Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
BERSEDIA MEMBANTU


__ADS_3

"Gimana gibran apa kamu sudah menemukan data diri dari kelima seseorang itu


''ini tuan setelah kami melacak satu persatu data diri mereka kami hanya menemukan masih ada satu orang yang tempat tinggalnya masih menetap di Jakarta, sedangkan keempat yang lainnya data diri mereka sudah sangat sulit untuk ditemukan saya rasa dia telah pindah menetap kenegara lain


"Baiklah itu tidak masalah selama masih ada seseorang yang bisa kita interogasi itu sudah membuahkan hasil bagi kita untuk memecahkan teori permasahan ini, cepat kasih tunjukkan ke-saya seseorang itu?"


"Baik Tuan ini dia orangnya," balasnya dengan memberikan satu buah foto seorang wanita pada Richard.


"Dia kelihatan masih muda tunggu apa lagi cepat kita jalankan misi ini.


"Baik Tuan.


Berada disalah satu Restoran pandangan Richard mau pun Gibran hanya tertuju pada seorang pelayan Wanita muda yang lagi sibuk menghidangkan beberapa menu makanan pada pelanggan yang memesannya.


"Tuan apa perlu saya memangilnya sekarang?" bisik Gibran pada Richard.


"Tidak perlu kita tunggu saja.


"Baik Tuan.


Membawa beberapa mangkok dan juga piring yang terdapat beberapa menu makanan. Seseorang Wanita itu tak sengaja menjatuhkan semua piring itu setelah adanya seseorang yang dengan sengaja menghalangi langkah Wanita itu ketika berjalan kearahnya.


Pyaar ...


Piring yang tadinya utuh berada ditangannya, kini semua piring itu jatuh berserakan tak menyisakan satu piring utuh pun.


"Astaga kamu itu kerja lelet banget sih apa kamu gak sadar piring-piring itu harganya sangat mahal. Bahkan gaji kamu pun tidak sanggup untuk membelinya apa kamu paham!"


"Maaf Buk saya tidak sengaja maafkan saya ... Maafkan saya.


"Maaf, maaf apa kamu pikir dengan maaf kamu bisa menganti semua kerugian ini?"


"Maafkan saya Buk, maafkan saya saya akui saya salah tapi saya tidak sengaja menjatuhkan semua piring itu karena mbak ini sengaja membuat saya jatuh


"Apa kamu bilang jadi kamu menuduh saya? Punya bukti apa kamu bisa menuduhku?"

__ADS_1


"Aku buktinya dan aku tahu dengan sangat jelas gimana cara kamu membuat pelayan ini menjatuhkan semua piring-piring itu. Atau kamu ingin aku mempermalukan kamu balik dihadapan banyak orang?"


"Siapa kamu? Kenapa tiba-tiba kamu malah membela Wanita miskin ini?"


"Apa kamu bilang Wanita miskin bukankah anda itu lebih miskin karena tidak tahu tata krama gimana caranya berbicara pada seseorang dan dengan siapa anda berbicara saat ini. Anda ini masih anak kecil bisa-bisanya anda berbicara tak sopan dengan seseorang yang jelas-jelas usianya sangat jauh dengan anda?"


"Aku tidak terima dipermalukan seperti ini aku tidak terima lihat saja nanti aku akan mengadu ke Papaku agar anda diberi perhitungan pecamkan itu.


"Dasar anak kecil yang hanya bisa mengadu dan mengadu.


"Dan untuk anda jika anda tidak percaya anda bisa lihat di CCTV disini antara siapa yang salah dan siapa yang menang apa anda paham!"


"Baik Tuan terima kasih, saya paham maafkan saya ... Maafkan saya.


"Anda tidak perlu meminta maaf karena bukan saya orang yang seharusnya anda bilang maaf, tapi Wanita inilah karena anda sudah bicara lancang kepadanya.


"Baik Tuan sekali lagi maafkan saya ...maafkan saya..


"Terima kasih karena tuan sudah mau membela dan membenarkan keadaan tadi terima kasih.


"Berbicara soal apa Tuan?"


"Untuk lebih jelasnya nanti kamu juga akan tahu.


"Baik Tuan nanti saya bersedia berbicara dengan Tuan.


"Baikal saya tunggu.


"Baik Tuan.


"Ada apa Tuan apa ada sesuatu yang ingin Tuan tanyakan pada saya sampai-sampai tuan bersedia menunggu saya hingga sampai sekarang?" tanya Wanita itu.


"Baiklah kita mulai obrolan kita langsung aja ya. Apa kamu tahu kampus ini?"timpal Gibran dengan menunjukkan satu buah foto gedung universitas tersebut.


"Iya saya tahu ini gedung universitas dimana saya dulu kuliah disana memangnya kenapa Tuan?"timpal balik Wanita itu.

__ADS_1


"Baiklah kalau kamu tahu gedung universitas ini itu artinya kamu tahu kan dengan Pria ini?" timpal Richard yang memberikan satu buah foto seorang Pria muda padanya. Terkejut akan foto yang ia tunjukkan nampak dari raut wajah Wanita itu nampak terlihat murung.


"Ada apa kenapa wajah kamu tiba-tiba murung apa ada sesuatu yang kamu ketahui dari Pria ini? Atau mungkin kamu memang kenal dengan siapa Pria ini?"tanya Richard lagi.


"Siapa kalian kenapa tiba-tiba kalian tanya siapa Pria ini?"tanya Wanita itu.


"Ada sesuatu hal penting yang harus kita selesaikan ini menyangkut soal keadilan. Iya seseorang yang butuh keadilan jadi kamu sangat berharap kamu mau mengatakan sesuatu tentang siapa Pria ini?" timpal Richard.


"Dia adalah salah satu Pria yang banyak digandrungi kaum wanita pada masa kuliahku dulu, tampan dan kaya raya semua telah dimiliki oleh Pria itu tapi hanya satu yang tidak dia miliki yaitu yaitu sifat arogannya.


"Apa kamu bisa memperjelas maksud kamu tentang bagaimana ia memiliki sifat arogannya itu?"tanya Richard.


"Dia termasuk Pria yang mudah sekali meluluhkan hati seorang wanita. Dulu di-kampus banyak sekali mahasiswi yang berhasil ia goda akhirnya luluh, tapi setelah berhasil mendapatkannya Pria itu seolah-olah tidak perduli akan perasaan yang dialami Wanita yang sudah ia dapatkan atau pun berhasil ia lukai. Apalagi setelah kejadian ....


Belum juga Wanita itu selesai mengungkapkan sifat buruk dari Pria bernama Reyhan. Ucapannya tiba-tiba terhenti setelah ia mengingatkan akan hal yang membuatnya berhenti terucap.


"Kenapa? Apa kamu ingin mengatakan sesuatu? Kejadian apa yang kamu maksud tadi?"tanya Richard.


"Tidak, tidak ada apa-apa Tuan saya hanya keceplosan tadi," balasnya nampak menyembunyikan sesuatu.


"Apa kamu pikir kami akan percaya kalau anda hanya keceplosan? Apakah anda tahu tentang kejadian pelecehan yang terjadi dua tahun yang lalu? Gadis yang akhirnya mengalami depresi setelah ia menjadi salah satu korban pelecehan itu tapi Pria yang sudah merusaknya malah tidak mau mengakuinya? Bahkan keadilan dari universitas itu sendiri seolah-olah tidak mendukungnya melainkan malah menutupi kasus ini hinga Wanita itu akhirnya mati ditangan mereka orang-orang yang hanya mengandalkan kekuasaan dan martabat saja


"Meninggal maksud kamu?"


"Iya Wanita itu sekarang sudah meningal. Awalnya keluarga mengira dia meninggal karena melakukan bunuh diri, tapi setelah dugaan dan kecurigaan keluarga mereka tahu dan sadar jika seseorang dibalik kematian Putri mereka adalah orang yang juga telah menodainya. Ini sudah bukan lagi masalah pelecehan tapi ini sudah masuk ke-tindak pembunuhan. Apa kamu mau Wanita itu di-alam sana menangis setiap hari karena sampai sekarang keadilan belum berpihak kepadanya. Dan apa kamu masih mau menutupi kasus ini hinga membuat para pengusaha itu berhasil menghancurkan dan menginjak-injak Wanita lagi?"


"Iya yang kamu katakan memang benar, keadilan harus ditegaskan. Dia meninggal secara tragis, bahkan hari pertama ia ingin menempuh kehidupan baru semua berbalik menjadi bumerang yang berbalik menghancurkannya aku mau? Aku mau membantu kalian menuntaskan keadilan ini dia harus mendapatkan keadilan dan para penguasa itu mereka harus ditahan karena karena hanyalah penguasa yang hanya akan menginjak dan terus saja menginjak harga diri orang kecil.


"Betul sekali jadi kamu bersedia membantu kita?"


"Iya saya bersedia.


"Baiklah terima kasih atas kerja samanya


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2