Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
Misi para Mafia


__ADS_3

"David?" panggilnya Revan, kemudian seseorang yang bernama David pun menghampirinya.


"Iya Kapten ada apa?"timpal David.


"Jam berapa pasien dinyatakan meningal tadi?" tanya Revan.


"Yang saya tahu, pasien meninggal pukul 06:00 malam kurang kapten,"balasnya.


"Kamu bilang tadi pukul setengah enam kamu masih disana?" tanya Revan pada Rasyel.


"Iya paman," balas Rasyel.


"Tapi melihat kondisi korban yang luka jahitannya mengalami pecah. Itu tidak mungkin jika tidak ada tindak kekerasan yang dialaminya. Apalagi meningal dengan kondisi menjulurkan lidah dan mata terbuka kayaknya apa yang di katakan Rasyel memang benar kapten, jika kematian korban ada yang janggal," timpal David yang berpihak pada Rasyel.


"Iya Kapten dia memang saudara tiri-ku, tapi aku juga berani membelanya bukan karena dia keluarga-ku, tapi apa yang dikatakan Om David memang benar jika kematian korban agak ganjal. Apalagi melihat korban yang kondisinya menjulurkan lidah itu sudah sangat jelas jika sebelum meninggal korban sempat kejang-kejang. Dan kejang-kejang-nya itu mungkin akibat dari seseorang yang sudah melakukan tindakan pembunuhan tersebut," bela Rasya.


"Apa kamu yakin?" tegas Revan.


"Iya Tuan saya sangat yakin,"timpal Rasya lagi.


"David segera beritahu Richard soal ini. Aku ada tugas untuknya?"


"Tapi tuan, Richard kan lagi amnesia bagaimana caranya kita membahas soal ini padanya?"tanya David.


"Beritahu Gibran soal ini. Aku rasa dia akan paham apa maksud kita ini.


"Baik Kapten saya akan memberitahunya.


*


*


*


"Iya Dav, ada apa kenapa kamu tiba-tiba mendatangi kantor ini?"


"Tujuan-ku datang kesini aku ada tugas buat kamu. Dan pastinya buat tim kalian juga. Dalah satunya menantu dari Resya yang bernama Rasyel dia sekarang lagi dalam butuh bantuan kita. Entah siapa yang salah tapi Kapten memerintahkan kita untuk menyelesaikan masalah ini.


"Rasyel. Iya saya tahu dia menantu Resya, tapi ada apa dengannya apa yang terjadi bagaimana mungkin ia bisa dipenjara?" tanya Gibran nampak penasaran.

__ADS_1


"Untuk lebih jelasnya lagi. Nanti kamu scroll akun tiktok pasti kamu bakal tahu permasalahan apa yang aku katakan ini. Yang jelas akibat masalah itu dia harus dipenjara karena pasien yang ia operasi tiba-tiba meninggal dalam kondisi tidak wajar. Sedangkan Rasyel pelaku itu yakin jika meninggalnya korban ada pihak ketiga yang bersangkutan, jadi cepat kamu minta bantuan pada Richard entah gimana caranya kamu harus memberitahunya.


"Baiklah aku akan mengarah-kan semua tim kita, jadi tunggulah bantuan dari kita.


"Baiklah ya sudah aku pergi dulu.


"Baiklah berhati-hatilah," ucapnya.


"Resya dalam masalah tapi kenapa dia tidak memberitahu-ku. Dan gimana caraku memberiku tahu Tuan soal ini, dia kan lagi kehilangan ingatannya jadi mana mungkin ia akan paham dengan maksud-ku ini?" gumam Gibran yang nampak gelisah dan bingung.


Dari kejauhan Richard yang baru aja keluar dari mobilnya, ia melihat Gibran yang seperti orang gila lantaran berkata sendiri padahal sekeliling-nya tidak ada orang sama sekali.


"Gibran apa kamu udah gila kenapa kamu berkata sendiri seperti ini. Apa mungkin kamu sedang berbicara dengan makhluk gaib?"


"Maaf tuan saya hanya lagi bingung karena lagi kepikiran suatu masalah.


"Suatu masalah!" masalah apa?"


"Oh iya kamu sudah lihat ditiktok gimana ada yang lagi viral lagi, gimana seorang dokter yang melakukan operasi darurat di-jalanan umum. Dan pikir-pikir dia sangat genius dan pemberani bisa-bisanya ia melakukan tindakan heroik itu, dia pasti akan dapat sebutan pahlawan setelah aksi beraninya itu," ucap Richard kemudian Gibran menimpali pembicaraannya.


"Seorang Dokter yang melakukan tindakan operasi di-jalanan umum?"tanya Gibran.


"Tapi kayaknya nasib beruntungnya tidak sebaik yang tuan katakan!"


"Maksudnya?''


"Akibat tindakannya itu, ia dijatuhkan hukuman setelah seseorang yang ia operasi meninggal setelah kejadian itu.


"Meninggal! Tapi bagaimana mungkin?"


"Entahlah tuan. Aku tahu kabar ini dari teman-ku katanya dalam kasus kematian seseorang itu ada pihak tiga yang bersangkutan. Dan katanya juga meningalnya korban bukanlah dari tindakan operasi itu. Tapi korban yang tidak terima, ia langsung menuntut dan memenjarakan seorang selaku Dokter yang bernasib kurang beruntung itu.


"Astaga sampai seburuk itu nasib Dokter muda itu. Memang disini kejahatan gak ada harganya sama sekali. Dan harusnya hukuman yang tepatnya jatuh pada pelaku yang sesungguhnya. Ya sudah yang kaya gini nih ingin sekali aku berantas secepatnya. Kamu? kamu mau kan membantu menyelesaikan persoalan-persoalan macam ini?"tanya Richard mengerutkan alisnya.


"Dengan senang hati tuan," balas Gibran nampak senang dengan rencana akan tuannya.


"Baiklah kerahkan semua teman-teman kamu itu dan suruh dia berkumpul disalah satu tempat," pinta Richard.


"Baik Tuan," balas Gibran kemudian ia mulai menelfon satu persatu anak buahnya.

__ADS_1


"Gibran kenapa kamu diam ayo katakan sesuatu disini kamu kan yang akan mengarahkan semua tim kamu ini?"


"Maaf Tuan saya belum terbiasa mengawal menjalankan sebuah misi seperti ini. Jadi akan lebih baik Tuan saja yang memimpikannya biar saya yang akan mengikut tuan saja!"


"Baiklah jujur saja berdiri dalam situasi yang seperti ini, entah kenapa aku merasa kayaknya pernah ada diposisi seperti ini, tapi entahlah itu mungkin hanya perasaan aku saja. Baiklah perkenalkan nama aku Richard Betranto kalian bisa memanggilku dengan sebutan Richard tidak perlu memanggilku dengan sebutan Tuan karena kalian bukanlah anak buah-ku. Dan pertama aku ingin menjelaskan pada kalian akan misi yang akan kita jalankan pada siang hari ini. Dan pastinya aku tidak perlu menjelaskannya secara detail akan misi yang akan kita lakukan karena pasti kalian semua sudahlah paham kan. Tapi sebelum itu apa ada yang ingin bertanya sesuatu?"


"Maaf Tuan!" timpal seseorang dengan mengangkat tangannya keatas.


"Iya ada apa?"tanya balik Richard dengan pandangannya yang mengarah pada seseorang itu.


"Sekarang kita lagi menjalankan semua misi. Jadi akan lebih baik jika kita juga memangil anda dengan sebutan Tuan, jadi apa anda tidak masalah jika kita semua memangil anda dengan sebutan Tuan?"


"Kenapa anda berkata seperti itu. Apa saya pantas mendapatkan panggilan seperti itu?"


"Pantas atau pun tidak. Andalah orang yang bertanggung jawab memimpin akan misi kita ini. Jadi sudah seharusnya kita memangil anda dengan sebutan Tuan.


"Baiklah jika itu yang kamu inginkan aku tidak masalah," balasnya dengan tersenyum.


"Baiklah Tuan." spontan mereka yang mengucapkan panggilan tuan pada Richard.


"Baiklah kita mulai akan misi kita ini yang pertama. Korban atau pasien diketahui awal mula mengalami kecelakaan sebelum operasi karena adanya sebuah tabrakan, jadi sebelum kita selidiki kasus ini akan lebih baik kita cari bukti mungkin bisa dibilang awal mula korban menjalankan laju kendaraannya. Dan kamu?" ucap Richard dengan menunjuk kearah dua pria dihadapannya.


"Iya Tuan dengan kami sendiri!".


"Kalian berdua aku tugaskan untuk mencari bukti berupa kamera CCTV yang terpasang tak jauh dari lokasi kejadian dimana korban mengalami kecelakaan. Dan kalian berdua lagi aku tugaskan untuk mendatangi bengkel dimana mobil korban dibawa kesana untuk diselidiki. Dan periksalah rem bedak kendaraan apa mobil itu beneran murni kecelakaan atau memang ada seseorang yang sengaja memotong kabel dari rem pedal tersebut.


Dan kalian berdua lagi aku tugaskan untuk menyelidiki latar belakang dari keluarga korban. Apa sebelumnya korban sempat ada cek-cok pada korban tersebut.


Dan kamu Gibran tugas kamu?" kamu membantu-ku untuk menyelinap di Rumah sakit tempat dimana korban meninggal. Karena CCTV dan sidik jari kali ini akan sangat kita butuhkan untuk mengetahui apa motif sebenarnya dari pembunuhan ini apa kamu mengerti?"


"Iya Tuan saya mengerti.


"Dan kalian apa kalian masih ingin bertanya lagi padaku?"


"Tidak Tuan semua sudahlah cukup. Dan kami sudah paham akan misi yang tuan berikan ini.


"Ya sudah tunggu apa lagi cepat pergi dan jalankan setiap misi yang aku perintahkan pada kalian.


"Baik Tuan.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2