
-[Beberapa Jam Kemudian]-
Arung beserta yang lain nya pun tiba di ujung mulut goa tersebut, tampak di depan mereka bertiga sebuah Kota berukuran 10 kali lipat ukuran Kota Awan Hitam.
Di dinding goa raksasa itu tampak ratusan lubang seukuran goa yang mereka lalui saat ini, tampak juga kerlap-kerlip lampu Kota yang begitu megah nya dari tempat tersebut.
Kota di dalam Goa Raksasa tersebut terdiri dari gedung-gedung berlantai 30 an dan beberapa mansion berdesain kuno. Terdapat juga beberapa bentuk bangunan berdesain unik lain nya.
"Ini semakin aneh lagi, kenapa pula di dunia jiwa bisa ada sebuah Kota seperti ini?"
"Kota ini pun tergolong sebuah Kota Megapolitan?"
"Aku semakin penasaran di buat nya?" Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.
Mata mereka bertiga pun kembali ke mode mata normal nya tersebut, tak lama berselang dua orang Prajurit pun tiba di hadapan mereka sambil menaiki dua buah sepeda motor terbang.
"Selamat kalian bertiga telah lulus ujian untuk tinggal di kota ini atau pergi dari kota ini." Ucap salah satu Prajurit Berjubah Hitam tersebut.
"Dimana kami saat ini berada, Tuan Pendekar?" Tanya Komandan Yuri dengan sopan.
"Kalian saat ini sedang berada di dalam sebuah Dunia yang di pimpin oleh Ratu Ular." Ucap Prajurit Ular lain nya.
"Baiklah kalian tinggal pilih yang mana, mau tinggal di sini atau kah pergi dari sini?" Tanya Prajurit Ular tersebut kembali.
Arung pun mulai terbang mendekati kedua Prajurit Ular tersebut.
"Kami memilih untuk bisa keluar dari sini." Ucap Arung.
Kedua Prajurit Ular tersebut pun saling bertatap-tatapan.
"Jika kau ingin keluar dari sini, kau harus berhasil melalui ujian dari sang Ratu." Ucap Prajurit Ular tersebut.
"Kalau boleh tahu, apa ujian yang harus kami lalui tersebut, Tuan Pendekar?" Tanya Komandan Yuri.
"Hanya ada dua jenis ujian, yaitu bertarung dengan nya atau berjudi dengan nya." Ucap Prajurit Ular tersebut.
"Kami tetap ingin keluar dari sini." Ucap Arung yang sudah membulatkan tekad nya tersebut.
"Kau yakin, jika kalah hukuman nya adalah mati." Ancam Prajurit Ular tersebut.
Komandan Yuri dan juga Komandan Gilbert pun saling menatap dan sedikit takut dengan ancaman dari salah satu Prajurit Ular tersebut.
"Antar kami bertemu dengan Ratu mu." Ucap Arung.
"Ugh....... "
"Jendral, kau terlalu terburu-buru mengambil sikap." Gumam Komandan Gilbert.
"Kau memilih kematian mu sendiri." Ucap Prajurit Ular tersebut.
"Ikut kami." Ucap Prajurit Ular lain nya.
Arung pun mulai terbang mengikuti kedua Prajurit Ular tersebut sambil membawa serta Komandan Yuri dan juga Komandan Gilbert dengan Jurus Telekinesis nya.
"Wah..... "
__ADS_1
"Bukankah ini jurus yang hanya di peruntukkan kepada Alkemis,"
"Apakah Jendral Arung juga seorang Kultivator Alkemis?" Gumam Komandan Yuri Vampir.
"Sepertinya Pendekar Asing ini sedikit kuat, tapi jika dia memilih bertarung dengan Ratu dia pasti akan mati konyol." Gumam salah satu Prajurit Ular tersebut.
"Whusss......... "
"Whusss......... "
"Whusss......... " Suara hembusan angin saat mereka mulai meninggalkan mulut Goa Giok Hitam tersebut.
Tampak di jalanan di kota tersebut begitu penuh dengan lalu lintas kendaraan roda dua maupun roda empat, tampak banyak orang yanyang berjalan di trotoar jalanan tersebut.
"Ini makin aneh saja, kenapa dunia jiwa bisa di penuhi oleh banyak kehidupan yang beragam seperti ini?" Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut sambil mengamati keadaan di bawah nya tersebut.
Beberapa menit kemudian mereka pun tiba di sebuah gedung Kasino yang berada di pusat kota tersebut, Arung dan yang lain nya pun mulai memasuki tempat tersebut.
"Wah...... "
"Ini adalah sebuah Kasino." Gumam Komandan Yuri.
Tampak di kiri dan kanan mereka banyak pengunjung-pengunjung yang sedang berjudi dengan berbagai macam permainan.
"Penguasa Kota ini benar-benar menyukai Judi." Gumam Arung sambil mengamati ke sekeliling nya tersebut.
Mereka pun mulai menaiki lift dan menuju ke lantai 30 tempat sang Ratu berada.
-[Di Dalam Lift]-
"Ini aneh, kedua Vampir itu tampak begitu tertekan,"
"Tapi Naga ini tetap tenang?" Gumam Salah Satu Prajurit Ular tersebut.
Ternyata Arung saat ini sedang berpikir untuk memilih salah satu dari dua opsi dari ujian sang Ratu tersebut.
"Pemilik Jiwa sebanyak ini pastilah seorang Pendekar yang begitu kuat, aku pasti akan kalah jika bertarung dengan nya,"
"Opsi terbaik adalah berjudi dengan nya dan mempertaruhkan nya semua pada satu kesempatan tersebut,"
"Aku akan menggunakan mode mata api ku untuk menang." Gumam Arung kemudian mulai mengaktifkan mode mata api nya tersebut.
"Apa yang harus kami lakukan, seperti nya kami hanyalah beban saja bagi Jendral." Gumam Komandan Yuri tersebut.
Beberapa saat kemudian mereka pun tiba di lantai 30, suara bel pun mulai berdenting beberapa kali dari speaker kecil yang ada pada lift tersebut.
"Ting...... "
"Tong...... " Suara bel berdenting.
Lift pun mulai terbuka tampak di pinggiran koridor tersebut Pendekar-Pendekar berjubah hitam serta berkacamata hitam sedang berjaga di sepanjang tempat tersebut.
"Seperti bos mafia saja Ratu ini." Gumam Arung sambil berjalan di dalam koridor yang di penuhi Pendekar-Pendekar tingkat tinggi tersebut.
"Ugh....... "
__ADS_1
"Mereka semua berada di Ranah Alam Naga Puncak, kita bukan lah tandingan nya,"
"Bahkan Jendral pun pasti akan kalah jika di keroyok Pendekar-Pendekar Ular ini." Gumam Komandan Gilbert.
Mereka pun tiba di ujung koridor, kedua Prajurit Ular pun mulai membuka pintu berwarna hitam tersebut.
"Kraaakkk.......... " Suara saat pintu kamar tersebut terbuka.
Tampak seorang Gadis Cantik berpakaian kimono hitam sedang tiduran sambil menyandarkan kepala nya di tangan nya. Di sebelah nya tampak dua orang Gadis berpakaian kimono merah duduk dengan anggun nya.
Kedua Prajurit Ular itu pun mempersilahkan Arung dan yang lain nya duduk di lantai tersebut bersama sang Ratu dan kedua Pembantunya.
"Ternyata Ratu ini begitu cantik.... " Gumam Komandan Gilbert.
Arung dan yang lain nya pun duduk di hadapan Ratu tersebut, tampak sang Ratu sedang menghisap tembakau menggunakan pipa hisap giok berwarna hitam kemerahan.
"Whusss.............. " Suara hembusan asap tembakau milik sang Ratu.
"Setengah Naga dan Setengah Ular, kau entitas yang cukup unik,"
"Apa yang kau pilih anak muda?" Tanya sang Ratu.
"Apa maksud perkataan sang Ratu dengan Setengah Naga dan Setengah Ular?" Gumam Komandan Yuri.
Arung pun memberikan salam penghormatan kepada sang Ratu Ular tersebut.
"Kami memilih berjudi Ratu." Ucap Arung.
"Pilihan yang tepat.... " Ucap Ratu Ular tersebut kemudian mulai memperlihatkan tanah kultivasi nya.
Hembusan tenaga dalam yang begitu kuat pun terasa di dalam ruangan tersebut.
"Ugh....... "
"Kekuatan nya berkali-kali lipat dari Ratu Adrienne, untung aku tidak memilih bertarung melawan nya." Gumam Arung.
"Ranah ini adalah ranah Alam Dewa Puncak." Gumam Kompak Komandan Yuri dan Gilbert yang hampir pingsan saat sang Ratu memperlihatkan kekuatan nya sebelum nya.
"Permainan apa yang kau ingin mainkan Anak Muda?" Tanya sang Ratu.
"Aku memilih poker Ratu..... " Ucap Arung.
"Baiklah.... " Ucap sang Ratu.
Salah satu wanita berkimono pun beranjak kebelakang untuk mengambil kartu untuk memulai permainan poker tersebut.
"Kau pasti mati Naga.... " Gumam Kompak kedua Prajurit Ular tersebut.
"He..... "
"He..... "
"He...... " Tawa licik kedua Prajurit Ular tersebut.
___________________________________
__ADS_1
"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.