Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
NIAT RICHARD.


__ADS_3

RUMAH SAKIT CITRA MEDIKA.


"Maaf Dok, apa benar Dokter ini bernama Dokter Rusli Dokter yang menanggapi pasien atas nama Resya?"tanya Richard pada salah satu Dokter yang usianya sekitar 40 tahunan.


"Iya dengan saya sendiri, apa anda ada keperluan pada saya?"tanya balik Dokter Rusli.


"Iya saya ada perlu sama Dokter. Apa Dokter lagi ada pasien sekarang?"


"Kebetulan sekarang jam istirahat saya, jadi masuklah keruangan saya!"perintah Dokter.


"Baik Dok!" balas Richard yang kemudian ia pun mengikuti langkah Dokter dari belakang.


"Apa yang inggin anda tanyakan pada saya Tuan?"tanya balik Dokter itu setelah mempersilahkan Richard untuk duduk.


"Sebenarnya kedatangan saya menghadap langsung pada Dokter sebenarnya ada sesuatu yang inggin saya tanyakan pada Dokter. Ini menyangkut soal Wanita yang beberapa hari yang lalu yang baru aja menggalami kecelakaan yang akhirnya ia pun menggalami kebutaan, Wanita itu yang tak lain adalah Resya. Saya hanya inggin bertanya apa seseorang yang masih hidup boleh mendonorkan kornea matanya buat seseorang yang sedang menggalami kebutaan dan membutuhkan kornea mata itu?"


"Saya tidak tahu harus mulai mengatakan ini dari mana. Karena yang jelas orang yang masih hidup sangat tidak dianjurkan untuk mendonorkan kornea matanya buat seseorang yang sedang membutuhkan kornea mata itu. Karena imbas dan resiko terbesarnya adalah seorang pendonor itu mungkin akan menggalami cacat secara permanen bahkan yang lebih parahnya akan berujung kematian?"balas Dokter yang seketika membuat Richard pun terdiam dan menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Ya sudah Dok makasih atas infonya."


"Baiklah."


"Ya sudah saya tinggal dulu."


"Baik Dok."


Jika orang yang masih hidup tidak dianjurkan untuk mendonorkan kornea matanya. Maka itu artinya aku tidak bisa mendonorkannya untuk Resya, kornea mataku akan diterima oleh Dokter jika tak terkecuali aku harus lenyap terlebih dulu dengan begitu aku bisa mendonorkan kornea mata itu buat Resya tapi apa mungkin aku harus melakukannya dan rela berkorban nyawa buat Resya.


Tapi jika melihat semua penderitaan yang dirasakan Resya selama ini aku akan tambah semakin ikut menderita karena penyesalanku selama ini. Sekarang apa yang harus aku lakukan."batin Richard sembari menyetir Mobil kemudian Richard pun menggambil benda pipih yang berada di sakunya. Dan tak lama kemudian ia pun menghubungi salah satu nomor selur yang sudah tertera pada layar Ponselnya.


"Akhirnya kalian datang juga."


"Ada apa Tuan, kenapa Tuan menyuruh saya mengumpulkan semua tim Tayger disini. Apa Tuan ada masalah lagi?"tanya Gibran yang setibanya sampai di ruangan pribadi Richard.


"Saya tidak tahu harus memulai mengatakan ini dari mana, yang jelas sekarang saya minta kamu buka kotak putih yang sudah berada dihadapan kamu ini, dengan begitu kamu akan tahu apa maksudku untuk kalian untuk berkumpul disini."

__ADS_1


"Kotak putih, memangnya ini isinya apa Tuan?" tanya Gibran yang merasa sangat penasaran.


"Biar lebih jelasnya lagi, lebih baik kamu buka saja dengan begitu kamu akan tahu dengan sendirinya!"balas Richard yang kemudian tambah membuat jiwa penasaran Gibran tambah semakin meronta-ronta yang kemudian tanpa menunggu ia pun langsung membukanya. Dan setelah berhasil membukanya dan tahu apa isi dari kotak itu,Gibran pun beralih langsung bertanya lagi pada Richard.


"Tuan, ini kan senjata-senjata andalan dan kebanggan Tuan kenapa Tuan memberikannya pada saya?"tanya Gibran yang kemudian Richard pun menjawabnya.


"Mulai sekarang semua senjata-senjata yang tersimpan pada kotak itu adalah milik kamu. Karena mulai sekarang kamulah orang yang sudah aku percayai untuk menggantikan posisiku sebagai Tuan Mafia di TAYGER LEE jadi apa kamu sanggup?"pertanyaan sekaligus perkataan yang spontan membuat Gibran pun terkejut, sekaligus bingung maksud dari semua ini.


"Maaf Tuan , sa..saya masih belum mengerti dan paham apa maksud Tuan berkata seperti itu. Apa Tuan akan mundur? Kenapa, apa alasannya?"


"Ada satu hal yang sampai sekarang masih terbelit di otakku dan masalah yang aku alami saat ini bukan tentang musuh sesama Mafia, tapi ada satu hal yang perlu aku lakukan jadi aku sudah putuskan aku akan mundur menjadi Tuan kalian. Karena aku tidak inggin ikut membahayakan kalian akibat masalah yang aku alami saat ini. Aku percaya sama Gibran karena dia sudah beberapa kali mengancam nyawanya demi menjalankan setiap misi yang telah aku perintahkan kepadanya.


"Tapi maaf Tuan, saya tidak bisa menerima tawaran Tuan ini. Karena selama berpuluh-puluh tahun setelah saya kehilangan orang tua saya dan hanya hidup bersama dengan Adikku Tuan sudah menjadi Papa pengganti bagi saya, suka dan duka telah saya lewati bahkan untuk curhat saya juga sering melimpahkan masalah saya pada Tuan, jadi maaf saya tidak menerima tawaran Tuan. Tuan Richard adalah Bos terbaik dan yang paling pengertian jadi saya tidak mau menerimanya, biar David atau Reza saja yang menerimanya!"timpal Gibran yang kemudian ia pun memberikannya kotak ini pada David.


"Tidak Tuan, sama halnya dengan apa yang dikatakan Gibran tadi, Tuan adalah Tuan terbaik bagi kami jadi saya sebagai anak buah saya sangat menyayangkan jika Tuan memutuskan mundur dari tim ini, jika Tuan mundur siapa orang yang akan berganti menggagalkan penyelundupan barang haram itu? Selain Tuan saya rasa tidak akan ada orang yang mampu bisa melakukannya, dan tidak akan mungkin akan yang memperdulikannya?"timpal David yang juga ikut menolak tawaran Gibran.


"Iya yang dikatakan mereka memang benar Tuan, kita dan negara ini masih butuh perlindungan Tuan, jadi saya mohon urungkan niat Tuan untuk mundur dari tim ini, saya mohon!"ucap Reza yang spontan membuat pandangan Richard jadi fokus melihat kearah beberapa anak buahnya yang sama-sama menunjukkan wajah memelas-nya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2