Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
Sabotase kematian Richard


__ADS_3

"Aku tahu betul perasaan apa yang telah kamu rasakan saat ini Resya tapi ingat Richard akan lebih tenang jika kamu berhasil mengikhlaskan kepergiannya, dia akan merasa lega jika kamu bisa menerima kepergiannya?"


"Mungkin sampai saat ini semua bukti belumlah cukup untuk membuktikan apa dia beneran Richard. Dan jika kita melakukan tes DNA kita harus menunggu anak yang ada dikandungan kamu lahir barulah kita bisa memastikan apa itu beneran jasad Richard?"


"Aku akan menunggunya sampai hari itu tiba karena aku percaya dia bukanlah Richard! Dia bukanlah Richard kenapa kamu tidak mempercayai-ku?"


"Baiklah jika kamu masih ngotot percaya jika bukanlah jasad Richard, setidaknya kamu tahu kan apa ini?" ucapnya dengan mengulurkan satu buah cincin pada Resya.


"Ini ...," balasnya seketika Resya langsung membungkam mulutnya.


"Itu adalah cincin yang masih tertinggal dijari jasad yang barusan ditemukan tim penyelamat. Dan pastinya kamu tahu akan apa maksud-ku? Cincin bertuliskan huruf " R " dan pastinya kamu tahu sendiri apa arti dari huruf R tersebut. Resya aku tahu kamu sangatlah sulit menerima kenyataan pahit ini tapi sadarlah jika Richard masih hidup dan berhasil meloloskan diri dari dalam Ambulan apa itu mustahil. Keadaan Richard mengalami Drop apalagi melihat kondisinya apa itu mustahil jika Richard masih hidup?"


"Richard! Katakan padaku kalau jasad itu bukanlah jasad kamu! Ayo katakanlah padaku?"

__ADS_1


"Segitu cintanya kamu pada Richard Resya jelas-jelas semua bukti sudah mengarah jelas ke Richard. Bahkan dengan adanya bukti cincin ini kamu masih belum bisa menerima kepergiannya," batinnya dengan pandangan Revan yang masih terlihat jelas memandangnya biar pun hatinya terluka.


Dalam ruangan yang terlihat sangatlah sepi tanpa ada seseorang sekalipun dan hanya ada seseorang yang dalam kondisi kedua tangan dan kaki yang masih dalam keadaan pasung dikedua kakinya dan tali yang mengikat kedua tangannya.


Perlahan-lahan kesadarannya mulai nampak dari seseorang laki-laki tersebut.


"Ada dimana aku ini kenapa aku bisa ada disini?" gumamnya yang terlihat bingung menatap kanan-kiri dan seseorang itu yang tak lain adalah Richard.


Setiap detik banyak sekali pertanyaan tentang nasib buruk yang tengah ia pikirkan. Namun hal yang paling ia takuti dari semua itu adalah kematian, ia takut jika orang jahat yang sedang menyekapnya akan bertindak nekat untuk mencelakai dirinya.


Pandangan sekaligus matanya seketika terdiam bahkan tidak berkedip setelah ia tahu siapa seseorang yang mulai menghampirinya.


Melangkah menghampirinya yang dalam kondisi terpasung. Seseorang itu menunjukkan raut wajah cerah dan terlihat senang. Akan tetapi dibalik wajah senangnya ada sesuatu yang aneh terjadi didalam diri pria itu. Melayangkan satu pukulan yang membuat wajah tampannya seketika memar, namun tindakan pria itu tak mampu ia balaskan sadar kondisinya dalam keadaan memprihatinkan.

__ADS_1


"Akhirnya kamu sadar juga bajingan!" sebuah suara angkuh datang dari pria dengan serba hitamnya.


Erlangga memicingkan mata, memperhatikan makhluk di hadapannya yang masih memakai baju pasien.


FLASHBACK


"Misi pertama kita sudah selesai, sekarang giliran misi yang kedua. Dan sekarang giliran kamu yang mengatasinya, biar aku yang membawa Richard keluar dari Rumah sakit ini!" gumam laki-laki itu pada teman rekannya.


"Baiklah akan aku jalankan rencana yang selanjutnya," balasnya kemudian.


Mendapat perintah menyelesaikan misi yang kedua, salah satu dari pria itu pun keluar dan pergi meninggalkan ruangan rawat ini.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2