Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
BAB 28. Rencana Sandra ( Obat keguguran )


__ADS_3

"Kamu?Apa yang kamu lakukan kenapa kamu bisa tidur disini, kamu pasti sedang mencari-cari kesempatan untuk mendekatiku kan?"


"Astaga kamu itu lucu, kita kan sudah jadi sepasang Suami Istri jadi sudah sepantasnya kita tidur berdua dan berpelukan bukan?"


"Berani kamu menjawabnya seperti itu, apa kamu tidak takut kalau aku akan mengganggumu nanti!"


"Tidak!"balas Resya dengan santai.


"Ast sudahlah lama-lama tubuhku bakal gatal setelah berpelukan denganmu. Sial kalau aku tidak segera mandi sekarang, pasti tubuhku akan tambah gatal nanti."


"Apa kamu mau aku temenin?"tawar Resya dengan tersenyum.


"Tidak!"sahut Richard dengan menunjukkan wajah geramnya, yang kemudian ia pun bergegas masuk kedalam kamar mandi.


Setelah perginya Richard kedalam kamar mandi, tubuh Resya seketika melemas dan ia langsung terduduk diatas ranjang sembari berkata.


"Huu susah juga ya harus berpura-pura jadi wanita mesum seperti ini didepan si kejam itu?"batin Resya dengan bernafas dengan lega.


*****


Hari yang seperti biasanya bibik Monah yang melakukan pekerjaan di rumah ini, dia tidak merasakan hal yang aneh. Bahkan dia terlihat santai dan juga bekerja keras setiap melakukan pekerjaan apapun, karena pekerjaan ini yang sudah jadi tangung jawabnya sekarang.


Akan tetapi pada saat bibik Monah yang sedang melakukan pekerjaan, dia dibuat terkejut, dengan teriakan seseorang yang tiba-tiba memangilnya dengan teriakan sangat keras.


Dan hal itu pun membuatnya terkejut. Dan ternyata seseorang itu adalah Sandra.


"Bibik?"teriak Sandra yang kemudian membuyarkan lamunan bibik Monah.


"Siapa itu yang memanggilku? Aku harus kesana sekarang?" ucap Bibik dengan muka terkejut, kemudian dia pun berlari menuju kearah asal suara itu berasal.


"Hei kamu?"ucap Sandra dengan tatapan tajamnya.


"Nyonya Sandra memanggilku?" jawab bibik dengan muka terkejut sekaligus terlihat takut.


"Tidak, ya jelas saya memangil kamu lah. kamu itu darimana, apa kamu tidak dengar kalau saya memanggilmu tadi? Sudah karena sekarang kamu disini asisten rumah tangga , mendingan sekarang kamu cepat buatkan saya minuman!"perintah Sandra dengan kasar.


"Baik Non Sandra , saya akan membuatkan minuman sekarang, oh iya non minta buatin minuman apa?" tanya balik Bibik.


"Kamu itu ya, banyak tanya lagi, mendingan kamu cepat pergi ke dapur dan buatin saya minum cepat!"perintahnya dengan teriak-teriak.


"Baik Nyonya..maaf!"jawab bibik yang kemudian dia pun pergi ke dapur.


"Dasar lambat banget sih dia jadi asisten rumah tangga, dan kenapa Richard masih aja mau menerimanya menjadinya asisten rumah tangga di rumah ini, apa tidak ada orang lain apa?" kesal Monika sambil menggerutu tidak jelas.


Melihat perilaku Monika tadi, bibik Monah pun merasa sangat kesal. Dan rasanya inggin sekali mencabik tubuh seseorang itu yang barusan ada dihadapannya, tapi sayang ia tidak mampu untuk melakukan itu.


" Istri Nya Tuan Richard yang bernama Sandra itu memang beda banget sama Istri kedua Tuan Richard kalau nyonya Resya mah orangnya baik dan juga kalem, lah dia? Boro-boro kalem, mulutnya aja nerocos mulu. Amit-amit banget ya, Tuan Richard bisa punya istri seperti dia? Kalau aku jadi pak Richard sudah aku bejek-bejek tuh orang!" kesal bibik Monah sembari mengepal-ngepal tangannya.


"Ingat Sandra, kamu harus bersabar dulu, untuk menyingkirkan asisten rumah tangga itu, bagi kamu itu sangatlah mudah bagimu. Tapi yang harus kamu pikirkan sekarang adalah, bagaimana caranya agar janin yang ada di kandungannya Resya itu bisa sampai keguguran. Dan bagaimana caranya juga agar asisten rumah tangga itu yang jadi tersangka berbalik jadi pelakunya, agar kamu bisa aman. Dan terbebas dari tuduhan apapun Ayo Sandra mikir-mikir...


Setelah memikirkan cara lebih dari


setengah jam. Akhirnya Sandra pun mendapatkan ide juga.


"Aku punya ide sekarang? Yang harus aku lakukan sekarang, yang pertama aku harus samperin tuh pembantu songong itu?"


Bergegas Sandra pun menghampiri bibik Monika yang berada di dapur, yang pada saat itu dia sedang membuatkan minuman yang diminta oleh Sandra barusan.


Entah dari mana datangnya, Sandra tiba-tiba datang dan langsung memegang pundak sang bibik yang akhirnya membuatnya terkejut.


"Kamu?"


"Astaga Nyonya ngagetin aku aja, ada apa, apa? Apa Nyonya Sandra lapar?"


"Tidak. Kamu sedang apa, apa kamu sedang sibuk?" tanya balik Sandra.


"Ti...tidak, hanya saja tadi kan Nyonya Sandra menyuruhku untuk membuatkan Minuman, apa Nyonya lupa. memangnya ada yang perlu bibik lakukan sekarang?"


"Ingat apa kamu sudah mengetahui kalau Istri pertama Tuan Richard itu sedang mengandung sekarang?"


"Tidak! Saya tidak mengetahui, kalau Nyonya Resya sedang mengandung sekarang, Kenapa memangnya?"

__ADS_1


"Masih tanya lagi, kalau orang yang lagi mengandung kan harus ada tenaganya juga kan. Dan sekarang aku menyuruhmu untuk buatkan susu buat Non Resya?"


"Tapi Nyonya, Nyonya Resya kan tidak menyuruhku?"


"Terus kamu berani membantahku sekarang, apa kamu mau aku pecat hari ini juga, karena kamu tidak mau menuruti permintaanku ini!" ancam Sandra dengan menunjukkan wajah geramnya.


"Baiklah akan aku buatkan sekarang? Terus kenapa nyonya masih ada disini?"


"Sudah kamu buatkan aja, aku akan tetap disini. Dan biar aku yang mengantarnya nanti, kamu kan lagi sibuk sekarang!"


"Baiklah Nyonya!"


"Aneh sekali dia? Sejak kapan dia punya perasaan perhatian seperti ini sama Nyonya Resya, memang dia baik padanya didepan Tuan Richard tapi apa mungkin kebaikannya yang dia lakukan saat ini dia hanya sedang berpura-pura saja?" batin sang Bibik yang merasa ada keanehan.


"Ini aku udah buatkan Nyonya Sandra , sekarang Nyonya Sandra tinggal anterin aja ke Nyonya Resya?" pinta sang bibik sembari memberikan minuman susu yang berada diatas nampan ini kepada Sandra.


"Baiklah aku akan mengantarnya, tapi sebelum itu kamu anterin minumanku dulu ke kamarku!"


"Baiklah!"


Setelah perginya Bibik Monah.


"Baiklah kebetulan banget dia sudah pergi, jadi sekarang giliranku untuk ngasih obat ini kedalam minuman susu buat Resya sialan ini. Dan aku pastikan setelah Resya meminum ini, aku rasa akan ada sesuatu yang terjadi pada janinnya nanti, Sedangan Pembantu itu, kan dia yang membuat kannya, jadi ada kemungkinan juga kalau dia yang akan disalahkan atas keguguran yang dialami Resya nanti!"ucap Sandra dengan menunjukkan senyum sinisnya.


"Dasar wanita licik sudah aku duga, jadi dia sengaja mau menjebak ku untuk masuk kedalam rencananya ini? Kasihan Nyonya Resya harus tinggal satu rumah dengan wanita jahat seperti dia. Tapi nyonya Resya tenang saja, karena aku ada di pihak Nyonya Resya sekarang?" batin Bibik Monah yang dengan diam-diam dia pun sengaja menguping. Dan melihat tindakan apa yang dilakukan oleh Sandra saat ini.


Dan berhati-hati dia pun merekam tindakan yang Monika lakukan saat ini, lewat telefon genggamannya. Akhirnya Bibik Monah pun berhasil merekam semuanya.


"Dengan bukti ini, pasti Tuan Richard akan segera menceraikannya. Karena wanita ular seperti Nyonya Sandra sangatlah tidak pantas untuk jadi pendamping hidup Tuan Richard, biar pun mereka sudah menjalin rumah tangga selama hampir dua tahun. Aku tidak setuju jika Tuan Richard harus berlama-lama hidup dengan Wanita ular seperti dia. Karena yang pantas bersanding bersama Tuan Richard adalah Nyonya Resya karena Nyonya Resya wanita yang sangat baik. Dan aku rasa ia pasti sanggup meluluhkan hati Tuan Richard dan menjadikannya seseorang sekaligus Suami yang baik untuknya nanti!?"batin Bibik Monah sambil tersenyum.


Tanpa Sandra menyadari jika Bibik Monah yang ternyata sudah mengetahui semua niat licik yang dilakukan Monika tadi. Dengan berpura-pura akting didepan Sandra, dia pun berpura-pura seakan-akan tidak mengetahui apa yang terjadi sesungguhnya, bibik Monah pun akhirnya mengikuti langkah dari rencana licik yang direncanakan oleh Sandra.


"Nyonya Sandra kok masih ada disini? Bukannya tadi, Nyonya Sandra bilang kalau mau mengantarkan minuman ini ke Non Resya ?"tanya Bibik Monah pada Monika.


"Iya tadinya saya berfikir seperti itu, tapi aku berubah pikiran sekarang setelah aku ingat jika hubungan kita belakangan ini mulai tidak akur . Jadi aku putuskan lebih baik bibik aja yang mengantarnya dari pada dia tahu aku yang memberikannya, dan dia malah akan menolaknya nanti. Apalagi di rumah ini yang jadi pembantu itu kan bibik, bukan saya!" balas Sandra yang kemudian membuat bibik merasa kesal.


"Baiklah jika Nyonya Sandra berubah pikiran, saya yang akan mengantarkannya sekarang!" Jawab bibik tanpa berkata lagi.


Dengan perlahan-lahan bibik Monah melangkahkan kakinya menuju kekamar Resya yang tidak jauh dari arah dapur. Bibik Monah yang sudah mengetahui jika Sandra sedang membuntutinya dari belakang, dia pun berusaha tetap tenang dan rileks.


Karena bibik tidak inggin jika Sandra akan sampai mencurigainya, lantaran dia sudah mengetahui semua rencana licik yang dilakukannya.


"Aku tahu kalau Ular berbisa itu sedang membuntuti ku dari belakang, terus apa yang harus aku lakukan sekarang? Jika aku langsung memberitahu Nyonya Resya sekarang, itu bukan ide yang sangat tidak tepat?" batin bibik Monah yang merasa sangat bingung harus melakukan tindakan apa sekarang.


"Tinggal menunggu beberapa menit saja, kayaknya akan ada masalah besar yang akan terjadi nanti? Aku sangat tidak sabar untuk melihat apa yang akan terjadi nanti?" batin Sandra yang sedari tadi telah membuntuti Bibik Monah dari belakang.


Setelah sampai didepan pintu kamar Resya rasa was-was bibik Monah pun mulai menyerangnya. Ketakutannya pun sudah tidak bisa dihentikan lagi dan membuat pikirannya pun mulai kemana-mana, jika dia tidak segera memberitahu Resya, maka akan ada sesuatu yang akan terjadi pada janin yang ada dikandungan Resya nanti.


Tapi jika dia langsung memberitahunya, mungkin nasibnya sendirilah yang akan jadi taruhannya. Karena Bibik Monah juga tahu jika wanita licik seperti Sandra bisa melakukan tindakan yang nekat. Bisa juga melakukan segala cara apapun untuk bisa berhasil melancarkan aksinya tersebut. tak terkecuali menghabisi nyawa seseorang itu juga.


Tok...tok...tok.Suara ketokan pintu yang dilakukan oleh sang bibik.


"Non Resya?"


"Bibik Monah. Ada apa? Kenapa dia memanggilku?"gumam Resya yang sudah berada dari dalam ruangan.


"Iya bik masuk saja, pintunya tidak dikunci kok!"


"Baiklah Non!"


"Ada apa bik, kenapa bibik memanggilku. Apa bibik perlu bantuan dariku?"


"Tidak kok Non, saya datang kesini karena saya hanya inggin ngasih ini aja ke Non?"


"Susu?"


"Iya saya dengar-dengar katanya Nyonya Resya sekarang lagi mengandung, jadi saya pun membuatkan minuman ini buat Non. Apalagi orang yang lagi hamil muda kan sangat butuh stamina dan tenaga yang lebih, agar janin yang ada dikandungan Nyonya bisa berkembang dengan baik, juga sehat, jadi minumlah!"ucap sang Bibik sambil memberikan segelas susu Putih kepada Resya


Awalnya Resya sama sekali tidak mencurigainya sama sekali tindakan apa yang dilakukan Bibik saat ini. Akan tetapi setelah ia melihat sikap Bibik Monah yang kemudian membuat kode Isyarat untuknya. Dengan menggelengkan kepalanya beberapa kali. Seketika Resya pun mulai mengerti apa arti yang dimaksud oleh sang bibik.


"Kenapa Bibik menggelengkan kepalanya seperti itu. Apa bibik lagi memberikan kode kepadaku untuk jangan meminum ini. Tapi apa masalahnya?" batin Resya yang mulai terheran dan berfikir.

__ADS_1


"Sandra sudah tahu kalau sedang mengandung. Bahkan dia juga sempat mengancam ku, sedangkan bibik tahu kalau aku sedang hamil, apa jangan-jangan Bibik tahu itu dari Mbak Sandra. Apa jangan-jangan mbak Sandra telah mencampur sesuatu pada minuman ini. Makanya dia memberikan kode seperti ini kepadaku?" batin Resya yang akhirnya mulai menyadari semuanya.


"Apa Nyonya Resya tahu apa arti dari kode yang aku tunjukkan ini?" batin sang Bibik yang merasa sangat takut.


"Baik Bik, terima kasih ya karena bibik udah sangat perduli kepadaku, dan juga kepada janin yang ada dikandungan ku ini?" ucap Resya yang berterima kasih pada Sang bibik.


"Iya non!"


"Ya sudah kalau gitu saya minum ya?"


"Baik Non!"


Karena sudah mengetahui arti dari Kode yang diberikan pada sang bibik, Resya pun akhirnya melakukan sesuatu untuk menghindari agar dia tidak sampai meminum susu yang dibuatkan oleh sang Bibik.


Yaitu dengan berpura-pura ia pun tak sengaja tersenggol oleh sesuatu yang akhirnya minuman yang sedang dia bawa pun dia sengaja ia jatuhkannya. Dan akhirnya


PYARR.


" Astaga?" batin Sandra yang begitu terkejut ketika melihat sesuatu apa yang terjadi didepan matanya.


"Astaga?" ucap Resya dengan wajah terkejut.


"Non, Nyonya Resya tidak apa-apa kan?" tanya bibik merasa sangat kawatir.


"Tidak. Saya baik-baik saja kok bik, hanya saja minuman ini?"


"Sudah gak papa kok Non, nanti saya bisa buatkan lagi. Karena yang terpenting Non Resta tidak apa-apa, ya sudah saya bereskan dulu ya Non?"


"Baiklah bik, sekali lagi maaf ya bik. Saya tidak sengaja soalnya maaf ya?" ucap Resya sembari mau membantu bibik untuk membereskan pecahan gelas tersebut.


"Iya Non tidak apa-apa kok?Mendingan non istirahat saja biar saya aja yang membereskannya?" jawab sang Bibik yang kemudian dia pun tersenyum kearah Resya .


"Tapi bik?"


"Udah non gak papa kok!"


"Syukurlah nyonya Resya mengetahui dari apa kode yang aku berikan tadi, jadi sekarang aku bisa merasa sangat lega?" batin sang Bibik.


"Ah...sial. Kenapa bisa pake acara terjatuh juga sih, kan gagal jadinya rencanaku untuk membuat janin yang ada dikandungan Resya jadi keguguran. Kayaknya aku harus menyusun rencana lagi sekarang. Ah..sial!" batin Sandra yang merasa sangat kesal. Lantaran rencananya telah gagal untuk membuat Resya menggalami keguguran.


Kemudian Sandra pun akhirnya memutuskan untuk pergi.


"Sudah-sudah bik, bibik gak perlu memungut itu lagi?" pinta Resya.


"Tunggu Non?" ucap sang Bibik yang kemudian dia pun pergi keluar kamar. Dan mengecek situasi. Dan bergegas dia pun segera masuk kedalam kamar yang kemudian dia pun mengunci pintu dari dalam.


"Syukurlah Non Resya sudah mengetahui kode yang saya berikan tadi? Saya tidak bisa membayangkan jika tadi Nyonya tidak sigap melakukan itu, saya sama sekali tidak bisa membayangkan nasib buruk apa yang akan terjadi pada Nyonya nanti?"


"Sebenarnya apa yang terjadi sebenarnya bik, kenapa Bibik melarang saya untuk jangan meminum itu? Apa benar Sandra telah memasukkan sesuatu kedalam minuman ini?"tanya Resya pada Bibik.


"Iya Non, biar lebih jelasnya lagi, mendingan Nyonya Resya lihat video ini saja?"


"Video?" tanya Resya dengan wajah penasaran.


Setelah sang bibik menunjukkan sebuah video dalam ponsel genggam miliknya, yang kemudian dia pun menunjukkan pada Resya , seketika Resya pun terkejut setelah dia mengetahui video apa yang baru aja dilihat barusan. Yang dimana dalam Video ini sudah jelas tindakan gila apa yang dilakukan oleh Sandra dalam Video ini.


"Astagfiruallah haladzim. Mbak Sandra beneran melakukan tindakan gila seperti itu pada saya?" timpal Sandra yang merasa sangat tidak percaya, jika Sandra bukan hanya berani mengancamnya waktu itu. Tapi dia juga berani melakukannya.


"Nyonya yang sabar ya, Nyonya Sandra memang sangat kejam. Dan tega melakukan tindakan segila itu. Dan setelah melihat video ini, Nyonya harus lebih berhati-hati lagi, karena saya yakin Nyonya Sandra mungkin akan melakukan tindakan lebih nekat lagi dari ini?"


"Ya sudah karena saya masih ada urusan lagi, saya tinggal dulu ya Nyonya?"


"Baiklah bik, sekali lagi terima kasih ya, atas bantuan yang bibik berikan pada saya. Saya bener-bener tidak percaya kalau Mbak Sandra bakalan nekat melakukan tindakan gila seperti itu?"


"Iya Nyonya, saya mengerti dengan perasaan yang Nyonya alami sekarang. Tapi Nyonya tidak boleh banyak pikiran sekarang, karena itu akan mempengaruhi kondisi janin yang ada dikandungan Nyonya Resya saat ini. Lebih baik Nyonya Resya banyaklah berdoa semoga dijauhkan dari mara bahaya yang menghampiri Nyonya, semoga Tuhan selalu menjaga Nyonya dan juga janin yang ada dikandungan nyonya sekarang, tetep semangat ya, saya tahu Nyonya Resya orang yang sangat baik, jadi tuhan pasti akan melindungi Non?"


"Iya Bik. Terima kasih ya atas dukungan yang bibik berikan pada saya?"


"Iya non, ya sudah saya pergi dulu Non?"


"Baiklah bik!"

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2