Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Mendadak Nikah Bagian Ke Dua.


__ADS_3

-[Jam 10 Pagi]-


Tampak kedua Gadis Cantik tersebut saat ini masih duduk di atas tilam nya masing-masing sambil sesekali saling bertatap-tatapan tanpa mengeluarkan sepatah kata apa pun karena malu atas kejadian yang terjadi semalam.


"Ugh...... "


"Malunya, mau keluar dari dalam sini gak enak... "


"Rasa hati ini masih khawatir dengan keadaan Kekasih ku itu, aku tidak sengaja mencakar dan menggigit nya semalam karena terbawa suasana,"


"Dia pasti sangat menderita, tidak kusangka aku akan bersenang-senang di atas Penderitaan Kekasih ku semalaman lagi,"


"Sebenarnya Arak apa yang ku minum semalam, apa itu sejenis arak yang memiliki khasiat sebagai pengganti obat kuat?"


"Hah....... Ya sudah lah, semua nya pun udah terjadi Sayang.... "


"Entah kenapa setelah itu aku ingin selalu dekat-dekat terus dengan Arung." Gumam Delayla Jangbaek sambil memandangi wajah Arung yang sedang tertidur tersebut.


"Apa lagi mau Gadis Naga ini, dia sudah mendapatkan semua nya semalam dan sudah bisa di pastikan dia sudah puas semalaman,"


'Kenapa dia belum pergi juga dari sini, aku kan ingin mengajak Arung mandi bareng setelah ini,"


"Jika ada dia pasti akan kacau lagi seperti malam ini, dasar binatang buas?" Gumam Sonia yang mengingat kejadian semalam saat Delayla mencakar-cakar tubuh Arung dan menggigit nya beberapa kali karena geram tersebut.


"Canggung banget kayak gini.. " Gumam Delayla Jangbaek yang merasa risih tersebut.


Beberapa menit kemudian ke dua belah mata Arung pun mulai terbuka.


"Hoammmm......... " Suara menguap Arung.


Akhirnya Pemuda Tampan itu bangun juga, kedua Dewi cantik tersebut pun sudah menunggu sejak tadi.


"Badan ku rasanya mau remuk semua nya,"


"Malam yang begitu berat." Gumam Arung lalu mulai bangun dari ranjang tersebut sambil menutup sebagian tubuh nya dengan selimut ia tidak ingin memancing kedua binatang buas tersebut.


"Aku tidak boleh memancing Naga dan Laba-Laba Emas ini, jika mereka mengeroyok ku lagi aku bisa mati di atas ranjang." Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.


Beberapa saat kemudian, Ke Dua Dewi masih menatap nya dengan sorot mata yang lembut dan penuh kasih.


"Semalam kalian kompak banget berdua,"


"Duet dua macan betina, sekarang malah diam-diaman." Gumam Arung saat menoleh ke arah Sonia dan juga Delayla Jangbaek yang sedang diam-diaman tersebut.


Delayla Jangbaek pun mulai bangun dari tempat nya perasaan khawatir nya telah sirna dengan telah terjaga nya Pendekar Setengah Naga tersebut.


"Arung, aku kembali ke kamar ku dulu yach, Terima kasih buat malam yang panas tersebut,"


"Walaupun singkat, tidak akan pernah kulupakan." Ucap Delayla Jangbaek sambil tersipu-sipu malu.


Arung hanya melemparkan senyum tipis ke arah Gadis Naga tersebut.


"Singkat, aku sudah bertahan selama yang aku bisa dengan mengontrol si ucok kecil agar tetap tenang dan tidak gegabah,"


"Kau tidak tahu rasanya mengendalikan si ucok kecil agar terus berlayar dan tidak tenggelam di dalam pusaran badai di dua lautan yang saling bertemu itu." Gumam Arung.


"Sonia, sampai ketemu lagi... " Ucap Delayla Jangbaek dengan canggung nya saat mengucapkan kata pamit tersebut kepada madu nya.


"Ia...... "


"Ia....... "


"Delayla, sampai ketemu lagi." Ucap Sonia dengan sopan walau sedikit tidak ikhlas.


Delayla Jangbaek pun mulai beranjak ke belakang pintu masuk kamar tersebut lalu membuka nya.


"Kraaakkkk............. " Suara saat pintu kamar tersebut terbuka.


Tiba-tiba saja Ashiang dan Ashiong yang tengah tertidur di depan pintu pun sejak subuh tadi terjatuh lalu langsung terbangun.


"Brukkk....... "


"Brukkk........" Suara saat tubuh Ashiang dan Ashiong terjatuh ke dalam kamar.


"Ugh....... "


"Kepala ku macam mau pecah aja, siapa sih yang membuka pintu sekasar ini?" Ucap Ashiang sambil mengurut-urut kepala nya.


"Dasar lebay tukang ngeten..... " Gumam Sonia.

__ADS_1


"Husss...... "


"Ashiang, itu Ketua.... " Ucap Ashiong yang langsung berdiri setelah terjatuh tersebut.


"Kakak?" Gumam Ashiang lalu langsung berdiri.


Sementara itu Arung langsung menutupi tubuh nya dengan selimut tebal dan Sonia pun langsung bangun dengan anggun nya.


Saat ini kedua Gadis Cantik itu masih mengenakan Daster yang membuat panas mata tiap pria yang melihat nya itu.


"Hah......... " Suara nafas panjang Delayla Jangbaek.


"Kalian mengintip ya?" Tanya Delayla Jangbaek dengan nada yang datar.


"Ugh...... "


"Malunya, aktifitas perang semalam telah menjadi konsumsi publik seperti ini,masih untung juga cuman mereka berdua yang ngeten." Gumam Arung lalu mulai menutup muka nya.


Mereka bertiga tidak tahu jika seluruh Anggota Pasukan Pengawalan tersebut mengintip aktifitas pribadi mereka semalaman.


"Dasar Pelakor, dia bahkan tidak bisa mengatur bawahan nya." Gumam Sonia yang sebenarnya kesal karena rencana nya kacau semalam.


"Jika begini sepertinya akan lama, sebaik nya aku menarik mereka berdua untuk ikut dengan ku." Gumam Ashiang ia pun mulai masuk dan menarik lengan Sonia.


"Eh..... "


"Mau apa kau?" Tanya Sonia yang bingung melihat tindakannya Ashiang.


"Aku ada perlu dengan mu Nona Sonia." Ucap Ashiang lalu mulai menarik pergelangan tangan Delayla Jangbaek setelah nya dan beranjak keluar dari dalam kamar tersebut.


Ashiong pun mulai masuk ke dalam kamar tersebut setelah nya.


"Mau kemana ke dua Gadis Liar itu?" Gumam pendekar Setengah Naga tersebut.


-[Di Koridor]-


"Ashiang, ada apa lagi ini?"


"Setelah mengintip kami semalaman kini kau malah menarik aku dan Sonia seperti ini,"


"Coba jelaskan kepada ku, sebelum aku menjadi marah." Ucap Delayla Jangbaek dengan sedikit kesal.


"Gawat, aku bisa jadi sate matang nih kalau Kakak marah,"


"Sebaik nya aku memberitahukan perihal pernikahan ini segera kepada mereka." Gumam Ashiang lalu mulai menghentikan langkah nya dan melepaskan tarikan tangan nya terhadap kedua Gadis Cantik tersebut.


"Nona Sonia... "


"Ketua, aku mohon maaf,"


"Ini semua adalah rencana nya Wakil Ketua Del yang seenak nya hendak menikahkan kalian berdua dengan Pendekar Tampan tersebut." Ucap Ashiang dengan jujur.


Kedua Wanita Cantik tersebut pun saling bertatap-tatapan saat mendengar kata pernikahan tersebut.


"Mantap...... "


"Aku akan menaikkan gajimu nanti Delphi Chen, ini adalah kesempatan yang tidak akan muncul dua kali." Gumam Delayla Jangbaek.


"Kya........"


"Kenapa pernikahan nya harus tiba-tiba seperti ini, bagaimana ya?"


"Aku bahkan belum mengingat identitas ku sepenuh nya, apa aku punya suami atau telah punya pacar di kehidupan ku sebelum amnesia sebelum nya." Gumam Sonia yang bingung tapi mau itu.


"Lho....... "


"Kenapa Ketua dan juga Nona Sonia malah termenung sendiri dan nampak kesem-sem seperti itu?" Gumam Ashiang.


"Ayo...... "


"Tunggu apa lagi, Sonia aku sudah siap di madu dengan mu.... " Ucap Delayla Jangbaek dengan tegas lalu gantian menarik tangan Ashiang dan juga Sonia.


"Dasar Kakak?"


"Tadi mau marah, sekarang malah makin semangat." Gumam Ashiang.


"Dia belum tahu kalau Naga Playboy itu memiliki lima orang Selir Vampir di Pulau Black Skull." Gumam Sonia yang mengekor Delayla Jangbaek karena tarikan tangan tersebut.


"Kakak tau di mana acara nya?" Tanya Ashiang.

__ADS_1


"Pelakor bego?" Gumam Sonia.


"Tidak tahu Ashiang, emang di mana acara nya?" Tanya balik Delayla Jangbaek.


Ashiang pun mulai melepaskan genggaman tangan Delayla Jangbaek lalu mulai beranjak ke hadapan nya.


"Ikut aku ke kamar ku dulu Kak, aku akan meriasmu dan Nona Sonia baru kita ke tempat acara." Ucap Ashiang.


"Ugh....... "


"Mendadak kawin..... "


"Malunya..... " Gumam Sonia yang bingung tapi mau tersebut.


Mereka bertiga pun mulai masuk ke dalam kamar penginapan nya Ashiang berniat berdandan secantik-cantik nya tersebut untuk acara yang hanya di langsungkan sekali dalam seumur hidup nya tersebut.


"Tidak kusangka aku akan menikah hari ini, andai saja Ayah bisa melihat nya.... " Gumam Delayla Jangbaek dengan raut wajah yang murung yang kembali teringat dengan Mendiang Jendral Abraham Jangbaek.


"Dup............ " Suara saat pintu kamar Ashiang tertutup.


-[Di Dalam Kamar]-


Ashiong pun mulai menutup pintu kamar tersebut kemudian mulai mengunci nya.


"Ctek........... " Suara saat pintu kamar tersebut terkunci.


Ashiong pun menatap ke arah Arung yang hanya di tutupi oleh selimut tebal tersebut sambil melemparkan senyum tipis yang membuat Pendekar Setengah Naga itu salah sangka.


"Apa dia ingin memangsa ku seperti Delayla?"


"Tenaga dalam ku masih belum sepenuh nya kembali, tubuh ku pun belum pulih sepenuhnya,"


"Tidak kusangka aku akan di perkos* oleh seorang Pendekar GAY." Gumam Arung sambil terus menatap ke arah Ashiong dengan perasaan was-was dan jijik tersebut.


"Ugh....... "


"Semalaman pasti Kakak mengamuk, banyak sekali luka cakar di tubuh Pendekar Arung,"


"Kasian dia... " Gumam Ashiong lalu mulai mengeluarkan sebuah baju pengantin pria berwarna hitam dari dalam cincin ruang nya.


"Ugh...... "


"Pemuda Gay ini sungguh seorang Pria Psikopat Cabul dia ingin melakukan nya dengan gaya Cost Play Pengantin Pria,"


"Menjijikkan...... "


"Setelah keluar dari mulut dua ekor harimau betina sekarang aku malah masuk ke dalam mulut Buaya Jantan." Gumam Arung.


Beberapa saat kemudian Ashiong pun mulai mendekat ke arah Arung.


"Pendekar, pakai lah ini di acara pernikahan mu dengan Nona Sonia dan juga Kakak yang akan segera di langsungkan beberapa saat lagi." Ucap Ashiong sambil menyerahkan pakaian pengantin tersebut.


"Menikah........ "


"Fiuh....... "


"Syukurlah rupanya dia bukan hendak memperkosa*ku... " Gumam Arung yang sedikit lega dengan perkataan Ashiong tersebut.


Beberapa saat kemudian,


"Apa..... Menikah?" Teriak Arung dengan perasaan terkejut lalu bangun dari ranjang tersebut sampai-sampai selimut yang menutupi tubuh nya terjatuh.


Ashiong pun menatap tubuh Arung yang penuh dengan luka cakar, gigitan, dan lebam-lebam bekas lilitan Jaring-Jaring Emas tersebut.


"Ugh........ "


"Apa yang sebenarnya mereka kerjakan semalam, ini lebih terlihat seperti penyiksaan di jaman penjajahan ketimbang malam pertama." Gumam Ashiong.


Arung pun langsung mengenakan pakaian pengantin pria tersebut dengan pikiran bingung dan kosong.


"Ini adalah kali kedua nya aku menikah dengan tiba-tiba?" Gumam nya.


Pernikahan nya yang pertama ialah di saat ia berhasil mengalahkan Jendral Berserker di Desa Tiger dan berhasil menikahi Xiao Mei Mei di pertarungan jodoh tersebut.


_________________________


To be Continued..............,


Bro di Vote, Like, and Comment ya untuk support nya, Terima Kasih... TTD NOVELIS JALANAN 2021.

__ADS_1


__ADS_2