
Di salah satu kediaman seseorang yang terbilang megah dan mewah hadirlah seorang laki-laki yang baru aja turun dari mobil sport berwarna hitam, yang kemudian ia memasuki Rumah yang sangat mewah tersebut.
Akan tetapi sesampainya pria itu di kediamannya sudah ada dua wanita yang satu sudah terlihat cukup tua dan yang satunya lagi terbilang masih muda yang umurnya sekiranya masih 25 tahun yang menghampiri langkah kaki pria itu, tak hanya menghampirinya salah satu dari wanita itu pun sampai memeluk si pria bertubuh kekar yang tak lain Pria itu adalah Richard.
"Sayang kamu dari mana aja sih, kenapa kemaren malam kamu tidak pulang?" ucap Sandra yang tak lain ia adalah Istri Richard.
"Maafkan aku Sandra, tadi malam aku ada urusan dadakan dan aku gak sempet mengabari kamu maaf ya?" balas Richard.
"Akan lebih baik sementara aku diam saja mengenai kejadian kemaren malam!" batin Richard lagi.
"Richard lain kali kamu jangan seperti itu lagi ya, Sandra itu tadi malam sudah menunggumu sampai selarut malam, tapi ternyata orang yang ditunggu malah tidak nongol," lirih Mamanya Sandra yang juga Mertua dari Richard.
"Iya Ma, maafkan Richard, Richard janji Richard tidak akan mengulanginya lagi. Terus ada apa dengan Mama? Kenapa wajah Mama terlihat bersedih seperti itu ada apa? Apa Mama ada masalah, apa ada orang yang berani menyakiti perasaan Mama cepat bilang pada Richard biar Richard yang beri perhitungan pada orang itu," tegas Richard.
"Bukan seperti itu Richard, Mama bersedih karena Mama inggin menggendong cucu dari kalian, kamu kan tahu sendiri selama dua tahun kalian menikah tapi sampai sekarang kalian gak kunjung dapat momongan, Mama iri sama teman-teman Mama yang pada mengendong cucu mereka?"
"Mama jangan gitu dong, Mama kan tahu sendiri kan sudah tahu kalau Sandra dan Richard sudah beberapa kali pergi ke Dokter kandungan dan Mama juga tahu sendiri kalau Sandra itu sangat sulit untuk memiliki momongan jadi jangan bikin Sandra jadi sedih karena masalah ini, Sandra juga inggin punya anak tapi mau gimana lagi, ini sudah takdir dari Tuhan jadi Mama harus bersabar ya?" cela Sandra.
"Iya Ma, yang dikatakan Sandra memang benar untuk memiliki seorang anak itu belum rezeki kita jika sudah waktunya tiba nanti kita yakin tuhan pasti akan memberikan Mama cucu walau pun Richard sendiri juga gak tahu kapan itu terjadi? Jadi Mama jangan bikin Sandra Putri kandung Mama jadi bersedih," ucap Richard.
"Iya maafkan Mama, Mama khilaf, maafkan Mama ya sayang karena Mama belum bisa jadi Mama yang baik untukmu dan mengerti tentang kondisimu maafkan Mama ya.
"Iya Ma, Sandra sudah maafkan Mama, Mama kan Mama kandung aku jadi pastinya Sandra sudah maafkan Mama sedari dulu," balas Sandra dengan memeluk Mamanya.
" Kebetulan kalian berkumpul disini ada sesuatu yang inggin aku sampaikan pada kalian termasuk pada kamu juga Richard," ucap Sandra.
"Apa yang inggin kamu bicarakan pada kita, kenapa kamu tiba-tiba jadi terlihat gugup seperti ini?" tanya Richard mulai penasaran.
"Aku mau kamu menikah lagi Richard!"
"Apa menikah lagi, apa maksud kamu San, apa kamu udah gila, apa kamu sudah kehilangan akal sehat kamu, mana mungkin aku menikah lagi kalau posisiku sekarang aku masih berstatus suami kamu, apa yang ada dipikiran kamu saat ini," tegas Richard.
"Iya Sandra apa yang merasuki pikiran kamu, kenapa kamu tiba-tiba berkata seperti itu?" tanya Mamanya dengan heran.
"Sayang memang yang aku katakan ini kedengarannya sudah gila, tapi aku gak ada pilihan lain lagi kamu kan tahu aku sangat sulit untuk memiliki seorang anak jadi aku rasa dengan kamu menikah lagi dan mendapatkan anak dari wanita itu aku rasa keharmonisan rumah tangga kita akan tambah utuh dan hanya dengan cara ini, aku bisa membuat Mama bahagia karena mendapatkan seorang cucu yang dia mau, walaupun pada kenyataanya cucu itu bukanlah cucu kandungnya, tapi aku rasa Mama akan bisa menerima semua itu. Jadi aku mohon kamu kabulkan permintaan aku, jika kamu sayang dan cinta sama aku, aku mohon kabulkan permintaan aku ini ya aku mohon," ucap Sandra sambil berlutut dan memohon.
__ADS_1
" Aku tidak tahu harus mengatakan apa, Mama gimana pendapat Mama sekarang apa Mama gak keberatan dengan permintaan yang sangat gak masuk akal yang diminta Putri Mama?" tanya Richard pada sang Mertua.
"Jujur jika Sandra aja gak masalah, Mama setuju-tuju aja dan Mama mengijinkan kamu untuk menikah lagi, jika itu memang keputusan yang diambil oleh Sandra sendiri," ucap Mamanya.
"Baiklah akan aku urus masalah ini, dan kasih aku waktu."
"Baiklah!.
Tak berselang lama Richard pun mengeluarkan sebuah benda pipih yang berada didalam sakunya. Dan sesaat kemudian ia pun menghubungi salah satu dari nomer seluler yang tertera pada layar ponselnya.
"Iya Tuan ada apa, kenapa tuan tiba-tiba menghubungi saya ada apa?" tanya Gibran lewat telfonnya.
"Saya hanya inggin tanya apa gadis yang tadi masih ada bersama kalian?"
"Iya dia masih ada disini, kenapa tuan," tanya lagi.
"Baguslah, sekarang aku perintahkan ke kalian, kalian jangan biarkan gadis itu sampai kabur dari markas, kalau perlu sekap dan bungkam dia," perintah Richard.
"Maksud tuan, tuan inggin menculiknya.
"Baik tuan saya paham."
"Baguslah."
Markas Tayger Lee
"Kalian, apa kalian inggin membebaskan aku dari sini?" tanya Resya pada kedua pria itu.
"Diam-lah jika kamu gak mau kita celaka'i." timpal Reza yang seketika membuat Resya pun terdiam.
"Rias dia sekarang!" perintah Gibran pada seorang wanita disampingnya.
"Baik," balas seseorang itu.
"Apa maksud kamu menyuruh dia untuk merias saya, memangnya apa yang inggin kalian lakukan pada saya, dan ada acara apa kalian merias-ku?" tanya Resya dengan muka kebingungannya.
__ADS_1
"Karena hari ini kita akan menikah," sahut seseorang yang kemudian memasuki ruangan ini.
Mendengar perkataan yang gak masuk akal yang keluar dari mulut pria ini, tatapan Resya seketika berpindah ke pria tersebut.
"Apa? Apa anda sudah gila, jadi anda menculik saya karena anda inggin menikahi saya, omong kosong apa lagi ini, dan untuk apa kita harus menikah jika diantara kita tidak ada sedikit pun perasaan diantara kita. Dan aku gak mau menikah dengan anda dan pernikahan ini juga gak akan pernah terjadi lantaran anda tidak dapat restu maupun wali saya sendiri," tegas Resya dengan muka geramnya.
Mendengar jawaban yang dilontarkan Resya, Pria itu yang tak lain adalah Richard ia hanya membalas senyuman sinisnya.
"Gibran cepat panggilkan wanita itu!" perintah Richard pada Reza.
"Baik tuan!" balas Reza.
"Wanita, wanita siapa?" tanya Resya dengan muka bingung.
"Saya, saya merestui hubungan kalian, dan saya juga tidak keberatan jika anda inggin menikahi Putri saya," sahut seorang wanita itu yang seketika membuat Resya pun terkejut tidak main.
"Mama...."
"Apa yang sebenarnya kalian rencanakan sekarang, dan Mama untuk apa Mama ada disini, dan bagaimana mungkin Mama bisa tahu kalau aku ada disini?".
"Resya, laki-laki ini sudah menjelaskan semuanya pada Mama, Mama tidak keberatan jika dia ingin menikahi kamu. Karena setidaknya dia masih mau mempertanggung jawabkan perbuatan yang tanpa sengaja ia lakukan padamu, dan harusnya kamu senang karena setidaknya jika nanti anak yang ada dikandungan kamu lahir dia masih punya Papa dan kamu juga gak akan mempermalukan Mama karena melahirkan anak tanpa seorang ayah.
"Berapa banyak uang yang dia kasih kepada Mama, berapa banyak, 100 juta, 200 juta atau mungkin satu miliyar makanya dengan gampangnya Mama merestui hubungan ini. Dimata Mama aku ini bukanlah siapa-siapa tapi kenapa giliran ada uang, kenapa Mama tiba-tiba berubah baik pada Resya.
Kalian semua orang-orang pecundang dan aku tegaskan ke kalian sekali lagi aku gak akan pernah mau menikah dengan dia, kalau pun nanti aku bakal melahirkan anak yang ada kandungan-ku ini, lebih baik aku merawat dan membesarkannya sendiri dari pada aku harus menikah dengan orang yang gak punya hati sama sekali dan kejam seperti kalian semua,"tegas Resya.
Plak. Satu tamparan tepat mengenai pipi Resya.
"Dasar gadis bodoh apa yang inggin kamu lakukan nanti, masih untung dia mau bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan sama kamu, jika kamu menolak menikah dengan laki-laki ini mau kamu kasih makan apa anak kamu nanti. Jangan dengarkan perkataan yang barusan ia katakan Tuan saya sama sekali gak masalah jika tuan inggin menikahi Putri saya bahkan kalau tuan bersedia saya akan membantu memper langsungkan acara pernikahan ini sebagai jaga-jaga agar dia gak berani kabur.
"Baiklah saya terima tawaran anda, rias dia secantik mungkin jika sudah siap segera bawa dia ke-depan penghulu karena disana saya sudah menantinya," ujar Richard yang kemudian ia pun pergi.
" Baik tuan," balas anak buahnya.
" Mama jahat... Mama jahat," ucap Resya dengan air mata yang mengalir deras.
__ADS_1
BERSAMBUNG.