
Air pun melesat ke atas dari permukaan danau es dan menerjang ke arah semburan api ungu Naga dan menghempaskan nya.
"Api unggun ingin memanggang ku... " Ucap Kera Dewa tersebut sambil terus memutar tongkat nya.
Tiba-tiba saja ribuan pedang es kembali melesat ke arah Kera Dewa tersebut kali ini jumlah nya dua kali lipat yang semula. Arung dan Delayla pun tiba di pinggiran Kota Es Utara, tampak kobaran api di mana-mana. Di langit terlihat puluhan Naga Es Kuno sedang melawan kera-kera sihir.
"Es krim-es krim ini lagi.... " Gumam Sun KayKong.
-[Kota Es Utara]-
"Sepertinya ada serangan Beast di sini dalam skala besar, ayo kita bantu mereka,"
"Kota Es Utara merupakan salah satu dari lima pilar Kota Utama di Kerajaan Jangbaek ini... " Ucap Delayla kemudian mulai menjelma ke wujud beast nya lalu ikut membantu para Naga lain nya.
"Wah....... "
"Anak nya Jendral Api memang beda, jiwa patriotisme nya sungguh tinggi... " Ucap Arung lalu terbang ke arah Kota berniat membantu prajurit-prajurit Kerajaan Jangbaek melawan kera-kera sihir.
Keadaan Kota begitu porak-poranda, tampak mayat-mayat bergelimpangan di jalanan.
"Sungguh mencekam.... "
"Padahal hari masih pagi.... " Ucap Arung.
Tiba-tiba salah seekor Kera Sihir Raksasa setinggi 10 meter muncul dan menerjang ke arah Arung.
"Kickkk...... "
"Kickkk...... "
"Kickkk...... " Suara kera tersebut sambil menembakkan api-api sihir ke arah Arung.
Dengan lihai nya Arung menghindari nya dengan jurus teleportasi nya sambil mengeluarkan Belati Naga Iblis Air milik nya.
"Blitzzzz........ "
"Blitzzzz........ "
"Blitzzzz........ " Suara saat Arung ber teleportasi beberapa kali dan muncul di belakang leher Kera Raksasa tersebut dan menebasnya.
"Slasssshhhh......... " Suara saat Belati tersebut memotong leher Kera tersebut hingga terputus.
"Brukkkk........ " Suara saat kepala Kera tersebut jatuh ke tanah.
"Satu tumbang masih ada ribuan di sana.... "
"Sepertinya aku harus mencoba kemampuan elemen raksasa ku di sini... " Gumam Arung kemudian mulai membesar dan meninggi setinggi 10 meter.
Ia pun mengeluarkan Palu Hitam Emas Surgawi nya yang ikut membesar sesuai dengan besar tubuh nya saat ini dan menyimpan belati nya.
"Aku akan sikat ni kera-kera ..... " Gumam Arung kemudian mulai menerjang ke arah Kera-Kera Sihir lain nya yang sedang mengamuk tersebut.
-[Di Pinggiran Hutan]-
Tampak ratusan kera-kera es ikut terpancing dengan keributan besar yang terjadi di dalam Kota mereka pun ikut menyerang ke dalam Kota di ikuti Singa-Singa Es Kuno.
"Aurghhhhh........ "
"Aurghhhhh........ "
"Aurghhhhh......... " Raungan Kera-Kera Es.
Para prajurit yang sedang bertempur di benteng Kota pun sebagian mulai turun dan menghalau beast-beast buas tersebut dan sebagian lain nya memasuki gerbang kota.
"Halau mereka..... " Ucap Komandan yang menjaga perbatasan.
__ADS_1
Tampak para prajurit pun mulai menembakkan elemen es ke arah Beast-beast yang tengah menerjang tersebut.
"Whusss....... "
"Whusss....... "
"Whusss....... " Suara hempasan angin saat bongkahan-bongkahan es melesat.
-[Salah Satu Bilik Karaoke]-
Bilik Karaoke ini terletak di salah satu mansion berlantai tiga yang kedap suara, tampak para pemusik sedang memainkan kecapi nya dan seorang biduan sedang bernyanyi.
Dua orang pasangan yang sedang berpadu kasih pun duduk di kursi di meja yang begitu romantis di depan para pemusik tersebut.
Wanita itu adalah anak dari Leluhur Naga dan merupakan ibu nya Mitha kelak.
"Ugh........ "
"Pasangan ku seorang manusia biasa, aku harus bersikap seperti layak nya seorang manusia... " Gumam Misa Dragon Ice.
Saat itu Calon Ayah nya Mitha yaitu Pangeran Drake tengah menggombali Misa.
"Ehhhmmm...... " Gerehem Misa,
"Pangeran Drake, kenapa kau terus-terusan mengajak ku minum di tempat karaoke ini???"
"Aku hanyalah seorang Pendekar biasa???" Ujar Misa sambil meneguk arak.
"Aku pun dulu pernah di suruh oleh ayah ku untuk bekerja menjadi orang biasa, agar aku paham bagai mana rasanya menjadi seorang rakyat biasa... " Ujar Pangeran Drake.
Saat ini baik Misa, Pangeran Drake dan para musician tidak menyadari jika di luar tengah terjadi perang yang dahsyat karena ruangan tersebut kedap udara.
"Kerja..... "
"Sebaik nya aku tanyakan saja... " Gumam Misa.
"Emang Pangeran Drake pernah bekerja sebagai apa???" Tanya Misa dengan serius.
"Aku dulu bekerja sebagai kuli, Misa... " Seru Pangeran Drake.
Pangeran Drake merupakan salah seorang Pangeran dari Kerajaan Jangbaek tersebut.
"Kuli???"
"Bukan kah itu pekerjaan kasar???" Gumam Misa.
"Kuli... " Ucap Misa.
"Ya Misa Kuli...... " Ucap Pangeran Drake.
"Kuli....... " Ucap Misa sekali lagi.
"Ya, Kuli Misa.... "
"Jika kulihat diri mu rasanya seluruh tubuh ku bergetar, ingin kupinang engkau dengan sebuah cincin es ini.... " Ujar Pangeran Drake lalu mengeluarkan sebuah cincin es dari cincin ruang nya.
Mendengarkan gombalan Pangeran Drake hati wanita tersebut pun berbunga-bunga, ia pun hanya tersenyum dengan pipi yang merona merah.
Dengan tenang Pangeran Drake pun menggenggam tangan Misa lalu mulai memakaikan cincin tersebut di jari manisnya.
"Mau kah kau menikah dengan ku???" Tanya Pangeran Drake.
"Wah....... "
"Aku di lamar nih.... "
__ADS_1
"Dia gak sadar sedang ngelamar Naga.... " Gumam Misa.
Misa telah memotong tanduk emas nya sehingga ia pun terlihat seperti manusia pada umum nya.
"Kau yakin.... " Tanya Misa.
"Aku sangat yakin, dan saat ini aku melamarmu dalam keadaan sadar dan tanpa adanya paksaan apa pun???" Ucap Pangeran Drake.
"Bahasanya kayak mau buat surat pernyataan aja... " Gumam Misa.
"Aku memiliki sebuah sarat sebelum kau melamarku." Sahut Misa.
"Apa itu Misa???" Tanya Pangeran Drake.
"Kau tahu kenapa manusia memiliki golongan darah yang berbeda???" Tanya Misa.
"Lho...... "
"Aku bukan seorang alkemis, aku tidak tahu Misa... " Jawab Pangeran Drake.
Misa Dragon Ice pun tersenyum tipis.
"Itu semua untuk Nyamuk, jadi dia memiliki varian rasa saat makan nanti... "
"Aku gak mau kalo kamu nanti nya punya istri selain aku, walau banyak gadis cantik lain nya di luar sana,"
"Apa kau sanggup, Drake... " Ucap Misa.
"Tentu saja Misa... " Ujar Pangeran Drake.
"Aku akan mencincang terong mu jika sampai kau main serong....... " Sahut Misa.
"Ugh....... "
"Serong sama dengan potong terong, ngeri banget ni cewek.... " Gumam Pangeran Drake.
Tak lama kemudian sesosok kera sihir pun menghancurkan dinding mansion yang membuat semua musisi panik dan melarikan diri.
"Kickkk........ "
"Kickkk........."
"Kickkk......... " Ringkikan Kera Sihir tersebut.
Kera itu pun melontarkan jarum-jarum elemen besi sihir dari dalam mulut nya yang menghancurkan seisi mansion.
Bahkan beberapa musisi ataupun pemain musik tewas terkena tusukan jarum besi.
"Ternyata di luar sedang terjadi perang.... " Gumam Misa saat melihat dari balik tembok terlihat para Naga Es Kuno sedang melawan kera-kera sihir.
Pangeran Drake pun mengeluarkan rantai dengan bola berduri di ujung nya, senjata suci itu adalah rantai nebula senjata suci di ranah alam Naga.
"Mundurlah Calon Istri ku, biar aku yang menghadapi beast ini..... " Ujar Pangeran Drake yang saat ini masih berada di ranah alam langit tingkat puncak.
Sementara itu Misa masih menyembunyikan ranah kultivasi nya di depan Pangeran Drake.
"Huft....... "
"Dasar laki-laki, mau sok pamer... "
"Padahal dia tahu jika kera sihir itu bukan lah lawan nya... " Gumam Misa dari balik punggung Pangeran Drake.
To Be Continued.......
Mohon Like dan Vote nya
__ADS_1