
Paku-paku hitam berelemen kegelapan murni pun mulai menghempaskan serangan-serangan sabetan pedang es milik Jendral Es.
"Brengs*k......" Gumam Wanita Cantik dengan jeans tersebut.
"Heattttt............" Teriak Jendral Es lalu mulai melesat ke arah Ratu Sanbon sambil mengarahkan Pedang Es milik nya.
"Tap.........."
"Tap........."
"Tap........." Suara tapak kaki Mitha yang tengah melesat ke arah Ratu Ilmu Hitam tersebut.
Melihat Tunangan nya yang mulai menyerang Ratu Sanbon dengan ganas nya tersebut, Pendekar Setengah Naga itu pun ikut menyerang Ratu Santet.
"Mitha......." Gumam Arung lalu melesat ke arah Ratu Sanbon.
Ayunan-ayunan pedang yang berat pun mulai mengarah ke arah leher maupun perut Ratu Sanbon, namun sial bagi mereka berdua kekuatan sang Ratu jauh di atas kedua nya.
"Serangan kacangan seperti ini tidak akan bisa melukai ku...." Ujar Ratu Sanbon sambil mengelak tebasan-tebasan berat tersebut.
"Swing.........."
"Swing.........."
"Swing.........." Suara tebasan-tebasan kosong Pedang Es milik Mitha dan juga Arung yang menebas angin kosong.
"Hah..........." Suara helaan nafas Ratu Sanbon yang terkesan seperti mengejek serangan-serangan milik Jendral Es.
Setelah beberapa saat, Ratu Sanbon pun mulai mengarah kan kedua belah telapak tangan nya yang di penuhi oleh elemen kegelapan murni ke arah dada Pendekar Setengah Naga dan juga Jendral Love Killer tersebut.
"Sial......."
"Aku gak dapat menghindari nya....." Gumam Arung sesaat sebelum terkena serangan telapak tangan milik Ratu Sanbon.
"Duakkkk......"
"Duakkkk......" Suara saat kedua belah telapak tangan tersebut berhasil mengenai dada Arung dan juga Jendral Es secara bersamaan.
Tubuh keduanya pun mulai terpental ke arah pohon dan menghantam nya, Nagita hanya bisa diam melihat kejadian tersebut tanpa bisa melakukan apa pun.
"Bang Arung....." Gumam Cewek Cantik tersebut dengan cemas.
"Uhuk........"
"Uhuk........"
"Uhuk........" Suara batuk Arung lalu mengeluarkan darah kental dari dalam mulut nya.
"Dengan kultivasi ku yang tersegel begini, akan sulit bagi ku untuk dapat mengalahkan Ratu Setan ini......" Gumam Arung sambil memegang dada nya yang menghitam dan berdenyut.
"Uhuk......."
"Uhuk......."
"Uhuk........" Suara batuk yang mengeluarkan darah hitam yang kental, Jendral Es pun menyeka darah di bibir nya tersebut.
"Dia kuat......"
"Tapi aku tidak akan menyerah, aku akan bertarung hingga tetes darah penghabisan.." Gumam Sang Jendral.
Jendral Es langsung bangun dan kembali menyerang Ratu Sanbon dengan ganas nya.
__ADS_1
"Heattttt............" Teriak Mitha.
"Dasar ......"
"Kenapa dia begitu bersemangat......" Gumam Arung yang melihat Mitha yang begitu bersemangat berlari ke arah Jendral Es.
"Swing........"
"Swing........"
"Swing........" Suara ayunan-ayunan berat Pedang Es milik Mitha yang kembali menebas angin kosong.
"Dia lincah sekali......" Gumam Jendral Es.
"Dasar wanita keras kepala....." Ujar Ratu Sanbon kemudian kembali mengarahkan tinju yang berelemen kegelapan murni nya ke arah pipi Jendral Es.
"Bukkkk......." Suara tinju milik Ratu Sanbon saat berhasil mengenai pipi Wanita Cantik tersebut.
Raut wajah Arung tampak panik saat tunangan nya terkena tinju hitam tersebut.
Tubuh Mitha pun terpental dan kembali menghantam pohon untuk yang kedua kali nya, wanita cantik itu pun tak sadarkan diri beberapa saat kemudian.
"Mithaaaa........" Teriak Arung lalu mulai menebaskan Pedang Es milik nya.
Sebuah pedang berelemen es pun melesat ke arah Ratu Ilmu Hitam tersebut, namun sekali lagi kekuatan sang Ratu jauh lebih kuat dari nya.
"Dash.........."
"Dash.........."
"Dash.........." Suara tapak kaki Ratu Santet saat melesat dan menghindari serangan Arung dengan Jurus Langkah Setan milik nya.
"Sial......"
Secara tiba-tiba Ratu Ilmu Hitam tersebut pun mencengkram kerah baju Arung dan mengangkat nya ke atas, sebuah asap hitam pun membelenggu tubuh Pendekar Setengah Naga tersebut.
Asap hitam yang membungkus tubuh nya itu pun membuat tubuh Pendekar Don Juan tersebut tidak dapat bergerak.
"Ugh........"
"Tubuh ku tidak dapat di gerak kan, apa yang kau lakukan pada ku...." Teriak Arung.
"Karena ajal mu sudah dekat, aku akan memberitahu mu...."
"Ini adalah Jurus Asap Setan....." Ucap Ratu Sanbon.
"Bunuh saja aku, tapi lepaskan Mitha...."
"Sejak awal dia tidak ada hubungan nya dengan masalah kita...." Ucap Arung yang mencoba bernegosiasi dengan Ratu Santet tersebut.
Ratu Sanbon pun tersenyum kecil dengan raut wajah yang datar, Ratu Ilmu Hitam itu pun melirik ke arah Mitha.
"Jadi kau sungguh sangat peduli dengan Wanita Berambut Biru itu, baiklah aku akan membunuh nya terlebih dahulu di hadapan mu...."
"Ini adalah ganjaran bagi mu karena sudah berani menentang aliansi ku...." Ucap Ratu Sanbon.
Sebuah Paku Hitam pun muncul di sebelah Ratu Sanbon, Arung tampak berusaha melepaskan diri nya namun percuma.
"Lepaskan dia....."
"Jangan lakukan itu....." Teriak Arung.
__ADS_1
"Ha......."
"Ha......."
"Ha......" Tawa kecil Ratu Sanbon.
Paku Hitam pun melesat ke arah Mitha, raut wajah Arung pun tampak sangat sedih saat melihat paku Hitam tersebut melaju.
"Whussss.............." Suara hempasan angin saat Paku Hitam tersebut melesat ke arah Mitha.
"Tidakkkkkk........" Teriak Arung dengan histeris.
Tiba-tiba waktu pum berhenti, sesosok Pemuda dengan tanduk naga di kepala nya pun muncul di dekat nya.
Pemuda itu adalah Jiwa Naga Arung, Storm sang Naga dari Klan Red Storm Dragon.
"Seperti nya kau butuh bantuan ku, Naga Muda....." Ucap Storm sang Naga Dewa.
Percikan-percikan halilintar merah pun tampak memercik di sekitar tubuh nya, Paku pun terlihat pelan melesat ke arah Mitha.
"Aku , Storm...."
"Aku bisa meminjami mu setengah dari kekuatan ku, sehingga pacar naga mu itu bisa kau selamatkan....." Ucap Storm.
"Naga Es Kuno ini boleh juga....." Gumam Naga Pecinta Naga Betina tersebut.
"Benarkah, bagaimana caranya???" Tanya Arung.
"Kau cukup membuat sebuah kesepakatan dengan ku, jika bertemu dengan seorang gadis,"
"Biarkan lah aku meminjam tubuh mu untuk beberapa saat....." Ucap Storm.
"Gadisss...????"
"Aku gak tau ini tipuan atau bukan, tapi demi menyelamatkan Mitha....."
"Apa pun akan kulakukan......." Gumam Arung.
Tanpa pikir panjang Arung pun berniat menyepakati usulan yang di berikan oleh Naga Dewa tersebut.
"Ya......."
"Baiklah, apa pun syarat mu akan kupenuhi demi menyelamatkan Mitha...." Ujar Arung dengan tegas.
"Keputusan yang tepat, Bangsa Naga tidak akan pernah membiarkan pasangan nya mati, apa lagi mati di hadapan nya..."
"Bersiaplah......." Ujar Red Storm Dragon kemudian mulai memasang segel dengan kedua tangan nya.
Beberapa saat kemudian sebuah halilintar merah pun meresap ke arah dahi Arung, asap hitam yang sebelum nya membungkus nya pun mulai perlahan buyar.
Elemen halilintar merah pun perlahan mulai membungkus tubuh nya, seketika itu juga kultivasi nya yang tersegel pun kembali.
"Kekuatan ku....." Ucap Arung yang telah merasakan jika seluruh kultivasi nya telah kembali.
"Apa ini......"
"Elemen dewa....." Gumam Ratu Sanbon saat merasakan tenaga dalam berelemen dewa dari Arung.
Arung pun lantas memasang kuda-kuda jurus teleportasi milik nya, sesaat sebelum paku Hitam raksasa itu mengenai tubuh Kekasih nya Arung pun mulai berteleport ke hadapan Mitha.
"Blitzzzzz........" Suara jurus teleportasi milik Arung.
__ADS_1
Dengan gagah nya Pendekar Setengah Naga itu pun menepis paku Hitam raksasa tersebut.