Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
Apakah Richard serius dengan rencananya


__ADS_3

Malam yang sunyi, waktu bagi semua orang untuk beristirahat sejenak, setelah seharian beradu dengan aktifitasnya yang tiada henti.


Terduduk diatas sofa dengan pandangannya yang tidak biasa. Pandangannya yang melirik kearah seorang lelaki yang barusan pulang entah darimana.


"Darimana aja kamu? Kenapa jam segini kamu baru pulang apa kamu habis ketempat karaoke yang sering kamu datangi?" tanya Resya dengan pertanyaan sinisnya, sekaligus pandangannya yang terlihat marah.


"Sudahlah aku capek aku juga ngantuk, jadi kalau kamu ingin marah besok aja. Aku tidak ada waktu buat berdebat," sambungnya yang tanpa berkata ia segera merebahkan tubuhnya diatas ranjang.


"Sebenarnya apa maksud kamu Richard jika tujuan kamu hanya ingin membuatku menderita seperti ini, kenapa kamu masih berpura-pura seolah-olah kamu itu sangat mencintaiku. Mana janjimu yang kamu bilang kamu akan selalu ada di sampingku mana?"bentaknya akan tetapi Richard tidak menghiraukannya dan berkata.


"Apa kamu sudah selesai berkata? Ini udah malam jadi akan lebih baik kamu cepatlah tidur daripada kamu harus menganggu waktu tidurku sekarang," balasnya berlalu ia memejamkan kedua matanya.


"Sekarang aku sadar jika dia hanya ingin mempermainkan-ku. Jika ini yang kamu mau baiklah aku akan pergi dari hadapan kamu. Lagian untuk apa aku harus berjuang demi seseorang yang aku cintai jika kenyataannya seseorang itu tidak pernah mencintaiku. Aku bodoh karena aku hanya percaya semua perkataan omong kosong-mu saja tapi sekarang aku tidak ingin menjadi Resya yang bodoh lagi. Dan jika kamu harap aku masih mau tidur dengan pria bajingan seperti-mu maaf aku tidak bisa lebih baik aku pergi dan tidur dikamar pembantu daripada hatiku selalu kamu permainkan seperti ini permisi!"


Satu kata yang mungkin hanya terucap dalam mulutnya. Bulir demi buliran air mata seketika menjatuhi kedua pipi mereka masing-masing.


Berbeda dalam satu tempat tak bersanding nyatanya mampu menyatukan dua retakan hati yang entah apa mungkin perasaan itu masih bisa diperbaiki.

__ADS_1


Kecewa, iya itulah kata yang cocok didalam hati Resya. Akan tetapi hati Richard sangatlah berbeda.


Terkadang jika kita mencintai seseorang kita memang perlu berkorban entah itu perasaan atau apa. Membiarkan seseorang yang paling kita menangis bukan berarti kita jahat kepadanya. Aku merasa aku akan tambah sangat jahat Jika aku membiarkannya meneteskan air matanya lebih banyak lagi.


Dan aku akan merasa berdosa dan bersalah jika aku tidak mampu menyelamatkan dia dari kejaran orang-orang yang sudah mengawasinya dari kejauhan.


Hidup bersama denganku yang ada hidup kamu akan diselimuti dengan ancaman orang-orang jahat yang berniat ingin membunuhmu. Dan jika aku membiarkan semua itu aku akan tambah semakin berdosa apalagi jika aku sampai harus kehilangan mu untuk selama-lamanya.


Sama halnya seperti hujan. Akan lebih baik kita menyediakan payung sebelum hujan itu menguyur tubuh kita. Dari pada kita harus rela hujan-hujanan jika pada kenyataannya akhir-akhir kita sendirilah yang akan sakit akibat kecerobohan kita sendiri.


"Maafkan aku Resya maafkan aku, jika kamu ingin marah kepadaku marahlah karena aku sudah siap mendapatkan tamparan yang mungkin nanti akan kami berikan padaku. Karena bagiku lebih baik aku menerima tamparan keras darimu, dari pada aku harus kehilangan kamu untuk selamanya maafkan aku! Maafkan aku!"


FLASHBACK


"Iya bener ini dengan saya sendiri ada apa pak?"balas Richard yang merasa bingung dengan siapa ia berkomunikasi saat ini.


"Kami dari Kantor kepolisian Gangnam. Kantor kepolisian mengalami kebakaran hebat yang terjadi pada tadi malam. Dan akibat kejadian ini dua narapidana yang tak lain adalah seseorang yang anda kenal telah berhasil meloloskan diri dari kejaran kami!"

__ADS_1


"Apa?" balas Richard yang seketika bangkit dari tempat duduknya.


"Iya maafkan kami tuan ,maafkan kami. Kami akui kami lalai maafkan kami!"


"Baiklah tidak apa-apa pak saya tahu semua ini kecelakaan jadi tidak perlu ada yang disalahkan. Apa kalian tahu dimana keberadaannya sekarang?"


"Untuk kali ini kami kehilangan jejaknya tuan. Kamu rasa kedua narapidana itu bersekongkol bekerja sama untuk melarikan diri keluar dari wilayah Jakarta. Jika mereka kabur ke luar negeri akan sangat susah untuk menangkapnya tuan!"


"Baiklah kabari saya lagi kalau kalian sudah menemukan keberadaannya?"


"Baik Tuan!"


"Sial mereka kabur. Aku yakin orang seperti Sandra tidak akan tingal diam untuk berbalas dendam kepadaku. Apalagi akulah orang yang sudah menjebloskannya kedalam sel penjara dalam kondisi hamil dia pasti tambah semakin dendam kepadaku. Aku tidak bisa diam saja aku harus melakukan sesuatu. Resya ... ini akan sekarang dalam keadaan bahaya. Aku tidak mau gara-gara Sandra aku harus kehilangan dia lagi aku tidak mau. Apalagi Erlangga dia juga tidak kalah liciknya aku tidak mau hanya gara-gara aku nyawa Resya yang jadi taruhannya aku tidak mau!"


FLASHBACK.


"Mungkin dengan berpura-pura membencimu keadaan kamu akan baik-baik saja Resya. Dan mungkin jika aku melepaskan-mu kamu juga akan bisa hidup lebih bahagia tanpa adanya ancaman dari seseorang yang akan membunuhmu. Dan Revan lah orang yang tepat untuk kamu dampingi. Dan biarlah aku yang membasmi dua manusia serigala itu. Doaku semoga mereka berdua tidak sampai bertemu dan tidak bekerja sama untuk sama-sama menghancurkan-ku," gumamnya yang kemudian ia kembali tidur.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2