Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
APAKAH RENCANA MEREKA BERHASIL


__ADS_3

"Knp aku jadi selalu ingat akan  kejadian tadi ya? Tapi kalau dipikir-pikir lucu juga tau ah kenapa aku malah jadi melamun'kan dia sudahlah lebih baik mendingan aku tidur sekarang ini kan udh malam,"


Berjalan dengan pandangan dan arah yang sama-sama saling berhadapan satu sama lain. Pandangan Sifa nampak bingung untuk maju atau mundur, sedangkan Rasya yang terus saja menatapnya membuat rasa malu Sifa tambah semakin menjadi.


" Kenapa lagi ini kenapa jantung ku berdetak sangat kencang seperti ini. Apa aku punya kelainan penyakit jantung!"


"Kenapa dia menatapku dengan tatapan seperti itu? Apa yang sedang dia pikirkan tentang aku?"


Tanpa berkata mau pun menyambutnya sepatah kata pun. Sifa segera pergi dari pandangan Rasya, sampai-sampai ia tidak sengaja menjatuhkan ponsel yang sedari tadi ia pegang.


"Astaga dia itu ceroboh sekali bagaimana bisa ia menjatuhkan ponselnya sendiri seperti ini? Ya sudahlah biar nanti aku balikin ke dia," ucapnya segera ia pun menyusul Sifa.


"Huu syukurlah aku bisa menghindar juga darinya. Astaga Sifa apa yang terjadi dengan dirimu ini kenapa kamu bisa se-gugup ini bertatap langsung dengannya?" gumam Sifa nampak bingung, dan sesekali ia mengusap-rambutnya.


Belum juga rasa was-was-nya hilang. Ia sudah dibuat panik lagi setelah Rasya yang tiba-tiba masuk dan menatapnya dengan tatapan yang sangat serius.

__ADS_1


"Kamu ngapain kesini apa jangan-jangan dia mau ...?" batin Sifa yang hanya bisa memundurkan dirinya.


"Tidak Sifa  kamu jangan membayangkan hal yang tidak-tidak, dia pasti hanya ingin bertanya? Iya pasti dia hanya ingin bertanya tapi soal apa?" batinnya yang tambah merasa panik.


"Kenapa dia malah diam mematung seperti ini? Apa yang mau dia lakukan? Apa jangan-jangan dia beneran mau mencium-ku lantaran belum puas akan ciuman pada waktu itu?"batin Sifa nampak ketakutan setengah mati.


"Kenapa wajah kamu jadi memerah seperti ini ada apa? Oh iya apa jangan-jangan kamu berfikir klu aku akan melakukan hal seperti kemaren? hei kamu gak perlu panik seperti ini aku datang kesini cuma mau nganterin ponsel ini saja," timpal Rasya yang spontan membuat Sifa terkejut tidak main. Bahkan wajah merahnya tidak bisa lagi terhindari.


"Ponselku kenapa bisa ada sama kamu?"


"Huuu sebenarnya apa yang terjadi pada diri aku ini? Kenapa setiap kali aku berbicara 4 mata dengannya kenapa  jantungku sering berdetak kencang dengan sangat cepat seperti ini apa jangan-jangan aku sudah mulai menyukai dia lagi. Dan perasaan yang dulunya sudah mulai terpendam dalam-dalam kini mulai muncul lagi tau'ah aku bener-benar bingung sekarang ini," batin Rasya nampak frustasi dan mengacak-acak rambutnya sendiri.


Pagi yang cerah telah menampakkan sinarnya. Disalah satu kantor kepolisian, para Polisi yang sudah pada bersiaga melakukan tugasnya mulai berkumpul pada satu titik tempat yang nanti akan merundingkan cara untuk bisa menangkap pelaku kejahatan tersebut.


Sifa, Rasya, Verrel dan juga Gibran yang sudah bersiaga mereka mengatur strategi untuk melakukan penggrebekan ini.

__ADS_1


"Baiklah karena kita semua sudah pada berkumpul. Aku punya rencana gimana kalau kita menjebak pelaku agar ia bisa masuk kedalam perangkap kita ini. Satu, aku ingin dia mengaku yang sejujurnya akan siapa dia jadi apa kalian paham dengan maksud-ku ini?"


"Iya aku paham yang kamu katakan tadi, ya sudah tunggu apa lagi ayo kita cepat laksanakan tugas kita.


"Baiklah untuk kali ini aku sendiri yang akan menemuinya sedangkan kalian bertiga berjaga-jaga dari kejauhan. Setelah pelaku mulai melancarkan aksinya kalian segera keluarlah. Kejahatan ini sudah sangat membuat kerugian berkali-kali lipat jadi jika kita gagal akan sangat sulit untuk mengatur rencana selanjutnya. Dan uang 100 juga yang berada di-koper ini biarlah aku sendiri yang akan membawa dan memberikannya pada pelaku itu.


"Apa kamu yakin ingin sendiri melakukan tugas ini, ini sangat berbahaya.


"Kamu tenang saja aku akan berjaga-jaga. Dan aku juga membawa pistol ini yang aku selipkan dibalik pakaian-ku jadi kalian tenang saja jangan cemaskan itu.


"Baiklah kalau kamu sudah siap. Aku akan menjalankan mobil sendiri menuju ketempat lokasi yang sudah sejak awal diminta pelaku, ingat selalu waspada.


"Baiklah kita akan selalu waspada.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2