Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
BAB 44 " Hampir Dilecehkan "


__ADS_3

"Kamu. Kamu inggin pergi kemana, bukannya mobil kita ada disebelah kanan sana?" ucap Richard yang memberhentikan langkah Resya yang seperti sedang menjauhi dirinya.


"Pertama jika kamu inggin pulang, pulanglah sendiri karena aku tidak mau pulang bersama dengan seorang yang mesum sepertimu, jadi pulanglah sendiri. Jangan pedulikan aku. Karena aku akan pulang sendiri dan pastinya aku akan merasa sangat aman karena tidak akan ada orang yang bakal menggangguku mau pun mencari kesempatan dalam kesempitan. Apa kamu paham!"


Tegas Resya yang tanpa berkata, ia pun langsung bergegas pergi dari hadapan Richard tanpa memperdulikan Richard sama sekali.


"Harus dengan cara apalagi agar dia dapat mempercayaiku. Berfikir jika aku ini memang benar-benar sungguhan akan tulus mencintainya. Aku rasa akan sangat sulit untuk membuatnya percaya, tapi jam segini dia inggin naik kendaraan apa. Apa mungkin ada Taksi di jam segini?"


Tanpa berfikir Richard pun lantas langsung masuk kedalam mobilnya. Kemudian ia pun menjalankan laju kendaraannya.


PUKUL 00:00 MALAM.


"Sial...kenapa hari-hariku jadi sial kaya gini sih, ini udah jam 01:00 malam mana mungkin ada Taksi yang lewat jam segini kalaupun ada itu mungkin mbak kunti kali. Sudahlah lebih baik aku jalan kaki saja dari pada aku harus pulang bareng sama dia."


Resya pun pun akhirnya memutuskan untuk berjalan kaki menelusuri jalan ini sembari melihat suasana yang dimana ditempat itu sangatlah sepi, tidak ada kendaran yang berlalu lalang dan saling menyerempet satu sama lain, ataupun orang yang melewati jalan ini. Karena yang ada hanyalah hawa sunyi dan mencekam kan hingga pada akhirnya Resya pun merasa was-was ditambah lagi bulu kuduknya yang mulai berdiri.


Dan tiba-tiba ada beberapa orang yang akhirnya datang menghampirinya. Akan tetapi bukannya malah membantu, mereka malah ada niatan jahat kepadanya.


"Hei cantik sendirian aja mau Abang temenin gak?" ucap salah satu Preman dengan tersenyum sinisnya, sembari memperhatikan penampilan Resya dari ujung kaki sampai ujung kepala.


"Tidak mas terima kasih!" balas Resya yang mulai akan ketakutan.


"Siapa mereka. Apa mereka orang-orang jahat?" batinnya yang mulai merasa takut.


Tetap berusaha tenang dan tidak takut agar para preman muda itu tidak sampai berfikir kalau dirinya sedang ketakutan sekarang.


"Ayo dong neng, cantik-cantik kok jutek sih, jangan jutek-jutek dong nanti cantiknya ilang lo," rayu salah satu preman lagi dengan beraninya ia pun menyentuh dagu Resya.


"Hei kalian. Kalian jangan berani-beraninya macam-macam sama saya, jika kalian berani mendekat aku bakal teriak!"ancam Resya.


Melihat ancaman yang Resya berikan, para Preman-Preman itu pun sama sekali tidak ada rasa takutnya juga dan berusaha untuk menangkap Resya. Sedangkan Resya yang sudah tidak bisa menyembunyikan rasa takutnya dan tidak tau harus berbuat apa.


Dia pun akhirnya berlari dan mengeluarkan semua tenaganya untuk bisa menghindar dari para preman-preman tersebut. Akan tetapi karena tenaganya yang tidak kuat, ia pun akhirnya tertangkap oleh mereka.


"Aku mohon jangan lakukan itu, aku mohon. hik...hik...hik..."


"Tunggu apa lagi cepat kalian bawa Wanita cantik ini ke semak-semak, cepat!" perintah salah satu Preman tersebut.


"Tidak, lepasin aku...lepasin aku..aku mohon lepasin aku!" teriak Resya sembari berkata meminta tolong tapi mulutnya yang seketika dibungkam oleh sang Preman membuat Resya tidak mampu berteriak mau pun memberontak lagi.


"Ayo Bos kita bersenang-senang sekarang."

__ADS_1


Akhirnya para Preman-Preman itu pun berhasil membawa dan juga menyeret Resya menuju ketempat yang sangat sepi dan tak akan diketahui oleh orang sama sekali. Resya yang sudah mulai capek akhirnya yang bisa ia lakukan hanyalah berpasrah dan hanya menangis.


"Haruskah aku merelakan kehormatanku lagi untuk para laki-laki bajingan seperti mereka. Tuhan tolong aku ...jangan kau bikin aku mendapatkan penderitaan yang sama seperti ini aku mohon..tolong aku..tolong aku hik...hik...hik..."


Tinggal sedikit aja para preman itu akan merebut kesucian Resya, tiba-tiba ada seseorang yang datang dengan tiba-tiba dan langsung menendang ketiga Preman tersebut. Akhirnya ketiganya pun tersungkur dilantai.


BRUAK..


BRUAK..


BRUAK..


"Kalian, jika kalian berani melukainya maka langkah'in nyawaku dulu!" teriak seorang laki-laki yang ternyata dia adalah Richard.


"Berani sekali kamu menggangu kesenangan kami saat ini cepat habisi dia sekarang!" perintah salah satu Preman dengan menunjukkan raut wajah seramnya.


"Baik Bos!" balas salah satu Preman tersebut."


Akhirnya perkelahian antara Richard dan ketiga Preman itu pun tak terhindari. Pukulan demi pukulan pun sama-sama mereka lontarkan agar bisa Melawan musuh yang sudah berada dihadapannya saat ini.


"Pintar!" ucap Richard dengan tersenyum.


Pukulan demi pukulan pun siap mendarat tepat mengenai dada kekar Richard, akan tetapi Richard dengan sigapnya dia langsung menghindari setiap pukulan yang hendak akan dilakukan oleh para pelaku untuk mengenai dirinya.


"Bos mendingan kita pergi saja dia bener-bener sangat kuat. Aku tidak bisa mengatasinya lagi!" balas salah satu Preman yang berpasrah dengan kekalahannya.


"Baiklah ayo pergi sekarang!" balas sang bos dan baru aja mereka melangkahkan kakinya.


DYAR...


DYAR...


DYAR..


"AHHHH..


"Itu adalah tembakan yang cocok buat kalian. Karena kalian sudah beraninya hampir merebut kesucian yang dimiliki Istriku. Apa kalian mengerti!" gertak Richard dengan raut wajah tegangnya.


"Sana pergi dan jangan sampai kalian berani muncul di hadapanku lagi, kalau kalian tidak mau nanti akan menyesal lebih dari ini cepat pergi!"


Langkahnya yang mulai membelakangi mereka bertiga. Richard yang posisinya tepat dibelakang mereka, akan tetapi salah satu dari mereka hampir saja menusukkan sebuah pisau kearahnya. Resya yang melihatnya ia lantas langsung meneriaki Richard.

__ADS_1


"Richard awas...


Mengetahui kode dan niat yang hendak akan dilakukan salah satu Preman itu. Richard yang tak mau memberi kesempatan yang kedua kalinya pada orang yang salah. Dengan langsung Richard pun mengarahkan pis*olnya tepat kearah pelaku itu. Dan lagi...dan lagi satu tembakan pun tepat mengenai pelaku itu, tewas ditempat itulah yang terjadi saat ini.


"Dan itu adalah tembakan terakhir karena kamu sudah beraninya bikin Istriku merasa cemas dan merasa ketakutan seperti ini. Sekaligus itu adalah balasan karena kamu sudah beraninya mau memperko*a wanita itu yang tak lain ia adalah Istriku sendiri. Apa kalian mengerti!"


Melihat temannya tidak berdaya diatas tanah. Ia yang tidak mau kehilangan nyawa juga, lantas ia langsung meningalkan temannya yang dalam keadaan tergeletak dan berlumuran darah tersebut.


Untung saja Richard yang dengan tepat waktu datang dan berhasil menolong Resya yang untungnya saja belum sempat ternodai oleh Preman -preman tersebut. Karena masih trauma dengan kejadian apa yang barusan ia alami barusan Richard yang melihat Resya tangannya sangat gemetaran ia pun langsung mendekapnya dalam pelukannya.


"Menangislah jika itu bisa membuatmu merasa lebih tenang menangislah!"ucap Richard yang akhirnya membuat Resya pun menangis dalam dekapan Richard, sesekali Richard pun mengelus-elus rambut Resya.


"Sekarang kamu lihat kan pulang sendirian jam segini itu tidaklah aman bagimu. Apalagi dengan adanya janin yang ada dikandungan kamu ini, itu akan tambah membuatmu susah untuk bisa melarikan diri, jadi sekarang apa kamu masih bersikap bersikeras untuk menolak ajakanku?"


"Baiklah untuk kali ini aku tidak akan menolakmu lagi, sekali lagi terima kasih karena kamu sudah mau menolongku. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika tadi kamu tidak datang tepat waktu dan menolongku," balas Resya dengan menundukkan kepalanya.


Mendengar ucapan yang dikatakan Resya barusan, entah apa yang ada dipikiran Richard saat ini sehingga ia pun berlutut sembari memegang perut Resya yang masih terlihat rata lantaran usia kehamilannya yang baru menginjak usia satu bulan.


Terkejut dengan apa yang dilakukan Richard kepadanya, pandangan Resya yang tadinya hanya bisa menundukkan kepalanya. Kini ia pun menatap kearah Richard dengan tatapan bingungnya.


"Maafkan Papa sayang. Maafkan Papa karena Papa hampir saja membahayakan kamu, maafkan Papa. Papa janji setelah kejadian ini tidak akan ada lagi kejadian yang akan membuatmu merasa terancam sayang. Karena Papa janji mulai sekarang Papa akan menjaga dan melindungi kamu lebih dari Papa melindungi nyawa Papa sendiri, maafkan Papa?"


Aku tahu Richard itu orangnya pemaksa jika ada hal yang sangat dia inginkan, apapun cara akan dia tempuh untuk mendapatkan keinginannya itu. Akan tetapi walaupun begitu aku sadar sebenarnya dia adalah orang yang sangat baik dan juga pengertian kepada seseorang.


Apalagi jika seseorang itu adalah Wanita yang sangat dia cintai, dia akan berusaha sekuat tenaga untuk bisa melindunginya, dengan berbagai cara apapun akan dia tempuh untuk bisa menjaganya. Disaat seperti inilah aku sadar jika dia memang gak pernah berbohong atas perkataan yang pernah ia ucapkan kepadaku? Dengan sikap yang dia tunjukkan padaku saat ini, ia sudah berhasil meyakinkan hatiku kalau dia memang mencintaiku sangat perduli dengan anak yang ada dikandungan ku saat ini.


Batin Resya yang sudah sangat menunjukkan jika dia sudah mulai ada benih-benih cinta didalam hatinya. Karena cinta bisa datang dari mana saja tak perduli biarpun mengecewakan dan menyakitkan tapi cinta bisa menghalau apapun yang menghadangnya termasuk rasa kekecewaan yang besar yang sudah tumbuh di dalam diri Resya sekarang ini. Hanya butuh waktu maka semuanya akan bisa terungkap dengan sempurna.


"Kenapa kamu menatapku dengan tatapan seperti itu. Apa kamu keberatan jika aku melakukan ini?" tanya Richard yang spontan membuat pandangan Resya pun seketika teralihkan.


"Tidak, tidak apa-apa lagian aku juga tidak masalah jika kamu melakukan ini, janin yang ada dikandungan aku ini juga anak kandung kamu sendiri, jadi untuk apa aku harus mempermasalahkan soal itu?" balas Resya yang akhirnya bisa membalas senyumannya itu.


"Ya sudah mendingan sekarang kita pulang aja ini kan sudah larut malam jadi lebih baik kita cepat pulang dan meninggalkan tempat ini!"ajak Richard yang kemudian ia pun menggandeng tangan Resya.


"Baiklah. Sebenarnya apa yang terjadi dengan sifatmu sekarang ini, kenapa tiba-tiba sikapmu yang dulunya sangat kejam dan tidak berperikemanusiaan kenapa sekarang semua itu seketika berubah menjadi seperti pahlawan dan seseorang yang berhati sangat lembut seperti ini. Apa mungkin ini sebenarnya sifat yang kamu miliki sesungguhnya.


Dan jika itu memang benar, maka selama ini aku sudah sangat salah karena menganggap mu seperti orang yang penuh dengan kelicikan dan kekejaman?"batin Resya yang tatapan hanya fokus pada laki-laki yang berada disampingnya saat ini.


Tak lama mereka pun akhirnya masuk kedalam mobil, dan suasana pun berubah dimana yang dulunya mereka hanya akan bertengkar dan terus bertengkar jika setiap kali bertemu, beda dengan saat ini sifat mereka pun berubah jadi lembut dan damai seperti ini.


"Kenapa kamu menatapku dengan tatapan seperti itu? Apa mungkin ada arti lain dalam tatapan yang kamu lakukan sekarang ini?" tanya Richard yang kemudian membuat Resya pun beralih menatapnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2