Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Urband Legend Pemakaman Kunti.


__ADS_3

Di malam hari tersebut cuaca pun mulai mendung, bintang-bintang yang tadi nya terang benderang mulai tertutup awan pertanda hujan akan segera tiba.


"Ahsiong, cepat ikat tenda nya,"


"Sepertinya sebentar lagi akan hujan... " Ucap Ashiang sambil memasang tenda yang lain nya.


"Yes bos... " Jawab Ashiong menggoda.


"Kalau kerja jangan bicara... " Ucap Delphi Chen.


Sementara itu keadaan di dalam kereta kencana tampak hening, Delayla Jangbaek pun memulai cerita nya perihal Legenda Desa Kuntilanak.


-[Beberapa ribu tahun yang lalu]-


Di sebuah desa di sebuah negara, pagi itu cuaca begitu cerah dan para penduduk di desa tersebut pun menjalankan aktivitasnya seperti biasanya.


Tiba-tiba saja sebuah objek tidak di kenal jatuh dari atas langit menuju ke desa tersebut.


"Whussss......... " Suara hempasan angin saat objek tidak dikenal itu melesat ke arah desa.


Tak lama berselang objek aneh itu pun jatu di tengah-tengah pemakaman di Desa tersebut dan menyebabkan ledakan kecil.


"Duarghhhh........... " Suara ledakan kecil di tengah pemakaman tersebut.


Seorang penjaga makam pun menghampiri titik dimana objek tidak di kenal itu jatuh dan meledak.


"Apa itu???" Ucap nya sambil melihat sebuah telur berukuran bola kaki berwarna hitam di tengah-tengah kawah kecil tersebut.


Penjaga Makam itu pun melihat ke sana kemari dan berniat mengambil telur yang di anggap nya pusaka tersebut.


"Ini pasti pusaka yang jatuh dari langit, aku sangat beruntung... " Gumam sang Penjaga Makam tersebut.


Saat sangat penjaga malam menyentuh ujung telur hitam legam tersebut jiwanya pun tersedot hingga menyisakan seonggok tubuh tak bernyawa.


"Brukkk....... " Suara saat tubuh tersebut ambruk di dekat telur hitam tersebut.


Retakan-retakan kecil pun mulai terlihat pada telur tersebut, tak lama kemudian asap merah pun muncul dari retakan-retakan tersebut.


Sesosok Beast di ranah alam naga pun muncul, wajah nya tampak pucat dengan pakaian merah cerah.


Beast ini bertipe jiwa dan sihir, kuku nya hitam dan rambut nya panjang.


Beast itu pun memangsa seluruh penduduk di desa tersebut dan bersarang di pemakaman tersebut.


Sejak saat itu Pemakaman itu menjadi urban legend di Kerajaan Jangbaek ini dan konon kata nya tiap 100 tahun atau lebih Pemakaman tersebut muncul dan mencari korban.


-[Kembali Ke Kereta Kencana]-


"Nah....... "


"Kayak gitu kisah nya, pemakaman itu pun di kenal dengan sebutan Pemakaman Kunti,"


"Jadi lebih baik jika kita bermalam di sini dan melanjutkan perjalanan esok hari, aku yakin makam itu pasti akan menghilang... " Ucap Delayla Jangbaek.


"Aku jadi penasaran dengan makam kunti ini, tapi ya sudahlah, lebih baik aku ikuti apa kata istri naga ku ini." Gumam Arung.


"Ohhhh...... "


"Beast Kunti, Beast nya seperti nya Beast mode horror nich... " Gumam Laba-laba cantik tersebut.


"Benar Arung, lebih aman kita bermalam di sini dulu,"


"Esok hari kita lanjutkan perjalanan kita menuju Kota Es Utara... " Ucap Putri Raja Aliansi Dagang tersebut.

__ADS_1


"Baiklah lagi pun tenda sudah didirikan, sebentar lagi pun sepertinya hujan mau turun,"


"Kasian Ashiang dan yang lain nya bakal kehujanan jika kita melanjutkan perjalanan nya." Ujar Arung.


"Ya.... "


"Ya..... "


"Tapi kau kan bakal kehujanan juga jika bersama ku dan si Naga Betina ini.. " Seru Sonia Golden Spider.


"Ugh...... "


"Arung, fokus.... "


"Setelah mengantar putri michele ke Kota Es Utara aku berharap white hole bakal menjemput ku dan Sonia,"


"Dan aku kembali berfokus kepada pencarian Tetua di penjara aneh itu, lalu aku dan Ratu Racun akan mencari cara keluar dari dunia di dalam labu itu." Gumam Sang Pendekar Setengah Naga tersebut.


Tak lama berselang ketukan pintu pun terdengar dari balik pintu kereta kencana.


"Tok...... "


"Tok...... "


"Tok...... " Suara ketukan pintu oleh Ashiang.


"Bos...... "


"Tendanya udah ready, kami juga telah menyiapkan dua bilik di dalam tenda bos,"


"Satu bilik bulan madu satu lagi bilik buat Putri Michele." Seru Ashiang dengan penuh semangat.


"Dasar.... "


"Aku yang married malah Ashiang yang bersemangat, seperti nya Ashiang sudah kepengen nikah juga." Gumam Delayla sambil membuka pintu kereta kencana dari dalam.


Putri Michele dan yang lain nya pun turun satu persatu, dan beranjak menuju tenda.


"Byurrrr............ " Suara hujan deras.


"Wah.... "


"Hujan nih, pas banget bos.. "


"Ganbatte..... " Ucap Delphi Chen dari depan tenda nya yang bersebelahan dengan tenda bos.


"Awas ya kalian, berjaga yang bener malam nich,"


"Segera kasih sinyal jika ada marabahaya, ingat kita tinggal berempat,"


"Aku tidak ingin ada jatuh korban lagi..." Ucap Delayla lalu masuk ke dalam tenda bersama Arung dan yang lain nya.


Tampak di dalam tenda ada dua buah bilik, muka Delayla pun memerah saat melihat tulisan yang menggantung di atas pintu masing-masing bilik tersebut.


"Bilik Bulan Madu Bos,"


"Putri Michele harap maklum, jika mendengar keributan di dalam kamar ini,"


"2 vs 1." Gumam Putri Michele saat membaca tulisan tersebut.


Sementara itu Arung dan Sonia tertawa kecil melihat lelucon dari Ashiang dan yang lain nya tersebut.


"Dasar mereka, padahal kondisi sedang berkabung,"

__ADS_1


"Bisa-bisanya mereka... " Gumam Delayla.


"Hoam........ " Suara menguap Arung.


"Sudah lah, ayo kita tidur,"


"Aku sudah mengantuk banget.... " Ucap Arung lalu memasuki bilik tersebut.


Sonia dan Delayla pun masuk kedalam bilik tersebut di ikuti Putri Michele.


"Lho..... "


"Putri Michele, kamar mu kan di sana??? "


"Kamu pasti salah masuk kamar... " Ucap Sonia sambil berbasa-basi.


"Hah......... "


"Sepertinya Putri Michele menaruh hati pada Naga muda ini." Gumam Delayla Jangbaek.


Sementara itu Arung pura-pura tidak tahu dan mengeluarkan sebuah tilam ekstra dari cincin ruang milik nya.


"Sepertinya aku harus berkorban malam ini, jika tidak Naga Don Juan ini pasti akan menambah isteri lagi.... "


"Aku gak rela di madu." Gumam Delayla.


"Huft......... " Helaan nafas panjang Arung saat berbaring di tilam tersebut.


"Aku harus fokus.... "


"Jika tidak aku gak kan bisa balik-balik ke Benua Es Api di zaman ku... "


"Sebaiknya aku segera tidur, kedua hewan buas ini seperti nya memiliki agenda tersembunyi." Gumam Arung lalu mulai memejamkan matanya.


"Bukan salah kamar Sonia, aku takut nanti ada assasin lagi yang menculikku,"


"Jadi kumohon agar aku tidur di sini juga... "


"Please.... " Seru Putri Michele sambil memohon.


"Tapi.... " Ucap Sonia lalu Delayla pun memotong pembicaraan Laba-laba cantik tersebut.


"Sonia, benar yang di katakan oleh Putri Michele,"


"Bisa jadi nanti ada assasin lain nya yang akan kemari dan menculik nya." Ucap Delayla namun kali ini Sonia yang memotong pembicaraan nya.


"Tapi Delayla, apa kau yakin??? "


"Dengan keputusan mu itu???" Ucap Sonia yang mengira jika Delayla mengizinkan Putri Michele bermalam di bilik mereka.


Sementara itu sang Don Juan telah tertidur lelap di tilam tersebut tanpa menghiraukan perdebatan cewek-cewek cantik tersebut.


"Delayla kau memang seorang Bos Biro Pengawalan yang profesional, aku akan meminta ayah ku memberikan bonus tambahan pada mu nanti nya,"


"Ugh.... "


"Arung..... " Gumam Putri Michele.


Suasana pun tampak tegang setelah nya, Sonia tidak menyetujui keputusan Delayla yang akan mengizinkan Putri Michele bergabung dengan mereka.


"Byurrrr............. " Suara hujan deras di luar.


"Jderrrr............. " Suara petir menyambar di area pemakaman kunti.

__ADS_1


To Be Continued.......


Mohon Like dan Vote nya


__ADS_2