Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
UNGKAPAN SANG NENEK.


__ADS_3

Resya yang tanpa berkata sepatah kata lagi padanya, ia pun bergegas pergi meninggalkannya. Merasa terheran sekaligus penasaran dengan permasalahan apa yang dialami oleh Wanita itu, Nenek itu pun akhirnya menyuruh asistennya untuk menyelidiki latar belakang Wanita itu yang tak lain adalah Resya.


Terjebak dalam sebuah ikatan cinta nyatanya tidak semua kebahagiaan akan berpihak kepadaku. Malah sebaliknya karena cinta itu sendirilah yang membuatku jadi hancur seperti sekarang ini. Jika nyatanya cinta tambah membuat kita sengsara dan menderita kenapa cinta harus hadir dibenak hati kita.


Awalnya aku mengira ia benar-benar tulus mencintai dan menyayangiku, tapi nyatanya itu semua hanyalah mimpi, mimpi yang tidak akan mungkin pernah tercapai.


Mereka, mereka sudah terlalu baik kepadaku jadi kini saatnya aku untuk membalas budi mereka dan membantu mereka. Mereka sudah sangatlah baik, jadi sekarang sudah seharusnya aku mengakhiri semuanya. Aku tidak mau jadi beban mereka lantaran aku hanya numpang tempat tinggal dan makan gratis, jadi sudah waktunya aku mencari pekerjaan karena dengan cara itulah aku bisa melanjutkan lagi kehidupanku yang lebih berguna lagi.


Berjalan tanpa adanya langkah kaki yang memberikannya semangat untuk bertahan dan bangkit dari keterpurukannya. Hingga akhirnya langkahnya pun terhenti sesaat tiba-tiba datanglah sebuah mobil mewah hitam yang tiba-tiba menghadang tepat dihadapannya, lantaran terkejut dengan siapa ia berhadapan saat ini, kedua bola mata Resya pun tercengang sesaat ia melihat dengan jelas siapa seseorang yang baru aja turun dari mobil tersebut, dan seseorang itu yang tak lain ia adalah Nenek.


"Ne ... Nenek?" ucap Resya yang begitu terkejut.


"Apa kamu terkejut ketika melihat saya ada disini Nak?"tanya Nenek yang kemudian membuat Resya pun mendekati Nenek tersebut.


"Nenek, apa yang nenek lakukan disini? Apa Nenek membuntuti ku?"tanya Resya yang kemudian Nenek pun menimpalinya.


"Saya lihat kamu sangatlah bersedih dan putus asa, jadi saya putuskan untuk mengikuti langkahmu. Setelah saya perhatikan kamu sangatlah susah dan butuh bantuan, jadi sebagai balasan sekaligus balas budi apa kamu bersedia ikut dengan saya hari ini?"ajak Nenek.


"Ma...maksud Nenek?"


"Sudahlah saya tahu kalau anda butuh pekerjaan sekarang ini, jadi jangan menolak niat seseorang yang inggin membantumu, cepat masuklah kedalam Mobil saya nanti kamu juga akan tahu!"

__ADS_1


"Tapi Nek!"


"Sudah masuklah!"


"Baik Nek!"Resya yang tanpa berkata lagi, ia pun dengan segera memasuki mobil mewah yang dimiliki oleh sang Nenek. Tanpa punya pikiran curiga mau pun yang lainnya, ia pun tetap memasuki mobil tersebut.


Tidak membutuhkan waktu yang lama akhirnya mereka pun telah tiba juga dikediaman Nenek tersebut.Kediaman yang sangat besar dan tinggi, dengan diselimuti beton membuat Resya pun tercengang ketika melihat pemandangan apa yang sedang ada dihadapannya saat ini.


"Astaga ...ini Rumah apa istana kenapa megah dan mewah sekali"batin Resya yang merasa sangat tidak percaya dimana ia melangkahkan kaki sekarang ini. Nenek yang menyadarinya ia memberikan senyumannya.


"Ya sudah sekarang kita masuklah!" ajak Nenek itu dengan menggenggam tangan kanan Resya.


"Baik Nek.


"Iya Rumah ini memang milikku," balas Nenek yang kemudian ia pun terduduk di kursi goyangnya.


"Tapi kalau boleh tahu dimana anggota keluarga Nenek yang lainnya?"


" Mungkin bisa dibilang saya memang beruntung dalam hal kekayaan tapi tidak dengan keluarga. Karena dalam kokohnya Rumah sebesar ini saya harus menerima kenyataan bahwa diusia saya yang sudah tua ini, saya hidup dalam kesendirian dan kesepian tanpa adanya seorang anak mau pun keluarga yang menemani saya."


"Astaga Nek saya turut prihatin mendengarnya, tapi memangnya kemana perginya anak-anak Nenek? Kenapa mereka setega itu membiarkan Nenek tinggal sendirian seperti ini. Apalagi melihat usia Nenek yang sudah mulai tua harusnya mereka kan ada untuk Nenek?"

__ADS_1


"Awalnya saya memiliki seorang anak laki-laki yang mungkin jika sekarang ia masih berada disamping Nenek, ia usianya udah 40 an lebih. Akan tetapi karena dulu dia lebih memilih bersama dengan kekasihnya yang akhirnya ia pun tega meninggalkan Nenek sendirian seperti ini, tapi Nenek tidak bisa salahkan itu, dia ...dia beneran bersikap bijaksana karena semua itu memang aku yang salah!"


"Aku tidak merestui hubungan Putraku dengan kekasihnya lantaran kekasihnya itu tergolong dari keluarga yang sederhana dan kesalahan aku! Aku hanya mementingkan derajat dan status kekayaan tanpa memikirkan kebahagiaan Putraku sendiri. Dan penyesalan terbesarku yang selama ini masih melekat di hati Nenek, karena Nenek harus menerima dengan ikhlas jika Putra kesayanganku ternyata telah pergi dari dunia ini untuk selama-lamanya, karena penyesalan itulah hidupku merasa tidak berguna seperti ini!"


"Aku tahu perasaan apa yang Nenek rasakan saat ini, tapi aku tahu Nenek itu orangnya kuat dan tabah, se'benci-benci nya seorang anak tidak akan mungkin melupakan seseorang yang tak lain adalah sesosok Ibu kandungnya sendiri. Karena Ibulah orang yang membuatnya merasa kuat, karena Ibulah orang yang rela membanting tulang demi masa depan Putra kesayangannya, melihat usia Nenek yang sudah mulai tua seperti ini, Nenek tidak boleh terlalu banyak pikiran karena Putra Nenek disana pasti sudah sangat bahagia dan yakin dia juga pasti sudah memaafkan Nenek, jadi bersemangat dan bangkitlah saya yakin Nenek pasti bisa!"


"Kamu anak yang baik dan Nenek tidak salah menemukan seseorang sepertimu, dan Nenek sudah putuskan apa kamu bersedia bekerja di Restoran milik Nenek, karena Nenek yakin kamu pasti bisa diandalkan?"


"Sebenarnya aku tidak masalah Nek, tapi aku yang merasa tidak enak sama Nenek?"


"Kamu jangan merasa malu mau pun sungkan sama Nenek, anggap saja Nenek ini adalah Nenek kamu karena jujur selama puluhan tahun Nenek kesusahan mencari keberadaan Cucu kandungku yang sudah lama menghilang dan tidak tahu dimana keberadaannya sekarang. Namun setelah melihatmu, saya merasa senang karena bisa bertemu denganmu karena mungkin jika cucuku ada disampingku, dia juga seusia kamu tapi Nenek tidak tahu cucu nenek itu laki-laki atau perempuan jadi saya mohon kamu mau ya?"


"Cucu, jadi Nenek punya seorang cucu?"


"Iya setelah saya tahu jika Putra kandungku meninggal. Aku juga terkejut lantaran ada orang yang bilang kalau Putraku itu memiliki seorang anak, tapi setelah saya inggin menemuinya dia sudah terlebih dulu diajak seseorang entah kemana. Dan sampai sekarang saya belum juga menemuinya bahkan laki-laki mau pun perempuan saya pun tidak mengetahuinya?"


"Saya cukup prihatin mendengar masalah yang Nenek derita selama ini. Dan saya doakan secepatnya Nenek bertemu dengan cucu nenek, dan soal tawaran Nenek tadi baiklah aku mau menerimanya?"


"Kamu serius Nak?"


"Iya Nek Resya serius. Apa Resya boleh memeluk Nenek?"

__ADS_1


Belum juga Nenek menjawab pertanyaan yang diucapkan oleh Resya tadi, dengan langsung Nenek pun memberikan satu pelukan untuknya dan hal itu membuat Resya merasa sangat senang.


BERSAMBUNG


__ADS_2