelakang sejauh beberapa meter.


"Bagaimana mungkin dia bisa mengikuti gerakan ku????" Gumam Tuan Muda Kailong.


Darah hitam pun mengalir dari mulut Arung, ia terluka di sebabkan ia tidak sempat mengumpulkan tenaga dalam sesaat sebelum kedua telapak tangan saling beradu.


"Sepertinya, kau boleh juga,"


"Namun dengan kecepatan seperti itu, kau bukan lah tandingan ku.... " Ucap Tuan Muda Kailong.


-[Tenda Tuan Muda Kailong]-


Tampak Lila sangat tegang saat melihat ke Tenda di sebelah Tenda Athena, tampak di tenda tersebut seorang Pria tua berambut putih sedang duduk bersama beberapa Pengawal nya.


Pria berjanggut itu tampak sangat berwibawa dan tenang, pandangan nya berfokus pada pertandingan tersebut.


"Papa........ "


"Siapa yang memberitahukan kepada Papa, jika Kailong sedang bertarung di sini,"


"Papa pasti sangat marah dengan sikap Kailong..... " Gumam Lila Wind Dragon.


Wajah Lila sangat tegang saat itu, ia takut Papa nya marah dengan pertaruhan yang di lakukan oleh Suaminya tersebut.

__ADS_1


To Be Continued.......


Mohon Like dan Vote nya


__ADS_2