Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
BAB 18. MENGGINAP DI HOTEL.


__ADS_3

"Apa yang kamu lakukan apa kamu sedang menikmati ciuman ini?" tanya Resya yang seketika membuat pandangan Richard pun tersentak kaget dan seketika langsung mengakhiri ciumannya itu."


"Masa bodoh sekarang aku tanya sama kamu. Punya berapa banyak nyawa kamu? Sampai-sampai kamu berani mengecup-ku seperti tadi," tanya Richard dengan menunjukkan ekpresi geramnya.


"Sekarang aku sadar jika aku salah menikahi orang sepertimu. Bahkan yang lebih parah lagi aku menyesal menolong-mu dan menyelamat kamu dari kejaran para Polisi yang hendak akan menangkap-mu. Karena apa? Karena pada kenyataanya kebaikan yang aku lakukan sama sekali tidak ada artinya dimata kamu."


" Jika kamu memang menyesal menyelamatkanku, kenapa kamu masih ada disini?"


"Dan satu hal lagi dengan niat kamu menyelamatkanku jangan berharap jika aku akan baik hati dan mau mengakui-mu sebagai Istriku, karena apa? Karena itu sama sekali tidak akan pernah terjadi. Bagiku kamu itu hanyalah benalu, iya benalu yang harus dimusnahkan."


"Iya memang sekarang kamu hanya menganggap-ku hanya sebatas benalu yang harus dimusnahkan. Tapi itu sekarang kamu kan tidak tahu apa yang akan terjadi nanti, sekarang kamu membenciku tapi yang namanya hati kita kan tidak pernah tahu. Jadi berhati-hatilah karena orang yang terlihat diam itu bukan berarti ia mengalah. Ada kala seorang pendiam akan bangkit dan bersikap lebih kasar jika harga dirinya sudah diinjak-injak. Bahkan lebih parahnya lagi mungkin ia bisa sekejam singa yang sudah terlepas dari kandangnya dan tidak segan-segan akan memangsa itu, apa kamu mengerti?" tegas Resya dengan menunjukkan wajah beraninya.


"Berani kamu berkata seperti itu kepadaku?"


"Iya aku berani. Karena aku sudah capek, menjadi Istri dari seorang Mafia yang kejam dan tidak berperikemanusiaan dan aku hanya diam disaat kamu sedang menghinaku, bukan berarti aku harus diam dan menurut selamanya kan?"


Dan sekarang sudah gak ada alasan lagi buatmu untuk tetap bersamamu. Karena bagiku tinggal bersamamu yang ada aku malah akan tambah tersiksa dan terus menderita setiap hari. Dan kini saatnya aku untuk bangkit dan memilih jalanku sendiri jadi selamat tinggal.


Baru selangkah Resya menginjakkan kakinya. Richard tiba-tiba langsung mencengkram tangan kanan Resya.


"Kamu mau kemana?" tanya Richard dengan tegas.


"Kenapa? Apa itu masalah buatmu?"


"Apa kamu lupa kamu itu masih jadi Istriku jadi harusnya kamu itu menurut sama apa kata Suami."


"Menurut. Untuk apa aku harus menurut sama kamu. Kamu sendiri aja gak pernah menghargai-ku menjadi Istrimu jadi apa gunanya aku masih bertahan disini, jadi lepas cengkraman tangan kamu itu!" perintah Resya dengan tegas.


" lepaskan aku.


Dengan berusaha Resya pun melakukan pemberontakan dan membabi buta agar Richard mau melepaskannya. Akan tetapi akibat tenaga Resya yang terlalu dalam dan pemberontakan yang ia lakukan malah membuat luka tembakan yang baru ia alami dan dengan kondisi luka yang belum normal kembali. Luka itu akhirnya pudar dan darah pun kembali keluar.


"Aw ...." ucap Resya dengan memegang perutnya. Spontan pandangan Richard pun teralihkan pada tangan Resya yang mencengkram perutnya yang terdapat bercak merah itu.


"Sekarang kamu lihat kan lukamu pasti belum kering makanya perbannya terlepas dan lukamu kembali terbuka ayo ikut aku. Ajak Richard yang tiba-tiba langsung menarik tangan Resya dengan kasar.


"Kamu mau bawa aku kemana?"


"Diam-lah! Apa kamu mengerti!. bentak Richard yang kemudian ia pun menelfon seseorang.


📞 Gibran gimana apa kalian berhasil meloloskan diri dari kejaran para Polisi itu.

__ADS_1


📞 Tuan tenang saja kita semua berhasil meloloskan diri darinya. Dan untuk sementara kita tidak masuk kedalam Markas kita karena aku yakin mereka pasti masih mencari-cari kita dan menjaga markas itu jadi aku sarankan untuk malam ini Tuan jangan pulang ke Rumah dulu karena aku takut Polisi juga akan mendatangi kediaman Tuan."


📞 Baiklah untuk malam ini aku tidak akan pulang ke-rumah. Dan aku akan menginap di hotel tempat cadangan kita."


📞 Baiklah Tuan itu ide bagus, ya sudah aku tutup dulu telfonnya."


📞 Baik tuan."


📞 Jaga diri kalian semua.


📞 Baik Tuan.


"Sial gara-gara tempat persembunyian-ku diketahui oleh mereka, hidupku harus jadi gelandangan dadakan seperti ini. Kamu pasti sudah puas bukan?" tegas Richard dengan memberi tatapan tajam kepada Resya.


"Hm ... sekarang urusan kita sudah selesai jadi gak ada alasan buatmu untuk masih bersamamu disini," ucap Resya yang kemudian dia yang hendak akan pergi lagi-lagi Richard langsung menarik tangannya kembali.


"Siapa yang menyuruhmu untuk pergi?" tanya Richard dengan tatapan sinisnya.


"Apa maksudmu?" tanya balik Resya.


"Ayo ikut aku!" perintahnya yang langsung menarik tangan Resya.


"Hey kamu mau bawa aku kemana? Lepasin aku gak, lepasin." gertak Resya yang berusaha memberontak tapi Richard tidak menghiraukannya dan bergegas ia pun memberhentikan laju kendaraanya seseorang yang kebetulan lewat dihadapannya.


"Anda benar-benar keterlaluan, kejam sekali anda mengancam Wanita yang tidak bersalah ini?" bentak Resya dengan menunjukkan tatapan tajamnya.


"Bodoh. Dan kamu jika kamu gak inggin nasibmu sama seperti Wanita yang ada di-sampingku ini. Dan mendapat luka tembakan seperti itu maka serahkan ponselmu?" ancam Richard lagi dengan memberi tatapan tajamnya.


Merasa takut dan tatapannya yang melihat kearah wanita yang ada disamping laki-laki ini dengan bercak darah yang masih melekat pakaiannya. Wanita itu lantas menurut dan tanpa melakukan mau pemberontakan.


"Baiklah ini Ponsel saya, anda boleh mengancam saya tapi saya mohon jangan lukai saya ...saya mohon.


"Baguslah kalau anda sangat penurut seperti itu.


Berhenti dijalan yang letaknya tak jauh dari Hotel. Richard akhirnya memberhentikan laju kendaraannya, bergegas ia pun turun sekaligus memaksa Resya ikut turun juga.


"Ayo keluarlah cepat ...."


"Dan ini ponselmu cepat pergilah karena aku sudah tidak membutuhkanmu, cepat pergilah jika anda tidak mau merasakan tembakan ini


"Baik saya akan pergi. Terima kasih sudah memberi kesempatan terima kasih."

__ADS_1


"Apa maksud, kenapa kamu malah membawaku kesini . Apa kamu inggin menjual-ku ke seseorang disalah satu kamar hotel ini?"


"Jangan banyak berkata cepatlah jalan.


Setelah mengambil dan memesan satu kamar untuk mereka tinggali, mereka pun akhirnya telah sampai di depan kamar no 25 tanpa menunggu lagi mereka pun segera memasuki kamar yang bermotif putih tersebut.


"Akhirnya aku bisa istirahat juga sekarang," ucapnya yang kemudian Richard langsung menjatuhkan tubuhnya diatas kasur berwarna putih itu.


"Ini apa maksudnya kenapa kamu malah menculik-ku dan membawaku kesini."


"Inggat kamu sudah tahu segalanya jika aku biarkan kamu pergi jauh dari pengawasanku. Maka hal buruk seperti tadi akan terulang lagi, tapi jika aku menculik-mu seperti ini aku akan merasa aman."


"Memang laki-laki sepertimu masih memiliki banyak seribu cara untuk mengelabui seseorang, tapi aku sudah tidak betah dengan semua lelucon ini dan aku inggin keluar dari sini," ucapnya yang kemudian ia pun mengarah kearah pintu tapi pintunya sudah terkunci.


"Baiklah keluarlah. Karena pintu terbuka lebar untukmu," ujar Richard dengan menyunggingkan bibirnya.


"Pintunya. Pintunya kenapa gak bisa dibuka ."


"Kamu cari ini bukan, ambillah!" timpal Richard yang kemudian ia memasukkan kunci kamar ini kedalam saku celananya.


"Kau.


"Kenapa?, Ayo cepat ambil.


" Aw ..perutku rasanya pedih sekali.


"Duduklah. Aku akan mengobati lukamu," tawar Richard yang seketika membuat Resya pun terkejut.


"Untuk apa kamu inggin mengobati-ku, bukannya luka ini kamu sendiri yang melakukannya?" tolak Resya secara mentah-mentah.


"Baiklah jika itu mau mu aku tidak akan perduli denganmu. Aku mau mandi dan membersihkan semuanya," timpalnya yang kemudian ia pun berjalan menuju kamar mandi.


"Dasar menyebalkan sekali pria seperti itu rasanya inggin sekali aku mencekik'nya," gumamnya yang kemudian Richard menyahutnya.


"Jika kamu berani menyekikku, maka cekik-lah aku lagian aku rasa perkataan-mu gak mungkin akan bisa kamu lakukan."


"Dasar."


BERSAMBUNG.


__ADS_1


SEKALIAN IJIN PROMO YA. JANGAN LUPA MAMPIR KE NOVELKU YANG INI.


TERIMA KASIH.


__ADS_2