
Tampak Beast-Beast Mumi-Mumi itu saat ini sedang mengelilingi mereka berdua sambil meraung-raung, namun tidak ada dari satu makhluk-makhluk tersebut pun yang berusaha untuk mendekati mereka.
"Argh........ "
"Argh........ "
"Argh........." Suara Raungan-Raungan Mumi-Mumi setinggi lima meteran tersebut.
"Gilbert, kenapa makhluk-makhluk ini belum juga menyerang kita?" Tanya Yuri Vampir.
"Aneh..... "
"Ini, aneh sekali?" Ucap Gilbert kemudian mulai menyadari jika saat ini mereka sedang berada di dalam sebuah pasir hidup.
Pasir hidup tersebut ternyata sudah menghisap tubuh mereka hingga ke pinggang tanpa mereka sadari sebelum nya.
"Kacau..... "
"Kita kacau Yuri, ini pasir hidup." Ucap Gilbert dengan panik nya.
"Ugh...... "
"Gilbert........ " Teriak Yuri Vampir saat mulai tenggelam ke dalam pasir berwarna merah tersebut.
Mereka berdua pun mulai terhisap dan masuk ke dalam pasir hidup tersebut, beberapa saat kemudian mereka pun terjatuh ke sebuah lorong kuno yang terbuat dari batu bersusun dari langit-langit lorong tersebut.
"Dup........ "
"Dup........ " Suara saat tubuh mereka berdua terjatuh ke dalam lantai lorong kuno tersebut.
"Tring....... "
"Tring....... " Suara saat kedua Pedang Iblis Hitam tersebut juga ikut terjatuh dari langit-langit lorong kuno tersebut.
Yuri dan juga Gilbert pun mulai bangun dan mulai mengamati ke sekeliling nya, tampak api pada obor-obor yang berada di dinding-dinding lorong tersebut mulai menyala.
"Dimana kita berada saat ini Gilbert, bukankah sebelumnya kita sedang di hisap oleh pasir hidup?" Tanya Yuri Vampir.
"Kalau dilihat-lihat kita seperti nya sedang berada di sebuah tempat kuno, lihat ada banyak kerangka berwarna merah di sepanjang lorong tersebut." Ucap Gilbert.
Tampak di hadapan mereka berdua beberapa kerangka Beast-Beast Mumi bergelimpangan, di atas kerangka-kerangka merah tersebut terdapat 10 buah esensi berwarna merah dan berbentuk seperti pasir merah yang melayang.
"Gilbert, bukankah itu esensi,"
"Harganya sangat mahal di pasaran untuk di jadikan obat kuat." Ucap Yuri yang hendak mengumpulkan esensi-esensi tersebut.
Sama seperti di Benua Es Api, Vampir-Vampir di Benua tersebut pun hanya mengetahui khasiat dari esensi tersebut sebagai sebuah obat kuat.
"Tunggu dulu Yuri, ada yang janggal di sini." Ucap Gilbert kemudian mulai menghentikan langkah Yuri.
"Beast yang meninggalkan esensi setelah meninggal pastilah bukan beast sembarangan makhluk-makhluk tersebut pastilah berada di ranah alam naga puncak ke atas, kenapa makhluk-makhluk sekuat itu bisa mati mengenaskan di dalam lorong ini,"
"Pasti ada sesuatu yang membuat mereka tewas, kita tidak boleh lengah dan gegabah Yuri,"
"Kita harus berhati-hati dalam mengambil tindakan Yuri." Ucap Gilbert.
"Benar yang di katakan oleh Gilbert.. " Gumam nya.
"Baik Gilbert, apa yang harus kita lakukan selanjutnya?" Tanya Yuri.
__ADS_1
Gilbert pun mulai mengambil sebuah batu koral di lantai lorong tersebut dan mulai melempar nya, batu itu pun mulai melayang dan mulai jatuh ke lantai.
Saat batu tersebut mulai menyentuh lantai lorong tersebut, mekanisme jebakan pun mulai aktif dari dinding sebelah kiri muncul ribuan panah beracun yang melesat dan masuk ke dalam dinding di sebelah kanan nya.
"Ugh..... "
"Hampir saja aku mati?" Gumam Yuri saat menyaksikan lesatan ribuan panah tersebut.
"Panah ini pasti sangat beracun, jika ini panah biasa Mumi-Mumi itu pasti tidak akan mati." Ucap Gilbert.
"Jadi bagaimana Gilbert, apa kita mengambil jalan ke belakang saja?" Tanya Yuri.
"Tidak Yuri, pintu atau jalan keluar nya pasti ada di depan sana,"
"Lihat arah terjatuh nya Mumi-Mumi itu, semua nya tersungkur ke depan." Ucap Gilbert.
Gilbert pun mulai mengeluarkan sebuah Tombak Baja sepanjang dua meteran, ia pun mulai melemparkan senjata tersebut sejauh 1 km dan menancap di sisi lain nya.
"Huft.......... " Suara nafas panjang Gilbert.
Gilbert pun kembali mengeluarkan beberapa tombak dan mulai melempar nya bersamaan dan mulai menancap di lantai-lantai ruangan tersebut.
Tiap tombak yang menancap ke lantai mulai mengaktifkan jebakan dan panah-panah beracun tersebut pun mulai melesat hingga akhirnya tiap 100 meter ada satu tombak baja yang menancap.
"Yuri, kita hanya memiliki kesempatan sekali,"
"Tombak Baja ini sedikit lentur, kita harus menggunakan gagang nya untuk melompat dari satu tombak ke tombak lain nya,"
"Jika jatuh maka berakhir sudah.... " Ucap Gilbert.
"Kemungkinan keberhasilan nya hanya 50 banding 50, tapi tidak ada jalan keluar lain nya." Gumam Yuri.
"Jangan ragu, jika kau ragu,"
"Habislah sudah... " Ucap Gilbert.
Gilbert pun mulai berlari dan mulai melompat ke gagang tombak tersebut dengan lincah nya, ia pun mulai melompat dari satu gagang ke gagang lain nya hingga akhir nya sampai ke sisi lorong yang tidak ada jebakan nya tersebut.
Tiap ia melompat ke gagang tombak mekanisme jebakan pun aktif.
"Dup.......... " Suara saat tapak kaki Gilbert berhasil mendarat dengan mulus di lantai lorong tersebut.
"Huft..... "
"Sungguh sangat menegangkan." Gumam Gilbert kemudian mulai berbalik.
"Yuri, sekarang giliran mu." Ucap Gilbert dengan Jurus Auman Petir nya.
"Baiklah, Yuri kau pasti bisa." Gumam Yuri kemudian mulai berlari dan melompat dari satu gagang ke gagang tombak baja lain nya.
Yuri pun telah berhasil melompati sembilan buah Gagang Tombak dan hampir sampai ke tempat Gilbert berada saat ini, namun karena serakah ia pun mencoba mengambil sebuah esensi pasir merah di dekat salah satu kerangka merah tersebut.
"Yuri..... "
"Jangan..... " Teriak Gilbert.
Yuri pun berhasil mengambil esensi tersebut namun tubuh nya mulai oleng dan jatuh ke lantai jebakan tersebut.
"Ugh..... "
__ADS_1
"Mati aku.... " Gumam Yuri.
"Dasar bodoh... " Gumam Gilbert kemudian kembali melesat dan melompat dari gagang tombak tersebut dengan jurus langkah petir nya.
Beberapa detik sebelum terkena panah-panah beracun tersebut tubuh Yuri pun di tarik oleh Gilbert sambil bermanuver dengan melompati gagang tombak lain nya dan kembali ke tempat asal nya.
"Dup......... "
"Dup......... " Suara saat tapak kaki mereka berdua berhasil mendarat dengan mulus.
Tampak wajah Yuri pucat dan terduduk lemas di lantai tersebut sambil memeluk esensi pasir merah tersebut.
"Hah......... "
"Hah......... "
"Hah......... " Suara nafas terengah-engah Gilbert.
"Apa yang kau lakukan Yuri, kita berdua hampir saja mati tadi." Ucap Gilbert.
"Maaf Gilbert aku khilaf... " Ucap Yuri kemudian mulai menyimpan esensi tersebut.
"Ya sudah ayo kita lanjutkan perjalanan kita." Ucap Gilbert.
"Ayo..... " Ucap Yuri.
"Nyaris saja... " Gumam nya.
Mereka berdua pun kembali menelusuri Lorong Kuno tersebut, setelah satu hari satu malam berjalan akhirnya mereka pun tiba di ujung dari lorong tersebut.
Pintu kuno itu pun mulai terbuka secara otomatis, saat mereka keluar dari tempat tersebut mereka pun sudah berada di dekat Kamp. di sisi lain nya Gurun Darah tersebut yang merupakan garis finish ujian KOPASKED tersebut.
Pintu kuno itu pun menghilang setelah nya.
"Gilbert, kita berhasil.... "
"Kita lulus.... "
"Kyaa............. "
"Akhirnya aku lulus ujian setelah tiga kali mencobanya." Ucap Yuri kemudian mulai memeluk Gilbert.
"Bagaimana Gadis Bodoh ini bisa selamat di dua ujian yang sebelum nya?" Gumam Gilbert.
Berbeda dengan Yuri yang sudah pernah mengikuti ujian tersebut, bagi Gilbert itu adalah ujian pertamanya.
"Ayo kita ke meja regestrasi Yuri... " Ucap Gilbert.
"Ayo...... " Sahut Yuri dengan penuh semangat.
Mereka berdua pun mulai beranjak ke kamp. tersebut dan berniat me registrasi kan nama nya.
"Huft..... "
"Lho...... "
"Mana pintu kuno tadi?" Gumam Gilbert kebingungan saat menoleh kebelakang sambil beranjak ke kamp. tersebut.
___________________________________
__ADS_1
"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.