Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
HATI YANG TIDAK BISA LAGI DIBOHONGI


__ADS_3

Kedua Preman itu yang langsung melayangkan pukulannya dengan sigap Sifa langsung memukul balik mereka.


"Kamu? Berani sekali kamu melawan kita?"tegas salah satu preman itu.


"Iya aku berani. Aku memang seorang Wanita tapi jangan harap kalau aku akan diam dan rela kesucian-ku kalian rebut jadi rasakan ini.


Buk


Satu tendangan Sifa layangkan dan dengan tepat mengenai dada kekar dari preman itu. Sadar jika Wanita yang ia hadapi bukanlah Wanita lemah, kedua Preman itu nampak tersenyum sinis, tatapan keduanya telah membuktikan jika ada taktik yang sedang ia rencanakan.


Tatapan mata saling bersahutan. Sifa yang menatap mereka ia nampak panik.


"Sekarang apa yang harus aku lakukan jika aku hanya diam mungkin aku akan menjadi korban mereka, tapi jika aku pasrah apa yang akan terjadi padaku apa mungkin aku akan mati ditangan mereka?"batin Sifa dengan raut wajahnya ketakutan yang tak bisa dihindari lagi.


"Kenapa cantik? Kenapa kamu malah terdiam tanpa melakukan perlawanan lagi apa kamu takut jika kamu akan kalah?"ucap Preman itu dengan langkahnya yang mulai menghampiri Sifa.


Dyar ...


Dyar ...


Selangkah satu pria itu hendak ingin menghampiri Sifa. Suara tembakan terdengar sangat keras yang membuat mereka seketika menatap kearah asal suara itu berasal.

__ADS_1


"Hey jika kalian berani hadapi aku karena Wanita ini bukanlah saingan kalian ayo maju biar aku hajar satu persatu kalian!" gertak seseorang yang tak lain adalah Rasya yang dengan tepat waktu datang dan memberikan tembakan keatas.


"Kamu menantang-ku?"tantang Preman yang belum menyadari akan siapa yang telah ia lawan.


Bug


Satu pukulan dilayangkan Preman itu yang membuat Rasya hampir tersungkur. Berniat ingin melayangkan pukulannya lagi, Rasya dengan spontan ia menodongkan senjatanya yang seketika membuat ketiga pelaku pun mati kutu.


"Aku adalah seorang Polisi, selangkah kalian berani memukulku maka terlebih dulu senjata inilah yang akan menghabisi nyawa kalian bertiga. Jadi cepat pergilah dari sini jika kalian masih ingin hidup cepat pergilah!" tegas Rasya yang seketika membuat ketiga preman itu nampak ketakutan balik.


"Ayo kita cabut aku cabut!" ajak salah satu pelaku yang langsung menarik tangan kedua temannya.


"Baiklah!" balasnya segera ia pun berlari.


"Rasya kamu? Kamu kenapa tidak menangkap mereka?"tanya Sifa dengan menunjuk kearah ketiga pelaku tadi.


"Jika kita harus menangkap mereka kita perlu bukti yang jelas, belum lagi mereka bukanlah penjahat asli paham!"ucap Rasya kemudian Sifa menimpalinya lagi.


"Tapi?"


"Sudah jangan banyak berkata ayo kita pergi sekarang," ucapnya yang langsung berlutut dan meminta Sifa untuk naik ke-punggungnya.

__ADS_1


"Cepat naiklah aku tahu kakimu lagi sakit jadi cepat baiklah!" pinta Rasya tapi Sifa nampak bengong.


"Kamu kenapa masih ada disini bukankah tadi kamu sudah pulang tadi?"timpal Sifa yang mengalihkan pembicaraannya.


"Apa kamu pikir aku akan pergi begitu saja setelah aku pergi membawa seorang Wanita tidak lagi. Jadi sudahlah jangan banyak berkata kita harus pulang sekarang jadi cepat naiklah!" pinta Rasya dengan memaksa.


"Baiklah!"


Mengendong Sifa lantaran mobilnya yang sengaja ia parkir agak jauh dari tempat lokasi ini. Sifa nampak tersenyum malu menyadari dengan siapa ia berdekatan saat ini. Bahkan berada dalam gendongnya membuatnya nampak malu tapi mau.


"Kenapa kamu hanya diam apa kamu tidak ingin mengucapkan kata terima kasih padaku? Atau mungkin kamu lagi membatin dalam hatimu kalau kamu serasa nyaman berada di dekatku seperti ini?" ucap Rasya yang seketika menyadarkannya dan tak segan-segan Sifa langsung menjitak kepala Rasya.


"Aw apa yang kamu lakukan kenapa kamu masih bisa-bisanya menjitak-ku dengan cara seperti ini?"kesal Rasya.


"Makanya kamu jangan pernah GR jadi cowok siapa juga yang nyaman dekat denganmu seperti ini kalau pun tidak terpaksa aku juga gak mau lagi," gerutunya.


"Dah-lah males ngomong sama Wanita yang suka membohongi hatinya sendiri," balas Rasya dengan sekejap.


"Apa maksud kamu?" tanya Sifa yang tak menyadari akan apa yang ia maksud.


"Sudahlah lupakan saja," balas Rasya santai.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2