Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
BAB 29. Hampir keguguran


__ADS_3

Kadang aku berfikir orang yang terlihat sangat baik dan kita percayai ternyata ia juga mampu membuat perasaan luka pada diri kita, rasa tulus yang hadir ternyata juga tidak mampu membuat seseorang itu akan sadar jika tindakan yang ia lakukan sangatlah salah. Dulu aku berfikir jika Sandra adalah orang yang baik tapi rupanya semua itu kebalikan dari dugaanku.


Jujur dengan rencanaku yang berusaha membuat Richard agar bisa mencintaiku aku rasa rencanaku akan sia-sia saja, baru satu malam aku menjalankan misiku ini untuk membuat dia agar mencintaiku tapi buktinya tidak ada tanda-tanda akan keberhasilanku. Apa mungkin aku memang harus menyerah dalam melawan mereka.


Tidak Resya kamu tidak boleh kalah melawan mereka, ini belum apa-apa dan ini juga baru awal-awalan jadi kamu tidak boleh semudah ini putus asa, kamu harus bangkit...iya kamu harus bangkit.


Dalam sebuah tempat yang didalamnya terdapat beberapa jenis senjata tibalah seseorang yang melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan itu.


Baru selangkah seseorang itu melangkah kan kakinya di ruangan itu tatapan mereka pun teralihkan pada seseorang itu. Dengan menundukkan kepalanya mereka pun menyambutnya dengan memberi penghormatan.


"Dimana apa Markas baru kita sangat cocok buat kita?"


"Iya Tuan Markas ini sangat cocok buat kita. Dan aku rasa tidak akan ada orang yang mengetahui keberadaan tempat persembunyian kita yang baru ini.


"Baguslah kalau gitu, ya sudah lanjutkan lagi kerja kalian?"


"Baik Tuan."


Setelah itu Richard yang tiba-tiba duduk disalah satu kursi sembari memikirkan sesuatu, lamunannya pun seketika tersadar setelah Gibran yang tiba-tiba mendatanginya.


"Tuan. Tuan kenapa? Aku perhatiin Tuan seperti tadi sedang memikirkan sesuatu, apa Tuan ada masalah?" tanya Gibran padanya.


"Tidak, saya tidak ada masalah?" timpal Richard yang masih terlihat sedang melamun-kan sesuatu.


"Tuan jangan seperti itu, kita sudah dari sedari dulu bersama dan saya juga tahu kalau Tuan itu sedang memikirkan sesuatu, jadi cepat katakanlah padaku apa permasalahan yang Tuan hadapi saat ini?" kekeh Gibran yang masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan Richard barusan. Melihat Gibran yang berusaha memaksanya Richard akhirnya angkat bicara.


"Sebenarnya ini bukanlah masalah yang serius, hanya saja aku inggin bertanya kepadamu apa setiap kali Wanita sedang mengandung usia muda, setiap Wanita akan bersikap manja atau bisa dibilang bawaannya bersikap manja secara berlebihan?"


Mendengar pertanyaan yang dilontarkan Tuannya barusan, Gibran pun hanya membalas dengan senyumannya lantaran ia tidak menyangka jika Tuannya bisa bertanya soal seperti itu.


"Kenapa kamu malah tersenyum, aku ini sedang serius bertanya kepadamu?"tegas Richard yang akhirnya ekpresi wajahnya mulai berbeda geram.


"Iya Tuan saya juga tahu kalau Tuan lagi serius, tapi saya juga tahu orang yang Tuan maksud wanita itu dia pasti Istri kedua Tuan kan?"balas Gibran yang akhirnya membuat Richard berdalih menatap kearahnya.


"Tumben kamu pinter."


"Pada dasarnya apa yang Tuan katakan memang ada benarnya jika wanita dalam keadaan hamil pasti akan sangat inggin diperlakukan dengan baik dan lembut oleh Suaminya. Dan itu fakta yang sebenarnya jadi tuan sebagai Suami sekaligus calon ayah. Gibran sarankan mendingan untuk saat ini Tuan itu jangan galak-galak mau pun memperlakukannya dengan sangat kejam, karena itu akan beresiko pada janin yang ada di kandungannya nanti, bukannya Tuan sendiri yang berkata kepadaku kalau Tuan inggin sekali memiliki seorang anak jadi sekarang giliran impian Tuan sudah tercapai apa Tuan akan mengabaikannya begitu saja?"


"Baiklah kalau itu memang saran yang kamu berikan kepadaku cepat sekarang kamu lanjutkan lagi pekerjaanmu?"


"Baik Tuan!"


Hari pun berganti sore, waktu buat pekerja untuk melakukan istirahat. Sama halnya dengan Richard, setelah melakukan aktifitas sepanjang hari, ia pun akhirnya pulang kerumah, sesampainya.


"Bik, pada kemana mereka?"tanya Richard setiba di Rumah.


"Nyonya Resya sekarang lagi ada dikamar. Sedangkan Nyonya Sandra dia sudah sedari tadi pergi tapi sampai sekarang ia tak kunjung pulang-pulang.


"Kalau Sandra Bibik tidak perlu mencemaskannya, karena sebelum pergi dia sempat berpamit terlebih dulu padaku?"


"Baiklah Tuan kalau seperti itu."


"Apa Bibik tahu kemana Mama sekarang?"


" Kalau Nyonya besar dia juga lagi ada dikamar nanti juga akan muncul!"


"Apa aku kasih tahu Tuan Richard sekarang aja ya, kebetulan aku punya kesempatan untuk berbicara seperti ini?"batinnya.


"Baiklah kalau gitu bik aku masuk kedalam dulu!"balas Richard yang kemudian dia yang hendak inggin pergi, langkahnya pun dicegah oleh bibik.


"Oh iya Tuan, sekalian aku juga mau bilang sesuatu sama Tuan?"tanya bibik mendadak.


"Tanya soal apa bik?" tanya balik Richard.


" Saya sendiri juga tidak tahu permasalahan apa yang terjadi pada tuan dan juga Nyonya Resya sekarang. Karena setelah saya perhatiin, dari kemaren sejak pertama kali saya datang kerumah ini. Kalian tidak pernah membuka mulut untuk mengobrol mau pun berbincang-bincang satu sama lain ataupun bercanda seperti pasangan Suami Istri pada umumnya.


Tapi saya hanya inggin bilang, Nyonya Resya itu orangnya sangat baik, dan tidak sepantasnya Nyonya Resya Tuan abaikan seperti itu? Ada baiknya kalian berbicara dan selesaikan masalah kalian secara baik-baik.


Apalagi setelah saya tahu, kalau Nyonya Sandra ada niat jahat sama Nyonya Resya, saya harap Tuan bisa menjaga dan melindungi Nyonya Resya lebih berhati-hati lagi sekarang!"


Ucapan bibik yang keluar itu pun, seketika membuat Richard pun terkejut, dengan menunjukkan tatapan geramnya ia langsung bertanya balik kepada Bibik.


"Tunggu? Maksud Bibik apa berkata kalau Sandra ada niat jahat padanya?Apa bibik punya bukti atas perkataan yang baru aja Bibik ucapkan itu?" tanya Richard dengan wajah serius.

__ADS_1


"Iya saya berani berkata seperti itu, karena saya memang punya bukti jelas untuk membuktikan jika Nyonya Sandra itu aslinya orangnya sangatlah jahat dan juga licik. Dan semua bukti itu ada didalam ponsel ini?"jawab sang bibik yang kemudian dia pun memberi sebuah ponsel pada Richard. Richard yang melihat ekpresi Bibik Minah , ia pun lantas mengambil ponsel yang diberikannya tersebut.


Baru aja Richard memegang ponsel tersebut dan berniat inggin mengeceknya, pandangan bibik Minah seketika berubah menjadi sangat takut setelah ia melihat dari belakang Richard terdapat lah Mamanya Sandra yang sedang mengancamnya dengan menggunakan sebuah kertas putih yang tertulis berhuruf kapital besar yang sengaja ia arahkan kearah Bibik.


BERANI KAMU MEMBONGKAR MAKA NYAWA KAMU YANG AKAN JADI TARUHANNYA.


Seperti itulah kata yang tertulis pada kertas HVS putih tersebut. Rasa takut yang tiba-tiba menyerangnya akhirnya membuat Bibik dengan sigap ia langsung menggambil ponsel yang sudah berada ditangan Richard.


"Maaf Tuan apa yang saya katakan tadi semua itu tidaklah benar, a...aku...hanya disuruh oleh Nyonya Resya untuk berkata bohong seperti ini?"ucap Bibik yang seketika membuat Richard pun bingung.


Terkejut dengan apa yang dilakukan Bibik, Richard pun lantas langsung bertanya balik kepadanya.


"Apa maksud bibik berkata seperti itu. Dan apa maksud Bibik juga bilang kalau wanita itu yang menyuruh Bibik apa alasannya?"


"Soal itu saya tidak tahu Tuan, saya hanya disuruh jadi maaf saya harus pergi permisi!" ucapnya yang kemudian ia pun bergegas langsung pergi.


"Wanita itu dia memang senang sekali bikin emosi saya memuncak!"tegasnya dengan raut wajah yang terlihat marah.


"Maafkan saya Nyonya Resya, tidak seharusnya saya berkata seperti itu. Maafkan saya?"batinnya yang merasa sangat menyesal.


"Bagus karena kamu telah menjalankan apa yang saya perintahkan tadi. Jadi sekarang cepat berikan ponselmu padaku sekaligus tunjukkan kepadaku apa maksud perkataan yang kamu katakan tadi, cepat tunjukkan!" Perintah Mamanya Sandra dengan mengancamnya.


"Ba...baik Nyonya saya akan memberikannya pada Nyonya, ini dan ini Video yang saya maksud tadi?"


"Sekarang aku minta kamu hapus Video itu sekarang juga cepat lakukan!"perintahnya dengan kasar lagi.


"Ba..baik nyonya, saya sudah menghapus Video itu!"


"Baguslah kalau gitu jadi sekarang nyawamu aku jamin aman!"aalasnya yang kemudian Mamanya pun akhirnya pergi.


"Maafkan saya Nyonya Resya...maafkan saya, saya benar-benar tidak ada pilihan lain maafkan saya?"batin Bibik yang merasa sangat menyesal.


******


PUKUL 19:00 MALAM.


"Ma, sekarang apa yang harus kita lakukan untuk membuat janin yang ada didalam kandungan wanita sialan itu agar bisa keguguran. Kemaren aku sudah mencoba dengan memberikannya racun pada salah satu minuman susu yang akan ia minum tapi lagi-lagi rencanaku gagal jadi sekarang aku bingung inggin mencoba dengan cara apa lagi?"tanya Sandra dengan berada di kursi meja rias, sedangkan Mamanya ia terduduk di tepi ranjang sembari menggunting kukunya.


"Mama serius, dengan cara apa?" timpal Sandra yang langsung menghampiri Mamanya.


"Ini?" timpal Mamanya yang langsung menunjukkan sebuah barang berbentuk kotak kepadanya.


"Apa itu Ma?" tanyanya lagi yang kemudian ia langsung menggambil barang tersebut dan membolak-balikkan karena merasa bingung.


"Ini adalah ramuan herbal buat orang yang inggin mengugurkan kandungan. Mama tahu dari teman Mama, dan Mama sengaja membelinya karena Mama yakin kita pasti membutuhkannya?"balas Mamanya yang kemudian Sandra pun menatap kearah Mamanya.


"Tapi gimana caranya kita bisa membuat Resya meminum ini, apalagi kita juga tahu Resya sudah mengetahui kalau kita itu sangat jahat kepadanya jadi aku rasa itu juga akan percuma Ma!"


"Sayang memang kita yang merencanakan semua ini, tapi bukan berarti kita juga yang harus melakukannya?"


"Maksud Mama apa?"


"Asal kamu tahu ya ini itu cara yang paling mudah menurut Mama. Karena hanya dengan mencampurkannya dalam segelas air putih dan kita melarutkannya orang-orang tidak akan tahu jika ini aslinya adalah ramuan, ramuan ini jika sudah tercampur air warnanya akan berubah seperti minuman teh pada umumnya, sedangkan dia kan sering sekali meminum teh setiap harinya jadi kamu pasti tahu kan apa maksud Mama?"balas Mamanya dengan tersenyum sinis.


"Mama memang Mamanya Sandra yang hebat!"balas Sandra yang langsung memeluk Mamanya.


"Iyalah Mama gitu."


"Sudah sekarang kita jalankan misi kita sayang!"


"Baik Ma!"


"Sandra aku ada urusan sebentar yang harus aku tangani sekarang jadi kamu gak masalah kan kalau malam ini tidur sendiri?"


"Iya gak papa kok sayang, lagian disini kan banyak orang jadi aku gak lagian dan ini juga bukan yang pertama kalinya juga kan?"


"Iya juga sih ya sudah kalau gitu aku pamit ya?"


"Baiklah hati-hati ya!"


"Dahh...."


"Richard lagi ada tugas jadi ini keputusan yang tepat untuk menjalankan rencanaku ini!" batin Sandra dengan tersenyum sinis.

__ADS_1


"Badanku rasanya mulai meriang sekarang aku harus buat teh sekarang tapi mana bibik sekarang, sudahlah mendingan aku buat sendiri saja?"ycap Resya yang akhirnya ia pun berjalan menuju ke dapur.


Selesai membuatnya, Resya yang hendak akan pergi sembari membawa secangkir gelas yang berisi teh tersebut, tiba-tiba terdengar suara seseorang yang sedang mengetok pintu hingga beberapa kali tapi seperti tidak ada orang yang membukanya.


"Siapa siang-siang gini bertamu ke Rumah ini. Dan kemana perginya Mbak Sandra dan Mamanya kenapa mereka tidak mendengarnya. Sudahlah lebih baik aku periksa dan bukakan pintunya.


Berlalu pergi meninggalkan secangkir teh itu yang masih tertinggal di dapur. Setelah perginya Resya tiba-tiba langkah kaki seseorang pun mulai memasuki dapur dan perlahan-lahan mulai menghampiri titik tempat dimana secangkir Teh yang dibuat oleh Resya barusan.


Menggambil teh tersebut dan menggantinya dengan secangkir teh yang lain seseorang itu pun akhirnya bergegas langsung pergi meninggalkan tempat ini setelah ia berhasil menjalankan misinya.


Sedangkan setibanya Resya didepan pintu dan membukanya tidak terlihat ada seseorang yang berdiri didepan pintu keluar.


"Kemana perginya orang yang mengetok pintu ini tadi, aku dengar dengan sangat jelas memang ada orang yang mengetuknya tapi kemana dia. Sudahlah lebih baik aku masuk lagi aja.


Bergegas pergi Resya akhirnya kembali lagi ke dapur dan menggambil secangkir minuman yang hendak akan ia seduh nanti.


"Rasa teh ini kok rada-rada aneh ya? Kayak terasa agak pahit apa merk teh celup ini beda pada teh celup pada umumnya. Sudahlah mendingan aku minum saja?"


Tanpa rasa curiga yang Resya rasakan ia pun menyeduh teh ramuan tersebut. Setelah menyeduhnya hingga yang ketiga kalinya sesuatu akhirnya mulai dirasakan oleh Resya.


"Ah..perutku..kenapa perutku jadi sakit seperti ini, aw...."


"Nyonya...Nyonya kenapa?.Nyonya!"


Mendapati Resya yang tiba-tiba menjerit meringis kesakitan hingga tidak tertahan akan rasa sakit itu, yang akhirnya membuatnya jatuh pingsan tepat dipangkuan sang Bibik lantaran sudah tidak tahan dengan rasa sakit yang ia rasakan tadi.


Bibik yang melihatnya ia hanya bisa memangku Resya dan berusaha untuk menenangkannya akan tetapi apa yang dilakukan Bibik sama sekali tidak berpengaruh untuk bisa menolongnya. Melihat Resya yang akhirnya tidak sadarkan diri ia bergegas menelfon Richard menggunakan telefon Rumah.


Mendengar kabar jika Resya masuk ke Rumah sakit. Richard yang inggin mendatangi Rumah sakit itu, terlebih dulu ia pun menyamar dengan mengenakan kumis palsu agar identitasnya tidak diketahui oleh orang-orang di Rumah sakit ini.


Tak berselang lama akhirnya Dokter pun keluar, Richard yang sudah berada disana ia lantas langsung menanyainya.


"Dok gimana keadaan Istri saya Dok apa dia baik-baik saja?"


"Setelah saya periksa ternyata Istri anda baru aja meminum ramuan untuk mengugurkan kandungan yang gimana ramuan ini ramuan yang sangat berbahaya bagi seseorang yang sedang mengandung seperti Istri anda. Jika terlambat sedikit saja Istri anda dilarikan ke Rumah sakit, saya tidak tahu apa yang akan terjadi padanya sekaligus janin yang ada didalam kandungannya nanti!"balas Dokter yang seketika membuat raut wajah Richard seketika berubah setelah mendengar perkataan dari Dokter.


"Apa Dok ramuan keguguran?"ucap Richard yang seketika terkejut setelah mendengar kata-kata tersebut.


"Iya Pak, tapi anda tenang saja janin yang ada didalam kandungan Istri bapak masih bisa diselamatkan jadi anda tidak perlu cemas. Ya sudah kalau gitu saya tinggal dulu?"


"Baik Dokter silahkan!"


"Berani sekali ia mencoba mengugurkan janin yang ada di kandungannya, yang jelas-jelas janin itu juga anak dari darah dagingku sendiri!"gumam Richard dengan raut wajah yang terlihat sangat marah, tanpa berfikir ia lantas langsung masuk kedalam kamar rawat Resya. Dan sesampainya ia masuk dan melihat Resya yang terduduk di brangkar Rumah sakit ia malah memberi tamparan kepada Resya.


"Richard kamu kenapa menamparku?"tanya Resya dengan air mata yang mulai menetes.


"Masih bertanya juga kamu, apa maksud kamu yang mencoba inggin menggugurkannya apa kamu sudah tidak waras apa kamu sudah gila?"bentak Richard yang terlihat jika emosinya tidak bisa terkontrol lagi.


"Aku berani bersumpah aku tidak pernah ada niatan untuk menggugurkannya, kejadian ini benar-benar terjadi dengan sangat cepat . Waktu itu aku sedang meminum teh dan aku tidak tahu kalau didalam cangkir itu bukanlah Teh asli melainkan ramuan untuk mengugurkan kandungan aku berani bersumpah aku tidak pernah ada niat sama sekali untuk melakukan tindakan sekeji itu?" ucap Resya yang berusaha untuk membela dirinya.


"Jadi maksud kamu teh yang kamu buat itu tiba-tiba berubah sendirinya menjadi Ramuan itu omong kosong apa itu?"timpal Richard.


"Aku berani bersumpah aku tidak pernah mau melakukan tindakan seperti itu kalian, pasti semua ini kalian kan pelakunya pasti kalian kan dalang dibalik semua ini, ayo ngaku kalian, ngaku lah!" gertak Resya dengan menunjuk kearah Sandra dan Mamanya yang sedari tadi hanya tersenyum dibelakang Richard.


"Heyy kamu pikir aku sebodoh itu apa dan untuk apa harus mengugurkan kandungan kamu jika pada kenyataanya aku malah sangat menunggu kehadiran anak yang ada dikandungan mu itu segera lahir kedunia ini. Richard Mama benar-benar tidak mengerti Istri kamu itu senang sekali menuduh-nuduh orang tanpa adanya bukti yang jelas jika kamu mau menuduh kita dan menyalahkan kita apa kamu punya bukti tidak kan?" bela Mamanya.


"Kamu itu sudah salah masih aja punya cara licik untuk menuduh mereka. Apa kamu punya bukti jika mereka yang melakukan semua itu?" tanya balik Richard.


"Bik, Bibik pasti bisa bantu aku kan?"


"Sudahlah kamu itu gak usah bawa-bawa Bibik dalam masalah ini. Bibik sudah memberitahuku kalau kamu yang menyuruhnya untuk menuduh mereka, jadi rencana apa lagi yang inggin kamu lakukan dan ide licik apa lagi yang telah kamu rencanakan?"bentak Richard yang membuat Resya pun terkejut mendengar perkataan yang dikatakan Richard barusan.


"Apa?"balas Resya dan beralih menatap kearah Bibik, Bibik yang melihatnya ia hanya bisa menundukkan kepalanya.


"Baiklah memang sekarang aku tidak punya bukti apa-apa, tapi ketahuilah kejahatan tidak akan pernah kalah melawan kebaikan , jika sekarang kamu masih tidak mempercayaiku dengan perkataan yang barusan aku katakan baiklah aku akan diam sekarang.


Dan sekarang aku pertegaskan ke kamu Richard Tuan Mafia yang sangat disegani bahkan sangat ditakuti oleh banyak orang. Sepintar-pintarnya kamu, kamu masih terlihat sangatlah bodoh karena bisa-bisanya kamu tertipu oleh dua siluman ular seperti mereka.


Selama ini kamu berfikir kalau mereka itu orang yang sangat baik kepadamu, tapi satu hal yang tidak kamu tahu dibalik sifat baik yang terdapat pada diri mereka tersimpan lah sebuah kebohongan bahkan dibilang kebusukan yang sangat besar yang berada didalam diri mereka yang nantinya perlahan-lahan kenyataan itu akan kamu ketahui dan bisa kemungkinan bisa meledakkan diri kamu."


Ucap Resya yang seketika membuat mereka semua pun terkejut tak terkecuali Sandra dan Mamanya.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2