Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
BAB 49 " Membawa Ketempat Favorit "


__ADS_3

"Resya pasti masih kepikiran sama perkataan yang barusan dikatakan laki-laki itu, dia pasti masih sedih mendengar semua perkataan yang menyakiti hatinya itu?"batin Richard yang terus-menerus memperhatikan Resya, akan tetapi Resya sama sekali tidak menyadarinya lantaran ia hanya fokus pada lamunannya.


"Kamu tidak apa-apa kan?"tanya Richard yang akhirnya membuat Resya pun tersadar dan berganti menatapnya.


"Aku tidak apa-apa,"balas Resya yang kemudian ia pun masih terlihat sedih.


"Baiklah!" balas Richard yang kemudian hanya fokus pada laju kendaraannya.


"Kamu kenapa melewati jalanan ini, ini kan bukan jalan menuju ke area Rumah kita?" tanya Resya yang merasa bingung.


"Memang ini bukan jalan menuju ke Rumah kita karena aku sengaja ingin membawa kamu ke suatu tempat?"timpal Richard yang seketika membuat pandangan Resya pun beralih menatapnya dengan tatapan bingung dan heran.


"Ke Suatu tempat, dimana?" tanya Resya lagi.


"Sudah, nanti kamu juga akan tahu!" balas Richard dengan tersenyum.


Tak berselang lama akhirnya mereka pun sampai juga disalah satu taman yang dihiasi dengan adanya beberapa jenis bunga seperti Bunga Mawar, Melati, Anggrek dan juga Krisan ditambah lagi dengan adanya pepohonan yang dikelilingi dengan adanya lampu kelap-kelip dan beberapa lampion yang sungguh sangat indah jika dipandang. Dan suasana seperti inilah yang membuat suasana pun menjadi sangatlah indah, tak mampu untuk dilupakan begitu saja.


"Astaga indah sekali taman ini, jujur aku baru tahu kalau taman ini ternyata sangatlah indah. Ini pertama kalinya aku mendatangi taman ini?"ucap Resya dengan tangan jahilnya yang memetik bunga mawar berwarna merah dan menciumnya.


"Apa kamu tahu kalau sebenarnya tempat ini adalah tempat favoritku? Jika aku ada masalah aku pasti akan mendatangi taman ini. Karena dengan aku datang kesini aku akan melihat pemandangan alam yang sangat luar biasa dan sangat sulit untuk dilupakan. Ketika mataku melihat semua ini hatiku juga ikut merasa tenang, damai ...Dan yang pastinya aku bisa melupakan masalah yang aku hadapi pada saat itu?"gumam Richard yang kemudian membuat Resya pun berganti menatapnya.

__ADS_1


"Masalah, memangnya masalah apa yang kamu hadapi sekarang ini. Apa kamu masih kepikiran dengan masalah kamu?" tanya Resya dengan menatap tulus kearah Richard.


"Jika membicarakan tentang masalah, semua orang pasti juga memiliki masalah mau itu masalah kecil mau pun masalah besar. Sekarang aku sudah memutuskan jika aku akan menjadi Suami yang adil bagi kalian berdua karena aku sadar jika ternyata selama ini aku sudah dibodohi dengan adanya dendam yang telah merasuki pikiranku, dendam yang akhirnya telah berhasil menenggelamkan pikiranku. Akan tetapi aku sadar dengan berjalannya waktu aku sadar jika sekarang aku sangat mencintaimu?" ucap Richard yang seketika membuat Resya pun terdiam dan menatapnya setelah Richard berganti menatap dirinya.


"Apa Richard berkata sungguhan akan ucapan yang barusan ia katakan tadi? Apa dia benar-benar sudah bisa mencintaiku sekarang?" batin Resya pada dirinya sendiri.


Richard yang sudah melihat dari ekpresi wajah yang tiba-tiba terlihat lagi bersedih, dia pun tanpa pikir panjang lagi ia langsung duduk dihadapan Resya sambil memegang tangan kanan Resya sambil mengatakan sesuatu


"Richard apa yang kamu lakukan, kenapa kamu seperti ini?" tanya Resya dengan heran.


"Sejak pertama aku mengenalmu memang aku belum bisa mengenalmu dan belum bisa mencintaimu dengan tulus. Akan terapi seiringnya berjalan waktu aku sadar jika aku sudah mulai ada perasaan yang tiba-tiba muncul dalam hatiku ini.


Dan kebersamaan yang sering kita lalui akhirnya telah menumbuhkan benih-benih cinta didalam hatiku ini. Aku sengaja berlutut dihadapan kamu, karena aku ingin kamu menerimaku sebagai Suamimu, Suami yang terakhir yang bisa mendampingi mu diusia tua nanti.


Mendengar perkataan Richard barusan, seketika Resya pun langsung hendak akan melepaskan genggaman Richard setelah ia ingat semua kejadian pada waktu itu, perilaku kasarnya ia pun mengingat semuanya. Akan tetapi Richard yang menyadarinya ia langsung menahannya untuk jangan pergi mau pun melepaskan genggamannya itu.


"Aku mohon memang apa yang pernah aku lakukan sangatlah tidak pantas untuk mendapat pintu maaf darimu, tapi aku mohon aku gak akan pernah bangkit dari hadapan kamu sebelum kamu menerima pintu maafku. Aku janji aku tidak akan pernah lagi menyakiti hatimu aku janji."


"Apa hanya dengan perkataan itu aja kamu bisa menumbuhkan rasa kekecewaan yang sudah tertanam dalam hatiku?"tanya Resya yang membuat Richard pun terdiam tanpa se'ucap kata pun lagi.


Mendengar perkataan yang ucapkan Resya, Richard pun seketika terdiam dan hendak akan melepaskan genggaman tangan Resya, Resya yang sadar ia pun akhirnya berganti balik menggenggam tangan Richard dengan sangat erat.

__ADS_1


"Aku tahu memaafkan mu memanglah hal yang sangat sulit bagimu. Apalagi ketika aku mengingat apa yang kamu lakukan kepadaku membuatku harus berfikir jernih apa kamu memang sangat pantas untuk dimaafkan.


Tapi aku juga sadar dengan cepat berjalannya waktu, kamu perlahan-lahan sudah mulai berubah, kamu bukanlah Richard kejam yang aku kenal dulu. Aku suka dengan perubahan kamu sekarang jadi ...Aku mau memaafkan kamu. Aku mau hidup berdua bersamamu dan bersama dengan anak kita nanti, tapi?"ucap Resya yang tiba-tiba terhenti.


"Tapi apa? Apa kamu berubah pikiran untuk memaafkan ku?" timpal Richard yang melihat Resya berhenti berkata.


"Tidak, tapi aku mau kamu menceraikan Sandra. Apa kamu mau, karena aku hanya mau punya satu Suami yang tulus mencintaiku dengan apa adanya tanpa harus berbagi cinta pada Wanita mana pun termasuk itu Istri pertama kamu sendiri. Jika kamu tidak keberatan untuk menceraikannya aku akan anggap itu sebagai bukti jika kamu benar-benar tulus mencintaiku?"


"Menceraikannya?" tanya Richard yang malah membuatnya terdiam dalam lamunan.


"Iya apa kamu keberatan?"balas Resya lagi dengan menunjukkan tatapan seriusnya.


"Untuk apa aku mempertahankan seseorang jika seseorang itu sama sekali tidak mencintaiku. Memang jujur aku juga sangat mencintainya, tapi apa gunanya aku mempertahankan seseorang itu jika seseorang itu sendiri malah mencampakkan ku dan lebih memilih bersama dengan orang lain,"batin Richard yang membuat Resya pun berkata.


"Sekarang aku tahu dengan kamu melamun seperti ini, itu sudah sangat membuktikan kalau kamu sangat sulit untuk menceraikannya. Jadi baiklah aku..


"Aku akan menceraikannya!"timpal Richard yang spontan membuat mulut Resya pun terdiam.


"Apa kamu serius?"tanya balik Resya dengan wajah yang tidak mempercayainya.


"Iya aku serius, demi kamu apa sih yang tidak aku bisa. Apalagi aku juga tahu jika Sandra sama sekali tidak mencintaiku, jadi demi kamu aku mau menceraikannya?"

__ADS_1


"Makasih ya Richard, terima kasih karena kamu sudah memilihku terima kasih?"balas Resya yang akhirnya ia pun memeluk Richard, sedangkan Richard ia pun akhirnya memberikan balasan dekapan hangat tersebut.


BERSAMBUNG


__ADS_2