
Tampak di Hutan di sebelah lembah dua orang manusia Beast bersayap dari klan rajawali memimpin pasukan berjumlah 100 tahanan dengan sebuah kereta tahanan berjalan menuju jembatan gantung.
Tampak sepasang Beast dengan sayap itu memiliki kekuatan yang besar.
"Feron, nanti sesampai di menara miring setelah menyelesaikan semua urusan aliansi ini,"
"Kita balik terus yach, aku risih dengan kelompok aliansi lain nya,"
"Ratu Sanbon pun begitu mengerikan... "
"Ilmu santet nya sangat ampuh, konon katanya Ketua Aliansi yang sebelum nya itu dapat dengan mudah di habisi oleh Ratu Sanbon." Ucap Ima.
"Husss....... "
"Jangan berbicara hal buruk tentang Ketua, pamali.. " Tegur Feron.
Para pasukan pun mulai menyeberangi titi gantung tersebut secara bergiliran, hingga pada akhirnya kereta tawanan pun lewat.
Tampak di atas pohon regu pengintai sedang berjaga sesuai perintah Jendral Dracule Vampir. Kebetulan sekali kali ini yang berjaga adalah Afar, Heinz, dan Zafira.
"Zafira, cepat kabarkan kepada Jendral Dracule,"
"Kelompok AUS datang... " Bisikan Komandan Heinz.
"Cepat..... "
"Kali ini lawan kita sangat kuat... " Bisikan Komandan Afar.
"Baik, laksanakan... " Ucap Komandan Zafira dengan pelan lalu menyelinap pergi dari pinggiran lembah tersebut.
"Ugh........ "
"Kelompok AUS terkenal dengan kekuatan kombinasi sepasang rajawali itu, konon kekuatan nya hanya beberapa tingkatan di bawah Ratu Sanbon." Gumam Komandan Heinz.
"Bagaimana ini Heinzs???" Tanya Komandan Afar.
"Jumlah kita sedikit, jumlah mereka lebih banyak,"
"Pemimpin mereka pun sangat kuat, aku bingung bagaimana cara kita menang melawan nya." Ucap Komandan Heinzs.
Kedua Komandan pun mulai galau dengan kekuatan musuh yang lebih besar berkali-kali lipat dari kekuatan mereka.
"Untung saja Jendral Dracule udah agak baikan... "
"Dasar Jendral cengeng, membuat ku khawatir saja." Gumam Komandan Heinz.
-[Di Markas Sementara Pasukan Jendral Besar Arung]-
Tampak ke lima selir sedang nongkrong dan ngerumpi di dekat tenda, sementara Jendral Dracule dan Perdana Menteri sedang berbicara masalah politik di bawah pohon.
Komandan Indah, Komandan Garo, dan seekor Naga Betina sedang duduk di batu-batuan di dekat tenda. Pendekar Setengah Naga itu pun muncul dari balik rimbun nya pepohonan tersebut.
"Jendral Besar Arung... " Gumam kelima selir kompak.
__ADS_1
Jendral Dracule pun berdiri dan mempersilahkan Jendral Besar bergabung dengan nya bersama dengan Max Vampir sang Perdana Menteri.
"Jendral Dracule, kau sudah sehat.... " Ucap Arung.
"Setelah semalaman beristirahat kondisi kesehatan ku sudah agak baikan Jendral Besar Arung." Sahut Jendral Dracule.
"Terima kasih karena telah menyelamatkan ku, rakyat Benua Darah Biru sangat berhutang pada mu,"
"Aku sangat terharu ternyata masih ada kerajaan Federasi yang belum berhasil di taklukan oleh Kerajaan vampir yang zalim,"
"Andai saja Raja Geitetsu Vampir bersama kita... " Ucap Perdana Menteri Kerajaan Darah Biru.
"Perdana Menteri, setelah kita berhasil membebaskan Raja Geitetsu, kita akan membentuk gabungan aliansi tentara untuk berperang habis-habisan dengan Kekaisaran Vampir yang di pimpin oleh Kaisar Vampir." Ucap Arung.
"Baiklah, aku sudah mendengarkan strategi kalian untuk membebaskan Raja dengan cara menghabisi satu persatu bos kelompok aliansi sanbon,"
"Aku setuju dengan rencana tersebut." Ucap Max Vampir.
Tak lama berselang, Komandan Zafira pun tiba di markas, ia pun langsung memberi hormat dan memberikan laporan mengenai kedatangan Kelompok A.U.S.
"Apa, kelompok AUS, gawat mereka sangat kuat... "
"Bagaimana ini Jendral Besar Arung???" Tanya Jendral Dracule.
"Sebesar apa kekuatan mereka, Jendral Dracule???" Tanya Arung kembali.
"Feron sang pimpinan kelompok berada di ranah kultivasi kesatria tingkat lima, dan ima istri nya berada di ranah kultivasi tingkat empat." Ucap Jendral Dracule.
Keadaan pun menjadi hening untuk beberapa saat.
"Sonia mana ya, kok gak kelihatan???" Gumam Fika Vampir.
Ternyata keempat selir lain nya pun berpikiran hal yang sama, mereka sangat penasaran dengan Sonia. Kenapa Gadis Laba-laba Emas itu tidak kunjung kelihatan.
Mereka tidak tahu jika Sonia saat ini terdampar di Benua Es Api.
"Bagaimana cara berhadapan dengan Feron dan Ima, sementara kekuatan ku saja berada di tingkat dua,"
"Apa aku kultivasi kan semua essensi yang kudapat di lambung kera bersama kelima vampir itu???" Gumam Arung sambil menatap tajam ke arah ke lima selir.
Kelima Selir pun menjadi Baper (Bawa Perasaan) dan Bucin (Butuh Cinta).
"Dia menatap ku, pasti dia sedang bertengkar dengan Sonia, dan sekarang hatinya sedang rapuh,"
"Aku pada mu, aku siap memperkuat pondasi hati mu yang rapuh Jendral... " Gumam Hana Vampir kemudian mulai meruncing kan mulut nya ke arah Arung.
"Dia menatap ku, pasti dia sudah menyadari pesona yang ada pada diri ku..."
"Datang kepada ku, Beb....." Gumam Helena Vampir sambil tersenyum tipis menggoda.
"Pasti Sonia menyia-nyiakan Jendral Besar Arung dan kabur dengan tahanan lain nya, dasar wanita tidak tau di untung,"
"Jendral, masih ada aku..... " Gumam Nora Vampir sambil mengedipkan matanya.
__ADS_1
"Aku yakin saat ini Jendral Besar Arung sedang patah hati di tinggal Sonia, Jendral aku mau kok menggantikan Sonia dan mengisi relung di hati mu." Gumam Fika Vampir sambil tersenyum tipis.
"Aku tahu, kau sedang memilih salah satu dari kami untuk menggantikan Sonia,"
"Aku rela jika kau memilih kami berlima sekaligus Sayang, asal kau bahagia... " Gumam Keysha Vampir sambil melakukan pose kiss bye.
"Mereka seperti nya pasti setuju, kalau begitu sudah kuputuskan untuk menaikkan ranah kultivasi ku aku akan melakukan kultivasi ganda... " Gumam Arung.
Arung pun mengeluarkan lima jubah dewa dan membagikan nya kepada kelima selir tersebut.
"Agar tidak menimbulkan fitnah sebaik nya aku melakukan kultivasi ganda di sini saja." Gumam Arung saat melihat tatapan tajam Jendral Dracule dan yang lain nya.
"Pakailah di dalam, aku butuh bantuan kalian... " Ucap Arung.
Kelima Selir pun bangun lalu menunduk sambil memberikan salam dan masuk ke dalam tenda.
"Aku tahu, Jendral Besar Arung menggunakan seluruh potensi yang ada untuk melakukan penyerangan frontal,"
"Kau memang Jendral Besar Revolusi.... "
"Aku bangga bisa berperang dengan mu.... " Gumam Jendral Dracule yang positif thingking.
"Apa dia ingin menikahi kelima Selir itu di saat seperti ini, makanya dia menyuruh kelima Selir menggunakan jubah dewa yang sangat indah tersebut???" Gumam Max Vampir.
"Wah........ "
"Jubah nya indah banget, aku juga mau donk... " Gumam Komandan Zafira dan Komandan Indah.
"Apa yang hendak di lakukan Jendral???" Gumam Komandan Garo.
-[Di Dalam Tenda]-
Tampak kelima Selir sedang berganti pakaian sambil ngelaba (Ngerumpi Lewat Banyolan).
"Indah sekali jubah nya, apa ini mas kawin???" Tanya Fika Vampir.
"Aku juga gak tau Fika, mungkin aja dia menyadari pesona kita berlima dan berniat menikahi kita sekaligus,"
"Jadi dia bisa berperang dengan pikiran tenang???" Ucap Nora Vampir.
"Dia sedang patah hati dan kali ini dia pasti pelarian nya pada kita berlima, aku sih gak apa di madu bersama kalian." Ucap Hana Vampir.
"Lekas lah.... "
"Jangan lama, aku khawatir Jendral Besar Arung akan berubah pikiran." Ucap Helena Vampir.
"Akhirnya.... "
"Doa ku terkabul, aku benar-benar akan menjadi Selir Hatimu Pendekar Naga... " Ucap Keysha Vampir.
Mereka pun mulai memakai make up agar tampil lebih menarik dan berharap Jendral Besar Arung akan semakin kepincut dengan kecantikan mereka berlima.
To Be Continued.......
__ADS_1
Mohon Like dan Vote nya