Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Mendadak Nikah Bagian Akhir.


__ADS_3

-[Setengah Jam Kemudian]-


Arung pun telah selesai mengenakan pakaian pengantin pria berwarna hitam tersebut, mereka pun telah mulai meninggalkan kamar tersebut.


"Sobat tenanglah, walaupun Kakak ku adalah seorang Seniman Bela Diri handal dan juga seorang Komandan Api,"


"Ia juga sangat pandai saat berada di dapur,"


"Apa lagi di kasur, Bro kau sudah merasakan nya sendiri semalam,"


"Anak angkat dari Jendral Api tersebut." Ucap Ashiong sambil berjalan di Koridor penginapan tersebut.


"Apa, ternyata Delayla adalah anak angkat Jendral Api?"


"Sungguh suatu takdir yang aneh dari alam semesta, tapi tetap saja..... "


"Luka-luka ku jadi sakit dan perih kembali jika mengingat kejadian semalam." Gumam Arung yang lega jika dia menikahi anak dari Orang yang terus menolong nya di saat-saat kritis tersebut walau pun itu hanyalah penggalan-penggalan ingatan dari masa lalu.


"Semoga saja begitu... " Ucap Arung lalu mulai menuruni tangga di lantai dua tersebut dan mulai pergi menuju ke lantai dasar.


Beberapa menit kemudian Arung dan Ashiong pun tiba di depan pintu sebuah kamar di mana acara pernikahan tersebut akan berlangsung.


"Bersiaplah menjadi seorang Suami, Kakak Ipar laki-laki." Ucap Ashiong lalu mulai membukakan pintu tersebut dan mempersilahkan mempelai pria tersebut untuk mulai memasuki ruangan akad nikah tersebut.


"Kraaakkk......... " Suara saat pintu ruangan tersebut terbuka.


Tampak di dalam ruangan tersebut telah di hiasi dengan berbagai hiasan-hiasan berbau pernikahan dengan warna yang serba merah dan hitam, sebuah panggung kecil indah pun terlihat di dalam ruangan tersebut.


"Ugh...... "


"Ini seperti kisah-kisah di Negeri Dongeng saja,"


"Bagaimana bisa mereka mempersiapkan acara secepat ini." Gumam Arung lalu mulai masuk ke dalam kamar tersebut dan beranjak ke atas panggung kecil tersebut.


Tampak kedua mempelai wanita tengah berdiri di atas panggung tersebut dengan senyum kecil bahagia di bibir nya.


"Suami Naga ku, kau begitu gagah dengan pakaian itu." Gumam Delayla Jangbaek yang saat ini mengenakan pakaian pengantin berwarna hitam tersebut.


Setelah Arung tiba di atas panggung kecil tersebut, Juru Nikah pun mulai menghampiri nya dan mulai memberikan beberapa dokumen keabsahan pernikahan untuk di tanda-tangani tersebut.


"Akhirnya, kau menjadi milik ku sepenuh nya Sayang.... "


"Walau pun aku harus berbagi shift dengan Naga Jelmaan Buaya Betina ini." Gumam Sonia saat menoleh ke arah Arung dari sebelah nya.


Saat Arung mulai menandatangani dokumen-dokumen pernikahan tersebut tampak para Anggota Pasukan Pengawalan tersebut mulai menangis haru sekaligus sedih dengan momen bahagia Kakak nya tersebut.


"Hiks......... "


"Hiks......... "


"Hiks......... " Suara tangis Delphi Chen dan yang lain nya.


Melihat Delphi Chen dan yang lain nya menangis Kultivator Security itu pun ikut menangis karena haru juga.


"Jika bocah-bocah ini yang menangis itu adalah wajar, kenapa pula Bapak-Bapak Paruh Baya ini ikut menangis juga?" Gumam Delayla Jangbaek yang bingung melihat Kultivator Security tersebut juga ikut menangis.


"Kakak...... "


"Semoga kau bahagia... " Ucap Salah Satu Anggota Pengawalan tersebut kemudian kembali menangis.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian dokumen-dokumen tersebut pun telah selesai di tanda tangani oleh Pengantin Pria tersebut, Juru Nikah tersebut pun mulai membagikan buku nikah kepada mereka bertiga kemudian mulai mengucapkan selamat.


"Selamat Berbulan Madu ya Tuan, dan kedua Nyonya-Nyonya,"


"Semoga pernikahan nya sakinah, mawaddah, dan warahmah.... " Ucap Juru Nikah tersebut sambil menjulurkan tangan nya berniat berjabat tangan dengan mempelai pria tersebut.


"Terima Kasih Tuan.... " Ucap Arung kemudian mulai menjabat tangan dengan Juru Nikah tersebut.


"Plok........ "


"Plok........ "


"Plok........ " Suara tepuk tangan Anggota Pasukan Pengawalan tersebut saat melihat Arung dan Juru Nikah tersebut bersalaman.


Para Anggota Pasukan Pengawalan pun mulai menyalami Arung dan yang lain nya sambil memberikan kado pernikahan nya masing-masing, begitu pula dengan Kultivator Security tersebut yang berhutang budi kepada Ayah angkat Komandan Api beberapa puluh tahun yang lalu.


"Selamat berbahagia, Putri Jendral Api... "


"Aku turut bersedih dengan kematian Jendral yang di racun itu... " Ucap Kultivator Security tersebut sambil menyalami Delayla Jangbaek.


"Ia Pak... "


"Terima Kasih.... " Ucap Delayla Jangbaek sambil melemparkan senyuman tipis ke arah Kurtivator Security tersebut.


Beberapa menit kemudian Pelukis Pernikahan pun mulai melukis moment bahagia Arung dan yang lain nya tersebut.


Tampak saat ini Arung berdiri di tengah-tengah serta Delayla Jangbaek dan juga Sonia berdiri di sebelah nya.


Para Anggota Pasukan Pengawal pun berdiri di sebelah nya Delayla Jangbaek dan Sonia, begitu pun dengan Kultivator Security tersebut yang juga mengikuti prosesi pernikahan tersebut sampai akhir karena merasa sangat berhutang nyawa dengan Jendral Abraham Jangbaek ketika ia muda dulu.


"Ternyata anak mu cantik sekali Jendral Api... " Gumam Kultivator Security tersebut yang saat ini sedang berdiri tersebut.


"Kakak...... "


"Semoga kakak cepat mendapat kan momongan, agar kami cepat memiliki keponakan... " Gumam Ashiang yang sangat menyukai anak kecil tersebut.


"Kya........ "


"Mimpi apa aku semalem, akhirnya cita-cita ku menikahi Naga ini terwujud juga, walau harus terjadi dengan kecelakaan kecil seperti semalam itu... " Gumam Sonia yang sedang di lukis tersebut.


"Mulai saat ini aku akan tidur seranjang dengan nya, mantap... Jiwa.... " Gumam Delayla Jangbaek yang sudah mulai melupakan misi nya tersebut.


"Hah....... "


"Apa yang akan terjadi jika sampai ingatan Sonia kembali, pasti akan jadi skandal besar jika sampai Sonia hendak membunuh ku?"


"Seorang istri yang hendak membunuh Suaminya sendiri karena telah membantai habis seluruh Klan nya?"


"Aku tidak sanggup memikirkan nya." Gumam Arung yang sedang di lukis tersebut.


Tanpa mereka sadari sesosok Assasin level lima sedang mengintai mereka dari balik pintu dengan menghilangkan hawa keberadaan nya tersebut, sehingga Penjahat tersebut tidak terdeteksi oleh Arung dan yang lain nya.


"Dasar Komandan Api.... "


"Dia sudah lupa pada misi nya, dan sibuk memikirkan Tuas Imut itu." Gumam Assasin tersebut sambil tersenyum licik.


Assasin tersebut saat ini mengenakan topeng putih dan pakaian serba putih tersebut, ia pun mulai melesat ke lantai dua berniat menculik Putri Raja Aliansi Dagang tersebut.


"Dash...... "

__ADS_1


"Dash...... "


"Dash...... " Suara saat Assasin tersebut mulai melesat dengan Jurus Langkah Petir milik nya.


-[Di Dalam Kamar]-


Tampak sang Putri tengah menyisir rambut nya di depan sebuah cermin sambil memikirkan Arung.


"Kenapa siang ini tidak ada suara dari kamar sebelah ya?"


"Apa mungkin Pemuda Berambut Putih itu cedera gara-gara semalam?" Gumam Putri Raja Aliansi Dagang tersebut.


Ternyata sejak tadi Gadis Cantik itu terus mencuri dengar pembicaraan atau aktifitas di dalam kamar sebelah dari balik dinding kamar nya.


Beberapa saat kemudian,


"Duakkkk............ " Suara saat pintu kamar tersebut terbuka dengan cara di tendang paksa.


Tampak sesosok pemuda bertopeng putih tersebut yang membuka nya secara paksa, sang Putri pun terkejut melihat kehadiran Assasin tersebut yang sedang berdiri di depan pintu tersebut.


"Ha..... "


"Ha...... "


"Ha...... " Tawa kecil Assasin tersebut lalu mulai melesat ke arah sang Putri dan membius nya dengan sapu tangan yang telah di olesi obat bius sebelum nya.


"Tidakkk....... " Gumam Sang Putri lalu langsung tak sadarkan diri akibat sapu tangan tersebut.


Assasin itu pun mulai membopong tubuh sang Putri di pundak nya lalu mulai terbang keluar dengan menghancurkan dinding penginapan tersebut.


"Duarghhh....... " Suara ledakan akibat serangan sebongkah es raksasa.


"Whussss........ " Suara hempasan angin saat Assasin tersebut mulai melesat terbang keluar dari dalam Kamar tersebut.


"Bravo..... "


"Akhirnya aku berhasil menculik Pemilik Tubuh Pembangkit 100 Element ini." Gumam Assasin tersebut sambil terbang dengan raut wajah yang ceria tersebut.


Assasin tersebut saat ini berada di ranah alam dewa tingkat awal dan sangat kuat.


-[Di Ruang Pernikahan]-


Delayla Jangbaek pun dapat merasakan saat Assasin tersebut menerobos Kamar Penginapan Putri Raja Aliansi Dagang tersebut.


Segel Naga yang memberikan sinyal kepada nya.


"Gawat...... "


"Putri di culik..... " Ucap Delayla Jangbaek lalu langsung pergi meninggalkan ruangan tersebut dengan tergesa-gesa.


"Tunggu Delayla... " Ucap Arung sambil beranjak mengejar Delayla Jangbaek.


"Whussss.......... " Suara hempasan angin saat mereka berdua terbang meninggalkan tempat tersebut dari jendela.


"Tunggu dulu lukisan nya belum selesai... " Teriak Pelukis Pernikahan tersebut dengan kesal.


_________________________


To be Continued..............,

__ADS_1


Bro di Vote, Like, and Comment ya untuk support nya, Terima Kasih... TTD NOVELIS JALANAN 2021.


__ADS_2