
Dan kemudian ia pun terpikirkan akan suatu ide yang tiba-tiba muncul dalam benaknya. Dan berlalu ia pun sementara waktu ia pun menyuntikkan sesuatu pada tubuh Silvi dan mematikan salah satu mesin penanda detak kehidupan.
"Dokter Rasyel kenapa melakukan itu, bukannya itu akan mempengaruhi pasien?
"Dokter tenang aja ini hanya untuk sementara waktu saja, sekitar 30 menit lagi aku akan menyalakannya kembali. Dan untungnya goresan itu tidak sampai mengenai tengkorak tengorokan nya jadi Silvi akan masih bisa bertahan hidup," ucapnya yang kemudian seseorang pun datang.
"Dokter, kenapa Dokter lama sekali," tanya salah satu Dokter berkepala botak yang memasuki ruangan ini.
" Maaf Dok saya tadi terlebih dulu melakukan tindakan pada pasien ini. Oh iya Dokter Rusli gimana keadaan pasien tadi apa dia selamat
"Sangat sayang disayangkan pasien itu tidak bisa di selamatkan karena kehilangan cukup banyak darah. Dan akibatnya dia meninggal pukul 11 siang tadi.
"Innalilahi wainnailaihi rojiun. Apa keluarganya sudah ada yang tahu tentang kabar meninggalnya? tanya Dokter Kim.
"Belum Dok, belum lagi korban juga salah satu anak yatim yang sudah tidak memiliki saudara mau pun keluarga, jadi akhirnya pihak rumah sakit memutuskan untuk menguburkannya secara langsung.
"Baiklah.
"Pasien meninggal memangnya ada pasien yang baru saja meninggal tadi? tanya Rasyel yang tidak tahu menahu.
"Iya Dokter, dia itu korban tabrak lari akibat terjadi penggumpalan darah seseorang itu akhirnya tidak bisa kami selamatkan.
"Astaga kasihan sekali.
__ADS_1
"Pasien ini. Apa dia sudah meninggal Dok? tanya Dokter tersebut ketika pandangnya mengarah dan menatap kearah Silvi.
"Iya pasien ini sudah meningal, dia kehilangan detak jantungnya dan akhirnya meninggal.
"Astaga aku harus memberitahu kabar ini pada Nyonya dia pasti sangat bersedih.
"Baiklah.
"Dokter, kenapa Dokter memberitahu kabar yang salah. Pasien kan masih hidup tapi kenapa Dokter mengatakan jika pasien sudah meninggal?
"Karena ini sudah mencari caraku untuk ikut sandiwara yang dilakukan Nyonya Sandra. Dan sekarang aku yang akan mengendalikan semuanya. Untuk saat ini Silvi masih bisa bernafas dengan sempurna melalui hidungnya dan cara selanjutnya biar aku yang menanggani.
"Baiklah aku akan ikuti saran dan rencana Dokter.
"Baiklah mari kita keluar sebentar, karena Nyonya pasti ingin melihatnya untuk yang terakhir kalinya.
"Baiklah.
Sifa mulai membelah jalan raya dengan kecepatan sedang. Namun, dalam perjalanan menuju sekolah Cinderawasih , tiba-tiba seseorang melintas di depan mobilnya. Lantaran terkejut sekaligus refleks seketika ia menginjak rem.
Bugk!
"Astagfirullah haladzim. Apa aku baru saja menabraknya?" gumam Sifa yang kaget bukan main, dan nafasnya sudah tidak beraturan.
__ADS_1
Segera ia melepaskan sabuk pengamannya dengan buru-buru, lalu membuka pintu mobil dan berlari ke depan mobilnya. Melihat salah seorang laki-laki masih dalam keadaan tergeletak ia segera terduduk dan menghampirinya.
"Apa Anda baik-baik saja?” tanya Sifa sambil berjongkok di depan orang yang baru saja dia tabrak.
Dia seorang Wanita muda yang berumur 30 an, memakai pakaian jubah panjang hitam. Terkejut lantaran Wanita itu menatapnya dengan tatapan cukup sinis, ia berbalik bertanya pada Wanita itu.
"Anda belum menjawab pertanyaan dari saya? Apa anda baik-baik saja? Bagaimana kalau saya antar anda ke rumah sakit?” lanjut Sifa yang terlihat panik, tapi seseorang yang berada dihadapannya terus saja menatapnya dengan tatapan sinis.
"Tidak perlu. Saya baik-baik saja,” jawabnya yang terdengar dingin.
"Lebih baik kita ke rumah sakit saja, ya. Saya khawatir jika terjadi sesuatu dengan Anda,” ucapnya yang sangat khawatir.
Lantaran terlihat sangatlah cemas ia tidak menyadari seseorang berjalan mendekatinya dari belakang.
Melayangkan sebalok kayu tepat kearah punggung belakang Sifa. Seketika Sifa tersungkur setelah hantaman keras itu berhasil melayang mengenai dirinya.
"Rencana berjalan sesuai rencana," ucap salah seorang yang tiba-tiba keluar dari balik semak-semak.
"Sekarang apa lagi yang harus kita lakukan. Apa kita perlu menyiksanya terlebih dulu?" timpal Wanita tadi.
"Tidak perlu, ya sudah mumpung masih sepi cepat kamu bantu aku untuk membopongnya," timpal Laki-laki itu.
"Baiklah," timpal Wanita berjubah hitam tersebut.
__ADS_1
Setelah jatuh pingsan, Wanita yang berpura-pura tertabrak ia langsung membantu membopong tubuh Sifa dan memasukkan ke dalam mobilnya yang berada di belakang mobil Sifa. Dan kebetulan jalan sedang sepi Lantara jam kerja yang baru dimulai.
BERSAMBUNG.