Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
MISI ( 2 ).


__ADS_3

Setelah terjadi peperangan dan penyerangan tidak terduga dari niat awalnya yang inggin mencari keberadaan Nurma. Richard dan anak buahnya akhirnya fokus pada laju kendaraannya, sekaligus fokus pada pandangannya kebelakang berjaga-jaga jika anak buah Ruslan masih mengejarnya.


Richard yang pada saat itu sedang fokus dengan setir kendaraan yang ia sedang ada di pegangannya, ia tidak bisa berbohong jika pandangannya tidak bisa teralihkan mau pun fokus dengan satu tujuan apalagi adanya rasa sakit yang sedari tadi telah ia tahan tidak bisa membuat Richard merasa tahan dan fokus. Bahkan raut wajah Richard sudah terlihat cukup pucat.


Melihat raut wajah Tuannya yang sangat terlihat menahan rasa sakit, rasa simpati beberapa anak buahnya pun tidak bisa terhindari lagi.


Dengan sigap Gibran pun menghentikan laju kendaraanya tepat ditepi jalan, ia lantas langsung menarik lengan tangan Tuannya untuk jangan melawan.


"Apa yang kamu lakukan, kenapa kamu menghentikannya? Siapa yang menyuruhmu?" tanya Richard dengan wajah geramnya.


"Sudahlah Tuan, kita tahu Tuan sedang kesakitan dan kita tidak tahu apa yang sebenarnya Tuan sembunyikan dari kita, tapi yang jelas ijinkan saya untuk mengantikan posisi Tuan, saya mohon!"


Sedangkan Richard adalah pria yang keras kepala, diluar ia memang berkata ia tidak membutuhkan bantuan siapapun. Tapi luka yang ia rasakan ini sudahlah cukup parah.


"Baiklah berpindah lah tempat lah sekarang," perintah Richard pada Gibran.


"Baik Tuan," balas Gibran yang kemudian mereka pun berpindah tempat duduk.


Tak tahan dengan rasa sakit yang ia tahan sedari tadi, akhirnya ia pun menggambil botol berwarna putih yang tak lain itu adalah Alcohol yang berwarna bening. berada di kotak P3K ia kemudian langsung menyiramkannya tepat di jarum suntik yang akan ia gunakan.


Rasa sakit yang sudah tidak bisa ditahan lagi, dengan berbarengan rasa perih yang semakin menjadi membuat wajah Richard seketika berubah memerah. Rasa inggin sekali menjerit tapi ia tahan, karena sebagai seorang Mafia hal seperti ini memang sudah sangat sering ia lalui.


Menggambil sebuah jarum suntik yang sudah ia kasihkan sejenis cairan, ia kemudian menyuntikkannya pada bagian perut kanannya.


Sedangkan Gibran dan temannya yang merasa terkejut sekaligus cemas dan merinding lantaran melihat apa yang barusan dilakukan Tuannya. Baginya melihat pemandangan seperti ini sangatlah langka, karena tak fokus ia pun memberhentikan laju kendaraanya lagi.


Bukan mereka yang mengalami luka tapi melihat tindakan heroik yang dilakukan Richard tepat disampingnya membuatnya berkeringat banyak dan wajah ketakutannya pun sudah tidak bisa ia sembunyikan lagi.


"Apa Tuan udah gila. Apa tidak ada cara lain untuk mengobati luka Tuan itu, bukankah itu sangatlah heroik, apa yang Tuan lakukan tadi itu sangatlah gila. Kenapa Tuan malah lebih memilih menahan rasa sakit itu sendiri, jika Tuan mau dilarikan ke Rumah sakit, mungkin rasa sakit yang Tuan rasakan ini tidak akan sebanding disana?" ucap Gibran yang seketika membuat pandangan Richard seketika beralih menatapnya.


"Aku adalah seorang Mafia, jika aku pergi kesana aku pasti akan tertangkap oleh mereka. Apalagi identitasku ini sangatlah dikenali oleh banyak orang sebagai seorang pembunuh berhati dingin, jadi bagiku rasa sakit ini gak ada apa-apa dibanding dengan resiko besar yang akan aku alami nanti. Jadi dari pada kamu ngoceh-ngoceh kaya burung beo yang lagi kelaparan, cepat kamu jalankan mobil ini sekarang. Karena tidak ada waktu lagi, cepat jalankan sekarang juga. Apa kamu gak lihat ada mobil yang sedang mengejar kita!" perintah Richard dengan tegas.


"Baiklah."

__ADS_1


Melakukan kecepatan dengan kecepatan yang sangat tinggi, Richard pun mendapati pengendara mobil hitam yang telah melajukan laju kendaraannya dengan kecepatan sangatlah tinggi lantaran menghindari kejaran dari beberapa mobil polisi yang sedang mengejarnya.


"Rupanya pelaku itu sudah tahu jika dirinya sedang diincar oleh Polisi," batinnya yang kemudian Richard pun berkata.


"Gibran putar balik lah menuju jalan tikus seberang sana," perintah Richard sembari jarinya yang menunjuk ke suatu arah. Gibran yang melihatnya ia pun terkejut.


"Tapi Tuan."


"Apa kamu berani membangkang?"


"Maaf Tuan tidak, baiklah saya akan memutar laju kendaraan dan melewati jalan tikus ke seberang sana," balas Gibran yang kemudian ia pun memutar laju kendaraannya.


"Tuan kita sudah melewati jalan tikus tapi bukannya ini arahnya tambah semakin jauh dari arah utama?" tanya Reza yang merasa bingung.


"Belok lah ke gang terpencil itu," perintah Richard yang spontan membuat ketiga anak buahnya pun melongo.


"Tapi Tuan itu kan jalannya sangatlah kecil, mungkin jika kita melewati jalan itu yang ada mobil kita bakal mengalami rusak parah akibat mengalami goresan nanti?"


"Cepatlah jalankan laju kendaraannya kalau kamu gak mau aku tendang terlebih dulu dari sini," perintah Richard yang hanya bisa membuat Gibran pun terbungkam.


Setelah nekat melewati jalan gang yang sangat kecil, benar adanya resiko terbesar Mobil yang mereka tumpangi ini adalah mengalami goresan dibeberapa bagian samping pintu mobil, tapi berhubung Mobil ini anti peluru, mobil ini hanya goresan tidak terlalu serius mau pun mengalami rusak parah. Tidak berselang lama mereka bisa merasa sangat lega lantaran apa yang mereka pikirkan tidak seburuk yang mereka kira. Setelah melalui jalanan yang super sempit ini, mereka akhirnya bisa keluar dari gang tikus yang sangat sempit ini.


"Kita sudah aman jadi percepat laju kendaraannya sekarang."


"Baik Tuan."


"📞 Revan dimana kejadian disana. Apa pelaku masih belum bisa tertangkap?" tanya Richard ketika tiba dijalanan paling utama.


"📞 Belum Richard pelaku sangat ahli dalam bidang menyetir dan salip menyalip jadinya kita tidak berhasil menangkapnya, bahkan Polisi sangat kesusahan menangkapnya. Apalagi Mobil yang dipakai adalah Mobil anti peluru membuat kita sangat kesusahan untuk menembaknya," ujar Revan.


"📞 Sekarang kemana arah dan jalan pelaku itu meloloskan diri?"


"📞 Mobil pelaku sudah memasuki wilayah J dan semua perbatasan jalan sudah kita blokir tapi dengan mudahnya pelaku berhasil meloloskan diri melewati jalan tikus untuk menghindari kejaran dari para Polisi!"

__ADS_1


"📞 Sudah aku duga pasti mereka sangatlah ahli dalam bidangnya, bahkan dia bisa dibilang juga ahli dalam petak umpet, ya sudah kemana arah jalan tikus yang pelaku gunakan saat ini?"


"📞 Seseorang itu melewati jalanan ****!"


"📞 Jalanan ****?"


"📞 Iya jalan itu!"


"📞 Jalanan itu akan memasuki jalur utama yang mengarah ke jembatan **** jadi jika dia dijebak aku rasa tidak ada cara lain selain lagi selain mencebur ke dasar pulau itu,"batinnya yang kemudian Revan pun membalasnya.


"📞 Richard ada apa? Kenapa kamu melamun. Apa kamu punya ide cemerlang?"


"📞 Iya aku punya ide, jalan yang dilewati pelaku akan mengarah kejalur awal yang menuju ke salah satu jembatan. Aku minta kepung dia dari arah berlawanan. Setelah dia merasa terkepung aku rasa tidak ada cara lain lagi selain ia meloncat dari pulau itu. Tugas selanjutnya aku minta siapkan beberapa regu tim penyelamat untuk menangkapnya di lokasi itu karena aku rasa dia tidak mungkin akan berhasil meloloskan diri lagi."


"📞 Baiklah aku akan pakai ide cara kamu ini!"


"📞 Kabari aku kalau kamu membutuhkan bantuanku lagi!"


"📞 Baiklah berhati-hatilah!"


"📞 Baiklah aku tutup telfonnya," ujar Revan.


"📞 Baiklah," balas Richard yang kemudian ia pun menutup telfonnya.


"Tuan. Apa Tuan inggin memandikannya secara langsung di pulau itu?"


"Tidak ada salahnya kan?"


"Tuan kita memang tidak ada bandingannya. Jadi sekarang apa perlu kita mengejarnya lagi?"tanya Reza.


"Aku rasa kita tidak perlu mengejarnya lagi, hanya cukup kita berdiam diri disini aku rasa orang itu akan muncul dan datang dengan sendirinya,"ucap Richard dengan santainya.


"Baiklah kalau seperti itu Tuan, aku lega sekarang jadi aku gak perlu buang-buang tenagaku lagi," balas Gibran yang kemudian ia pun memberhentikan laju kendaraannya, dengan berbarengan adanya beberapa pengemudi yang sengaja memberhentikan laju kendaraannya untuk menutup jalan ini.

__ADS_1


"Baiklah!"


BERSAMBUNG


__ADS_2