Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Gold Bagian Awal.


__ADS_3

-[Malam Hari]-


Arung pun meninggalkan Lionel Kecil di dalam Bola Ruang yang di kubur nya di dalam tanah tersebut.


Artifak suci tersebut lah yang akan menjadi titik balik pertemuan mereka bertiga satu bulan ke depan nya.


Vladmira dan juga Komandan Yuri saat ini sudah menyamar menjadi seorang Pria dengan mengenakan pakaian pria dan mengikat ketat dada nya dengan kain perban serta memakai topeng.


"Vladmira, Yuri,"


"Kalian berhati-hati lah." Ucap Arung kemudian mulai melesat ke atas pohon.


"Siap Jendral..... " Ucap Komandan Yuri.


"Baik Tuan.... " Ucap Vladmira.


Vladmira dan juga Komandan Yuri pun mulai melesat ke arah dua penjuru mata angin yang berbeda, pencarian Tetua Geitetsu Vampir pun di mulai.


Arung pun melesat dengan senyap dari atas pohon ke atas pohon lain nya menggunakan Jurus Langkah Petir sempurna milik nya tersebut.


"Benar yang di katakan Vladmira sebelum nya, hutan ini di penuhi oleh Narapidana-Narapidana dan mereka pun berkelompok-kelompok." Gumam Arung yang sedang mengintai dari atas pohon sambil melihat wajah Narapidana-Narapidana tersebut satu persatu.


Saat di Kapal Selam Langit mereka telah melihat foto dari Tetua Geitetsu Vampir dan telah mempelajari mengenai ciri-ciri fisik nya tersebut.


Beberapa menit kemudian,


"Tidak ada di antara mereka, aku akan mengecek ke tempat lain nya." Gumam Arung kemudian kembali melompat dari satu pohon ke pohon lainnya.


Beberapa jam kemudian, Arung telah selesai memeriksa hampir seluruh bagian di pinggiran hutan tersebut, namun Pendekar Setengah Naga itu tidak juga menemukan keberadaan Tetua Geitetsu Vampir.


Ia pun mulai pergi ke arah Utara, tampak di bawah nya seorang wanita cantik yang mengenakan jubah emas bermotif laba-laba.


Wajah tersebut begitu familiar dengan nya, beberapa saat kemudian Pendekar Setengah Naga itu pun menyadari sosok Gadis Cantik itu.


"Ratu Laba-Laba Emas, kenapa ia bisa sampai ada di sini?" Gumam Arung yang terkejut sekaligus bingung dengan keberadaan sang atu Penguasa Hutan Kayu Cendana Emas tersebut.


Ternyata Wanita Cantik tersebut adalah Ratu Sonia Golden Spider.


"Gawat aku gak yakin bisa menang melawan nya saat ini, jaring-jaring emas tersebut sangat berbahaya,"


"Sebaik nya aku segera pergi dari sini selagi dia belum menyadari keberadaan ku." Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.


Beberapa saat kemudian seorang Vampir berbadan kekar dengan rambut gondrong pun tiba di hadapan Ratu Laba-Laba Emas tersebut.


"Wah....... "


"Laki-laki Kelar itu sedang menggali kuburan nya sendiri." Gumam Arung yang mengurungkan niat nya untuk pergi dan memilih untuk menonton pertarungan tersebut terlebih dahulu.


Laki-laki Kekar tersebut saat ini berada di ranah alam kesatria level dua dan terlihat begitu percaya diri.


"Aha........ "


"Bagus sekali, sudah lama sekali aku tidak mencicipi Gadis Cantik, malam ini aku akan bersenang-senang sampai pagi." Ucap Lelaki Kekar tersebut.


"Dasar bodoh, malam ini anu mu pasti di sembelih sama Ratu Laba-Laba Emas tersebut." Gumam Arung sambil tersenyum dan menghilangkan hawa keberadaan nya.


Laki-Laki itu pun mulai melesat ke arah Ratu Sonia dan berusaha memeluk nya.


"Kya.......... " Teriak Ratu Sonia sambil menghindari pelukan nya tersebut.

__ADS_1


"Ha...... "


"Ha...... " Tawa lelaki kekar tersebut.


"Ternyata kau mau main kejar-kejaran dulu yach, baik lah... "


"Aku akan meladeni mu, Cantik." Ucap Lelaki Kekar tersebut dengan semangat yang berapi-api.


Arung yang menyaksikan saat Ratu Laba-Laba Emas tersebut melarikan diri dari kejaran Lelaki Kekar itu pun mulai mematung dengan mulut terbuka lebar.


"Apa......... "


"Apa Ratu Laba-Laba itu sedang bersandiwara, ya pasti dia sedang bersandiwara." Gumam Arung yang pernah menyaksikan kehebatan sang Ratu tersebut sebelum nya.


Beberapa saat kemudian, Lelaki Kekar tersebut pun berhasil mendorong Ratu Laba-Laba Emas hingga ia tersungkur jatuh ke tanah dan tak berdaya.


"Brukkk...... " Suara saat tubuh Ratu Sonia terjatuh ke tanah.


Lelaki Kekar itu pun tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan langsung menindih nya sambil mengunci pergerakan tangan Ratu Laba-Laba Emas yang cantik tersebut.


"Hah....... "


"Dapat, aku akan mencicipi mu sekarang, Cantik." Ucap Lelaki Kekar tersebut sambil tersenyum saat menatap kedua Mountain kembar tersebut dan berniat memperkos*nya saat itu juga.


"Lepaskan aku...... "


"Lepaskan..... " Teriak Ratu Laba-Laba Emas tersebut sambil meronta-ronta berusaha melepaskan diri. .


Namun kekuatan Lelaki Kekar tersebut jauh di atas Ratu Sonia saat ini, Gadis Cantik itu pun tidak berdaya dan tidak dapat berbuat apa-apa.


"Sebelum aku mencicipi mu, aku ingin tahu siapa namamu Gadis Cantik?" Tanya Lelaki kekar tersebut.


"Lepaskan.... "


"Lepaskan aku.... " Teriak Ratu Laba-Laba Emas tersebut sambil kembali meronta-ronta dan berusaha melepaskan diri nya.


"Ada yang aneh dengan Ratu Laba-Laba Emas, sepertinya saat ini dia bukanlah dirinya sendiri,"


"Aku jadi gak tega melihat nya hendak di perk*sa oleh Pendekar Cabul itu." Gumam Arung kemudian mulai mengeluarkan Belati Naga Air Iblis nya.


"Br*ngsekkk...... "


"Lepaskan aku..... " Teriak Ratu Laba-Laba Emas tersebut sambil kembali meronta-ronta dan mencoba melepaskan dirinya untuk yang ketiga kali nya itu.


"Sial..... "


"Dia hendak memperk*sa ku." Gumam Ratu Laba-Laba Emas tersebut sambil meneteskan air mata nya tersebut.


"Ha...... "


"Ha....... "


"Ha........ " Tawa Lelaki Kekar tersebut yang makin bersemangat saat melihat Gadis tersebut meneteskan air mata tanda ketidak berdayaan nya tersebut.


"Berteriak lah yang keras Cantik, aku akan membuat mu tidak akan pernah bisa melupakan malam ini." Ucap Lelaki Kekar tersebut sambil berniat mencumbu* Ratu Sonia saat itu juga.


"Hah....... "


"Aku tidak sanggup melihat nya lagi, walau pun dia adalah musuhku,"

__ADS_1


"Saat ini dia hanyalah seorang wanita yang tidak berdaya dan sepertinya dia amnesia." Gumam Arung.


Arung pun mulai berteleport dan muncul secara mendadak di hadapan Lelaki Kekar tersebut sambil berjongkok kemudian mulai mengayunkan Belati Naga Air Iblis tersebut ke tenggorokan Pendekar Cab*l tersebut.


"Slasshh......... " Suara saat Belati tersebut mengiris tenggorokan Pendekar Cab*l tersebut.


"Kau...... Kau..... "


"Si... Si.. Apa..... " Ucap Lelaki Kekar tersebut lalu tewas dan tersungkur jatuh menindih Ratu Laba-Laba Emas tersebut.


Ratu Laba-Laba Emas pun menolak tubuh Lelaki yang hendak memperkosa* nya tadi dan segera menyeka air mata nya.


Ia lalu bangun dan menunduk sambil memberikan salam penghormatan nya kepada Arung.


"Terima Kasih Pendekar, karena telah menyelamatkan ku." Ucap Ratu Laba-Laba Emas tersebut dengan tulus.


Raut wajah Arung pun semakin terkejut saat melihat sikap dari Ratu Laba-Laba Emas tersebut.


"Ini semakin aneh, terakhir kali aku berjumpa dengan nya ia bahkan hendak memakan jantungku lalu meminum darah ku,"


"Sekarang dia malah mengucapkan Terima kasih kepadaku, mungkinkah ia benar-benar kehilangan ingatan nya?" Gumam Arung lalu mencoba memastikan nya.


"Siapa nama mu, Nona?" Tanya Arung.


"Maaf Tuan, sejak tiba di sini aku tidak mengingat apa pun." Ucap Ratu Laba-Laba Emas tersebut yang ternyata benar-benar amnesia tersebut.


"Di lupa ingatan, mungkinkah dia begitu depresi karena seluruh klan nya kubantai dan jadi lupa ingatan seperti ini, aku sangat berdosa." Gumam Arung yang merasa dialah penyebab Ratu Sonia menjadi lupa ingatan seperti saat ini.


"Perkenalkan nama ku Arung." Ucap Arung kemudian mulai menjulurkan tangan nya.


"Aku...... Aku..... " Ucap Ratu Laba-Laba Emas sambil menjabat tangan Arung dan tidak ingat siapa nama nya.


Beberapa menit kemudian,


"Bagaimana jika aku memanggil mu Gold saja." Ucap Arung.


"Nama panggilan yang bagus, Pendekar,"


"Aku setuju." Ucap Gold.


"Baiklah, kalau begitu kau ikut dengan ku,"


"Tempat ini tidak lah aman bagi wanita." Ucap Arung kemudian mulai menggenggam tangan Gold dan kembali melesat ke atas pucuk pohon dengan Jurus Langkah Petir Sempurna milik nya tersebut.


"Baik Arung..... " Ucap Gold.


Arung pun mulai melompat dari satu pohon ke pohon lain nya sambil membawa serta Gold, hingga akhir nya mereka pun menemukan sebuah Goa untuk bermalam.


"Gold, sebaik nya kita bersembunyi di dalam Goa itu malam ini, bagaimana pendapat mu?" Tanya Arung.


"Benar Arung, sepertinya Goa itu aman, lihat di mulut Goa tersebut banyak sekali di tumbuhi semak belukar yang menandakan kalau Goa tersebut jarang di masuki." Ucap Gold.


Arung dan Gold pun mulai memasuki Goa tersebut, demi menjaga keamanan Arung pun menutup mulut Goa tersebut dengan dinding yang tebal dari elemen perak milik nya tersebut.


"Elemen Perak, elemen legenda aku tidak pernah melihat nya." Gumam Gold.


___________________________________


"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.

__ADS_1


__ADS_2