Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
BAB 13. AIR MATA.


__ADS_3

Mengira jika Richard akan memberi hukuman berat pada Resya setelah adanya ke-salah pahaman yang menimpa mereka kemaren, rupanya semua itu hanyalah ilusi dan mimpi yang ada didalam otak Sandra yang tidak akan mungkin pernah terjadi.


Dan selama kurang lebih 30 menit lamanya Sandra bolak-balik didepan pintu menunggu kedatangan seseorang yang sudah sejak sedari ia tunggu-tunggu.


Dan tidak menunggu waktu lebih lama akhirnya orang yang ia tunggu akhirnya tiba juga. Akan tetapi setibanya mereka, Sandra malah memberi tatapan bingung kepada mereka, lantaran yang ia lihat tadi Richard terlihat sangat marah dan tidak segan-segan akan memberi hukuman yang berat kepada Resya tapi nyatanya amarah Richard tidak bertahan lama dan dalam hitungan menit saja mereka terlihat baik-baik saja tanpa adanya perilaku kasar Richard yang ia lakukan kepada Resya.


"Apa ini, bukannya tadi Richard itu marah besar kepada Resya, tapi kenapa sekarang mereka terlihat biasa-biasa aja apa yang terjadi sebenarnya dan kenapa lengan tangan Richard bisa terluka seperti ini?" batin Sandra sedikit heran sembari menatap kearah mereka dengan tatapan heran.


"Kamu kenapa San, kenapa kamu memberikan tatapan heran seperti itu ke kita?" tanya Richard yang seketika membuat Sandra pun angkat bicara.


"Tidak, aku tidak apa-apa kok. Oh iya apa yang terjadi pada lengan kamu sayang, kenapa bisa terluka seperti itu?" tanya Sandra yang akhirnya Richard angkat bicara.


"Aku tidak bisa menjelaskan semuanya ke kamu. Sekarang lebih baik kita ke-kamar dan kamu obati luka ku ini?" perintah Richard sembari menatap kearah Resya.


"Baiklah aku akan obati segera, ayo kita ke-kamar sekarang," ajak Sandra dengan menggandeng lengan kiri Richard.


Berlalu pergi dari hadapannya Resya. Hati Resya seketika teriris bukannya ia merasa cemburu kepada Istri pertama Richard, tapi ia sadar pada kenyataanya niat baik yang ia lakukan selama ini sama sekali gak akan pernah dihargai oleh suaminya sendiri.


Mengingat tadi Resya menawarkan diri untuk mengobatinya tapi Richard menolaknya dengan mentah-mentah. Dan sekarang apa yang ia lihat tanpa Sandra menawarkan diri, Richard sudah terlebih dulu berkata dan memintanya untuk mengobatinya.


"Sesakit ini kan rasanya jika tidak dihargai oleh Suami kita sendiri. Bahkan untuk menyentuh lengannya saja ia tidak mengijinkannya baginya aku ini hanyalah benalu yang hanya akan jadi benalu pada keluarganya lantas apa artinya pernikahan ini.


"Hey dari pada kamu nangis lebih baik ayo kamu ke-kamarku," ajak Mamanya Sandra dengan langsung menarik tangan Resya dengan kasar.


"Ke kamar tante buat apa?"tanya balik Resya.


"Banyak tanya lagi, ayo cepat pergi ke kamarku jika kamu inggin tahu apa yang inggin aku lakukan ke-kamu.


Sesampainya mereka dikamar, hal yang di lakukan Mamanya yang tiba-tiba langsung menutup pintu dengan sangat keras barusan.


"Tante? Apa yang Tante lakukan kenapa Tante membanting pintu sekeras itu?" tanya Resya mendapatkan bentakan darinya.


"Kenapa apa itu salah! Inggat kamu hanyalah istri cadangan jadi kamu jangan banyak berharap jika kamu akan mendapat kebahagiaan ketika berada di-rumah ini bersama dengan Richard maupun Sandra. Karena saya gak akan pernah membiarkan kamu bahagia di-Rumah ini, karena apa? Karena kamu sangatlah tidak cocok berada diantara rumah tangga mereka. Jadi buang jauh-jauh mimpi kamu untuk menjadi nyonya besar di-rumah ini, karena sampai kapanpun saya gak akan pernah membiarkan semua itu sampai terjadi apa kamu paham itu!.


"Iya aku paham dengan apa yang Tante katakan barusan, aku juga sadar kalau aku hanyalah istri cadangan. Tapi apa aku salah jika aku minta mendapatkan kebahagiaan sedikit saja, dan apa aku salah jika aku berharap Tante mau menghargai-ku sebagai Istri Richard?" ucap Resya yang kemudian ia malah mendapatkan tamparan keras dari Mamanya Sandra.

__ADS_1


"Inggat itu sangatlah cocok buat kamu, jika kamu gak mau hal buruk lagi menimpamu, maka jaga sikap kamu disini apa kamu paham," gertak Mamanya Sandra yang tanpa berkata ia langsung naik diatas Ranjang.


Aku tidak masalah jika aku harus menggalami semua ini karena aku juga sadar jika aku ini hanyalah istri cadangan, bahkan pada saat nanti anakku lahir aku mungkin akan diceraikan olehnya.


Karena aku hanyalah Istri yang gak akan pernah dianggap, Jadi yang harus aku lakukan sekarang aku harus tetap fokus kepada buah hatiku nanti dan kehidupanku nanti Karena hanya itulah jalan hidup ku yang sesungguhnya.


mengijinkannya baginya aku ini hanyalah benalu yang hanya akan jadi benalu pada keluarganya lantas apa artinya pernikahan ini.


Terduduk santai diatas ranjang Mamanya Sandra pun meminta Resya untuk memijatnya. Lantaran tidak mau terkena amukan lagi, Resya akhirnya menyetujui permintaan yang tujukan oleh Mamanya Sandra.


"Hey kamu itu bisa pijat gak sih, pijitan kamu itu sama sekali gak berasa gak becus banget sih kamu.


"Maaf tante tapi ini udah aku tekan-tekan.


"Sudahlah jangan banyak bertanya lebih baik sekarang kamu itu!" perintahnya.


"Baiklah."


"Hey apa yang kamu lakukan siapa yang menyuruhmu untuk tidur satu ranjang denganku. Kamu pikir aku sudi apa tidur satu ranjang denganmu, cepat turun dan tidurlah dilantai," perintah Mamanya Sandra dengan kasar.


"Kamu itu lebih pantas tidur dibawah jadi ini bantal buat kamu, cepat tidurlah," perintahnya dengan melempar satu bantal buat Resya.


"Baiklah," balas Resya yang kemudian ia pun menggambil sebatang selimut yang ia tata di lantai, dan kemudian tanpa mengeluh ia pun merebahkan tubuhnya dan memiringkan ke kanan, air mata yang sedari tadi ia tahan akhirnya perlahan-lahan mulai keluar dari sudut matanya.


****


"Kamu serius tidak apa-apa Richard luka kamu ini benar-benar parah, apa kita gak perlu ke rumah sakit?" tanya Sandra dengan mengobati luka Richard.


"Aku tidak apa-apa besok juga lukaku ini akan sembuh dengan sendirinya. Dan kamu gak perlu khawatir soal ini!.


"Apa luka yang kamu alami ini adalah perbuatan dari Black blaker? Apa mereka yang sudah merencanakan semua ini untuk menyerang-mu?"


"Hmm kayaknya memang seperti itu, tapi ada satu hal yang membuatku merasa kurang yakin.


"Apa?"

__ADS_1


"Apa mungkin dugaan-ki yang menuduh wanita itu sebagai mata-mata Alex, apa semua dugaan-ku itu salah jika dia memang benar mata-mata yang ditugaskan Alex kenapa wanita itu malah terlihat melindungi-ku?"


"Ternyata rencana-ku selama ini belum terlalu berhasil untuk meyakinkannya. Dan kayaknya aku perlu pakai cara lain agar dia benar-benar percaya kalau Resya adalah mata-mata dari Alex," batinnya kemudian Richard memangilnya.


"Hey kenapa kamu diam? Aku sedang berbicara denganmu. Apa kamu sedang memikirkan sesuatu?"tanya Richard.


"Tidak. Aku hanya berfikir kenapa kamu setega ini sama Resya, jika kamu merasa dugaan-mu ini salah harusnya kamu gak sejahat dan se'kasar ini kepadanya. Dia juga wanita jadi aku pasti mengerti apa yang sedang ia rasakan, apalagi selama menjadi Istri kamu, kamu gak pernah bersikap adil dan menganggap dia sebagai Istri kamu malam pertama yang harusnya kalian bersama kenapa kamu malah meninggalkannya?"


"Aku melakukan semua itu karena aku gak mau melukai perasaan kamu, aku menikah dengannya karena sebuah alasan dan tragedi jadi sudahlah aku gak mau membahas soal itu lagi aku capek mau tidur.


"Baiklah tidurlah.


"Richard, Richard sebodoh itukah kamu mempercayaiku.


Keesokan paginya jam yang sudah menunjukkan pukul 04:00 pagi. Dan Mamanya yang melihat Resya yang masih tertidur pulas Dia dibuat terkejut dengan perilaku yang barusan dilakukan oleh Mama Sandra yang tanpa ada rasa kasihan sama sekali dia menyiram Resya dengan mengunakan segelas air.


"Hei ... anak kampung bangun ...enak banget ya kamu, hei ...bangun," bentak Mamanya sembari menggertak Resya.


" Astaga Tante ada apa, apa yang terjadi? Kenapa Tante menyiram-ku seperti ini?" tanya Resya yang sudah dalam keadaan wajah yang sudah basah kuyup.


"Udah dari pada kamu banyak tanya? Mendingan sekarang kamu cepat pergi ke-dapur dan segera kamu masak sekarang juga, karena bibik hari ini tidak masuk dia lagi pulang kampung jadi ayo cepat!" perintahnya dengan kasar.


"Tapi Tante? Ini kan masih terlalu pagi?.


"Terus kenapa kalau masih pagi. Kamu tidak mau melakukannya, Sudah daripada kamu ngeyel terus cepat kamu pergi ke-dapur dan masak sekarang juga ayo cepat!" bentak Mamanya Sandra yang dengan mendorong tubuh Resya dengan kasarnya.


"Iya Tante aku akan masak sekarang!" jawab Resya yang kemudian hanya bisa menurut apa yang dikatakan olehnya.


Aku inggin sekali bertanya pada seseorang apa aku ini sangatlah pantas dianggap hanya sebatas seorang pembantu.


Kenapa semua orang dengan teganya memperlakukanku dengan cara seperti ini. Apa didalam hati mereka tidak terselip rasa kasihan dan kepeduliannya pada diriku. Apa dia sangatlah membenciku sampai-sampai dia tega membuatku sangat menderita seperti ini.


Mama aku inggin bertemu dengan Mama, dan menangis di-pelukan Mama sekarang. Aku inggin sekali mengatakan apa yang aku rasakan saat ini. Karena hanya Mama-lah orang yang bisa aku ajak berbicara dan mengerti apa yang aku rasakan saat ini. Aku inggin bertemu dengan Mama!" batin Resya yang sudah tidak bisa memendam air matanya lagi.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2