Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
BAB 57 " AIR MATA "


__ADS_3

Ternyata dunia cepat sekali berputar dimana yang pagi dengan cepatnya telah berganti menjadi malam. Sama halnya dengan apa yang aku rasakan saat ini jika dulunya ia bersikap baik dan peduli bahkan dia juga menunjukkan sikap manisnya padaku tapi siapa sangka semua itu telah berganti menjadi kehancuran.


Baru kemaren aku merasakan apa arti kebahagiaan dan kasih sayang yang ditunjukkan oleh Suamiku. Akan tetapi siapa sangka semua kebahagian itu pun seketika lenyap bagikan ditelan bumi.


Jika cinta yang ada malah akan membuat hati kita hancur, untuk apa aku harus mengenal cinta. Dan untuk apa juga cinta itu bersemayam di hatiku jika ujung-ujungnya cinta itu sendiri yang malah akan berbalik melukai perasaanku.


Lantaran tidak mau mendekam di Rumah sakit terlalu lama. Akhirnya Sandra oun meminta ijin pulang lebih pulang. Setelah berhasil merayu Richard ia pun akhirnya dapat persetujuan juga untuk meninggalkan Rumah sakit itu.


Setelah membaringkan Sandra diatas ranjang tempat tidurnya, Richard pun mengatakan sesuatu pada Bibik Minah yang sedari tadi berada disampingnya.


"Bik saya minta tolong sam Bibik mulai sekarang aku minta jaga Nyonya Sandra dengan sangat baik ya. Aku juga minta sama Bibik tolong awasi gerak-gerik Nyonya Resya mulai saat ini dan jangan biarkan dia untuk memasuki kamar Nyonya Sandra apa Bibik paham!"


"Iya Tuan Bibik paham.Bibik akan menjaga Nyonya Sandra dengan baik mulai sekarang!" balas Bibik yang sesekali ia pun menatap balik kearah Resya yang terlihat sangat sedih dan memanyunkan bibirnya.


"Se'takut itukah kamu jika Sandra akan terluka?" timpal Resya yang seketika membuat pandangan Richard pun berganti balik menatapnya.


"Iya. Karena di Rumah ini ada penjahat sepertimu apa kamu paham!" timpal Richard yang tanpa menunjukkan wajah senyumnya pada Resya.


"Bik kebetulan Bibik ada disini. Ada sesuatu yang inggin Resya tanyakan sama Bibik. Kemaren kan Bibik sendiri yang melihatku yang terlihat sangat cemas dan terlihat takut setelah aku mendapatkan telfon dari Nyonya Sandra pasti Bibik masih ingat kan?" tanya Resya dengan perasaan yakinnya.


"Cemas, ka..kapan Nyonya, saya rasa saya tidak pernah melihat Nyonya terlihat sangat cemas," timpal Bibik yang spontan membuat Resya pun terkejut.

__ADS_1


"Bibik masak Bibik semudah itu sih lupa kejadiannya kan baru kemaren terjadi, jadi tidak mungkin kan kalau Bibik semudah itu melupakannya?"


"Maaf Nyonya tapi Bibik benar-benar tidak ingat dengan kejadian yang Nyonya maksud. Sekarang Bibik masih ada banyak kerjaan jadi maaf kalau Bibik harus tinggal dulu maaf!"balas Bibik lagi yang tanpa berkata, ia pun bergegas pergi meningalkan mereka.


"Ada apa dengan Berbagai Bibik minah, kenapa dia berkata jika tidak tahu dan tidak ingat kejadian yang barusan kemaren. Apa jangan-jangan lagi-lagi mereka telah mengancam Bibik untuk bungkam?"batin Resya yang terlihat sedih, kemudian Richard yang masih berada disampingnya ia pun mengatakan sesuatu.


"Resya...Resya...yang namanya bangkai sepintar apapun kamu berusaha menyembunyikan, pasti bau menyengat dari bangkai itu sendiri yang akan menunjukkannya. Jadi sudahlah jangan susah-susah kamu berusaha untuk mencari pembelaan diri. Karena pada kenyataanya aku sudah tidak akan pernah mungkin lagi untuk mempercayaimu dengan ucapan palsu kamu itu. Apa kamu mengerti!" balas Richard yang tanpa berkata lagi, ia pun bergegas pergi meninggalkan Resya sendirian.


"Harus dengan cara apa lagi aku bisa membuktikan padamu kalau aku tidak salah, harus dengan cara apa lagi?"batin Resya yang kemudian ia pun sesekali menghapus air matanya.


Dari kejauhan yang lebih tepatnya dari sebelah tembok samping Dapur, terdapat lah seseorang yang sengaja menguping pembicaraannya dan memperhatikannya langkahnya secara diam-diam. Ucapan yang diucapkan Resya barusan telah berhasil membuat hati seseorang itu pun merasa sakit dan menggeluarkan air matanya sesaat ia merasakan pedihnya yang luka yang dirasakan oleh Resya saat ini.


Flase back on.


"Nyonya besar?"ucap Bibik yang seketika terkejut melihat Mamanya Sandra telah mengatasinya sedari tadi.


"Kenapa kamu menatapku dengan tatapan tajam seperti itu. Saya sudah mendengar semuanya dan saya tidak akan membiarkan Bibik menggagalkan rencana Putri saya dengan memberitahu masalah ini pada Richard. Jadi jika Bibik tidak mau terkena masalah cepat berikan ponsel Bibik padaku!" pinta Mamanya Sandra yang perlahan-lahan mulai menghampiri Bibik.


"Tidak Nyonya, Nyonya Resya orang yang sangat baik tapi kenapa kalian tega menindasnya secara terus-menerus seperti ini, jadi tolong biarkan saya memberitahu semua ini pada Tuan Richard!"ucap Bibik dengan memohon, yang akhirnya Mamanya Sandra pun membalas dengan memegang dagu Bibik.


"Dasar pembantu kurang a*ar, sudah saya pertegaskan ke kamu waktu itu tapi ternyata kamu masih bisa membangkang juga. Apa kamu mau keluargamu yang akan jadi korban jika Bibik berani membocorkan semua masalah ini?" ancam Monika dengan raut wajah tajamnya.

__ADS_1


"Maksud Nyonya besar apa?"tanya balik Baju Bibik yang merasa ketakutan.


"Ini!" balas Monika dengan menunjukkan sebuah foto dalam ponselnya, yang dimana didalam foto itu terdapat lah sepasang anak perempuan yang usianya masih sekitar 5 tahun dan anak itu yang tak lain adalah Cucu dari Bibik Minah yang tempat tinggalnya jauh darinya.


"Mereka. Apa yang inggin Nyonya lakukan pada mereka?" tanya Bibik dengan raut wajah ketakutannya.


"Aku bisa saja melukai mereka kapan dan dimana pun aku mau. Jika Bibik sampai berani membocorkan masalah ini kepada Tuan Richard, jadi jika Bibik tidak mau mereka semua kenapa-kenapa maka menurut lah kepadaku. Jangan sampai kamu berani membocorkan masalah ini apa kamu mengerti?"


"Baik Nyonya, saya paham saya tidak akan berani membocorkan masalah ini tapi, tapi saya mohon tolong jangan lukai mereka saya mohon!"


"Bibik tenang saja, aku akan pastikan mereka akan baik-baik saja jika mulut Bibik juga bisa dijaga,"ucap Monika dengan tersenyum sinis, yang kemudian Monika pun seketika langsung melepaskan cengkeramannya ke Bibik.


"Maafkan aku Nyonya...maafkan aku. Aku sudah tidak bisa lagi berada disamping Nyonya Resya dan melindungi Nyonya maafkan Bibik. Wanita ini benar-benar sangat cerdik bagaimana bisa ia tahu tempat tingal cucuku dan anakku disana yang dimana selama ini aku telah merahasiakan identitasku yang sebenarnya dari keluarga ini, dari mana dia tahu semuanya?" batin Bibik yang merasa sangat bingung.


Flase back off.


Terduduk dibangku dekat cermin riasnya sembari meratapi nasibnya dan menatap wajahnya yang terpantul didalam cermin itu, Resya pun tidak akan menyangka jika nasibnya akan sesedih ini lagi. Luka yang ia kira tidak akan pernah hadir lagi untuk menyerangnya, kini luka itu kembali datang dengan membawa sebuah senjata bahkan lebih parahnya senjata itu pun sudah berhasil merobek hatinya menjadi keping-keping bagian, rasa sakit yang ia rasakan saat ini tidak sebanding dengan rasa sakit yang ia rasakan dulunya.


"Semakin hari dia tambah semakin tidak mempercayaiku, harusnya aku sadar semua ini tidak akan mungkin terjadi jika aku tidak melakukannya secara ceroboh. Jika waktu itu aku tidak mendatangi tempat itu mungkin kesalahpahaman ini tidak akan berlanjut lebar seperti ini. Sandra dia Wanita yang sangat licik, dia bisa ada menggunakan beberapa cara licik untuk mendapatkan apa yang dia mau termasuk menyogok Satpam itu. Aku yakin Satpam itu bukanlah Satpam asli melainkan dia adalah Satpam gadungan yang ditugaskan Sandra untuk melancarkan aksinya ini. Resya ayo bangkitlah! Ayo bangkitlah aku yakin kamu pasti bisa bangkit dari kehancuran ini aku yakin kamu pasti bisa bangkit. Jika aku hanya berdiam diri seperti ini yang ada Sandra akan tambah menjadi, yang perlu aku lakukan sekarang aku harus lari dan semua ini dan aku membuktikan pada Richard kalau dia salah karena dia telah mempercayai bajingan itu seperti Sandra. Sekarang aku harus cari ide untuk bisa menjebak Sandra agar dia mau mengaku semuanya, iya aku harus menjebaknya." Bangkit dan tempat duduknya dan mengusap air matanya ia pun akhirnya tersenyum untuk menjalankan aksinya ini.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2