
Lantai lapan di dalam Pagoda Hantu, sebuah kapal pun muncul di atas langit di tengah-tengah stadium yang kosong tersebut.
Kapal itu pun jatuh tepat di atas arena di tengah-tengah stadium tersebut, seisi penghuni kapal pun terkejut.
"DuakkkÄ·kk........." Suara saat kapal jatuh dan menghancurkan arena.
"Dimana kita???" Tanya Putri Widuri.
Beberapa saat kemudian Pendekar Setengah Naga itu pun muncul.
"Dup.........." Suara saat tapak kaki Pendekar Setengah Naga itu mendarat di atas tanah.
"Turunlah, kita sudah aman untuk sementara...." Ucap Arung.
"Tuan Naga......" Gumam Vladmira.
Delayla dan juga yang lain nya pun turun dari dalam kapal layar tersebut.
"Di mana kita sekarang, Arung??? Tanya Delayla.
"Kita saat ini berada di dalam lantai delapan pagoda hantu, untuk sementara waktu sebaik nya kita akan berlindung dulu di sini...."
"Sambil aku memikirkan cara nya kembali ke Benua Es Api....." Ujar Arung.
"Dunia di dalam pagoda hantu, seperti nya hampir sama dengan dunia di dalam Bola???" Gumam Sonia.
"Penjaga Pagoda ......" Teriak Arung dengan Jurus auman petir nya.
Sesosok hologram wanita pun muncul di hadapan mereka.
"Tuan Naga, selamat datang???" Ucap Sosok Hologram itu.
"Jamila mana,....???" Tanya Arung.
"Siapa lagi Jemila itu, Mungkinkah dia binik nya yang ketiga???" Gumam Putri Widuri dengan sedikit kesal sambil menggigit bibir nya.
Mendengarkan nama perempuan yang di sebut oleh Pendekar Setengah Naga itu, kedua istri nya pun langsung berjalan mendekati nya.
"Ehemmmm........"
"Ehemmmmm....."
"Ehemmmmm....." Suara greheman kompak kedua istri tersebut.
"Siapa Jamila, Suamiku???" Tanya Sonia yang berusaha positif thingking.
"Jamila, dia pembantu di sini,"
"Bukan siapa-siapa kok..." Sahut Arung dengan sedikit canggung.
"Jamila belum kembali kemari, Tuan Naga...." Jawab Sosok Hologram tersebut.
"Pembantu apa Pembantu yang nemenin tidur di malam hari???" Sindir Delayla.
"Ooooooo....."
"Ternyata Jamila itu Pembantu???" Gumam Putri Widuri lalu kembali tenang.
"Sebaik nya kalian istirahat dulu disini, pasti sudah lelah kan..." Ucap Arung.
__ADS_1
"Benar yang di katakan Tuan Naga, ayo ikut aku ke Rumah peristirahatan di lantai delapan ini..." Ucap Sosok Hologram tersebut.
"Ayo....."
"Aku akan buatkan makanan yang enak, sudah lama kita tidak bisa beristirahat dengan tenang...." Ucap Putri Widuri sambil mengingat hari-hari berat nya di tengah lautan.
Sosok hologram pun menuntun rombongan Pendekar Setengah Naga itu menuju rumah peristirahatan di lantai delapan tersebut.
Malam hari nya di teras rumah di lantai delapan, tampak Arung dan juga yang lain nya sedang duduk di sofa sambil menikmati pemandangan hamparan padang rumput yang luas bersama dengan yang lain nya.
Tampak ada beberapa botol bir di atas meja dan banyak sekali snack bertebaran diatas meja tersebut.
"Kriuk....."
"Kriuk......"
"Kriuk....." Suara saat Delphi Chen sedang memakan snack potato chips bungkus besar.
"Akhirnya bisa bersantai juga...." Ucap Ashiong sambil meneguk bir.
Sementara itu Kedua Detektif Cantik duduk di kedua sisi Arung.
"Arung....."
"Tempat apa ini, kenapa begitu luas ???" Tanya Delayla Jangbaek.
"Tempat ini adalah dunia didalam Pagoda Hantu, saat ini kita ada di lantai delapan, Delayla..." Jawab Arung.
"Jadi ada berapa lantai di dalam sini??" Tanya Sonia.
Sesaat ketika Arung hendak menjawab pertanyaan itu. Sosok hologram pun muncul tepat di hadapan mereka.
Putri Widuri dan Ashiang pun terkejut karena kemunculan hologram tersebut dan memuntahkan kopi yang sedang di minum nya.
"Hampir aja jantung ku ini copot..." Ungkap Putri Widuri.
"Udah kayak hantu aja ni hologram...." Ungkap Ashiang.
"Apa ada yang ingin di tanyakan lagi???" Tanya Sosok Hologram tersebut.
Karena penasaran Ashiang pun mengangkat sebelah tangan nya, seluruh mata pun tertuju ke arah wanita cantik itu.
"Apa kau bisa muncul di mana saja di tempat ini, dan dalam keadaan apa pun???" Tanya Ashiang sambil mengkodekan kedua telapak tangan saling menepuk yang merupakan kode situasi saat bercocok tanam.
"Benar, kalau sempet ni hologram muncul saat aku dan Delayla sedang membereskan Don Juan ini bagaimana???" Gumam Sonia.
"Bagus Ashiang, kau sudah mewakili aku untuk melemparkan pertanyaan buat hologram mes*m ini..."" Gumam Delayla.
Hologram Wanita pun mulai tersenyum kecil saat mendengarkan pertanyaan Ashiang.
"Tentu saja Nona Ashiang...."
"Aku bisa muncul kapan saja dan di mana saja di dalam Pagoda ini...." Ungkap Hologram Wanita itu.
"Bahkan saat kami lagi e*k???" Tanya Delphi Chen.
"Gawat juga, kalau lagi pub tiba-tiba muncul nih hologram???" Gumam Arung.
"Tentu saja Tuan Chen...." Jawab Hologram Wanita.
__ADS_1
"Sepertinya akan lebih baik ketika bercocok tanam nanti menggunakan selimut tebal...."
"Jadi kalau dia pun muncul secara tiba-tiba tidak akan berpengaruh...." Gumam Sonia.
"Arung, kapan kita akan keluar dari tempat ini???" Tanya Sonia.
"Aku sudah memikirkan nya sejak tadi, aku tahu cara untuk keluar dari sini tapi aku belum tau arah nya???" Jawab Arung.
"Arah, apa maksud mu arah???" Tanya Delayla.
Sementara itu Putri Widuri hanya fokus mendengarkan pembicaraan mereka sambil duduk dan meneguk kopi panas dengan elegan dan anggun.
"Ada satu tempat di dunia ini yang memiliki portal menuju Benua Es Api, tapi portal itu berada di Padang Tandus Naga...."
"Nah......"
"Aku tidak tahu arah nya dari sini menuju Padang Tandus Naga....." Ucap Arung.
Mendengarkan statemen Arung, sosok hologram wanita itu pun mulai berbicara.
"Tuan,...."
"Ada sebuah Kompas Iblis yang dapat menunjukkan segala arah menuju tempat yang kita inginkan di dalam Pagoda ini...."
"Hanya saja Kompas Iblis ini di jaga oleh sekumpulan Beast Werewolf di lantai sembilan Pagoda Hantu ini....." Ucap Sosok Hologram.
"Kompas Iblis....." Gumam Arung dan yang lain nya.
"Kompas Iblis, sekuat apa sekawanan Werewolf itu???" Tanya Delayla Jangbaek.
"Kuat Nona, mereka adalah penguasa lantai sembilan,"
"Seluruh beast Iblis di lantai itu takut pada mereka....." Ucap Hologram tersebut.
"Malsud mu, ada banyak beast di lantai itu?" Tanya Sonia.
"Werewolf....????"
"Itu beast langka, aku seumur hidup belum pernah sekalipun jumpa beast seperti itu..." Gumam Putri Widuri.
"Ya, Nona Sonia...." Ucap Sosok Hologram tersebut.
"Baiklah sudah kuputuskan besok pagi kita akan menuju lantai sembilan untuk mengambil Kompas tersebut....."
"Setelah itu kita kembali ke Benua Es Api...." Ucap Arung.
"Tapi kita kan gak tau sekuat apa para werewolf itu???" Ucap Delayla menggunakan telepati.
"Tenanglah Delayla, besok kita akan cari tahu...." Ucap Arung menggunakan telepati.
"Putri, sebaik nya anda tinggal di mansion ini saja,"
"Akan berbahaya sekali jika kau ikut dengan kami...." Ucap Sonia.
Putri Widuri pun meletakkan cangkir kopi yang sedang di pegang nya dengan elegan ke atas meja.
"Tidak, aku akan tetap ikut...."
"Aku gak mau tinggal di sini...." Ucap Putri Widuri.
__ADS_1