
63
"Aku sangat lega sekarang untungnya anak kita dalam kondisi baik tanpa ada masalah sedikit pun. Oh iya apa setelah ini kita akan langsung pulang, apa kita tidak jalan-jalan terlebih dulu?" tanya Sandra pada Richard.
"Mendingan kita langsung pulang!"balas Richard yang tanpa berkata lagi.
"Baiklah kalau itu mau kamu!"
"Resya...."ucap Sandra yang begitu terkejut sembari pandangannya yang mengarah kearah kanan dimana ada dalam terdapat lah Resya yang terduduk diatas brangkar Rumah sakit.
"Apa kamu bilang tadi San?"
"Itu ...Itu bukannya Resya kan?" ucap Sandra yang kemudian Richard pun beralih menatap kearah pandangan Sandra tadi.
"Resya, apa yang terjadi dengannya?"ujar Richard yang tanpa berkata ia pun langsung masuk kedalam ruangan itu
Cklekk.
"Siapa itu. Apa anda Suster?" tanya Resya yang sama sekali tidak menyadari akan kehadiran Richard. Sedangkan Richard yang terkejut ia hanya menatapnya dengan tatapan bingung.
"Resya?" ucap Richard yang begitu terkejut melihat Resya yang juga berada di Rumah sakit ini.
"Richard!" balas Resya yang juga ikut terkejut mendengar suara Richard barusan.
"Kamu. Apa yang terjadi denganmu, kenapa kamu bisa sampai masuk ke Rumah sakit ini? Apa kamu habis menggalami kecelakaan?" tanya Richard yang kemudian Resya pun menimpalinya.
"Darimana kamu tahu kalau aku ada di Rumah sakit ini?" tanya Resya yang kemudian Sandra pun bertanya pada Suster yang kebetulan hendak inggin mengecek keadaan Resya.
"Suster kebetulan Suster ada disini. Apa yang sebenarnya terjadi pada pasien ini? Apa dia baru menggalami kecelakaan?" tanya Sandra pada Suster.
"Iya Pasien ini baru aja mengalami kecelakaan tadi malam. Apa anda keluarganya?" tanya Suster Balik.
"Iya kita keluarganya Suster?"balas Sandra.
"Astaga kamu habis kecelakaan Resya, terus gimana dengan kondisi janin kamu apa janin kamu terluka?" tanya Sandra yang berpura-pura cemas dan khawatir.
"Janin yang aku kandung tidak bisa diselamatkan, kamu pasti lega dan sangat bahagia kan sekarang mendengar kabar ini?" timpal Resya yang seketika membuat raut wajah Richard pun berubah mendengar jika Resya telah keguguran.
"Resya kamu itu apa-apaan sih, Sandra kan hanya bertanya kenapa kamu malah berkata seperti itu. Ngomong-ngomong kamu itu ternyata sangat tidak becus sekali ya jadi Istri, menjaga anak kamu sendiri aja kamu tidak bisa. Memang Istri sepertimu memang Istri yang sama sekali tidak berguna!"gertak Richard yang seketika membuat air mata Resya pun hampir saja terjatuh. Akan tetapi dengan berusaha Resya pun menahannya.
Plak.
"Astaga Resya kenapa kamu malah menampar Richard, apa salah dia?"
"Aku sudah menduga jika kamu pasti akan mengatakan ini kepadaku, aku juga sudah menduga jika ini jawaban yang akan kamu berikan setelah kamu tahu kondisiku sekarang jadi seperti ini. Dan terima kasih! Terima kasih karena kamu telah menyadarkan aku, terima kasih karena kamu telah menyadarkan aku jika selama aku telah salah memiliki seorang Suami bajingan, kejam sepertimu. Setelah aku melihat sikap kamu yang sesungguhnya kepadaku. Aku sadar jika selama ini kamu tidak pernah mencintaiku, kamu perduli dan perhatian kepadaku karena adanya anak yang ada dikandungan aku bukan. Sekarang aku sadar tidak ada gunanya mempertahankan rumah tangga bersamamu, jika dulu aku masih bertahan karena ada anak kita yang ada didalam rahimku, tapi sekarang dengan hilangnya anakku aku sadar tidak ada gunanya lagi aku untuk mempertahankan semua ini. Jadi cepat pergilah karena aku tidak mau melihat wajah kamu di hadapanku. Dan tunggulah surat cerai yang akan aku berikan ke kamu nanti, pergilah!" ucap Resya yang kemudian ia pun mengalihkan pandangannya dari Richard.
"Kamu tidak perlu susah-susah mengusirku. Karena tanpa kamu harus memaksaku, aku sendiri yang akan pergi dari tempat ini, lagian untuk apa aku harus bertahan mempertahankan rumah tangga bersama orang buta sepertimu, jadi tanpa kamu harus mengusirku aku juga akan pergi!"
__ADS_1
Tanpa berkata mau pun mengatakan sepatah kalimat lagi pada Resya. Akhirnya Richard pun perlahan-lahan mulai pergi meninggalkan ruangan rawat ini. Air mata yang sedari tadi ia tahan tak lama akhirnya air mata itu pun seketika membanjiri dari kedua sudut matanya Resya sesaat iya mendengar perkataan kasar yang barusan dikatakan Richard barusan.
Bagaikan tertimpa badai yang sangat besar dan senjata yang menyayat hatinya, perasaan Resya pun menjadi hancur berkeping-keping setelah ia menyaksikan sendiri seperti apa perlakukan kasar Richard saat ini.
"Kamu sangat bodoh Resya? Kamu sangat bodoh kenapa kamu harus sampai terjerat perasaan yang sangat menyakitkan ini kepada seseorang yang sama sekali tidak punya hati, kamu sangat bodoh! Kamu sangat bodoh!" ucap Resya dengan tangisannya yang pecah.
"Richard kamu gak papa kan. Apa kamu masih kepikiran dengan perkataan yang barusan kamu katakan pada Resya tadi?" tanya Sandra yang melihat Richard hanya terdiam dan terus terdiam setelah ia keluar dari ruangan Resya tadi.
"Sudahlah jangan sebut nama itu lagi. Aku sudah tidak inggin mendengar nama itu lagi di kupingku, bagiku nama itu nama yang sangat jelek dan tidak pantas untuk disebutkan beberapa kali. Aku tidak inggin mendengar nama itu lagi, jadi kamu bisa kan jangan menyebut nama itu lagi!" tegas Richard yang spontan membuat Richard pun hanya bisa terdiam tanpa terucap. Akan tetapi siapa sangka dalam hati Sandra dia sangat kegirangan dan seperti lagi bermimpi.
"Aku inggin kekamar kecil dulu, kamu bisa kan menungguku sebentar didalam Mobil?"
"Iya itu gak masalah! Aku akan menunggumu disana nanti!" balas Sandra yang kemudian Sandra pun ingat akan Resya.
"Sembari menunggu dengan bosan didalam mobil, kenapa aku tidak keruangan Resya saja, iya itu ide yang bagus!"batin Sandra yang kemudian ia pun memutar balik.
Cklek.
"Siapa kamu?" tanya Resya yang begitu terkejut mendengar suara seseorang yang membuka pintu ruangan ini.
"Resya...Resya...gimana sakit bukan perasaan yang kamu rasakan sekarang ini, ya jelas sakit banget lah. Sekarang kamu lihat kan kamu sudah kalah bahkan sekarang Richard tambah membencimu lebih dari membenciku dulu. Jadi jangan berharap kalau kamu akan menang melawanku, karena Sandra tidak akan pernah kalah apalagi kalah untuk melawan Wanita buta sepertimu!"ujar Sandra yang dengan memainkan rambut Resya.
"Apa yang kamu lakukan disini. Siapa yang menyuruhmu untuk kembali kesini, siapa?" bentak Resya.
"Diam! Aku tahu kamu sekarang sangat bahagia mendengar kehancuranku ini, jadi untuk apa kamu masih berada disini, pergi! Pergilah karena aku tidak mau mendengar perkataan kamu, pergi!"gertak Resya yang sembari mencoba melempar benda-benda yang berada disampingnya akan tetapi Sandra yang bisa menghindari dan tidak sampai mengenai dirinya.
*****
Tingtong....tingtong...tingtong.
"Siapa yang bertamu pagi-pagi gini?" gumamnya yang kemudian Mamanya Sandra pun perlahan-lahan mulai mendekati kearah pintu.
Cklek.
"Iya mas ada apa?" tanya Mamanya Sandra yang baru membuka pintu depan.
"Apa ini dengan Nyonya Monika verlanta?" tanya Seseorang itu yang tak lain adalah pengirim paket.
"Nama asliku, kenapa dia bisa sampai tahu nama asliku?" batinnya yang kemudian bertanya balik.
"Iya dengan saya sendiri. Ada apa?"
"Ini saya hanya inggin memberikan sebuah paket ini buat Nyonya?"ucap seseorang itu lagi.
"Paket? Tapi saya rasa mas salah orang, saya tidak pernah memesan paket apapun?"balas Mamanya Sandra yang merasa sangat heran.
"Tapi maaf Nyonya, disini sudah tertera atas nama Nyonya, bahkan no telfon Nyonya sendiri juga tercantum disini?" ucap sang pengantar paket.
__ADS_1
"Boleh aku lihat?" tanya balik Mamanya Sandra.
"Baik Nyonya silahkan?" Balas sang kurir yang kemudian dia pun menunjukkan no tersebut.
"08573***3*** iya ini beneran no kontak saya, tapi saya benar-benar tidak pernah memesannya?" balas Mamanya Sandra yang merasa sangat kebingungan.
"Mendingan Nyonya terima saja, lagian ini juga sudah dibayarkan. Mungkin ini salah satu seseorang yang sedang kagum sama Nyonya, atau mungkin dia itu penggemar Nyonya sendiri?" ucap sang kurir.
"Baiklah kalau gitu saya terima mas, sekali lagi terima kasih ya?"
"Iya Nyonya sama-sama permisi!"
"Baik mas silahkan!" balas Monika yang kemudian sang kurir tersebut pun akhirnya pergi.
"Siapa sebenarnya orang yang mengirimkan paket ini. Mendingan dari pada aku bingung, aku buka langsung aja paket ini?" ucap Mamanya Sandra yang tanpa menunggu lagi, ia pun akhirnya membuka sebuah kotak yang berwarna putih yang telah berbalut dengan plastik yang berwarna hitam tersebut.
Setelah Monika berhasil membuka plastik hitam tersebut, dia yang sudah menuju kesebuah kotak putih itu, dengan langsung ia pun membuka isi dari kotak putih tersebut.
Akan tetapi setelah dia berhasil membuka kotak itu. Seketika Monika pun merasa sangat terkejut, sekaligus sangat syok yang kemudian ia pun melemparkan kotak itu lantaran isi dari kotak itu yang tak lain adalah.
Sebuah boneka yang kepalanya sengaja diputuskan, dengan adanya noda merah yang seperti da*ah yang membuat boneka itu nampak sangatlah seram jika dipandang.
Dan belum lagi adanya tulisan yang membuat Monika yang membuatnya sangat lemas. Merasa sangat takut. Tulisan itu yang mengatakan KALIAN HARUS MA*I.
Merasa sangat takut, Monika pun sampai berteriak memanggil nama bibik Minah.
"Bibik...."
Mendengar Nyonya besar sedang berteriak, spontan Bibik yang mendengarnya pun langsung berlari menghampirinya.
"Iya Nyonya ada apa?"tanya balik Bibik.
"Itu!" ucap Monika sambil memejamkan matanya, menunjuk kearah paket tersebut.
"Astaghfirullah haladzim!" ucap Bibik yang langsung merapikan kiriman paket tersebut. Dan menaruhnya kembali kedalam kotak tersebut.
"Astaga Nyonya apa itu tadi? Siapa yang telah mengirimkannya?"
"Sa..saya tidak tahu...ingat Bibik jangan coba-coba memberitahu pada siapapun orang kalau saya barusan mendapatkan teror ini. Apa Bibik mengerti!" tegas Monika.
"Ba...baik saya tidak akan memberitahu pada siapa-siapa,"balas Bertanya bibik yang merasa takut dan hanya bisa menundukkan kepalanya.
Tanpa berkata mau pun mengucapkan sepatah kata lagi pada Bibik. Monika pun dengan bergegas ia langsung segera masuk kedalam Rumahnya.
"Siapa sebenarnya yang sudah mengirimkan teror ini pada Nyonya?" batin Bibik yang merasa sangat penasaran dan kemudian dia pun ikut masuk kedalam Rumah menyusul Nyonya besar.
BERSAMBUNG
__ADS_1