
Sebuah White hole pun muncul di pinggiran pantai Pulau asteroid Kuno tersebut, sesosok Pendekar lalu jatuh dari dalam lubang putih tersebut.
"Dup.........." Suara saat tapak kaki Arung mendarat di pinggiran pantai tersebut.
White hole pun mulai perlahan menghilang dari tempat tersebut.
Pendekar Setengah Naga itu pun mulai mengamati kesekeliling nya dan mulai menyadari jika tempat nya berpijak pada saat ini adalah Pantai di Pulau Asteroid Kuno.
Don Juan itu pun mulai mengingat kedua istri nya dan teman-teman seperjuangan nya.
"Akhir nya aku kembali juga, aku harus segera menemukan mereka...." Gumam Arung lalu mulai terbang melesat dari pantai tersebut.
"Whuzzzz........" Suara hempasan angin ketika Arung melesat terbang.
Di tempat lain nya di kawasan Pantai tersebut tampak ada dua buah kemah dan terlihat ada beberapa pendekar sedang duduk sambil menikmati makanan.
Sesosok wanita cantik dengan ular di kepala nya pun mulai meletakkan gelas bir yang telah kosong di atas meja jamuan.
"Seperti nya kita harus kembali tanpa Jendral Naga, besok portal kembali menuju Pulau Black Skull akan mulai terbuka...."
"Sepertinya kita harus menunggu beberapa tahun lagi untuk bisa kembali kemari dan mencari Jendral...." Ujar Ratu Titan Medusa.
"Yahhh......."
"Bagaimana ini, Jendral Naga....." Ujar Selir Nora dengan sedih karena mengingat batas waktu mereka menunggu Jendral Naga sudah hampir habis.
"Hiks......."
"Hiks......."
"Hiks......." Tangis kecil Selir Nora.
"Pakek acara nangis pula, aku paling gak bisa liat wanita menangis...." Gumam Komandan Chilia.
"Hoammmm......." Suara menguap Komandan Chilia Black.
"Ratu, aku permisi dulu aku sudah mengantuk sekali...." Ujar Komandan Chilia Black.
Sama seperti Komandan Chilia, Ratu Ular itu pun lagi malas mendengarkan tangisan seorang perempuan.
"Kebetulan aku juga mengantuk...." Ucap Ratu Titan Medusa.
Komandan Chilia dan Ratu pun beranjak dari tempat tersebut menuju tenda nya.
"Tenanglah, Selir Nora...."
"Aku yakin Jendral Naga, baik-baik saja...." Ujar Kira.
Selir Keysha pun mengeluarkan sebotol arak dari dalam cincin ruang milik nya.
"Tenang lah, Nora....."
"Arak vampir yang berisi obat kuat ini bisa menunggu kedatangan Jendral Naga, walaupun lima puluh tahun lagi....." Ucap Selir Keysha yang mencoba untuk menghibur keadaan saat ini.
"Iya, Keysah......" Ujar Selir Nora lalu mulai memeluk Selir Keysha dengan erat.
"Obat Kuat.....???"
"Apa mereka pikir Jendral Naga adalah pemuas nafsu mereka???"
"Mereka bener-bener kriminal...."
"Sebenarnya masalah apa yang membuat mereka berdua sampai di tahan di dalam Penjara Black Skull...???" Gumam Kira White Hole Dragon.
__ADS_1
Karena penasaran Kira White Hole Dragon pun mulai bertanya masalah yang sedikit sensitif kepada kedua Selir tersebut.
"Selir Nora, Selir Keysha.....???"
"Kenapa kalian bisa sampai berakhir di dalam Penjara Black Skull ini???" Tanya Kira.
Kedua Selir pun terdiam untuk sesaat, mereka berdua pun mulai menatap serius ke arah Gadis dengan tanduk itu.
"Baiklah, karena kita temen,"
"Aku akan menceritakan kisah Malang ku, kenapa aku harus mendekap di dalam tempat menyedihkan itu...." Ungkap Selir Nora.
"Temen....???" Gumam Kira.
Kultivator Bidan itu pun mulai menceritakan kisah nya, kembali ke 50 tahun yang lalu.
Kota Bayden Vampire.
Tampak pagi itu Nora Vampire sedang menemani suami nya mancing di dekat pelabuhan kota baiden.
Kebetulan hari ini adalah hari minggu dan Klinik Persalinan milik Nora sedang close/tutup.
Ada yang aneh dengan Komandan Angkatan Laut Kerajaan Darah Biru itu, dia malahan memancing ikan di semak-semak dan bukan nya di air.
"James, apa kau sedang sakit,...???" Tanya Selir Nora kepada suaminya tersebut.
"Sakit.....???"
"Ya gak lah sayang???"
"Liat nih aku baik-baik aja...." Ungkap James Vampire.
Selir Nora pun semakin kebingungan dengan perilaku yang di buat oleh Suaminya itu.
"James......???"
"Sampai telur tumbuh tanduk pun gak mungkin kau akan berhasil memancing seekor ikan pun...." Ucap Selir Nora.
James yang pada saat ini berpakaian lengkap pun mulai memalingkan wajah nya ke arah Istri cantik nya itu.
Senyum yang hangat pun terpancar dari wajah nya.
"Asal ada air pasti ada ikan nya, Sayang....." Seru Komandan Angkatan Laut Kerajaan Darah Biru itu.
Sang Istri Cantik semakin bingung dengan perkataan Suami nya tersebut, masalah nya di tempat Suaminya melemparkan kail itu yang ada hanyalah semak-semak saja.
"Masalah nya, di sini gak ada air James....."
"Di belakang mu......"
"Noh, ada Laut,...."
"Kamu mau mancing ikan paus pun ada, kalau di sini namannya mau mancing keributan James....." Ungkap Selir Nora dengan kesal.
James tidak memperdulikan perkataan Nora Vampire, ia pun mulai menggulung benang karena sudah berhasil memancing seekor ikan.
"Strike........"
"Strike........"
"Strike......." Ucap James Vampire sambil terus menggulung benang pancingan.
Beberapa saat kemudian James pun berhasil memancing seekor ikan kerapu yang besar.
__ADS_1
"Yang penting yakin, Sayang....." Ujar James sambil menunjukkan ikan kerapu tersebut.
Selir Nora pun tercengang saat melihat peristiwa di luar nalar tersebut.
"Bagaimana mungkin.....???"
"Dari semak-semak keluar ikan kerapu....???" Ujar Selir Nora.
Senyuman lebar dan puas pun kembali terpancar dari wajah Suaminya itu.
Beberapa saat kemudian seorang Prajurit Angkatan Laut pun tiba ke tempat mereka.
"Hormat, ndan......"
"Laporan......" Ucap Prajurit tersebut.
"Supardi......"
"Lihat nih aku dapat ikan kerapu besar...."
"Ternyata rumor itu benar, kalau kita mancing di semak-semak ini kita akan berhasil mendapatkan jenis ikan yang kita ingin kan....." Ucap James dengan gembira.
"Buk Komandan....." Sapa Supardi Vampire saat melihat Nora lalu memberikan nya hormat.
"Apa........???"
"Jadi ada rumor seperti itu....." Ujar Selir Nora.
"Benar Ndan, kami-kami kalau lagi tanggal tua pada mancing di sini, Ndan....."
"Biar ada lauk dirumah...." Ucap Supardi.
"Pardi, tadi kau mau laporan...."
"Laporan apa....???" Tanya Komandan James.
"Begini Ndan, barusan ada kapal yang berlabuh dengan muatan 1 ton ****** kualitas premium di pelabuhan ....."
"Kata pemilik nya dia mau menjual ******-****** tersebut dengan harga murah pada Komandan...." Seru Pardi.
"Waduh........"
"Buat apa aku 1 ton barang premium itu, mau sampek kapan habis nya,???" Ujar Komandan James keceplosan.
Mendengar kan barang Premium dengan harga murah di depan mata nya, Darah Kultivator Bidan itu pun mulai mendidih.
"Pas banget........"
"Permintaan ****** di Kota Baiden sedang tinggi, aku bisa untung besar nih....." Gumam Kultivator Bidan tersebut.
"Pardi......"
"Ayo kita jumpai pemilik barang premium itu....." Ucap Kultivator Bidan itu sambil memegang pergelangan tangan Pardi.
"Tunggu....."
"Tunggu dulu, Nora....." Seru James.
Mereka bertiga pun mulai beranjak menuju kantor Angkatan laut kota baiden, tampak aktivitas pelabuhan yang padat di sekitar mereka.
Namun pada saat ini di otak Kultivator Bidan itu yang ada hanya uang, uang, dan uang saja.
"Aku bisa jadi kaya raya nih......" Gumam Selir Nora.
__ADS_1
Sementara itu James Vampire memiliki firasat buruk tentang hal tersebut.
"Aku merasakan ada yang janggal...???" Gumam James dengan penuh penasaran.