
Setelah sampai di depan halaman istana raja naga, Putri Akasia Naga dan juga yang lainnya mulai turun dari kereta kencana.
Mereka pun di sambut oleh Perdana Menteri Naga dan di antarkan ke kamar nya masing-masing.
"Tuan Putri....."
"Syukurlah ...."
"Kau Selamat......" Ucap Perdana Menteri sampai kaget saat melihat Putri Laura.
"Terima Kasih Perdana Menteri...."
"Dimana Papa ku, ada yang ingin kusampai kan pada nya....." Ucap Putri Naga Benua Utara tersebut.
"Dia sedang di mansion kediaman nya, ..." Ucap Perdana Menteri.
"Kalau begitu aku akan pergi kesana...."
"Ayo, sayang...." Ucap Putri Laura.
Pada saat itu Arung dan juga baru sadar jika Laura adalah Putri dari Penguasa Kerajaan Benua Naga Utara tersebut.
"Iya...." Jawab Arung.
Sementara rombongan Putri Akasia Naga di antarkan ke kamar nya, Arung dan kedua istri nya pun beranjak menuju kediaman sang Raja.
Mereka pun mulai memasuki koridor istana, setiap pelayan, prajurit, maupun pejabat yang berpapasan dengan mereka pun memberi hormat.
"Salam Tuan Putri...." Ucap Salah Satu Pelayan sambil menunduk.
Putri Laura pun hanya melemparkan senyuman kepada orang-orang yang menyapanya tersebut.
"Ternyata Kakak adalah Putri Raja Naga, pantas saja wajahnya tidak lah asing..." Gumam Lila.
Mereka pun tiba di halaman mansion Kediaman Penguasa dari Benua Naga Utara tersebut, tampak sebuah pondok kecil di tengah-tengah kolam.
Di tengah guyuran hujan deras dan hujan kepiting sang Raja tengah duduk seorang diri di dalam pondok tersebut.
"Laura........" Ucap Raja Naga saat melihat Putri nya tersebut.
Sang Putri pun berlari ke arah Papa nya kemudian memeluk nya.
"Papa......" Ucap Tuan Putri Laura.
"Syukurlah....."
"Kukira kau masih di sekap oleh Bajak Laut Janggut Merah...."
"Mama mu sangat khawatir...." Ucap Raja Naga.
Arung dan juga Lila pun tiba di pondok tersebut, sang Raja pun menatap mereka berdua dengan tatapan yang tajam.
"Papa....."
"Ada sesuatu yang ingin kuberitahukan....." Ucap Putri Laura.
"Apa itu Putri ku...." Ucap Raja Naga.
Putri Laura pun kemudian berbisik ke telinga Raja Naga dan memberitahukan status hubungan nya dengan Arung pada saat ini.
Raut sang Raja pun langsung berubah.
"Apa.........." Teriak Raja Naga terkejut.
Raja Naga langsung berjalan ke hadapan Arung dan menatap nya dengan tajam.
"Jadi kau adalah suami dari Putri ku???" Tanya Raja Naga dengan tegas.
Arung sedikit tertekan dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh mertua nya tersebut.
__ADS_1
"I....i....ya...."
"Raja Naga...." Ucap Arung dengan sedikit gagap.
Raja Naga pun mendekatkan wajah nya ke arah menantu nya tersebut.
"Panggil aku, Papa...." Ucap Raja Naga lalu kembali duduk di tempat asal nya.
"Huftttt..........." Suara helaan nafas panjang Raja Naga.
"Papa pasti marah...." Gumam Putri Laura.
"Laura, cepat temui ibumu, ...."
"Dia sangat cemas dengan keadaan mu, bawa selir dari suami mu bersama mu..." Ucap Raja Naga.
"Baik Papa....."
",Lila, Arung...."
"Ayok....." Ucap Putri Laura.
Mereka bertiga pun mulai berbalik dan hendak pergi menuju kediaman sang Ratu.
"Kau tinggal bersama ku, biarlah mereka berdua yang pergi ...." Ucap Raja Naga.
"Ups......."
"Pasti bapak mertua mau menginterogasi asal usul ku...." Gumam Arung.
"Ia Pa...." Ucap Arung sembari berbalik kembali.
"Hati-hati Sayang...." Ucap Lila Wind Dragon dengan telepati nya.
Arung pun duduk di hadapan sang Raja sementara itu kedua wanita cantik itu pun pergi menuju kediaman sang Ratu.
Dua orang pelayan yang berdiri di kejauhan pun langsung beranjak ke tempat sang Raja.
Mereka pun mulai membungkuk dan memberikan hormat.
"Bawalah, makanan dan minuman yang enak kemari...." Perintah sang Raja.
"Baik Raja....." Ucap kedua pelayan naga tersebut lalu berbalik dan pergi.
"Seperti nya interogasi nya bakal panjang....." Gumam Arung.
"Rileks aja Menantu...."
"Aku hanya ingin berbincang-bincang dengan mu sedikit...." Ucap Sang Raja.
"Iya Pa..." Ucap Arung.
"Ranah kultivasi mu lumayan juga, sepertinya kau adalah murid dari Sekte besar..."
"Siapa guru mu???" Ucap Raja Naga yang sudah mulai menginterogasi menantu nya tersebut.
Beberapa saat kemudian, beberapa pelayan pun tiba dan langsung menghidangkan makanan-makanan yang terlihat lezat di atas meja tersebut.
"Apa yang harus kukatakan....."
"Sekte Elit, sebaik nya aku berbohong....."
"Aku bilang aja guru ku adalah Jendral Api Kerajaan Jangbaek..." Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.
"Guru ku adalah Jendral Api dari Kerajaan Jangbaek...." Ucap Arung.
Raja Naga pun kembali menatap Arung dengan tatapan yang tajam.
"Apa Raja Naga mengetahui jika aku sedang berbohong???" Gumam Arung.
__ADS_1
"Pantas saja kultivasi mu bagus, kau berguru dengan Jendral Api dari Dunia Manusia...."
"Bagus......."
"Bagus......."
"Bagus........" Ucap Raja Naga Benua Utara tersebut.
"Bagaimana bisa Raja Naga kenal dengan Jendral Api???" Gumam Arung.
"Jendral Api Jangbaek adalah salah satu murid elit di Sekte Api di Planet Pluto...."
"Dalam gugusan tata Surya Bima sakti, kau sungguh beruntung...." Ucap Raja Naga lalu mengambil semangkuk besar sup daging Phoenix.
Arung pun mengambil sup daging Phoenix lain nya, tampak sang Raja sudah mulai mencicipi nya.
"Sup nya memang maknyus......" Ucap Raja Naga.
Saat Arung hendak mencicipi sup tersebut, para pelayan pun menatap tajam kearah sup tersebut dan sedikit menggeleng kan kepala nya seperti memberi kan kode.
"Kenapa firasat ku gak enak ya, aku jadi teringat mama nya Gisel...." Gumam Arung kemudian mulai mencicipi masakan tersebut.
Raut wajah pun tampak berubah seperti menahan sesuatu.
"Busettttt............."
"Asin banget........" Gumam nya sambil menelan kuah sup tersebut.
"Gimana, menantu....."
"Enak kan......" Ucap Raja Naga.
Agar Raja Naga tidak tersinggung, Arung pun terpaksa berbohong.
"Enak.."
"Enak Pa, ...."
"Oh iya Pa...."
"Aku permisi dulu, mau ke toilet..." Ucap Arung kemudian langsung bangun dan pergi ke arah Pelayan wanita yang berjaga.
"Oh ya sudah...." Ucap Raja Naga.
Kedua Pelayan Cantik itu pun mengantar Arung ke toilet istana, sesampai nya di sana mereka pun kembali.
Arung pun mulai masuk ke salah satu bilik toilet.
"Hufttt............" Suara helaan nafas panjang Arung.
"Sebaik nya aku tidak memakan makanan yang begitu asin tersebut,"
"Gila......"
"Apa lidah Raja Naga sudah keluh???" Gumam Arung.
Tiba-tiba saja sebuah white hole pun muncul di atas kepala Pendekar Setengah Naga tersebut, beberapa rantai putih pun menyeret nya masuk ke dalam nya.
"Sial.........."
"White Hole lagi........"
"Baru saja beberapa hari...." Gumam Arung yang pasrah saat lubang putih itu menghisap nya.
White Hole pun menghilang dari dalam bilik toilet tersebut.
Lubang putih itu pun kembali muncul di atas langit di Pulau Melayang di dalam Tengkorak Kera Hitam.
"Dup..............." Suara saat tapak kaki Pendekar Setengah Naga itu mendarat dengan mulus.
__ADS_1