Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
BAB 54 " Selicik itukah "


__ADS_3

"Resya apa yang kamu lakukan kenapa kamu melamun seperti ini. Apa ada sesuatu yang sedang kamu pikirkan saat ini?" tanya Richard yang sesaat ia melangkahkan kakinya memasuki kamar Resya.


"Aku tidak tahu perasaan apa sedang aku rasakan saat ini, yang jelas ketika aku melihatmu mulai bersikap manis kepadanya aku takut kamu akan berubah membenciku seperti dulu?" balas Resya yang membuat Richard pun bingung yang akhirnya ia pun berjalan dan duduk disamping Resya.


"Kenapa kamu berkata seperti itu. Apa kamu pikir dengan sikapku yang mulai perduli lagi pada Sandra, aku akan langsung lupa sama kamu gitu. Resya lihatlah aku, aku tidak mungkin akan melupakanmu begitu saja, biarpun Sandra juga lagi mengandung darah dagingku. Kamu juga sama seperti dia, kamu juga sedang mengandung darah dagingku juga jadi untuk apa aku harus membencimu. Jadi sekarang aku minta kamu jangan berkata seperti itu lagi ya senyum dong?" ucap Richard dengan membelai wajah Resya, akhirnya Resya pun bisa tersenyum walaupun itu dalam keterpaksaan.


"Iya mulut kamu bisa berkata seperti itu, tapi tidak dengan hatimu. Jujurlah padaku kalau kamu masih cinta kan sama Sandra?" tanya Resya yang seketika membuat pandangan Richard pun tidak bisa teralihkan. Bahkan dari raut wajah Richard yang seperti bingung hal itu tambah membuat Resya tambah semakin yakin.


"Aku....'

__ADS_1


"Baiklah kamu tidak perlu lagi menjawab pertanyaan ku lagi, aku sudah bisa nebak kok jawaban apa yang inggin kamu katakan tadi, ya sudah sekarang mendingan kamu balik kekamar Mbak Sandra dia juga pasti membutuhkanmu. Apalagi dengan adanya kejadian penculikan itu dia pasti masih merasa sangat syok dan sedikit trauma jadi cepat kembalilah kesana.


"Kamu tidak masalah kan kalau aku meninggalkanmu sendiri. Dan tidur sendirian dikamar ini?"tanya Richard.


"Iya gak masalah kok sudahlah cepat kembali sana!" perintah Resya dengan dia yang memalingkan pandangannya dari Richard.


Mulut bisa berbohong tapi tidak dengan hati, seberapa besar kita berusaha menyembunyikan rasa sakit ini. Akan tetapi pada kenyataannya luka itu akan muncul kembali dan melukai kembali perasaan kita haruskah aku mengalah dari semua ini.


Dan apa aku salah jika aku harus merasakan kecemburuan ini padanya. Dan salahkan jika aku harus cemburu kepada Istri pertama Suamiku sendiri. Aku rasa hal seperti ini sangatlah wajar karena pada kenyataanya yang namanya seorang Istri pasti tidak akan rela jika ia harus berbagi Suami dengan seorang Wanita yang juga sama-sama memiliki status sebagai Istri pertama Richard.

__ADS_1


Berjalan dengan langkah kaki pelan tanpa adanya semangat yang tertanam dalam dirinya dan hati yang rasanya masih tertinggal disana. Akhirnya setelah memutuskan semuanya Richard pun sampai juga didepan kamar Sandra. Dengan membuka pintu tanpa mengetuknya terlebih dulu, ia pun masuk dan mendapati Sandra yang sudah terbaring diatas ranjang.


"Richard kamu kok kembali lagi kesini, bukannya tadi aku menyuruhmu untuk tidur bersama Resya saja?"tanya Sandra dengan pandangannya yang merasa bingung.


"Dia tidak masalah jika aku harus tidur bersama denganmu, jadi sudahlah lupakan saja. Dan ini juga sudah malam jadi cepat tidurlah!"perintah Richard yang kemudian Richard pun membaringkan tubuhnya diatas ranjang yang tak jauh disamping Sandra dengan kondisi tubuhnya yang Richard sengaja sedang dalam keadaan membelakanginya.


"Ide yang sangat sempurna, baru satu langkah saja aku sudah berhasil membuat mereka berpisah ranjang. Jadi aku rasa rencanaku ini akan sangat sempurna, jadi nikmatilah masa-masa sendiri Resya dan bersiaplah untuk tersingkir dari Rumah sebesar ini!. batin Sandra dengan tersenyum sinis.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2