Penjara Cinta Mafia Kejam

Penjara Cinta Mafia Kejam
BAB 33.


__ADS_3

"Setelah Resya yang sudah mengetahui tindakan yang dilakukan Sandra kemaren, hati Resya pasti rasanya hancur sekaligus cemas karena terus memikirkan masalah ini. Jadi lebih baik aku sekarang temani dia aja, karena aku yakin dia pasti sedang membutuhkanku sekarang?" Batin Richard yang kemudian dia pun masuk kedalam kamar Resya . Resya yang pada saat itu sedang berada didepan cermin ia terkejut melihat Richard yang tiba-tiba masuk kekamar lantas Resya pun langsung berdiri seketika.


"Richard?" ucap Resya dengan tatapan terkejutnya setelah adanya seseorang langsung masuk kedalam kamarnya.


"Richard apa yang kamu lakukan disini?Bukannya kamu sering pergi kekamar Sandra, tapi kenapa sekarang kamu malah masuk kekamar aku?" tanya Resya dengan agak bingung.


"Ini Rumahku jadi terserah aku kalau aku mau tidur dimana aja, kenapa? Memangnya aku tidak boleh tidur dikamar istriku sendiri, apa kamu inggin mengusirku?" timpal Richard kemudian membuat Putri pun terkejut dengan balasan yang diucapkan oleh Richard barusan.


"Bukan begitu, baiklah jika kamu inggin tidur dikamar ini tidurlah!"pinta Resya yang agak bingung.


"Baiklah kalau kamu sudah mengizinkanku. Aku sangat ngantuk aku akan tidur sekarang!"


"Baiklah!"


"Angin apa yang membuat Richard jadi bisa bertingkah seperti ini? Apa perilaku yang dia tunjukkan saat ini, adalah tanda jika dia sudah mulai bisa memaafkan ku. Gak mungkinlah kalau dia memaafkan ku dari cara perkataannya saja dia sudah menunjukkan kalau dia itu masih sama!"batin Resya dengan tatapannya yang masih fokus pada laki-laki yang terbaring di ranjangnya.


"Bodoh...kamu itu bodoh sekali sih kenapa kamu malah berkata agak kasar seperti itu kepadanya, bukannya tujuan kamu datang kesini untuk meminta maaf kepadanya?" batin Richard yang merasa bingung pada dirinya sendiri, dengan kelopak mata yang pura-pura ia pejamkan tapi dalam hati ia masih bisa mengatakan.


"Jam baru menunjukkan pukul 19:30 malam. Dan yang bikin aku bingung tidak seperti biasanya Richard jam segini sudah tertidur pulas seperti ini?" batin Resya yang sembari melihat kearah Richard yang sudah tertidur pulas dengan menggunakan balutan selimut putih untuk menutupi sekujur tubuhnya.


Apa dia sangat kelelahan, makanya dia cepat tidur seperti ini?" batin Resya lagi dengan agak sedikit terheran.


Tak berselang lama, terdengar suara ketukan pintu Tok....Tok...Tok...beberapa kali, yang membuat Resya pun akhirnya agak terganggu dengan suara tersebut. Karena tak tahan akhirnya dia pun membukanya. Dan ternyata...


"Siapa itu yang mengetok pintu kamarku dengan sekeras itu? Itu tidaklah mungkin Bibik? Pasti dia itu Sandra?" ucapnya yang kemudian Resya pun beralih pergi kearah pintu dan membukanya.


"Kamu? Apa yang kamu lakukan dengan mengetok-mengetok pintu sekeras ini?" gertak Resya.


"Ayo kamu ikut aku!"ajak Sandra yang langsung menarik tangan Resya untuk dia ajak pergi.


"Kemana kamu mau membawaku?"

__ADS_1


"Udah ayo ikut aku saja.


"Tidak, sudahlah Sandra aku tahu mbak sandra bertingkah seperti ini karena mbak Sandra tidak suka kan, kalau Richard tidur bersamaku malam ini?


"Iya kenapa memangnya, apa aku salah, aku kan juga Istrinya Richard jadi aku berhak dong untuk tidak menyukai ini.


"Sudahlah aku malas, aku capek, aku mau istirahat dulu!"balas Resya yang kemudian dia yang hendak inggin pergi tapi dicegah oleh Sandra.


"Tunggu!"


"Kamu mau ngapain?"


"Dimana Richard?"


"Itu, apa kamu gak lihat dia sedang tertidur, apa kamu inggin membangunkannya juga?Sudahlah dia itu sangat kecapean makanya jam segini dia sudah tertidur, jadi pergilah dari sini!"perintah Resya dengan tegas.


"Kamu pasti sengaja kan bikin Richard tidur jam segini. Apa mungkin juga kamu memberi dia obat tidur, makanya dia sudah tidur seperti ini?" bentak Sandra dengan menunjukkan dua tanduk yang siap menubruknya.


"Tidak perlu kamu usir aku, aku juga akan pergi sendiri dari sini?" timpal Sandra yang kemudian dia pun pergi tanpa mengucap satu kalimat pun lagi.


"hm..untung saja dia pergi, tapi anehnya kenapa Richard gak bangun ya mendengar ocehanku sama Sandra barusan?"


"Sudahlah aku ngantuk mendingan aku juga tidur aja?" ucap Resya yang kemudian dia pun mengunci pintunya dan memutuskan untuk tidur disamping Richard.


"Untung saja Resya tidak curiga kalau aku hanya berpura-pura tidur?"batin Richard.


Setelah beberapa menit Resya yang akhirnya bisa tertidur pulas juga, Richard pun akhirnya berani untuk membuka matanya. Dan kemudian dia pun membalikkan badannya kearah kiri dan kemudian dia pun mengunakan tangannya untuk jadi senderan kepalanya agar dia bisa memandang terus wajah Resya yang sedang tertidur pulas disampingnya.


Ingat apa yang pernah ia lakukan dulu kepadanya. Akhirnya bisa membuatnya sadar jika dirinya sangatlah jahat dan tidak seharusnya ia bersikap kasar dan kejam seperti itu, tapi hari ini entah angin apa yang merasuki dirinya . Richard pun seketika berubah bahkan untuk yang pertama kalinya ia mau memandang Resya disaat di tidur seperti ini.


"Maafkan aku Resya ? Karena aku, hidup kamu harus jadi tambah menderita seperti ini. Tidak seharusnya kamu menangung semua beban ini? Maafkan Papa juga sayang, karena Papa belum bisa jadi Papa yang baik untuk kamu, maafkan Papa karena Papa belum bisa bersikap adil sama kalian, tapi kalian tenang saja tidak lama lagi semua penderitaan kalian ini akan segera berakhir. Dan kita akan berkumpul

__ADS_1


Dan bahagia bersama nanti?"


Batin Richard dengan tersenyum manis sembari memperhatikan wajah Resya yang masih tertidur pulas yang kemudian dia pun mencium kening Resya, dalam keadaan masih tertidur, Richard pun menggambil kesempatan ini untuk bisa memandangi Resya lebih puas lagi.


Dan mungkin dengan cara seperti inilah, dia bisa menebus semua kesalahan yang pernah ia lakukan dan juga kesempatan yang selama ini telah hilang didalam kesempatan yang sangat berharga untuk bisa bersamanya.


Belum puas Richard memandangi wajah Resya lebih puas lagi pada saat sedang tertidur pulas disampingnya. Tiba-tiba Resya pun terbangun lantaran merasakan kecupan ya lakukan seseorang barusan, Richard yang menyadarinya, dia pun seketika langsung memejamkan matanya. Dan berpura-pura sedang tertidur. Sedangkan Resya yang merasakan sesuatu itu pun dia langsung membuka matanya.


"Siapa tadi yang menciumiku? Aku merasa tadi ada seseorang yang sedang mengecup keningku ini, tapi siapa?" gumam Resya sembari melihat kearah Richard yang masih tertidur pulas disampingnya.


"Apa mungkin Richard yang mencium-ku? Tapi mana mungkin, dia kan lagi marah sama aku. Dan ditambah lagi sekarang dia juga masih tertidur pulas seperti ini. Jadi itu tidak mungkin, mungkin itu hanya halusinasiku saja?" batin Resya yang merasa bingung sendiri sembari memegang keningnya.


"Semoga aja Resya tidak menyadari jika akulah yang menciumnya tadi?"batin Richard yang berpura-pura tertidur.


"Sudah mendingan aku tidur lagi aja!. Ucap Resya yang kemudian dia pun melanjutkan lagi tidurnya. Dan memejamkan kedua matanya.


Setelah memutuskan untuk kembali tidur. Richard yang membuka matanya kembali, ia pun melihat kearah Resya Dan ia pun melihat Resya yang sudah memejamkan matanya.


"Hu...syukurlah dia tidak curiga sama aku, Bobok yang nyenyak. Dan selamat mimpi yang indah?"batin Richard yang kemudian dia pun memutuskan untuk tidur.


Malam pun dengan cepatnya berganti pagi. Matahari pun akhirnya muncul dan menyinari alam semesta ini. Resya yang baru aja membuka matanya, dia pun terkejut setelah melihat Richard yang sedang memeluknya dari samping dalam keadaan dia yang masih tertidur pulas.


Aku tahu Ric, sebesar apa kamu membenciku dan juga marah kepadaku, tapi apa aku boleh bermimpi untuk kamu bisa mempunyai sifat perduli dan juga perhatian kepadaku. Tapi melihat apa yang kamu lakukan sekarang, ini sudah sangat membuktikan buatku, jika kamu itu sangatlah kecewa. Dan perasaan cinta dan kasih sayang kamu untukku, itu tidak akan sanggup untuk membuat hati kamu bergetar untuk jadi menyayangiku, tapi dengan tindakan kamu ini, aku cukup senang."


Batin Resya yang kemudian dia pun memberikan kecupan manis yang dimana ciuman ini adalah ciuman pertama baginya untuk memberikan satu kecupan untuk sang Suami, karena selama Resya menjadi istrinya, Resya tidak pernah memberikan ciuman ini untuknya.


"Ini adalah kecupan pertama yang aku berikan kepadamu Ric, aku harap kamu menjadi Suami terakhir yang bisa membahagiakanku. Dan juga merubah hidupku untuk menjadi lebih baik lagi. Dan juga menjadikan aku sebagai Wanita yang lebih tegar dan kuat ketika menghadapi semua cobaan yang akan menimpaku nanti, terima kasih!"ucap Resya yang kemudian dia pun beranjak pergi dari tempat tidur.


Aku tahu mungkin apa yang aku lakukan ini sudah sangat terlambat, membahagiakan seorang Istri bagiku kata-kata itu sangatlah tidak cocok buatku. Tapi mulai sekarang aku akan berusaha untuk menjadi Suami yang terbaik untukmu dan sebisa mungkin aku akan melindungimu maafkan aku...maafkan aku karena aku sudah jadi Suami yang bodoh..maafkan aku!"batin Richard yang masih memejamkan kedua matanya, tapi dalam hati banyak kata yang inggin ia ucapkan untuknya.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2