Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
Pindah Sekolah


__ADS_3

Pagi yang cerah telah menampakkan sinarnya. Disalah satu Sekolah elit dan berkelas yang tak lain adalah SMA Cenderawasih datanglah seseorang yang baru aja menurunkan kakinya dari dalam Mobil berwarna hitam, dengan perlahan seseorang itu pun mulai melangkahkan kakinya satu persatu hingga dirinya melewati koridor sekolah. Dan semua tatapan para pelajar yang melihatnya pun pada terkejut hingga tidak mengedipkan matanya sekalipun.


Sesampainya ia di Ruang kepala Sekolah ia pun mengetoknya terlebih dulu.


TOK...TOK...TOK...


"Masuklah," balas seseorang yang dari dalam ruangan, seseorang itu yang mendengarnya ia lantas membuka dan berlalu memasuki ruangan itu.


"


"


"


"Anak-anak hari ini kelas kita telah kedatangan Pelajar baru. Dan Bapak harap dengan kehadiran pelajar baru ini kalian bisa menerimanya dan mau berteman baik dengannya, ya sudah masuklah.


Kaki yang perlahan mulai menginjakkan ruangan kelas . Semua orang yang tadinya tidak terlalu fokus melihat pandangan didepan dan hanya sibuk dengan urusannya sendiri dan lebih memilih bercanda kini dalam hitungan detik semua tatapan mata pun tertuju pada salah seorang gadis yang sudah menginjakkan kakinya di samping Guru pembimbing.

__ADS_1


Reno dan juga Amel yang tadinya fokus bercanda, kini tatapannya pun terkejut setelah mereka tahu siapa seseorang yang berada dihadapannya saat ini.


"Silvi? ucap Reno.


"Tidak, ini tidak mungkin, Silvi kan udah...ini tidak mungkin?.balas Amel yang terlihat bingung.


"Iya saya tahu pasti kalian semua tidak percaya dengan apa yang kalian lihat saat ini. Sebelum itu aku inggin memperkenalkan siapa aku, mungkin bagi kalian melihat wajahku saat ini kalian pasti tidak asing lagi, tapi ketahuilah aku itu bukanlah Silvi. Dan lebih tepatnya aku adalah Sifa saudara kembarnya,"


"Iya dia itu tidak mungkin Silvi, Silvi kan ditahan dan disekap oleh Mama dia tidak mungkin Silvi. Jadi ternyata Silvi itu memiliki saudara kembar tapi kenapa aku bisa tidak tahu?"batinnya yang terus menatap kearah Sifa dengan tatapan bingungnya.


"Laki-laki itu? apa dia Laki-laki yang namanya Reno jika memang dia orangnya lihat saja nanti apa yang akan aku lakukan. Aku pastikan kamu akan membalas semua perbuatan kamu Reno," batin Sifa dengan tatapannya yang terlihat tajam melihat kearah Reno.


Sifa yang tidak mau pusing disaat para temannya pada pergi dari kelas ini hanya dialah orang yang memutuskan berdiam diri. Dan lebih memilih membaringkan kepalanya diatas meja dan menyilangkan kedua tangannya sebagai tindihan ia tidur.


Baru Lima menit ia memejamkan kedua matanya, tiba-tiba beberapa Wanita pun datang dan mengebrakkan meja yang kemudian membuat Sifa yang lagi beristirahat pun terkejut.


"Kalian? apa yang mau kalian lakukan. Aku inggin beristirahat jadi jangan coba-coba ganggu aku jadi cepat pergilah," usir Sifa yang kemudian Amel pun menimpalinya.

__ADS_1


"Ternyata kamu itu tidaklah bodoh seperti yang aku kira ya, bahkan bisa dibilang kamu itu lebih cerdik dari yang aku kira lantaran bisa membodohi kita semua dengan cara seperti ini," timpal Amel yang kemudian membuat Sifa menatapnya.


"Apa maksud kamu? dan apa urusan anda?


"Sifa...bukanlah itu nama palsu yang kamu gunakan saat ini, bukanlah nama asli kamu Silvi bukan? karena kamu malu menanggung semua hinaan yang akan dilontarkan oleh semua orang makanya kamu membuat rencana licik seperti ini agar kamu bisa bebas dari bullyyan kita ini. Kamu memang bisa membodohi semua orang tapi tidak denganku karena aku tahu siapa kamu sebenarnya.


"Baiklah jika kamu tidak percaya jika aku ini beneran saudara kembarnya Silvi. Karena apa untungnya juga menyuruh dan memaksa anda untuk mempercayaiku karena itu juga gak akan berguna.


"Kamu? ternyata kamu ini bukan hanya merubah nama kamu saja tapi kamu sekarang juga sudah berani, kamu sudah berani menentangku?


"Iya kenapa memangnya? aku takut sama kamu? gak lagi, lagian untuk apa aku harus takut dengan orang sepertimu," sahut Sifa yang kemudian langkahnya yang hendak akan pergi, tapi Amel dengan sigap ia menyangkal kaki Sifa yang akhirnya membuat Sifa jatuh berlutut.


"Aw...kau?,"


"Ternyata biar pun kamu terlihat pemberani, rupanya kamu masih sangatlah lemah karena baru disenggal gitu aja udah jatuh, jadi itulah yang membuatku sangat percaya kalau kamu memang Silvi bukanlah Sifa. Dan satu lagi mana janin anak har*m kamu itu? apa kamu udah menggugurkannya? apa kamu malu kalau anak kamu akan lahir tanpa tahu identitas siapa ayah dari anak yang kamu kandung itu. Apa kamu malu kalau kamu akan dicap sebagai Wanita murahan, apa itu yang kamu sembunyikan saat ini makanya kamu membuat cerita bohong dengan mengatakan kalau kamu itu punya saudara kembar,"


Tak tahan dengan perkataan dan hinaan yang dilontarkan oleh Amel, tangan Sifa yang sedari tadi telah mengepal dalam hitungan detik tangan itu pun berhasil membungkam mulut Amel dan membuat bekas luka cakaran pada pipinya akibat cengkeramannya itu. Tak hanya itu Sifa juga dengan sengaja menendang kursi yang tadinya tertata rapi dan dalam sekejab kursi itu pun menjadi berantakan tak terurai

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2