
Membawanya kedalam kamar serba putih. Membaringkannya diatas ranjang, Richard serasa puas dan bergairah melihat sang istri yang sudah bersiaga diatas ranjang dengan balutan piyama yang terlihat seksi jika dipandangnya.
Perlahan-lahan langkah kaki Richard pun mulai mendekati kearah Resya. Tatapannya yang semakin menjadi sesaat ia memperhatikan bibir mungil yang dimiliki Gadis cantik yang sudah berada dihadapannya, tidak tahu perasaan apa yang dirasakan Richard saat ini, ia tambah semakin mendekat lagi dan lagi.
Ikut merebahkan tubuhnya diatas ranjang dan menindihnya tepat diatasnya. Richard merasa sangat puas jika setengah lagi ia akan bisa menguasai istrinya sepenuhnya.
Resya yang menyadari jika Richard tambah semakin mendekati dirinya. Tak segan-segan ingin melahapnya secara habis-habisan.
Melihat Richard yang berniat inggin menciumnya, lantas Resya dengan sigap ia langsung merangkul pundak Richard dengan pandangannya yang sudah bersiap.
Pandangan Richard yang sedari tadi hanya tersenyum licik dan memainkan bibirnya hingga berhasil menghisap leher Istrinya secara babi buta.
"Aw, kamu? Kenapa kamu mengigit-ku?". tanya Resya dengan tatapan manjanya.
"Maafkan aku sayang. Aku janji setelah ini aku tidak akan melukaimu lagi," balasnya dengan senyumannya.
Tak sampai disitu tangannya mulai nakal hingga melepaskan satu persatu resleting yang berada dalam ikatan piyama sang istri. Memandang sebuah pemandangan yang jarang ia lihat, ia nampak hanya tersenyum manis.
"Apa kamu sudah siap sayang?" tanya Richard mencoba meyakinkannya.
__ADS_1
"Iya aku sudah siap tapi bisakah kamu pelan-pelan," balasnya yang sedikit malu.
"Kamu tenang saja aku tidak akan menyakitimu sayang. Aku janji," balas Richard yang kemudian ia pun mematikan lampu meja yang berada diatas nakas sampingnya.
Menarik selimut hingga menutupi sekujur tubuh mereka. Gempa yang berada diatas ranjang nampak akan terjadi.
SENSOR
Pagi yang cerah telah terlihat telah menampakkan sinarnya hinga menembus gorden jendela. Sedangkan Resya yang perlahan-lahan mulai menggerakkan badannya, sekaligus membuka matanya dia merasa seperti ada yang memeluk tubuhnya itu. membuka matanya secara perlahan sambil mengumpulkan nyawanya. Hampir saja dia berteriak saking kagetnya ia menyadari jika sudah ada Richard yang tertidur pulas menghadapnya sambil memeluk pinggang Resya dengan cukup erat.
"Astaga Richard hampir saja aku lupa. Kan baru aja semalam kita melakukan itu?" batinnya dengan tersenyum malu.
Seketika Resya pun menahan nafasnya, lantaran dia belum terbiasa dengan suasana seperti ini. Sangatlah canggung walaupun yang memeluknya adalah Suaminya sendiri.
Hampir saja tangan Richard terlepas dari pelukannya, tapi lelaki itu sudah lebih dulu menariknya kembali. Wajah keduanya saat ini sangatlah dekat, bahkan hidung mereka hampir bersentuhan.
Belum juga pelukan itu terlepas dari keduanya, terlebih dulu Richard pun berkata dan sekejab membuat Resya yang berusaha pun terkejut tidak main.
"Mau kemana?" tanya Richard dengan senyuman.
__ADS_1
"Dasar Suami manja, jadi dengan seperti ini cara kamu mengait seorang wanita cepat lepaskan," ledeknya yang kemudian Richard pun membuka mata.
''Ternyata tidur sambil memeluk istri sendiri itu sangatlah nyaman ya," bisik Richard dengan sekali ia memberikan satu kecupan pada keningnya Resya.
"Kamu? Ternyata kamu sekarang sudah berani mencium-ku tanpa seijin dariku ya?"
"Memangnya kenapa kalau aku mencium kamu? Kamu kan istriku jadi sudah seharusnya kamu melakukannya," balasnya dengan tersenyum malu. Tangannya yang terus-menerus memeluk pinggang Resya lantaran tidak mengijinkannya untuk pergi.
"Baiklah untuk kali ini aku akan diam, tapi sekarang sudahlah siang jadi aku harus beres-beres sekarang," balasnya yang hendak akan pergi, tapi lagi-lagi Richard menariknya.
"Tunggu! Siapa yang mengijinkan-mu untuk pergi, tidak ada akan? Jadi ...,"
"Jadi apa maksud kamu? Apa kamu berniat ingin menyekap ku terus didalam sini agar kamu bisa puas melihat ku?"
"Pintar sekali,"
"Enak aja tidak aku tidak mau. Aku mau masak jadi aku harus pergi sekarang.
"Jangan, kan aku sudah bilang jangan ya jangan apa kamu mengerti sayang?"
__ADS_1
"Astaga ternyata dibalik sikap kamu yang sangat jahat. Kamu ternyata sangatlah manja juga ya? Sudahlah aku mau pergi jadi jangan halangi aku," ucapnya yang kemudian tanpa aba-aba ia langsung menghempaskan tangan Richard dari pelukannya.
BERSAMBUNG.