
Sesudah berci*man untuk beberapa menit, mereka berdua pun pada akhir nya menyudahi nya.
"Tiba-tiba nyosor....???" Gumam Arung yang sedikit canggung.
"Arung, dari tadi kau pasti laper, kan.."
"Ayo kita makan malam dulu, aku akan membuatkan makanan yang enak untuk mu." Ucap Shilla Tiger.
"Eehhh...."
"Iya, yuk...." Jawab Arung.
"Kebetulan, aku memang laper banget..."
"Tadi di kedai aku gak sempet makan..."
"Eh...iya...."
"Aku juga gak sempet bayar..." Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.
Mereka berdua pun mulai beranjak menuju Mansion Putri Naga Kecil.
"Aku sedikit canggung berhadapan dengan nya, apa ini efek karena udah ratusan tahun gak ketemu yach???" Gumam Arung sambil berjalan.
Mereka pun tiba di depan pintu masuk mansion tersebut, dengan tenang Shilla pun mulai membuka pintu mansion tersebut.
"Dup........." Suara saat pintu masuk di tutup oleh Arung.
Scene pun kembali berpindah ke Goa tempat Putri Akasia Naga berteduh pada saat ini.
"Byurrrrrr........" Suara hujan deras yang mengguyur.
"Ueckkkkk........" Suara kekenyangan Udin si Ayam Cemani.
tampak beberapa tusuk sate berserakan di lantai goa.
"Enank bingit daging biawak nya, Yok...."
"Rugi kau gak makan tadi...." Ucap Udin si Ayam Cemani.
"Tega kau Din, aku ngeliat kau makan biawak itu.."
"Berkaca-kaca mata ku ini..."
"Aku ngerasa jika yang kau makan saat ini adalah daging ku, Din.." Ucap Doyok si Biawak Emas
"Halu...."
"Loe Yok...." Ucap Udin si Ayam Cemani.
"Dasar ayam makan ayam...." Seru Doyok si Biawak Emas.
Tiba-tiba saja sesosok Kera dengan tubuh yang di selimuti oleh api pun muncul di hadapan mereka.
Kera api itu adalah Mongkikay, pada akhirnya murid dari Naga tua itu berhasil menemukan posisi Naga Betina.
"Loe....."
"Kok cuman ada Ayam sama Biawak, mana Naga Betina nya???" Ucap Kera Api yang sedikit kecewa saat berjumpa dengan kedua peliharaan Putri Akasia Naga.
"Din, ada kera dengan api di seluruh tubuh nya..."
"Dia kuat , Din..." Ucap Doyok saat melihat Mongkikay.
"Hemmm......."
"Hemmmm...." Suara mengendus-endus Mongkikay.
__ADS_1
"Jangan takut, Yok..." Ujar Ayam Cemani.
"Kalian berdua, di mana Naga Betina itu???" Tanya Kera Api.
"Yang di maksud dengan Naga Betina pasti Putri, kita berdua harus merahasiakan nya." Gumam Biawak Emas.
"Bos Put sedang boker di dalam bola, apa mau mu monyet???" Tanya Ayam Cemani.
"Waduh......."
"Goblok dia malah jujur ke Monyet itu, ada can kita di jadikan sate..." Gumam Biawak Emas.
"Bola...??"
"Bagaimana dia bisa masuk ke dalam bola???"
"Cepat beritahu aku cara nya???" Tanya Monyet Api.
"Din, udah biar aku aja yang jawab pertanyaan monyet itu,"
"Kau tenang saja...."
"Jangan asal ngegas..." Ucap Biawak.
Ayam Cemani pun tidak memperdulikan perkataan Biawak Emas dan malahan nambah ngegas.
"Pasword masuk nya Akasia..."
"Dengan menyebut akasia kau akan bisa masuk kedalam nya...." Ujar Ayam Cemani.
Monyet Api yang tidak mengenal benda pusaka bola ruang itu pun mulai penasaran dengan perkataan ayam cemani.
"Masak dengan nyebut kata Akasia bisa masuk kedalam bola itu???"
"Gak mungkin..." Gumam Monyet Api.
"Akasia..." Ucap Mongkikay dan dalam sekejap mata Kera itu pun terhisap kedalam bola ruang.
"Kenapa kau jujur sama dia..."
"Dia itu pasti bertujuan buruk terhadap Bos Put, apa kau gak sayang sama Majikan kita..." Ucap Biawak Emas dengan marah.
"Yok, maaf Yok..."
"Loe liat kaki gue gemetaran nich..."
"Kalau kita gak jujur, pasti kita bakal di panggang nya...." Ucap Udin.
"Huhhhh......" Gerutu Biawak Emas.
"Penakut...."
"Dasar gak setia...."
"Akasia..." Teriak Doyok lalu sang Biawak Emas pun terhisap masuk kedalam bola ruang tersebut.
"Untung doyok udah masuk, aku sampai terkencing-kencing..."
"Kok ada monyet sekuat itu di sini...." Gumam Ayam Cemani.
Scene beralih ke Kota Awan Hitam, di atas atap mansion kediaman keluarga Alba.
Tampak Gisel sedang mabuk-mabukan di atas atap dan omongan nya pun mulai ngelantur.
"Cowok b*ngsat...."
"Maen hilang aja....."
__ADS_1
"Kenapa gak pulang-pulang..." Teriak Gisel Alba yang melihat di hadapan nya seolah-olah ada bayangan wajah kekasih nya.
Di tengah guyuran hujan itu pun Gisel menangis sedih hingga pada akhir nya dia pun tertidur pulas di atas atap mansion tersebut.
"Zzztttttttt........." Suara mendengkur Gisel Alba.
Gisel pun masuk secara kebetulan ke alam mimpinya Shilla Tiger.
"Lhooo......"
"Kok aku bisa ada di sini, di mana ini???" Ucap Gisel Alba.
Saat ini Gadis Cantik itu berada di dekat pohon besar tempat bola ruang di tempat kan sebelum nya oleh Arung.
Gadis cantik itu pun melirik ke arah bola ruang tersebut dan mulai menyadari kemiripan nya dengan bola ruang yang di miliki oleh Arung.
"Bola ini, seperti nya ini milik Playboy itu...??"
"Clara....." Ucap Gisel Alba dan dalam sekejap mata Gadis Cantik itu pun tersedot masuk kedalam bola ruang tersebut.
"Dup.........." Suara saat tapak kaki Gisel Alba mendarat di atas tanah.
Mata gadis cantik itu pun mulai berkaca-kaca ketika melihat gerbang yang begitu di kenali nya itu.
"Gerbang ini...."
"Ternyata bola ini memang milik nya....."
"Si bodoh itu..."
"Pasti dia ada di sini...." Ucap Gisel Alba sambil mengusap air mata yang jatuh di pipi nya.
Ia pun berlari sekuat tenaga menuju mansion milik Putri Naga Kecil tersebut.
Sementara itu di dalam Mansion, tampak Shilla sedang menyiapkan makan malam, pakaian yang di kenakan oleh Gadis Cantik itu pun terbilang sangat minim saat ini.
Ia mengenakan shot pendek warna putih dan baju tank top putih.
"Sabar ya, aku lagi nyiapin makanan favorit mu dan favorit ku, Arung..." Ucap Shilla Tiger sambil menuangkan sebotol obat kuat di dalam sup burung vinik tersebut.
"Makanan favorit Shilla, aku mencium bau konspirasi ni..." Gumam Arung yang hanya melemparkan senyum ke arah Shilla.
"Gimana aroma sup nya, Arung..."
"Aku belajar membuat sup ini dari Kak Mei Mei..."
"Wangi kan....???" Tanya Shilla Tiger.
"Ia Wangi, Shilla...." Jawab Arung yang sedikit canggung.
"Dia sudah berpakaian dinas malam, sepertinya malam ini bakal ada kegiatan ngecor..."
"Moga aja dia ngak ngamuk lalu ngajak ngecor sampai pagi..." Gumam Arung si Kuli Cinta.
Tiba-tiba saja pintu ruangan pun terbuka, terlihat sesosok gadis cantik yang membuka pintu tersebut yang juga merupakan teman Shilla.
"Giselll......." Ucap Shilla.
"Arung......"
"Akhirnya kau pulang....." Ucap Gisel kemudian berlari ke arah Arung dan langsung memeluk nya.
Gadis Cantik itu pun menangis di pundak Arung.
"Hiks......"
"Hiks......" Tangis Gisel.
__ADS_1
Arung pun merangkul tubuh Gisel dengan lembut.
"Ada can War ni nanti malem.... " Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.