
Kehidupan. Kehidupan di dunia ini memang pada dasarnya selalu ada jalan yang menikung, curam yang harus dengan siaga kita hadapi jika sewaktu-waktu jalanan yang hendak kita tanjak bisa membelokkan kita pada jurang kehancuran.
Sama halnya dengan sifat manusia. Di-dunia ini tidak ada manusia yang sempurna dari pada penciptanya. Nafsu, gairah dan godaan pastinya sering sekali terjadi pada seseorang yang lupa akan siapa mereka.
Dan itulah yang aku rasakan selama ini, biar pun aku tahu dia adalah Pria yang memiliki sifat buruk bahkan kejam dimasa-lalunya dulu, tapi aku sadar manusia berhak untuk berubah. Manusia berhak melakukan kesalahan. Karena apa yang aku tahu tidak ada satu pun manusia yang sifatnya sempurna melebihi sang pencipta.
Terima kasih Tuhan. Terima kasih karena engkau telah menunjukkan sisi Baiknya seseorang seperti Richard. Terima kasih karena engkau telah menyadarkan dia akan arti kehidupan yang sesungguhnya terima kasih.
Wajah bahagia telah terpancar dari wajahnya. Suka duka telah mereka rasakan selama ini. Dan cinta sejati? mereka telah membuktikan jika cinta sejati akan tahu kemana dan dimana hati itu akan pulang pada tempat asalnya.
Siapa sangka kehancuran, kebencian dan keegoisan yang selama ini terjadi pada mereka akan berbalik menjadi hubungan yang saling mengerti akan perjuangan dan kehilangan satu sama lain. Menunggu hinga belasan tahun lamanya ternyata telah membukakan dan memperlihatkan hubungan suami istri dan arti cinta dan ketulusan yang sesungguhnya.
Bahkan bisa dibilang hubungan yang sudah berada dititik kehancuran itu pun berbalik menjadi satu ikatan yang akhirnya membuat keduanya memilih untuk menjalin hubungan kembali, apalagi dengan kehadiran Putri kembarnya membuatnya tambah semakin yakin akan perjuangannya.
Percayalah, roda kehidupan itu selalu berputar. Adakalanya duka datang merundung kepiluan kepada kita. Dan adakalanya juga bahagia datang dengan pelangi kehidupan yang indah setelah beberapa rintangan besar yang telah menghadang sebelumnya.
Berjalan dengan langkahnya yang santai, ditambah lagi pemandangan jalan yang sangat bagus yang sayang untuk dilewatkan membuat Resya nampak terlihat sangat bahagian yang terlihat dari raut wajahnya.
Tak menunggu waktu yang lama. Ia akhirnya telah sampai ditempat dimana ia bisa merasakan rasa bahagia itu, ia di-kantor bertemu dengan Suami ternyata nyatanya bisa membangkitkan rasa semangatnya di-pagi yang cukup cerah ini.
Meletakkan tasnya disalah satu meja kerjanya. Ia dibuat terkejut setelah ada seseorang yang dengan tiba-tiba langsung membalikkan tubuhnya dan mengangkatnya agar terduduk diatas meja berhadapan dengan laki-laki tersebut yang sudah sigap berada dihadapannya.
__ADS_1
"Richard. Maksud-ku tuan? Apa yang anda lakukan kenapa anda bersikap seperti ini padaku? Aku ingin turun?"ucapnya yang hendak akan turun, tapi Richard menghalanginya.
"Jangan pernah pergi dari hadapan-ku jika aku tidak pernah menyuruh-mu untuk pergi apa kamu paham!"gertaknya yang spontan membuat Resya terdiam dan menelan silvanya.
"Ada apa dengan Richard. Kenapa dia sikapnya sangatlah berbeda dari biasanya, dia tidak seperti Richard yang aku kenal selama ini disaat ia mengalami amnesia?" batinnya yang nampak kebingungan. Bahkan raut wajahnya tidak bisa ia bohongi lagi.
"Kenapa kamu berkeringat dingin. Apa yang membuatmu takut? Apa aku telah membuat-mu sedikit gugup dengan perilaku-ku ini?" tanyanya dengan tatapan yang membuat Resya menjadi salah tingkah dan gelagapan.
"Tuan, jika ada sesuatu yang ingin Tuan katakan? Katakan saja, aku sudah siap mendengarkan curhatan anda, tapi jika anda bersikap seperti ini? Ini akan tambah membuat-ku takut jadi ijinkan saya untuk turun?"
"Baiklah saya akan turun asal kamu memberikan satu permintaan-ku. Dan kamu harus mengabulkannya jika tidak. Kamu tidak pernah saya ijinkan untuk keluar atau pun pulang dari kantor ini biar pun jam kerja telah usai apa kamu mengerti?"
"Apa anda mengancam-ku? Berani sekali anda mengancam-ku dengan cara seperti itu?"tanya Resya dengan rautnya yang tak kalah tegas.
"Sudahlah tuan, tuan jangan bikin aku tambah semakin bingung aku perilaku tuan ini, aku ingin turun," ucapnya tapi lagi-lagi Richard menghalanginya.
"Aku bilang jangan pergi apa kamu sangat susah untuk dibilangin," tegasnya membuat Resya hanya bisa terdiam tak berkutik.
"Apa anda pikir aku akan takut dengan ancaman anda," gertak balik Resya kemudian ia mendorong tubuh Richard yang hampir menindihnya, Richard yang mendengarnya ia hanya menunjukkan senyumannya.
Segera akan pergi dari hadapan Richard tapi lagi-lagi Richard menekannya dengan cara memojokkan Resya pada sisi tembok.
__ADS_1
Berjalan dengan langkahnya yang mengikuti Resya membuat pandangannya tak bisa ia bohongi jika ia kelihatan sangat takut. Semakin mundur dan terus saja mundur hinga sampai perbatasan tembok.
"Kamu? Apa yang kamu lakukan lepaskan aku ...lepaskan aku anda tidak bisa melakukan semua ini sama aku, lepaskan aku ...."
"Tadi aku kan sudah bilang kalau aku tidak akan membiarkanmu untuk pergi jadi anda sendirilah yang mau aku melakukan ini," timpalnya dengan tersenyum menyeringai.
"Baiklah jika itu mau kamu biar aku sendiri yang memberikan perhitungan ke anda," sambungnya yang tanpa aba-aba Resya langsung mengigit kuping Richard dan membuatnya meringis sakit.
"Aw ...kamu ternyata bisa galak juga ya, baiklah jika itu mau kamu aku juga gak akan kalah untuk bisa melawan mu," balasnya berlalu Richard pun membalasnya dengan mendorong tubuh Resya terpental diatas sofa berwarna hitam tersebut..
Tersungkur ke belakang, hingga akhirnya Richard pun mendorongnya hingga benar-benar terbaring di atas sofa tersebut . Memegang kedua pergelangan tangan Resya, mengunci dengan tangannya. Richard menatap wajah Resya dengan bringas. Memperhatikan pahatan indah dari wajah Istrinya itu.
Sedangkan cengkraman yang dilakukan Richard yang semakin mempersulit Resya untuk melarikan diri darinya, sedangkan Richard yang sudah menatapnya dengan tatapan bergairah bibirnya yang hampir saja menyentuh lekuk lehernya.
Dan pandangan Richard yang semakin menjadi setelah ia memandang bibir Resya yang sangatlah mungil.
"Apa yang kamu lakukan? apa kamu berniat ingin menodai-ku? tanya Resya dengan ekspresi ketakutannya.
"Kenapa? Bukannya ini memang sudah seharusnya untuk kita lakukan kan, kan kamu sendiri yang bilang kalau aku adalah suami-mu. Apa selama kita menikah dan menjadi Suami-istri kita tidak pernah melakukan hubungan itu jadi jika kita lakukan sekarang apa kamu akan keberatan? tanyanya yang sedikit menggoda.
"Lihat saja jika ia sampai berani mencium ku maka hidungmu yang akan jadi taruhannya," batin Resya dengan tersenyum sinis kearahnya.
__ADS_1
"Kenapa? kenapa kamu malah tersenyum apa kamu juga menantikannya," balas Richard lagi.
BERSAMBUNG.